NovelToon NovelToon
Lahir Nya Penyihir Terkuat

Lahir Nya Penyihir Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Seorang penyihir terkuat nomor satu Lucien yang tidak tertandingi, memasuki raga seorang pria lemah yang ternyata adalah pelayan setia dari Putri Aurelia. Aurelia adalah anak haram dari pimpinan klan Es yang selalu diremehkan oleh Ayahnya.

Apa lagi Aurel terlahir tanpa memiliki inti roh murni.

Namun segalanya berubah saat Lucien memasuki raga Arthur. Rahasia nya terungkap saat nyawa Aurel dalam bahaya. Aurel memohon padanya. Dan sejak saat itu--- Lucien sang penyihir terkuat menjadi guru dari Aurel.

Tujuan Aurel satu--- membalaskan setiap hinaan yang dia Terima dan merampas kepemimpinan klan Es dari Ayah dan Kakak tiri nya. Tentu saja, itu semua hanya bisa terjadi jika Lucien berdiri di sampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertunangan

Tujuh hari telah berlalu sejak kedatangan Adrian menemui tetua Frost, dan apa yang direncanakan akhirnya benar-benar terjadi.

Hari itu, seluruh sudut luar istana megah itu mendadak hidup, bersiap menjadi saksi bisu dari acara pertunangan agung antara Adrian dan Aurelia yang akan segera dilaksanakan.

Di balik jendela tinggi kamarnya, Adrian berdiri menatap ke bawah dengan senyuman puas yang mengembang di bibirnya; ambisi dan obsesinya untuk mendapatkan Aurelia sepenuhnya kini hanya tinggal selangkah lagi menuju kenyataan.

Sementara itu.

Di halaman istana, manik matanya hanya mampu bergerak gelisah, memperhatikan bagaimana belasan pelayan sibuk berlarian ke sana kemari, menghiasi halaman tengah istana dengan rangkaian bunga white rose yang dipadukan dengan juntaian kain sutra perak.

Mereka membentangkan karpet merah beludru di atas permukaan tanah, menutupi sisa-sisa salju yang entah bagaimana telah disihir hingga menghilang tanpa bekas.

Perasaan Aurelia semakin tidak karuan, dadanya bergemuruh oleh kecemasan yang tak kasat mata. Ia tahu ada yang salah, namun ia tidak memiliki celah sedikit pun untuk keluar dan memastikan kecurigaannya karena pasang mata para penjaga terus mengawasinya ketat selama 24 jam penuh.

Terlebih lagi, sudah beberapa hari ini Aurelia tidak melihat Arthur. Entah kemana perginya pria itu.

TAP. TAP. TAP.

Tiba-tiba...

Suara langkah kaki terdengar mendekat, menampilkan dua orang pelayan istana yang melangkah dengan dagu terangkat dan wajah yang kentara sekali meremehkan.

"Kau—ikutlah dengan kami sekarang juga," ujar pelayan bertubuh jangkung dengan nada suara yang menuntut, tanpa ada sedikit pun rasa hormat yang tersisa.

Aurelia tidak langsung bergeming, ia menatap keduanya datar dengan kilat mata yang mengintimidasi.

Melihat respons dingin tersebut, pelayan yang satunya lagi segera melangkah maju dan memperingatkan dengan ketus, "Jangan coba-coba melawan atau membuat keributan! Ini adalah perintah langsung dari Madam Elena!"

Mendengar nama itu disebut, Aurelia perlahan menghembuskan napas panjang. Ia akhirnya memilih untuk pasrah dan menerima perlakuan kasar saat kedua tangan pelayan itu mencengkeram lengannya, menariknya agar ikut.

Bukannya Aurelia lemah atau tidak bisa melawan. Sama sekali bukan. Ia hanya menahan diri karena rasa penasarannya jauh lebih besar; ia ingin tahu apa sebenarnya rencana yang tengah mereka persiapkan untuk dirinya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya di tempat ini, Aurelia menginjakkan kaki memasuki halaman dalam inti istana.

Selama ini, Aurelia tidak pernah diizinkan untuk masuki halaman dalam istana. Kedua pelayan itu menuntunnya melewati koridor-koridor panjang bercat emas, hingga akhirnya berhenti di depan sebuah pintu ganda berukir megah.

Mereka mendorong Aurelia masuk ke dalam sebuah kamar rias yang sangat luas, di mana Madam Elena sudah berdiri tegak menantinya dengan gaun beludru hitam dan wajah yang teramat angkuh.

"Buka pakaian mu," titah Madam Elena. Suaranya pelan, hampir menyerupai bisikan, namun getaran intonasinya begitu tajam bagai belati yang siap mengoyak kulit.

