NovelToon NovelToon
Mati

Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queenvyy27

Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,

" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.

" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."

" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marlin Meninggal

" Sudah dong wak jangan nangis terus kita berdoa saja semoga kak Marlin baik baik saja." ucap ica seraya memeluk ibu nya Marlin yang terus menangis.

" Uwak tidak enak perasaan ca, uwak takut Marlin kenapa kenapa." ucap ibu nya Marlin,

Tiga jam kemudian warga pun datang, Tangisan ibu nya Marlin pun pecah saat melihat Marlin di gotong,

" Astagfirullah." teriak pak asep

" Ada apa ini pak kenapa Marlin." ucap pak asep

" Kami menemukan Marlin di kebun karet, kondisi sudah meninggal tubuh nya biru semua seperti terkena bisa ular." ucap salah satu warga,

Mendengar jika Marlin sudah meninggal ibu nya Marlin pun langsung tidak sadar kan diri,

Ica melihat dengan jelas kondisi Marlin, Marlin sudah tidak memakai kerudung nya lagi, kedua mata nya keadaan mendelik, sekujur tubuh nya membiru, Ica pun menangis sesegukan, hati nya bagai kan tersayat melihat kondisi Marlin.

" Kenapa kak Marlin meninggal siapa yang membunuh nya." teriak ica.

" Seperti nya Marlin bukan di bunuh oleh manusia di sana kami menemukan Seperti lendir warga ke hijauan." ucap salah satu warga yang menemukan mayat Marlin.

" Pak Desa kita sudah beberapa bulan ini tidak aman, Desa kita di teror kuntilanak." ucap tetangga nya Marlin.

" Tidak hanya Desa ini saja tapi Desa saya juga sama pak." sahut pan asep.

Jenazah Marlin pun langsung di kubur kan saat itu juga,

Sedang kan di rumah ica buk jumi sedang panik karena tiba tiba saja fani teriak dan ingin melepas kan tali yang mengikat salah satu pergelangan kaki nya,Pak asep sengaja mengikat kaki fani karena fani selalu ingin lari,

" Ya allah kamu kenapa fani, ada apa nak."

" bibi dia datang lagi." teriak fani seraya menujuk ke sebrang jalan, kebutuhan sebrang jalan itu kebun singkong,

" Mana fani Bibi tidak lihat siapa pun mungkin kamu salah lihat nak, fani istighfar nak kamu harus kuat."

" Aku takut bi dia mau kesini lihat itu bi." teriak fani.

" Ini masih siang fani kamu salah lihat di sana tidak ada siapa siapa sarar nak." ucap buk jumi.

" Nak satria tolong." teriak buk jumi saat melihat satria bersama topan, Satria pun buru buru lari menghampiri buk jumi di ikuti topan,

" Ada apa buk.? ."

" Ini fani terus saja teriak kata nya di sana dia lihat siluman ular." ucap buk jumi seraya menujuk ke arah kebun singkong, Satria dan topan pun melihat ke arah kebun singkong itu secara bersamaan.

" Fani." sentak satria, membuat fani terkejut, fani pun diam dari teriakan nya.

" Kenapa gadis ini kaki nya di ikat??.x Tanya topan.

" Karena kalau sedang kumat fani mau lari, jadi kami terpaksa mengikat kaki nya, apa lagi ica dan suami saya sedang pergi." ucap buk jumi.

" Lepas Kan ikatan nya buk." ucap topan,

Buk jumi pun melirik satria.

" Gak apa apa buk Lepas kan saja." ucap satria.

Tidak lama pak asep dan ica datang,

" Ibu kak Marlin meninggal." teriak ica seraya lari masuk.

" Bang." ica sempat melihat ke arah satria.

" Apa kamu bilang tadi ica." tanya buk jumi.

" Kak Marlin meninggal buk, baru saja di makam kan."

" Jangan bercanda kamu, Marlin baru saja kemarin kesini."

"Iya buk benar Marlin meninggal mayat nya di temukan di kebun karet, keadaan mayat nya sangat mengenaskan, seperti terkena racun, eh ada nak satria, Sudah lama nak." ucap pak asep.

" Baru pak saya mau ke warung di panggil sama ibu." ucap satria seraya menyalami pak asep di ikuti oleh topan.

" Tanda tanda nya seperti apa pak." tanya topan.

