NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adca_21

Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.

"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik

"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

   Alina memberikan laporan pada Tio sudah seperti istri sungguhan Tio,tapi meskipun begitu Tio sangat berharap Alina segera menerima nya ia ingin cepat cepat menjadikan Alina istri nya.

    Alina sudah memberitahu mamah Lia untuk menitipkan Ezra pada nya karena ia akan ke luar bersama dengan Tio,Alina sudah siap siap dari tadi ia mondar mandir mencoba semua baju nya.

    "Kamu belum siap juga Alina?"tanya mama Lia

    "Aku bingung mah aku harus memakai baju yang mana"

    Mamah Lia memilihkan baju untuk Alina melihat putrinya sangat kebingungan,dan mamah Lia memilih gaun hitam yang elegan.

    "Kamu coba yang ini sayang"

    "Apa aku berlebihan mah mau makan malam aja kayak mau kencan sama kekasih"

    "Bukannya memang seperti itu Alina"

    "Enggak ya mah aku dan kak Tio belum resmi jadian"

    "Ya sudah kita langsung resmi kan saja di KUA biar Tio dan kamu senang"

    "Apaan sih mah malang langsung ke KUA"

    "Cepat pakai baju ini sebelum Tio kesini dan menunggu mu yang masih bingung harus memakai baju apa"

    Alina langsung masuk ke walk in closet nya disana ada tempat berganti baju dan Alina melihat pantulan dirinya di kaca besar ia terlihat anggun sangat kontras dengan warna kulit Alina yang putih bersih gaun nya yang membentuk tubuh nya sangat cocok untuk Alina.

    "Tuh kan pilihan mamah memang bagus kamu kelihatan sangat cantik sekali sayang"ucap mamah Lia

    "Terus kemarin kemarin aku gak cantik gitu mah"

    "Bukan begitu sayang kamu anak mamah ya pasti kamu selalu cantik dong"

    "Mamah bisa aja"

    Tio yang sudah beres dengan pekerjaan nya ia langsung pergi ke rumah nya untuk mandi dulu dan berganti pakaian,setelah Tio siap ia langsung pergi menuju rumah Alina ia sudah tidak sabar sekali melihat Alina saat sudah sampai Tio memasuki rumah dan bertemu mamah Lia.

    "Selamat malam mah"ucap Tio

    "Malam Tio kamu sudah datang"

    "Iya mah,Ezra kemana mah?"

    "Ezra baru saja tidur,kalian mau makan malam di luar?"

    "Iya mah"

    "Sebentar mamah panggilkan Alina dulu"

   Tidak lama Alina turun dari tangga,Tio sangat terpesona melihat Alina gaun hitam yang Alina pakai sangat cocok sekali dengan kemeja yang Tio pakai.

    "Ayo mas nanti keburu malam"ucap Alina

    "Hah emmm iya ayo Alina"

    "Mah kita berangkat dulu"ucap Alina

    "Iya sayang hati hati"

    Tio membukakan pintu untuk Alina dan mobil melaju ke tempat yang sudah Tio pesan sebelum nya,Tio memegang tangan Alina

    "Sayang kita gak jadi ke luar aja ya"

    "Loh kenapa mas apa kamu sakit?"

    "Enggak,aku gak rela orang lain juga melihat kecantikan kamu"

    Blush Alina rasanya ingin salto saja karena Tio memujinya dengan terang terangan seperti biasa wajah Alina sudah bersemu merah ia memalingkan wajah nya.

