NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 20 - Telur Ayam Spiritual

Kabut pagi masih menggantung tipis di atas permukaan sungai ketika Bai Fengxuan dan Lin Shuyue duduk diam di tepian air yang tenang. Cahaya matahari perlahan mulai menembus sela-sela pegunungan Forgotten Blade dan memantulkan warna keemasan lembut di atas aliran sungai kecil yang bergerak pelan di antara bebatuan hitam.

Angin gunung bertiup ringan membawa aroma rumput basah dan dedaunan bambu. Suasana tempat itu terasa damai dengan cara yang sulit dijelaskan, seolah dunia luar yang penuh pekerjaan kandang, teriakan kakak senior, dan rumor aneh sekte tidak pernah benar-benar ada.

Lin Shuyue duduk di atas batu tidak jauh dari Bai Fengxuan sambil memeluk ember kayunya. Sesekali gadis itu melirik bocah di sampingnya dengan ekspresi aneh.

Sampai sekarang ia masih belum benar-benar memahami bagaimana seseorang bisa tiba-tiba memutuskan meningkatkan kultivasi dengan memancing.

Namun yang lebih aneh Bai Fengxuan terlihat sangat serius melakukannya. Tatapannya terus tertuju pada pelampung kecil di permukaan air seolah ia benar-benar sedang memahami dao langit dan bumi melalui sungai itu.

Suasana hening berlangsung cukup lama sampai akhirnya pelampung kecil itu bergerak pelan. Bai Fengxuan langsung sedikit menegakkan tubuhnya.

Lin Shuyue ikut menoleh.

Pelampung itu kembali tenggelam perlahan ke bawah air.

“Kena?” tanya Lin Shuyue spontan.

“Sepertinya.”

Bai Fengxuan segera menarik batang bambunya perlahan. Tali pancing menegang sesaat sebelum seekor ikan kecil akhirnya terangkat keluar dari permukaan sungai bersama percikan air tipis yang berkilau terkena cahaya matahari pagi.

Namun begitu ikan itu jatuh ke rerumputan di tepi sungai, keduanya langsung terdiam.

Tubuhnya kecil, bahkan tidak lebih panjang dari telapak tangan Bai Fengxuan. Namun sisiknya berwarna emas pucat dan memantulkan cahaya lembut ketika terkena matahari. Di bawah kabut pagi, ikan itu tampak hampir seperti potongan logam kecil hidup yang bergerak-gerak di rerumputan.

Lin Shuyue perlahan mengernyit. “Aku belum pernah melihat ikan seperti ini…”

Bai Fengxuan juga terlihat bingung. Ia jongkok perlahan lalu mengangkat ikan kecil itu dengan hati-hati.

Sisik emasnya terasa dingin dan licin di telapak tangan.

“Ikan spiritual?” tebaknya pelan.

Lin Shuyue menggeleng kecil.

“Kalau ikan spiritual biasanya hidup di danau sekte bagian dalam.” Tatapannya tetap tertuju pada ikan kecil itu. “Sungai bawah gunung seperti ini seharusnya tidak punya ikan spiritual.”

Bai Fengxuan kembali memperhatikan ikan tersebut lebih dekat. Anehnya ikan kecil itu memang memancarkan qi spiritual sangat tipis, hampir tidak terasa kalau tidak diperhatikan baik-baik. Namun dibanding hewan biasa, jelas ada sesuatu yang berbeda darinya.

“Menurutmu bisa dimakan?” tanya Bai Fengxuan tiba-tiba.

Lin Shuyue langsung menatapnya dengan ekspresi kosong.

“Kalau memang ikan spiritual mungkin rasanya enak.”

Gadis itu langsung tertawa kecil tanpa sadar. Suara tawanya lembut dan ringan di tengah suasana sungai yang tenang.

“Kenapa setiap hal yang kau lihat selalu berakhir ke makanan?”

Bai Fengxuan terlihat berpikir sebentar sebelum menjawab jujur, “Karena makanan enak memang penting.”

