Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Inti Petir Kuno
Langit di atas Menara Petir berubah gelap. Awan hitam berputar seperti pusaran besar, petir terus menyambar tanpa henti.
Krakk! Krakk! Krakk!
Setiap sambaran petir menerangi reruntuhan menara kuno yang gelap gulita. Sementara gadis bertopeng perak tampak semakin terkejut terus menerus melihat Zhang Tian.
Tanah di sekitar area penuh retakan terkena Sambaran petir. Beberapa pohon hangus terbakar akibat energi petir yang mengamuk. Di tengah gelombang sambatan petir, Zhang Tian berdiri dengan tubuh diselimuti cahaya ungu.
Napasnya berat, namun auranya meningkat jauh. Petir bergerak di sepanjang lengannya seperti ular hidup.
Saat ini kultivasinya sudah menerobos ke tingkat ketiga alam pengumpulan Qi. Namun saat ini dia tidak bergeming.
Tepat pada saat ini, kelompok berjubah hitam datang entah dari mana. Kali ini jumlah mereka hampir seratus orang.
“Ini dari tim kedua.” Seorang pria berjubah hitam melihat enam mayat di tanah dengan wajah datar.
Seorang pria di antara mereka melangkah maju sambil membawa sabit besar di bahunya.
Di antara seratus orang yang hadir, semua orang mengenakan penutup wajah. Hanya dia yang tidak.
Pria yang membawa sabit menatap gadis bertopeng perak lalu bertanya, “Aku adalah sabit malam. Aku ingin bertanya, siapa yang membunuh enam orang anggota kami? Apakah kamu atau anak itu.” Matanya kemudian menatap Zhang Tian yang masih berdiri diselimuti petir.
Gadis bertopeng perak menjawab datar, “Aku yang membunuh mereka semua.”
Pria yang disebut sabit malam mengangguk kecil, "Kalau begitu, kamu tidak bisa dibiarkan hidup."
Kemudian, sabit di bahunya langsung diayunkan ke arah gadis bertopeng perak.
Gadis bertopeng perak mengayunkan pedang menahan sabit yang diarahkan padanya.
Sembilan puluh sembilan orang berjubah hitam hanya menonton menjaga jarak, mereka tidak ada yang bergerak membantu pria yang membawa sabit atau menyerang ke arah Zhang Tian.
Gadis bertopeng perak dan sabit malam beradu hingga ratusan jurus namun dia belum juga bisa mengalahkan gadis bertopeng perak. Sementara gadis bertopeng perak terlihat sangat santai dari awal hingga akhir.
Sabit malam menggerakkan gigi ke arah anak buahnya lalu berkata, “Cepat selesaikan anak itu. Kalau bocah ini dibiarkan terus tumbuh, kita akan kesulitan untuk membunuhnya di masa depan.."
“Baik.” Sembilan puluh sembilan orang sisanya mengangguk serentak lalu menyerang ke arah Zhang Tian.
Orang-orang yang datang kali ini kultivasinya semua berada di alam pengumpulan Qi tingkat tujuh ke atas.
Aura hitam meledak dari tubuh mereka. Energi spiritual pekat menyelimuti pedang yang mereka bawa. Aura membunuh memenuhi udara yang membuat Zhang Tian mengerutkan kening.
Awalnya dia masih bisa fokus menyerap Energi petir untuk meningkatkan kultivasinya dan menempa fisik. Tapi saat merasakan aura membunuh yang pekat, kesadarannya terganggu.
Zhang Tian membuka mata lalu pandangannya jatuh pada kerumunan orang yang bergerak ke arahnya seperti lebah.
"Kau bisa menahan mereka?" Gadis bertopeng perak menatap bertanya tanpa menoleh. Zhang Tian tersenyum dingin, “Tentu saja bisa.”
Sebelum saat kultivasinya di tingkat ketujuh alam penempaan tubuh, dia bisa melawan Luo Han yang kekuatannya setara dengan kultivator tingkat lima alam pengumpulan Qi.
Sementara kultivasinya saat ini sudah naik lagi berada di tingkat empat alam pengumpulan Qi. Belum lagi fisiknya yang jauh lebih kuat dari orang biasa, jadi dia sama sekali tidak takut.
Namun gadis bertopeng perak masih ragu, dia kembali berkata, "Kalau keadaan memburuk, lari saja."