    "Apaan sih mas kenapa kamu sekarang suka sekali menggombal,kamu belajar dari mana apa itu bakat terpendam mu"

    "Ya ini bakat terpendam aku saat sudah mengenal kamu,tapi aku serius Alina aku gak mau berbagi kecantikan kamu sama siapapun"

    "Ya sudah kurung saja aku mas"

    "Iya nanti kalau kita sudah menikah aku akan mengurung mu dikamar sayang"

    "Apa sih mas kenapa kamu suka sekali bicara mesum seperti itu"

    "Memangnya kamu berfikir apa sampai sampai kamu bilang aku mesum"

    "Aku gak tau mas,kalau kita gak jadi ayo pulang"Alina sangat malu sekali kenapa bisa ia berfikir kesana,Tio malah terkekeh melihat Alina malu

    "Sudah jangan marah udah cantik seperti ini masa cemberut"Tio mengecup tangan Alina

    "Kenapa sih mas kamu senang sekali ngerjain aku"

    "Aku sangat senang saat melihat wajah mu yang merah karena malu itu Alina"

    Alina dan Tio sudah sampai di restoran terkenal Tio sengaja menyewa ruangan khusus untuk dirinya dan Alina,ia memesan meja yang sangat romantis semua nya sudah ia rencanakan.

    "Mas ini mau kemana itu banyak tempat yang kosong"

    "Kamu ikut saja sayang"Tio menggandeng tangan Alina ia tidak melepaskan nya

    "Wahh bagus sekali apa kamu sengaja memesan ruangan ini mas?"

    "Iya karena ini kencan pertama kita"

    "Kenapa berlebihan mas kita cuma mau makan aja"

    "Tapi menurut ku ini bukannya hanya makan malam sayang tapi malam ini aku Satrio Adiguna melamar mu Alina Anastasya apakah kamu mau menjadi pendamping ku dan menjadi ibu untuk anak anak ku"

Alina sangat terkejut Tio sudah berlutut dihadapan nya dengan membawa sebuah cincin berlian yang sangat indah,Alina tidak tau harus apa ia sangat senang sekali tapi melihat ketulusan Tio Alina mengangguk kan kepala nya.

"Iya.. Mas aku mau"ucap Alina

Tio sangat senang sekali akhirnya Alina menerima nya ia langsung menyematkan cicin nya di jari manis Alina dan langsung memeluk Alina.

"Terimakasih sayang kamu mau menerimaku aku sangat bahagia sekali Alina"

"Iya mas"Alina membalas pelukan Tio,Tio mengecup dahi Alina, rasa bahagia Tio tidak bisa ia jelas kan

"Mas udahan pelukan nya aku laper"

Tio terkekeh mendengar ucapan Alina, sungguh diluar dugaan Tio Alina sangat jujur sekali kalo urusan perut ia tidak pernah gengsi.

"Maaf maaf sayang ayo kita makan"

Sebenarnya Alina menghindari pelukan Tio karena sekarang jantung nya sedang tidak baik baik saja,jantung nya berpacu terlalu cepat takut Tio mengetahui nya kalau ia sedang berdebar karena baru saja di kamar Tio

Alina makan dengan tenang,tapi beda dengan Tio rasa lapar dari tadi rasanya menghilang begitu saja hatinya terlalu senang dan melupakan lapar nya.

"Kenapa kamu gak makan mas? Kenapa terus liatin aku?"

"Gapapa sayang aku senang aja liat kamu"

"Kamu makan dulu mas,kamu gak akan kenyang dengan ngeliatin aku terus"

"Kamu paling bisa Alina"

"Lah emang benarkan kamu gak akan kenyang hanya dengan melihat aku"

"Iya iya tapi aku mau kamu suapin"

"Apaan sih mas kamu manja sekali makan sendiri kamu bukan Ezra"

"Apa harus jadi Ezra dulu biar kamu suapin"

"Ya sudah ayo buka mulutnya nya bayi besar ku"

Tio senang sekali Alina menuruti keinginannya,dan setelah semuanya selesai Alina dan Tio pergi ke taman kota.

"Mas apa gak langsung pulang aja"

"Sebentar Alina aku ingin menikmati waktu kita berdua"

"Oh ya sayang kapan kamu siap aku lamar secara resmi"

"Aku terserah kamu mas"

"Oke kalau begitu Minggu depan aku akan datang ke rumah kamu bersama orang tua ku"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!