Lin Shuyue hanya bisa menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. Pada akhirnya Bai Fengxuan memasukkan ikan emas kecil itu ke dalam ember kayunya bersama sedikit air sungai. Setelah itu ia kembali melempar kail ke permukaan air dengan wajah serius seperti sebelumnya.

Namun sayangnya waktu perlahan berlalu dan tidak terjadi apa-apa.

Kabut pagi mulai menghilang sedikit demi sedikit sementara cahaya matahari menjadi semakin hangat di atas permukaan sungai. Beberapa burung spiritual terbang rendah di antara pepohonan bambu dan suara lonceng pagi sekte samar terdengar dari kejauhan.

Lin Shuyue akhirnya pamit lebih dulu setelah cukup lama menemani Bai Fengxuan. Ia masih harus membantu pekerjaan gudang herbal pagi itu.

Sebelum pergi, gadis itu sempat menoleh sekali lagi ke arah Bai Fengxuan yang masih duduk memancing di atas batu.

“Kau benar-benar akan terus di sini?”

Bai Fengxuan mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangan dari sungai.

“Aku hampir mendapat pencerahan tadi.”

Lin Shuyue langsung tertawa kecil lagi.

“Yang kau dapat cuma ikan kecil aneh.”

“Pencerahan besar selalu dimulai dari hal kecil.”

“Kau mulai terdengar seperti Tetua Ji.”

“Bukankah itu bagus?”

Lin Shuyue hanya menggeleng sambil berjalan pergi melewati jalan setapak bambu. Namun entah kenapa, sebelum menghilang dari pandangan, ia sempat tersenyum kecil sekali lagi.

Dan setelah itu Bai Fengxuan kembali sendirian di tepi sungai. Sayangnya, sampai hampir dua jam berlalu sejak ia datang ke tempat ini, tidak ada ikan lain yang memakan umpannya.

Pelampung kecil itu terus mengambang tenang di atas air tanpa bergerak sedikit pun. Bai Fengxuan akhirnya mulai menghela napas panjang. Mungkin sungai ini memang tidak punya banyak ikan. Atau mungkin dirinya benar-benar tidak berbakat memancing.

Ia melirik posisi matahari yang mulai naik lebih tinggi di atas pegunungan lalu perlahan berdiri sambil meregangkan tubuhnya. Sudah hampir waktunya pekerjaan kandang dimulai.

Kalau ia terlambat lagi, Han Gu mungkin akan mengomel panjang setelah kembali dari Kota Canglan nanti.

Bai Fengxuan segera mengambil ember kecil berisi ikan emas aneh tadi lalu mulai berjalan kembali menuju lereng Puncak Awan Pengembara.

Jalan-jalan setapak mulai kembali ramai oleh murid luar yang membawa karung pakan, ember air, dan keranjang bambu menuju berbagai area kandang dan ladang herbal. Suara ayam spiritual kembali memenuhi udara pegunungan sementara asap tipis mulai naik dari arah dapur umum sekte.

Kehidupan pagi di Puncak Awan Pengembara perlahan kembali bergerak seperti biasanya. Dan tepat ketika Bai Fengxuan melewati jalan batu dekat gudang pakan suara familiar tiba-tiba terdengar dari depan.

“Adik Bai!”

Xu Liang muncul sambil melambaikan tangan lebar-lebar.

Berbeda dibanding beberapa hari lalu, penampilannya kali ini jauh lebih normal. Tidak ada lagi tiga jimat kuning bergantung di pinggangnya seperti dukun keliling gagal. Rambutnya juga terlihat sedikit lebih rapi dibanding biasanya.

Melihat itu Bai Fengxuan langsung menghela napas lega dalam hati. Setidaknya rumor hantu ayam dan roh api penunggang babi akhirnya mulai dilupakan orang-orang.

Xu Liang segera mendekat sambil memperhatikan batang pancing bambu di tangan Bai Fengxuan dengan ekspresi penuh rasa penasaran.

“Kau pergi memancing?” tanyanya tidak percaya.

“Mm.”

Xu Liang langsung tertawa.

