NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN RATU SRIGALA

KEBANGKITAN RATU SRIGALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Disebuah kerajaan bulan yang dihuni ribuan manusia Srigala. Disaat gerhana bulan merah, permaisuri Lira baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang cantik namun tidak memiliki aura Srigala yang membuat sang Raja Argan harus membunuh anak kandungnya sendiri karena dianggap aib.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 020: Hutan Kabut Abadi dan Penjaga Kastil Tua

Sebelum matahari terbit, Seraphina sudah siap di halaman Istana Kerajaan Bulan Perak. Seraphina berdiri lama.

"Seraphina..."

Langkahnya terhenti. Kaelan bergegas menghampirinya.

"Ada apa? Kenapa menyusulku?" tanyanya lembut.

"Aku mendapat kabar dari Ratu Lira bahwa kamu akan pergi sendirian ke Hutan Kabut Abadi," jawab Kaelan sambil menatap tajam ke arah jalan yang akan dilalui. "Tempat itu sangat berbahaya."

"Aku harus ke sana. Tak ada orang lain yang bisa melakukannya kecuali aku." ucap Seraphina tegas.

"Kalau begitu, izinkan aku menemanimu. Ini perintah Tuan Alaric, aku harus menjagamu sampai tugasmu selesai," kata Kaelan.

Seraphina tersenyum tipis. "Baiklah, ikutlah."

Mereka melangkah beriringan menyusuri jalan ke hutan kabut Abadi, dikelilingi pepohonan rapat yang menutupi sinar matahari. Udara mendingin seiring kedekatan tujuan. Setelah berjalan lama, mereka berhenti di perbatasan hutan yang diselimuti kabut putih pekat, seolah tak ada jalan keluar.

"Pantas saja hutan ini disebut Hutan Kabut Abadi," gumam Seraphina menatap kabut lekat. "Siapa pun yang masuk tanpa arah pasti tersesat selamanya."

"Benar, kabutnya begitu tebal hingga pandangan hanya sejauh tangan," sahut Kaelan sambil menghela napas.

Seraphina menoleh padanya, suaranya menegas. "Dengar baik-baik: apa pun yang kau dengar, panggilan, tangisan, atau suara memanggil namamu jangan pernah menoleh. Tetap berjalan lurus di sampingku."

"Baik, Tuan Putri. Aku mengerti," jawab Kaelan mantap.

Mereka melangkah masuk ke kabut. Seketika hawa dingin menusuk tulang, serasa ribuan jarum es menyentuh kulit. Namun keduanya terus maju, menahan dingin sekuat tenaga. Perlahan kabut menipis, dan pemandangan di hadapan membuat mereka tertegun.

Di tengah hutan yang sunyi itu, berdiri sebuah kastil tua. Bangunannya kokoh, meski dindingnya tertutup lumut dan tanaman merambat. Puncak menaranya menembus kabut, seolah mengawasi setiap sudut hutan.

"Kaelan, tempat ini sangat aneh," bisik Seraphina. "Kenapa ada kastil tua di tengah hutan?"

"Aku juga tidak tahu. Tapi bukankah ini terlihat seperti jebakan?" Kaelan menatap sekeliling dengan penuh kewaspadaan, tangannya sudah siap pada gagang pedang.

"Apapun itu, kita harus masuk dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini," ucap Seraphina tegas.

"Baik, aku ikut di belakangmu."

"Tunggu dulu," Seraphina menahan lengan Kaela. "Sembunyikan aromamu. Jangan sampai penghuni sini mencium keberadaan kita."

Kaelan mengangguk, segera menenangkan batinnya dan menekan energi ke dalam tubuh aroma srigalanya pun hilang seketika. Keduanya melangkah hati-hati menuju gerbang kastil yang tampak tua dan berkarat.

Namun baru dua langkah, dua sosok tiba-tiba menghadang. Mereka berjubah hitam pekat; salah satunya bermotif garis merah di ujungnya. Masing-masing memegang tongkat berujung tengkorak yang menatap kosong.

"Berhenti di situ!" Suara serak memecah keheningan, keluar dari sosok berjubah hitam pekat. "Siapa kalian? Berani sekali melangkah masuk ke wilayah kami?"

Seraphina tak mundur selangkah pun. "Aku datang untuk mengambil sesuatu."

Sosok berjubah hitam-bercak merah tertawa mencemooh, suaranya bergema di udara yang dingin. "Ha ha ha! Gadis sepertimu mengira bisa mengambil apa pun dari sini? Justru kalianlah yang akan menjadi santapan kami! Darahmu berbau manis, sungguh menggoda."

Namanya Morgus, dan kawannya yang berjubah hitam polos itu Zorvath.

Seraphina tersenyum tipis mendengar ejekan itu. Senyumnya seakan mempermainkan mereka, membuat wajah Morgus memerah padam karena amarah.

"Berani kau mengejek kami?" bentak Zorvath.

Morgus langsung melambaikan tongkatnya; asap hitam melesat ke arah Seraphina. Kaelan melompat ke depan, menangkis serangan itu dengan kekuatan angin dari telapak tangannya.

"Seraphina, hati-hati! Itu sihir gelap!" serunya, bersiap menghadang Zorvath yang ikut menyerang.

"Jaga dirimu, Kaelan!" balas Seraphina. Ia memancarkan cahaya, menyambut Morgus yang menerjang dengan cakar terkelupas dari balik jubah.

Pertarungan sengit di gerbang kastil tua, di tengah kabut yang makin pekat dan mencekam.

1
kaylla salsabella
masih ngeyel
kaylla salsabella
cari mati sari
kaylla salsabella
ooo ternyata bener rian yang dulu di tolong Seraphena
kaylla salsabella
pangeran rian apakah orang yang sama dengan yang di sembuhkan nazar
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
si elara atau ibunya elara
Surianto Tiwoel
🔥🔥🔥
kaylla salsabella
alhamdulillah
kaylla salsabella
🤔🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
semoga berhasil
kaylla salsabella
yeeee rasain kamu elara🤭🤭🤭
kaylla salsabella
ooo srigala bangsawan nya adalah rian
kaylla salsabella
pasti ratu lira
kaylla salsabella
jodohin lira sama Alaric saja 🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
perasaan ku Dikit amat🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!