Namun, alih-alih menuruti perintah tersebut, Aurelia justru berdiri kokoh. Ia menyipitkan netranya dengan penuh rasa curiga, menatap langsung ke dalam manik mata wanita di hadapannya.

"Apa lagi yang sedang kau rencanakan di balik dinding istana ini, Nyonya Elena?" tanya Aurelia, suaranya terdengar dingin dan tajam, menolak untuk diintimidasi oleh atmosfer ruangan yang menekan.

Ekspresi Madam Elena tetap tenang tanpa emosi, seolah pertanyaan dari Aurelia hanyalah angin lalu yang tidak berarti. Ia melangkah perlahan, tumit sepatunya mengetuk lantai marmer dengan ritme yang konstan saat ia memutari tubuh Aurelia.

"Kau tidak memiliki hak sedikit pun untuk bertanya... di tempat ini, satu-satunya hak yang kau miliki hanyalah mengikuti dan mematuhi setiap perintah yang kuberikan. Persis seperti seekor anjing ras yang setia kepada tuannya," desis Madam Elena tepat di samping telinga Aurelia, penuh penekanan yang merendahkan.

Aurelia seketika mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gejolak amarah yang nyaris meledak di dadanya.

Tanpa memedulikan kemarahan batin Aurelia, Madam Elena membalikkan badan dan memberikan isyarat tangan, melemparkan perintah bisu pada wanita paruh baya yang sejak tadi berdiri kaku di belakang nya.

Dengan gerakan yang cepat dan teratur, Aurelia langsung dituntun menuju sebuah ruangan tersembunyi di bagian belakang kamar.

Aroma mawar dan kehangatan uap air langsung menyergap indra penciumannya saat pintu ruangan itu terbuka, menampilkan sebuah tempat pemandian mewah yang di tengahnya terdapat kolam batu pualam luas, dipenuhi oleh cairan putih pekat yang mengepulkan uap tipis—sebuah kolam mandi susu yang telah disiapkan.

"Lepaskan pakaian Anda, Nona," kata wanita itu dengan suara yang teramat tenang. Tidak ada nada angkuh. Tidak ada pula nada memaksa. Namun, ada ketegasan yang tersirat di dalamnya. "Saya akan membantu Nona untuk membersihkan diri," lanjutnya sembari membungkuk hormat.

Aurelia melirik tajam, mencoba mencari celah konspirasi di balik mata wanita tersebut. "Apa sebenarnya yang wanita tua itu inginkan dariku?!" tanya Aurelia dengan nada menuntut.

Wanita itu tetap tenang, sama sekali tidak terusik. Ia hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman formalitas yang hampa. "Saya tidak punya hak untuk menjawab, Nona. Tapi Anda akan segera tahu saat tirai malam ini tersingkap sepenuhnya," kata wanita itu misterius.

Tangan yang dingin itu mulai bergerak cekatan, membantu melepaskan helai demi helai pakaian yang melekat di tubuh Aurelia.

Kali ini, Aurelia tidak melawan. Ia membiarkan dirinya diperlakukan bak boneka pajangan, namun di dalam dadanya, hatinya semakin gelisah bak dihantam badai. Logikanya meneriakkan satu hal: Lawan! Lari dari neraka ini!

Namun, bayangan wajah rapuh ibunya seketika melintas, meredam seluruh sisa keberaniannya. Ia tahu benar kekejaman Madam Elena.

Jika ia melangkah keluar dari ruangan ini untuk melarikan diri atau sekedar melawan, ibunya yang tak berdaya pasti akan disiksa lagi sebagai gantinya. Ketakutan itu mencengkeram erat urat nadinya.

Aurelia memejamkan matanya rapat-rapat saat pelayan itu menuntunnya menuruni anak tangga, membantu Aurelia untuk merendamkan dirinya ke dalam air kolam susu yang hangat.

Cairan itu terasa hangat menyentuh kulitnya, sebuah kemewahan yang seharusnya menenangkan.

Namun, kehangatan itu sama sekali tidak cukup untuk mencairkan kebekuan dan kegelisahan di hati Aurelia.

Di tengah keheningan yang menyiksa dan keputusasaan yang mendalam, entah mengapa, wajah seseorang tiba-tiba terlintas begitu jernih di kepalanya. Seseorang yang beberapa hari ini selalu mampu meruntuhkan dinding pertahanannya.

"Arthur... Di mana kau sebenarnya saat aku paling membutuhkanmu?" batin Aurelia menjerit, merutuki takdirnya yang malang sembari berharap keajaiban akan datang merenggutnya dari tempat terkutuk ini.

1
utina lee
Jatuhnya aurelia sama emaknya sama² beban ga sih, saling membebani dan memberatkan.... semangat othor 💪
BAITI SYAIRUROH
ceritanya menarik thor..semangat💪
utina lee
semangat thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!