NovelToon NovelToon
Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.

Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:

"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan Pertama pada Topeng Kepolosan

Pagi hari di kediaman mewah milik Aris Group yang terletak di kawasan elite distrik barat terasa begitu mencekam. Angin pagi yang berembus tidak mampu mendinginkan atmosfer di dalam rumah yang mendadak memanas. Di dalam kamar tidur utama yang bernuansa pastel, Keysha duduk di depan meja riasnya dengan napas yang memburu. Matanya yang biasa memancarkan binar kepolosan yang dibuat-buat, kini dipenuhi oleh urat-urat merah akibat menahan amarah dan kepanikan yang luar biasa.

Di atas meja rias marmernya, tergeletak tiga buah kartu kredit berlabel 'Platinum' milik Aris Group. Ketiga kartu itu baru saja ditolak oleh sistem perbankan saat Keysha mencoba memesan gaun pesta edisi terbatas dari perancang busana terkenal di Paris untuk acara akhir pekan nanti.

"Bagaimana mungkin kartu ini ditolak?!" jerit Keysha sembari melempar salah satu kartu plastik itu ke arah cermin hingga menimbulkan bunyi klik yang nyaring. "Arsenio berjanji bahwa limit kartu ini tidak akan pernah habis! Sialan! Apa yang sebenarnya sedang terjadi di kantor?!"

Keysha segera menyambar ponsel pintarnya yang bermerek mahal, berniat menghubungi Arsenio untuk meluapkan kekesalannya. Namun, belum sempat dia menekan tombol panggilan, pintu kamar tidurnya didobrak terbuka dari luar dengan sangat kasar.

*Brak!*

Arsenio melangkah masuk dengan wajah yang sangat berantakan. Jas abunya yang biasa rapi kini tampak kusut, dasinya sudah dilonggarkan secara paksa, dan rambut hitamnya berantakan akibat terus-menerus dicengkeram oleh jemarinya sendiri. Tidak ada lagi sisa keangkuhan seorang investor sukses dari kota seberang; yang tersisa hanyalah bayangan seorang pria yang sedang dikejar oleh dewa kematian.

"Arsen! Kebetulan kamu pulang!" Keysha langsung berdiri dari kursinya, berjalan tergesa-gesa menghampiri suaminya dengan wajah cemberut yang manja. "Kenapa semua kartu kredit dari kantor ditolak oleh bank? Aku sedang ingin membeli gaun untuk pesta—"

"Bisa diam tidak, Keysha?!" bentak Arsenio dengan suara menggelegar yang seketika memutus kalimat manja istrinya.

Keysha tersentak mundur satu langkah, matanya terbelalak lebar karena syok. Ini adalah pertama kalinya sejak tiga tahun mereka bersama, Arsenio membentaknya dengan nada sekeras dan sekasar ini. Biasanya, pria itu selalu memanjakannya dan menuruti semua keinginannya demi menebus rasa bersalah karena telah meninggalkan Clarissa.

"A-Arsen... kamu membentakku?" bisik Keysha, air mata buayanya mulai menggenang di pelupis mata, mencoba menggunakan taktik kepolosan yang biasa ia gunakan untuk melunakkan hati Arsenio.

Namun, taktik itu tidak lagi bekerja hari ini. Arsenio mencengkeram kedua bahu Keysha dengan sangat keras hingga wanita itu meringis kesakitan. "Perusahaan kita sedang berada di ujung tanduk, Keysha! Jalur logistik utara ditutup total oleh pihak Obsidian tanpa alasan yang jelas! Kita gagal memenuhi pengadaan medis hari ini, dan investor asing misterius bernama 'Aethelgard Holdings' baru saja membeli paksa sisa surat utang jangka pendek kantor kita! Kita terancam bangkrut total dalam waktu singkat jika tidak mendapatkan dana segar!"

Mendengar kata 'bangkrut', seluruh pertahanan mental Keysha runtuh seketika. Wajahnya berubah menjadi seputih kain kafan. "Bangkrut? Tidak... itu tidak mungkin! Kamu bilang bisnis kita di Secilia City akan melipatgandakan kekayaan kita! Bagaimana bisa kita bangkrut hanya dalam waktu seminggu?!"

"Aku juga tidak tahu!" Arsenio melepaskan cengkeramannya dengan kasar, membuat Keysha terhuyung ke atas tempat tidur. Pria itu berjalan mondar-mandir di dalam kamar dengan napas yang memburu kencang. "Semua ini terjadi terlalu rapi, terlalu terstruktur. Seolah-olah... ada seseorang yang sudah mengetahui setiap langkah bisnisku dan sengaja memasang perangkap tepat di jalur yang akan kulalui."

Arsenio memejamkan matanya dengan rapat. Setiap kali dia mencoba menganalisis dalang di balik kehancurannya, wajah cantik Elena von Secilia dengan sepasang mata safir birunya yang sedingin es selalu muncul di benaknya. Aura dingin yang dipancarkan Elena saat pesta malam itu terus menghantuinya, memicu rasa ngeri yang tak beralasan di dalam dadanya.