" Mata nya mendelik sekujur tubuh membiru, dan tulang nya seperti remuk, tapi tidak ada luka sama sekali." ucap pak asep,

" Siapa di sini yang main dukun, wanita itu mati karena di tumbal kan." ucap topan

" Tarjo ayah nya fani, dan fani pun mau di jadi kan tumbal, tapi keburu neng sukma datang jadi gagal makanya sekarang fani jadi seperti ini dia selalu ketakutan." ucap pak asep

" Baru saja fani kumat lagi pak, untuk ada nak satria dan nak topan." ucap buk jumi.

" Kamu juga tidak aman." ucap topan seraya melirik wajah ica.

" Terus kami harus bagai mana ??." Sahut pak asep.

" Fani dan ica jangan tinggal di Desa ini dulu, saya rasa di rumah sukma lebih aman, tapi jangan sampai ada yang tahu jika ica dan fani tinggal di sana." ucap topan.

" Tapi saya takut merepotkan nak satria dan neng sukma." ucap pak asep.

" Saya tidak merasa di repot kan, tinggal saja di rumah saya untuk sementara, kebetulan saya dan sukma memang jarang ada di rumah, Kalau ada fani dan ica abang saya ada teman nya." ucap satria.

" Ya sudah ayo kita diskusikan dulu dengan sukma dan juga bang Doni, kalau mereka setuju nanti kami kesini lagi." ucap topan.

" Tapi dia anak nya tarjo apa abang lupa siapa yang bunuh bapak dan ibu." ucap sukma.

" Sukma kata kamu yang bunuh orang tua mu pak tarjo, apa kamu punya bukti jika pelaku nya pak tarjo, jika memang benar pak tarjo pelaku nya, lalu apa urusan nya dengan fani, nyawa fani pun dalam bahaya karena ulah bapak nya, baru saja ada yang meninggal sepupu fani dan ica, dia mati karena di tumbal kan, masa kamu tidak kasian dengan gadis itu." ucap topan.

"Marlin meninggal dek." ucap satria.

" Apa Marlin meninggal." ucap sukma, Dia juga kenal dengan Marlin dulu pernah satu kelas dengan Marlin.

" Iya dek ternyata pak tarjo mengambil tumbal seorang gadis yang masih suci, lagi pula kalau kita tidak ada abang ada teman nya." ucap satria.

" Iya dek kasian mereka nanti aku kasih bilik deh yang bagian belakang nya, biar mereka tidur di ruang belakang tempat nya luas loh." ucap Doni,

" Baik lah terserah kalian saja." ucap sukma mau tidak mau ia pun harus mengalah.

Akhirnya ica dan fani tinggal di rumah sukma tapi mereka tinggal di bagian belakang, karena masih ada ruangan yang terbuka, hanya saja tidak ada bilik nya, Kini sudah di pasang bilik oleh Doni di bantu topan dan juga satria, kini tempat itu sudah layak di tempati, Pak asep juga membawa kasur untuk fani dan ica tidur tidak hanya kasur saja beras pun ia bawa.

" Neng sukma maaf bapak merepotkan." ucap pak asep.

" Tidak apa apa pak." sahut sukma, Malam hari nya genk sukma kumpul di ruang tamu.

" Oh iya ica fani aku bang satria dan topan jarang ada di rumah, yang ada di rumah hanya bang Doni."

" Kakak mau ke mana ??." Tanya Fani.

" Aku berguru." sahut sukma.

" Aku ikut kak aku ingin membunuh bapak ku." ucap fani dengan tatapan kosong, ia duduk di sudut seraya merangkul kedua kaki nya, Sukma Doni satria dan topan hanya saling tatap.

" Kenapa tidak percaya dengan ku, Sudah kepalang tanggung, bawa aku tapi aku ingin berguru ilmu hitam, ilmu hitam harus di lawan dengan ilmu hitam, tapi jangan bilang Paman ku,cukup kita saja yang tahu." ucap fani.

" Tapi itu tidak mudah fani, kamu harus yakin dengan diri mu, karena jika kamu tidak yakin ilmu itu akan menyerang diri mu sendiri." ucap sukma.

1
Sisca Melyan
notbad
Allxandya
halo kak saya baru aja baca bab 1. menurutku udah dapet atmofer seremnya, tapi adegan pas belanja langsung lompat ke adegan pulang kampung terasa buru-buru banget. padahal bisa di tambah adegan antagonistik majikanya, jadi motivasi sarti buat pulang kampung bisa kerasa lebih kuat. semangat kak💪
Queen vyy: Hallo kak, trimaksih banyak ya masukannya🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!