Namun Zhang Tian menggeleng pelan, "Kalau aku terus lari, mereka akan terus memburu.
Ini sudah ketiga kalinya mereka datang."
Roh Kaisar Naga Petir juga berkata, "Benar, jika kau lari mereka akan terus datang. Kadang satu-satunya cara hidup adalah membunuh semua musuh sampai mereka takut untuk datang lagi.”
Shosshh!
Zhang Tian langsung bergerak, dia langsung menghilang dari posisi sebelumnya.
Bamm!
Tak lama, sebuah ledakan besar terdengar bersamaan dengan tubuh seseorang terlempar seperti karung pasir menghantam pohon.
Zhang Tian tidak berhenti, petir meledak di bawah kakinya. Langkah Kilat Petir di kerahkan.
Tubuhnya bergeser seperti hantu yang tidak bisa di tebak. Sementara kelompok pembunuh mencoba menebasnya dengan pedang di tangan mereka. Hanya saja, Zhang Tian terlalu cepat.
Sebelum salah satu dari mereka beraksi, tubuhnya sudah terlempar sambil mengeluarkan darah segar.
Puhh! Puhh! Puhh!
Bang! Bang!
Beberapa orang terlempar lagi sambil menghantam pohon, mulut mereka juga menyemburkan darah.
Tapi meskipun begitu, kelompok pembunuh tetap tidak berhenti. Mereka menyerang Zhang Tian dari segala arah.
Zhang Tian yang baru saja menghajar seorang pembunuh hingga terlempar jauh, dia tidak sempat menghindar saat pembunuh tingkat sembilan pundak alam pengumpulan Qi menyerang dari belakang.
Serangan itu menghantam tepat kearah punggung Zhang Tian. Secara refleks dia mengaktifkan petir di tubuhnya menjadi perisai untuk mengurangi dampak serangan.
Braakkk!
Tubuhnya terpental menghantam batu di kejauhan. Batu itu langsung hancur berkeping, darah menyembur dari mulutnya.
"Jangan beri dia kesempatan,” salah seorang pembunuh memperingatkan.
Namun tepat saat kata-katanya di ucapkan, Gadis bertopeng perak muncul seperti bayangan. Seperti sabit kematian, pedangnya langsung menembus tenggorokannya.
Puftt!
Pembunuh itu menyemburkan darah lalu tubuhnya ambruk di tanah. Dia mati.
Melihat gadis bertopeng perak masih bisa membunuh bawahannya saat bertarung dengannya, sabit malah meraung marah. Gerakannya tiba-tiba berubah lebih cepat, menebas berkali-kali dalam sekejap ke arah gadis bertopeng perak.
Ding Dang! Ding Dang!
Suara benturan logam terus menerus terdengar.
Karena terlalu emosi, pria yang membawa sabit terkena sayatan pedang. Lengannya langsung terbelah memperlihatkan tulang di dalamnya.
"Arhh! Kau…. Kau cari mati!"
Pria yang membawa sabit meraung marah.
Energi spiritualnya meledak penuh. Tekanan besar membuat tanah runtuh. Kali ini dia menggunakan teknik memaksa kekuatannya bertambah.
Matanya berubah menjadi merah darah, aura pembunuhan juga bertambah kuat.
Pembunuh lain yang masih bertarung melawan Zhang Tian juga melakukan hal yang sama.
Mereka menggunakan metode terlarang untuk meningkatkan kultivasinya hingga ekstrem.
Zhang Tian berhenti di udara menatap puluhan aura kuat yang hampir membuatnya tercekik di udara.
Dengan teknik terlarang yang mereka gunakan, kultivasi mereka saat ini meningkat dengangila. Bahkan yang paling lemah saat ini berada di puncak kesembilan alam pengumpulan Qi.
Sementara yang sudah berada di alam pengumpulan Qi tingkat sembilan langsung menerobos ke alam lain.
Roh Kaisar Naga Petir tiba-tiba berbicara serius. "Bocah. Lari ke menara itu."
Di antara batu-batu retak, cahaya ungu terang terus menerus berkedip disertai kilat ungu.
Zhang Tian bisa merasakan aura petir yang sangat murni terus memancar dari sana.
Jantung Zhang Tian berdegup lebih cepat, karena dia bisa merasakan energi itu terasa sangat kuat. Bahkan tubuh petirnya seolah terpanggil untuk berlari ke arah sana.