"Elena... istri Tuan Muda Secilia itu..." gumam Arsenio lirih, tanpa sadar menyuarakan isi pikirannya.

Keysha yang mendengar nama itu langsung menegakkan tubuhnya di atas kasur. Matanya berkilat penuh kebencian dan rasa iri yang teramat dalam. "Elena? Wanita jalang berambut perak itu?! Arsen, kamu jangan bodoh! Dia hanyalah istri pajangan yang tidak dianggap oleh keluarga Secilia! Semua orang di kalangan sosialita tahu kalau dia wanita lemah yang tidak punya kekuatan apa-apa! Bagaimana bisa kamu mencurigainya?!"

"Kamu tidak melihat tatapan matanya, Keysha!" seru Arsenio, membalikkan tubuhnya menatap Keysha dengan kilat mata yang liar. "Cara dia menatapku... cara dia berbicara... entah mengapa terasa sangat familier. Dia menatapku seolah-olah aku adalah musuh bebuyutannya yang harus mati. Dan Duke Xavier... Duke Xavier berdiri di sampingnya seperti anjing penjaga yang siap menerkamku atas perintahnya!"

Keysha mengepalkan tangannya di atas selimut sutra hingga kuku-kukunya yang panjang melukai telapak tangannya sendiri. Rasa iri di dalam dadanya semakin membakar akal sehatnya. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita lain—terutama wanita yang baru ia temui sekali—bisa menarik perhatian penuh dari Duke Xavier yang legendaris, sementara dirinya sendiri harus terjebak dalam ancaman kebangkrutan bersama Arsenio.

Sebuah ide licik mendadak muncul di dalam kepala Keysha yang penuh dengan rencana jahat. Jika Elena adalah alasan mengapa Duke Xavier memblokir jalur logistik mereka, maka dia hanya perlu menghancurkan reputasi Elena terlebih dahulu. Jika nama baik Elena hancur sebagai wanita tidak benar di mata publik, Duke Xavier pasti akan membuangnya demi menjaga nama besar keluarga Obsidian.

"Arsenio," ucap Keysha, perlahan mengubah nada suaranya menjadi sangat lembut dan meyakinkan sembari berjalan mendekati suaminya. Dia melingkarkan kedua lengan halusnya di leher Arsenio, mencoba memberikan ketenangan palsu. "Tenanglah. Jika kamu mencurigai Elena menggunakan pengaruh Duke Xavier untuk menekan kita, maka kita harus memukulnya kembali dari arah yang tidak terduga. Kita tidak bisa melawannya di bursa saham, tapi kita bisa menghancurkannya di panggung sosial."

Arsenio menatap istrinya dengan dahi berkerut. "Apa maksudmu?"

"Besok sore adalah acara *Pesta Teh Amethyst* yang diadakan oleh perkumpulan nyonya-nyonya sosialita tertinggi kota ini," sebuah senyuman ular terukir jelas di wajah cantik Keysha. "Ibu mertua Elena, Nyonya Besar Secilia, adalah salah satu pengurus utamanya. Beliau sangat membenci Elena karena dianggap sebagai beban keluarga. Aku akan menghadiri pesta itu... dan aku akan memastikan bahwa besok sore, seluruh kota ini akan mengetahui bahwa Elena von Secilia adalah wanita murahan yang berselingkuh dengan Duke Xavier di belakang suaminya sendiri."

Keysha mempererat pelukannya pada Arsenio, matanya berkilat penuh kemenangan yang prematur. "Saat rumor perselingkuhan itu meledak di media, Adrian Secilia pasti akan menceraikannya karena malu, dan Duke Xavier tidak akan sudi mempertahankan wanita dengan reputasi kotor sebagai sekutunya. Saat Elena dibuang oleh kedua pria itu... blokir logistik kita akan terbuka dengan sendirinya, Arsen."

Arsenio terdiam, menimbang-nimbang rencana gila istrinya. Di dunia bisnis kelas atas, rumor perselingkuhan yang melibatkan nama besar seperti keluarga Obsidian dan Secilia adalah bom waktu yang sangat mematikan. Jika rencana Keysha berhasil, fokus publik akan teralih, dan dia akan memiliki waktu untuk bernapas dan memulihkan pasokan logistik perusahaannya.

"Lakukan dengan rapi, Keysha," bisik Arsenio akhirnya, menyerah pada keputusasaannya sendiri. "Jangan sampai ada satu pun bukti yang mengarah kepadamu. Ini adalah kesempatan terakhir kita untuk membalikkan keadaan."

"Serahkan semuanya padaku, Sayang," jawab Keysha sembari menyandarkan kepalanya di dada Arsenio dengan senyuman yang sangat licik.

1
Noey Aprilia
Waahhhh....
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Noey Aprilia
Wooowww.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
Noey Aprilia
Hai kk...
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄
Noey Aprilia: Sama2....smngttt....😘😘😘
total 2 replies
Raisha Mieyka
terbaik kk.. tolong up scptnyaaa episodny
VyyInk: diusahakan kka🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!