“Ini pertama kalinya aku melihat murid luar sekte mencoba memancing pada pagi hari seperti ini.”

Bai Fengxuan langsung menatapnya dengan wajah kosong. Merasa dirinya memang melakukan kesalahan sejak awal. Dalam benaknya, pantas saja ia tidak mendapat tangkapan bagus, mungkin ikan-ikan itu masih tertidur di sela-sela bebatuan sungai.

Tawa Xu Liang semakin panjang sebelum akhirnya melirik ember kayu yang dibawa Bai Fengxuan. “Jadi hasil dao memancingmu bagaimana?”

Bai Fengxuan menyerahkan ember itu tanpa banyak bicara.

Xu Liang segera melihat ke dalam.

Dan beberapa detik kemudian ia langsung tertawa keras sampai hampir membungkuk.

“HAHAAHAHA!”

Suara tawanya menggema cukup keras di jalan setapak pegunungan sampai beberapa murid luar lain ikut menoleh.

Bai Fengxuan langsung mengernyit kesal.

“Apa yang lucu?”

Xu Liang masih memegangi perutnya sambil menunjuk ember kecil tersebut. “Kau pergi memancing hampir pagi-pagi buta…” ia terengah-engah menahan tawa, “…dan cuma dapat ikan sekecil ini?!”

Bai Fengxuan mulai menyesal memperlihatkan ember itu. Namun Xu Liang akhirnya sedikit menenangkan diri lalu memperhatikan ikan emas kecil tersebut lebih dekat.

“Eh?” Alisnya sedikit terangkat. “Aku belum pernah lihat ikan seperti ini.”

“Aku juga.”

Xu Liang mengangkat bahu santai. “Mungkin ikan sungai biasa.”

Bai Fengxuan sebenarnya merasa ikan itu sedikit aneh, tetapi karena bahkan Lin Shuyue juga tidak mengenalinya, ia akhirnya memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. Toh ukurannya juga terlalu kecil untuk dimakan.

Xu Liang kemudian tiba-tiba terlihat teringat sesuatu.

“Oh iya!” katanya sambil menepuk bahu Bai Fengxuan cukup keras. “Hari ini telur ayam spiritual baru datang.”

Langkah Bai Fengxuan langsung terhenti.

“Telur ayam?”

Xu Liang mengangguk penuh semangat. “Katanya kiriman besar dari peternakan luar wilayah sekte. Sepertinya kandang timur akan sibuk lagi.”

Tatapan Bai Fengxuan perlahan berubah aneh.

Telur ayam spiritual.

Entah kenapa mendengar itu, pikirannya langsung teringat pada satu hal yang sangat berbahaya.

Ayam spiritual rasanya sangat enak…

Apa itu artinya telurnya juga sama enaknya?

Lebih jauh lagi, semakin banyak telur maka lebih banyak ayam spiritual—

berarti…

Xu Liang yang melihat ekspresi Bai Fengxuan langsung mengernyit curiga. “Kenapa wajahmu begitu?”

Bai Fengxuan buru-buru menggeleng.

“Tidak apa-apa.”

Namun jauh di dalam pikirannya, sebuah ide mengerikan perlahan mulai muncul tanpa bisa dihentikan.

Kalau telur-telur itu digoreng di wajan hitam misterius miliknya nanti… Bagainana rasanya?

Langkahnya perlahan melambat.

Sedangkan Xu Liang di sampingnya masih terus berbicara panjang mengenai pekerjaan kandang yang akan semakin sibuk beberapa minggu ke depan. Namun Bai Fengxuan hampir tidak mendengarnya lagi.

Karena untuk pertama kalinya sejak operasi babi spiritual berakhir, pikiran kriminal kecilnya mulai bangkit kembali. Namun kali ini tanpa hasutan dari Kakak Han-nya.

1
tariii
hati2 kau tuan ayam.. siapa tau kaulah target Feng berikutnya..😂😂😂
tariii
aduhh.. mau ngambil ayam lagi kah kau, Feng???
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!