“Senior, apa cahaya itu? Kenapa aku merasa tubuhku seolah terpanggil?” Zhang Tianbertanya pada roh Kaisar naga petir.
"Itu inti petir," suara roh naga berkata serius. "Dan ini bukan inti petir biasa. Itu kemungkinan peninggalan kultivator petir di zaman kuno. Kalau kau bisa menyerapnya kekuatanmu akan meningkat besar."
“Jika aku bisa menyerapnya, apakah aku bisa melawan mereka? Zhang Tian penasaran.
Roh Kaisar naga petir berkata, “Bukan hanya melawan mereka, tapi kamu bisa membunuh pemimpin mereka itu.”
Namun Zhang Tian bukan satu-satunya yang merasakan hal itu, salah satu pria berjubah hitam menyadari cahaya tersebut.
"Ada harta di bawah menara! Cepat ambil!"
Whosshh!
Puluhan orang yang tadinya masih dengan gila meningkatkan kekuatan mereka, seketika langsung menoleh ke arah menara.
Salah satu pria melesat menuju pusat reruntuhan. Namun tepat saat dia mendekat..
Blaarrr! Bommmm!
Petir besar seukuran pohon besar menyambar turun dari langit menghantam kepalanya.
Pria itu langsung kaku di tempat. Dari ketujuh indarnya terus mengeluarkan darah.
Tubuhnya hangus sepenuhnya, matanya tampak melotot tak percaya. Bahkan sebelum dia mati, dia tidak menyangka akan mati seperti ini.
Roh Kaisar naga petir mencibir, “Dasar sekelompok orang bodoh. Apakah mereka berpikir warisan seperti ini bisa diambil oleh sembarang orang?”
Zhang Tian juga mengamati bahwa petir di sekitar menara kini jauh lebih kuat, bahkan warnanya berubah menjadi merah darah. Petir-petir ini seolah membentuk sebuah pagar pelindung.
Dari awal hingga akhir, hanya gadis bertopeng perak dan pria yang membawa sabit besar yang tidak bergerak. Mereka hanya saling menatap satu sama lain seolah saling mengunci.
Kali ini, langit berubah merah, lalu petir sebesar puluhan meter menghantam ke segala arah.
Seluruh reruntuhan menara meledak. Batu beterbangan ke segala arah, energi petir menyapu area seperti badai.
Semua orang langsung mundur menjaga jarak.
Di tengah ledakan itu, terlihat sebuah bola cahaya ungu sebesar kepalan tangan. Petir terus menerus bergerak di sekitarnya. Bahkan, petir yang ada di langit seolah terpicu karena bola ungu ini.
Tubuh petir Zhang Tian bereaksi semakin kuat, bahkan energi spiritual di dalamnya mulai bergetar sendiri.
"Itu pasti harta tingkat tinggi! Ambil sekarang!" Roh Kaisar naga petir terdengar di kepalanya.
Zhang Tian langsung melesat ke arah bola ungu di bawah reruntuhan menara.
Tapi salah satu pembunuh jauh lebih cepat dari Zhang Tian. Kecepatannya sangat cepat, dia langsung menerjang menuju inti petir. Tangannya meraih ke arah bola ungu seukuran kepala tangan.
Namun sebelum tangannya menyentuh bola cahaya..
Roaaarr!!
Raungan naga menggema di udara hingga membuat semua orang membeku sesaat.
Bahkan langit ikut bergetar karena raungan ini.
Disaksikan oleh semua orang, seekor naga petir raksasa muncul dari dalam bola cahaya ungu.
Awalnya tubuhnya hanya perwujudan dari petir dan sangat kecil. Namun semakin lama, petir yang ada terserap oleh tubuhnya lalu tubuhnya membesar menjadi ratusan meter.
Naga itu mengambang di udara, matanya menyala terang. Aura kuno dan menakutkan memenuhi seluruh area membuat semua orang bergetar dari dasar jiwa.
Wajah para pembunuh langsung pucat, jelas tekanan naga di langit membuat mereka tercekat.
Bahkan Roh Kaisar Naga Petir terdiam beberapa detik. Lalu tertawa.
"Hahaha… Menarik. Tempat ini ternyata menyimpan sisa jiwa naga petir kuno.”
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?