Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.4: Pilihan
Benar-benar ulasan yang sangat panjang dari Garrinson. Usia baru setahun saja sudah dikenal banyak orang lewat hal seperti ini. Apalagi semakin bertambahnya tahun, entah apa yang akan ia tunjukkan pada lainnya.
Beralih dari situ, terlihat Ethan tidur di kamar yang normal. Berbanding terbalik dengan Scarlet.
Saking normalnya, siapapun bakal betah di kamar ini. Sudah normal, bersih, wangi, dan banyak koleksi berbagai buku dalam bentuk novel, komik, dan sebagainya. Pastinya siapapun nggak bisa pulang begitu saja begitu memasuki kamar tidurnya.
Di saat ia sedang tidur nyenyak, pada pukul 12 malam tepat tanpa lebih atau kurang sedikitpun, hal aneh terjadi.
Pintu kamarnya terbuka. Seseorang masuk ke dalam dan keluar lagi. Entah dia siapa, namun yang pasti bukan Scarlet maupun anak-anaknya.
Hanya menampilkan senyuman aneh dan pergi begitu saja. Sedetik kemudian, dia terbangun.
Napasnya kacau dan keringat dingin mengalir deras tanpa henti. Ethan melirik ke segala arah untuk meredakan ketakutannya.
Hal tersebut biasanya berhasil, namun tidak untuk yang satu ini. Karena dia merasa dirinya kacau, Ethan memutuskan berlari keluar dan mengetuk-ngetuk pintu kamar tempat istrinya tidur.
Hening sekali dan karena dia sudah tak bisa meredakan ketakutannya, ketukan pintu tersebut ia lakukan berkali-kali.
Hal tersebut membuat Scarlet agak kesal waktu baru saja membuka kedua matanya sejenak. Ia mengusap-usapnya terlebih dahulu serta langsung membukanya dengan cepat.
Tatapan marah keluar darinya dan membuat Ethan semakin ketakutan dalam hal lain. Agar hal buruk tak semakin memburuk padanya, dirinya memilih agak mundur sedikit.
Scarlet langsung mereda amarahnya dan mengembuskan napas lega. “I think the thief, it turns out only you, Ethan honey. By the way, what’s wrong?”
Ethan tak menjawabnya dan Scarlet tampak mengerti perasannya saat ini. “Maybe... Let’s sit on the sofa first!”
Sebelum pergi, Scarlet menutup pintu kamarnya dengan cepat terlebih dahulu. Menurutnya, Ethan tidak tahu apa isi di dalamnya, jadinya dia mendorongnya sambil tersenyum bahagia tanpa perasaan takut sedikitpun.
Begitu sampai di sofa, keduanya duduk. “Wait a minute here. I’ll let you hot tea.” Baru saja duduk, Scarlet memutuskan beranjak lagi untuk pergi ke dapur membuatkan suaminya minuman hangat agar suasananya agak bagus daripada saat ini.
Saat sampai di dapur, dengan santainya ia menaruh cangkir putih di atas nampan. Selanjutnya memasukkan kantong teh celup ke dalamnya. Di isi air hangat dan diakhiri mengaduknya menggunakan satu sumpit.
“Okay, it’s already been. The time gives it to him.”
Ia berjalan pelan dan begitu sampai di tempat Ethan duduk, Scarlet agak merinding takut, namun itu tak membuatnya berhenti jalan untuk menaruh nampan di atas meja.
Begitu sudah menaruhnya, ia duduk di samping kanannya dan langsung mengusap-usap punggungnya. Rambutnya dielus perlahan, serta pelukan hangat menyertainya.
Ethan yang terlihat merinding ketakutan sampai sedikit berlinang air mata mendadak mulai kembali seperti dirinya semula.
Perlahan ia mengangkat kepalanya menuju istrinya. Ketika mereka saling bertukar pandangan, wajah Ethan merona. “Fo-forgive me, Sc-scarlet honey!”
“Take it easy. Then... Can you tell me everything you experienced in your sleep last night? If you don’t want, don’t have to be forced okay!”
Actually what happened to me? Last night... I mean about a few minutes ago, why did them appear in my dream? S-should i tell her?
Ethan menelan ludahnya. Keraguannya menghilang saking sudah tak kuasa menahan hasrat mengerikan yang ia pendam selama di mimpinya. Dalam sekejap, mulutnya terbuka serta dirinya langsung nyerocos ketakutan.
“I dreamed last night to see someone whether the man or woman came to me while taking the body of the man in the newspaper today. I mean... Pierced by a kitchen knife. Maybe this can be said to be a clue or just want to show it to me. I’m scared like now because he keeps saying ‘Die man moet gedood warden’ without stopping. So many say the same sentence continuously, i memorized. According to Scarlet, what should your husband do!? The fear of someone will actually do no, no other family members!!!”
“...”
Scarlet hanya bisa terdiam karena ludah setiap perkataannya yang terus mendekatinya terus keluar sampai kena ke banyak bagian wajah cantiknya. Ethan yang sudah selesai nyerocos terus padanya tersadar akan hal itu dan membuatnya merasa bersalah.
“Fo-forgive again, S-scarlet!!”
Scarlet menghela napas dan tersenyum manis serta mengusap-usap wajahnya. Penampilannya jadi seperti sebelumnya, namun kelihatan lebih cantik, layaknya ludah suaminya membuatnya tampak mengkilat daripada seharusnya.
“I-it’s okay, Ethan honey. Then...”
Tatapannya jadi tampak serius walau masih tersenyum padanya. “Thank you. Thank you for telling me everything you experienced in your dream. I’m very happy, Ethan honey still hasn’t changed until now.”
Pemikiran dari Scarlet sangat bagus sebagai pasangan dari Ethan. Istri yang baik adalah membuat suami bahagia, begitupun sebaliknya.
Jika ada masalah, katakan, dan hal tersebut akan membuat kehidupan semakin lebih baik lagi. Lalu... Ketakutan Ethan mulai memudar sedikit demi sedikit setelah menceritakan semuanya padanya.
“Y-your welcome. T-thank you too because you want listen all my chatter.”
Keduanya saling memandang dengan tatapan serasa teman yang sudah dekat banget. Hal sekecil itu saja membuat mereka tersipu malu.
Setelah suasana sudah cukup tenang, Scarlet langsung menyanggah semua hal yang telah dikatakan Ethan padanya.
“First, ‘Die man moet gedood warden’ is the Language Dutch. Meaning: ‘The man must be killed’. Then, i have a guess that in today’s newspaper might be the target of someone in your dream. The conclusion that i can get is... The man is still alive or Ethan honey too much think about it.”
Why did she know the language that the person said? Scarlet never says she can languages other than English. I just mastered the language other than English is Indonesia. Maybe... She has been learning other languages? It seems like my thoughts are right or wrong.
“Ethan honey, do you want to know why your wife who is not interested in learning the language knows the language in your dream is the language dutch?”
“Y-yes, i’m curious about. C-can you give me the reason!”
“Skull.”
“Skull?”
Alasan dari Scarlet belajar bahasa belanda adalah tengkorak? Apakah ada hubungannya dengan yang ada di dalam lemari kamar tidurnya?