NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*11

"Papa gak salah. Akulah yang bersalah karena bikin papa dan mama malu dengan punya anak seperti aku. Pria yang tidak layak disebut sebagai pria. Pria yang selalu diragukan fisiknya layak di sebut pria atau sebaliknya."

"Dan sekarang, setelah aku buat papa dan mama malu dengan kondisi aku, aku malah bikin Asha malu karena kehadiran ku ke dalam kehidupannya. Kehidupan yang awalnya baik-baik saja saat tidak ada aku yang mengganggu."

"Aku merasa menyesal karena perjodohan ini, Pa. Kalau tahu jadi begini, akan lebih baik kalau aku hanya jadi penggangum rahasia saja buat selama-lamanya. Karena aku memang tidak layak untuk memiliki dia dengan semua kekurangan yang aku miliki ini."

"Irza .... "

Sang papa menatap anaknya dengan raut wajah sedih. Anaknya terlalu banyak hidup dalam duka. Dia hanya ingin membuat anaknya bahagia saja. Tapi hasilnya malah diluar dugaan.

Setelah melepas napas berat secara perlahan, papa Irza kembali bertanya pada anaknya.

"Lalu sekarang, apa yang kamu inginkan. Katakan saja, Za. Papa dan mama akan dukung setiap keputusan yang kamu ambil."

"Aku ... juga tidak tahu, Pah. Aku bingung harus apa."

"Pikirkanlah secara perlahan apa yang kamu inginkan, Irza. Katakan pada papa setelah keputusan kamu ambil. Apapun itu keputusannya, papa akan ikut keputusan itu. Papa akan dukung."

"Ya sudah kalo gitu, kamu istirahat saja sekarang. Papa keluar dulu."

"Iya."

Keputusan? Irza memikirkan dengan cermat apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Mulai dari rasa bersalah yang muncul di hati, hingga beban berat yang saat ini sedang Asha tanggung. Irza tidak ingin menyakiti Asha. Dia mencintai gadisnya dengan sangat tulus. Tidak bisa memiliki, melihat Asha bahagia saja sudah cukup. Karena ia sadar, lebih sadar lagi sekarang bahwa, dia tidak layak untuk Asha. Sangat-sangat tidak layak.

"Dia tidak akan bahagia saat bersama dengan ku. Karena aku ini bukan pria yang ia harapkan. Jauh dari kata sempurna, punya banyak kekurangan, tak layak dibandingkan dengan pria pada umumnya. Aku ... berbeda."

"Sha. Maaf, baru dekat kamu sebentar saja kamu sudah punya masalah besar. Kalau kita menikah dan hidup bersama nanti, mungkin kamu akan hidup dalam masalah saja setiap harinya."

Menimbang lagi dan lagi. Akhirnya, satu keputusan Irza buat. Keputusan untuk melepaskan. Tidak ingin mengikat jika hanya membuat orang yang ia cintai terluka hatinya.

"Kalau begitu baiklah, akan aku lepaskan saja. Meskipun aku sangat ingin hidup bersama dengan mu, tapi kebahagiaan kamu adalah hal yang paling utama bagi aku. Maka aku akan lepaskan kamu, Sha. Karena dengan begitu, kamu akan bahagia."

Irza meraih ponsel yang ada di atas nakas.

Kali ini, pria itu tidak hanya menatap layar yang ada nomor kontak Asha saja. Jarinya menulis pesan singkat dengan cepat.

*Asha, ini aku, Irza. Sebelumnya, aku minta maaf karena sudah bikin hidupmu ada dalam masalah karena aku. Untuk meluruskan masalah kita, bisakah aku bicara empat mata dengan mu di tempat yang nyaman?*

Pesan itu terkirim dengan baik. Namun, untuk mendapatkan jawaban, Irza harus menunggu berjam-jam lamanya. Bayangkan saja, pesan itu dia kirimkan jam empat sore. Di baca oleh Asha jam enam magrib.

Sebenarnya, bukan karena Asha sengaja mengabaikan pesan yang Irza kirimkan. Hanya saja, ponsel Asha saat itu memang kehabisan baterai.

Asha tidak langsung pulang ke rumah setelah dari kampus. Bersama dengan dua temannya, gadis itu malah bermain ke pusat Permainan. Ini ide dari Cindi untuk menghibur Asha yang sedang terluka hatinya.

Saat membaca pesan tersebut, Sha tidak langsung membalasnya. Asha membaca pesan tersebut berulang kali sebelum membalas. Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya dia setuju untuk bicara dengan Irza. Sama seperti yang Irza minta.

*Baiklah. Kita bicara. Kamu yang tentukan tempatnya. Aku ikut saja.*

Untuk balasan pesan, Irza mengirimnya dengan cepat. *Bagaimana kalau aku datang bertamu ke rumah mu malam ini, Sha?"

"Hah? Bertamu? Punya nyali yang besar juga ini manusia satu." Asha berucap dengan nada cukup keras.

Sampai-sampai, mamanya yang ada di luar merasa terganggu. "Apa-apaan sih, Sha? Maghrib ini. Kok malah teriak-teriak."

"Maaf, Ma. Gak sengaja."

