Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎
Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.
Dulu dipuji, kini dihina.
Dulu didekati, kini dijauhi.
Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mewarisi Tehnik tingkat langit part 2
Xiao Ba menyeringai tipis sembari berbisik "Orang bodoh lainnya"
Ia tidak mengaktifkan energi Qi ataupun mengeluarkan teknik apa pun melainkan hanya mengayunkan tinjunya menggunakan kekuatan fisik murni Tubuh Fana Puncak guna menyambut tinju Quon Ho di tengah udara
KRAK!
Suara tulang yang patah terdengar jelas di antara keramaian pertokoan itu hingga tubuh Quon Ho terlempar puluhan meter ke belakang dan menghantam dinding salah satu toko dengan keras sebelum akhirnya meluncur ke tanah sampai ia pingsan dalam hitungan detik akibat rasa sakit
Wanita itu membeku selama beberapa detik sembari menatap bergantian antara Xiao Ba dan Quon Ho yang tergeletak sebelum ia akhirnya bergerak mundur dengan cepat untuk menjauh dari Xiao Ba tanpa berkata apa-apa lagi
Orang-orang di sekitar hanya menyaksikan semua itu tanpa ada yang ikut campur karena di dunia kultivator perkelahian seperti ini sudah menjadi hal sehari-hari sehingga Xiao Ba tidak menoleh lagi melainkan langsung berbalik untuk melanjutkan langkahnya ke arah Tebing Tujuh Roh
Dua jam kemudian ia sudah berada jauh di dalam kawasan terdalam Tebing Tujuh Roh dengan tujuan yang lebih spesifik kali ini yaitu melatih Pukulan Naga dalam kondisi pertarungan nyata di tempat yang cukup luas dan sepi untuk ia bergerak bebas
Setelah berjalan cukup dalam di antara celah-celah tebing tujuh yang paling jauh dari kota ia akhirnya menemukan seekor Penyu Karang Raksasa Bertanduk selaku binatang buas tingkat sembilan yang sedikit lagi bertransformasi menjadi binatang spiritual
Tubuhnya setinggi empat meter dengan cangkang yang tersusun dari lapisan mineral ribuan tahun serta satu tanduk panjang di bagian depan kepalanya yang bisa menghancurkan kapal biasa dalam sekali tusuk di mana binatang buas tingkat sembilan sudah memiliki tingkat kecerdasan yang jauh lebih tinggi dari jenis di bawahnya hingga penyu ini sudah bisa membaca aura serta ekspresi manusia dengan cukup akurat
Namun ekspresi yang ia baca dari pemuda berambut hitam yang berdiri menatapnya itu justru adalah sebuah kesenangan
Penyu itu menatap Xiao Ba dengan sorot mata yang mencampur antara waspada dan meremehkan karena tubuh pemuda itu terlalu kecil untuk dianggap sebagai ancaman serius meskipun ia tidak menunggu lama untuk menyerang
Dari jarak seratus meter ia mulai mengambil ancang-ancang di mana tubuh besarnya bergerak dengan kecepatan mengejutkan sementara tanduknya terarah ke depan seperti tombak raksasa yang siap menembus apa pun yang menghalanginya
Xiao Ba tersenyum lalu mulai mengalirkan Qi dari gumpalan energi di dantiannya hingga energi emas mengalir melalui meridian ke tangan kanan yang samar-samar terlihat berkilat di permukaan kepalan tangannya
Saat jarak tersisa dua puluh meter ia berseru "Gerakan Pertama Pukulan Naga!"
Ia mengayunkan tinjunya hingga dari kepalan tangan itu melesat seberkas bayangan kepala naga yang terbentuk dari energi Qi sambil membuka mulutnya lebar-lebar seolah hendak menelan segalanya dengan kecepatan yang membuat udara di sekitarnya bergetar serta batu-batu karang kecil di lantai tebing terangkat oleh tekanannya
Penyu Karang Raksasa Bertanduk yang berada di hadapannya bahkan tidak sempat mengubah arah gerakan ketika hantaman itu tiba
DHUARR!
Ledakan dahsyat mengguncang seluruh kawasan terdalam Tebing Tujuh Roh itu di mana Penyu Karang Raksasa Bertanduk selaku binatang buas yang hampir setingkat spiritual itu langsung lenyap seketika karena tubuhnya hancur menjadi kabut merah yang tersebar ke segala arah bersama pecahan cangkangnya yang seharusnya tidak bisa dihancurkan oleh apa pun di level kawasan tebing ini
Gelombang dari ledakan itu menyapu seluruh kawasan dalam radius lebih dari satu mil hingga binatang-binatang buas yang berada di dalam radius tersebut langsung lari kocar-kacir ke segala arah tanpa peduli ke mana bahkan burung-burung laut yang sedang terbang di atas kawasan tebing itu ikut terpelanting oleh gelombang udara yang tercipta
Saat debu perlahan mereda terlihat batu-batu karang di sekitar titik ledakan telah hancur menjadi serpihan bahkan beberapa bagian permukaan tebing tujuh tampak retak membentuk garis-garis panjang yang membentang ke atas dan ke bawah
Xiao Ba berdiri di tempatnya sambil menatap ke arah tempat Penyu Karang Raksasa Bertanduk tadi berada yang kini tidak menyisakan apa-apa lagi selain kehancuran dan debu
Ia terdiam cukup lama sebelum akhirnya bergumam dengan senyum puas yang tidak bisa ia sembunyikan melengkung di bibirnya "Teknik tingkat langit memang benar-benar berbeda padahal ini baru gerakan pertama dari empat gerakan"
Ia menatap kepalan tangannya di saat tiga bintang lain yang menyimpan sisa gerakan Pukulan Naga di lautan kesadarannya tampak bersinar dengan cahaya yang menunggu untuk dilepaskan
Mengenai bagaimana kehebatan gerakan kedua ketiga dan keempat pikiran itu terus menggantung di benaknya seperti sebuah pertanyaan yang paling menggiurkan yang pernah ia miliki
pertahankan👌