"Hem .... "

*Baik. Kamu boleh datang jika mau.*

*Terima kasih, Sha. Aku akan datang buat meluruskan masalah kita.*

Kali ini, pesan singkat yang terakhir tidak Asha balas. Dia hanya membaca pesan tersebut saja dengan hati yang cukup kesal.

"Meluruskan? Apa yang bisa kamu luruskan, Irza? Semuanya sudah kacau bak benang kusut. Mana bisa diatur seperti semula."

Selesai sholat maghrib, Asha keluar dari kamar. Matanya sedikit menyipit saat melihat kedua orang tuanya sudah siap dengan pakaian formal mereka.

"Ma ... pah .... Kalian ... mau ke mana?"

"Acara makan malam klien. Kamu lupa?"

"Ha? Iya ... iya, lupa."

Benar, dia lupa dengan rencana keluar orang tuanya malam ini. Kalau dia ingat, mana mungkin dia izinkan Irza datang untuk bertamu.

"Sha .... "

"Iy-- iya, Pa."

"Kamu ... masih gak mau terima pernikahan dengan Irza?"

Pertanyaan yang tidak ingin ia dengar, tapi tetap saja berkeliaran di telinganya hampir setiap saat. "Itu ... harus bagaimana lagi, Pa. Bukankah keluarga Rahardi yang minta?"

"Kamu gak benci Irza, bukan Ashanti?"

"Kenapa papa tanya begitu?"

"Papa hanya bertanya saja. Karena papa gak ingin kamu benci dia. Karena dia adalah anak yang baik. Tutur bahasanya sangat sopan dan penuh kehati-hatian. Meskipun dia agak berbeda dari pria pada umumnya, tapi papa yakin, jika kamu menikah dengannya, kamu akan bahagia, Sha."

Asha hanya diam saja. Ucapan papanya membuat benaknya bekerja keras. Bahagia? Entah melihat dari sudut pandang yang mana papanya hingga bisa bicara seperti barusan. Asha juga sangat bingung akan ucapan itu. Tapi, dari manik mata milik si papa iya melihat banyak keyakinan dan harapan untuk anaknya. Hal yang sama sekali tidak bisa Sha abaikan.

"Sha .... "

"Papa tenang saja, aku akan berusaha untuk tidak benci dia. Yakinlah, aku gak akan kecewakan mama dan papa," ucap Asha pada akhirnya.

Papa Asha langsung tersenyum kecil. Anggukan pelan pria itu berikan. "Terima kasih, Sha. Dan, maaf juga. Papa sudah berusaha memberikan yang terbaik buat kamu. Meskipun terkadang, yang terbaik itu selalu datangnya belakangan dan agak tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Sekali lagi, maafkan papa, Sha."

"Tidak perlu minta maaf, Pa. Semuanya-- "

"Ayo! Mama sudah siap," ucap mama Asha yang baru keluar dari kamar.

Seketika, obrolan papa dan anak langsung berakhir. Kedua orang tua Asha pun beranjak meninggalkan rumah. Sha mengantar kepergian mereka di depan pintu.

1
Patrick Khan
berangkat bulan madu aja siapa tau nti kecebong hadir🤣😁
Rani: wkwkwkwk ... kayaknya gak perlu deh. cebongnya hadir gak perlu ke mana2 deh kek nya. 🤣
total 1 replies
Patrick Khan
pelakor muncul🔨🔨
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
Patrick Khan
bikin asha cepet hamil ya kak😁
Rani: huahahahahaha... sabar atuh, nona. butuh proses ya
total 1 replies
Patrick Khan
ow gitu ternyata irza suka dr dulu tp gk berani ungkapin
Anime aikō-kā
e
Hari Dunddung
kenapa dikit banget up nya Thor 😭😭😭
Rani: uhuk, othor mu banyak kerjaan atuh akhir2 ini. mana ada acara lagi.
total 1 replies
Patrick Khan
ayo irza tunjukan km bisa dan berubah jd lebih jreng🤣🤣🤣
Rani: wkwkwkwkw.... aduhhhaiiiii
total 1 replies
Rani
mana nih yang lain. Yang udah nungguin Irza dan Asha menyatu. Mana nih mana?
Patrick Khan
akhirnya gol jg permisa🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: ahhh kakak tau aja yg gol di tunggu😁😁😁
total 2 replies
Patrick Khan
knp yg di bahas itu2 aja sih😭😭😭😭
Rani: apa atuh?
total 1 replies
Hari Dunddung
Author jahat banget sich.....lagi tegang²nya BERSAMBUNG 😭😭😭😭😭
Hari Dunddung: 😭😭😭😭😭
total 2 replies
Dew666
Kok kasian banget ya sama irza
Rani: anak aku ini penuh cobaan tau gak sih? k
total 1 replies
partini
aku Nambung bab dulu ya Thor gumussss Banggt ga tahan akuh 🤭
Rani: eh ... kamu ya
total 3 replies
Hari Dunddung
Sekali² bikin Irza garang Thor biar pada diam teman² nya
Rani: ada entar. saat ia belain Asha, dia akan berubah.
total 1 replies
partini
si Irza ini di lemppar kotoran ke muka pun diem Bae gumusss aku , gemulai sih gemulai za tapi ga gitu juga kali kaya ga punya harga diri Banggt kamu
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!