Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.
"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Keterkejutan Wang Fei (Bagian 2)
Bab 20. Keterkejutan Wang Fei (Bagian 2)
"Hah... kultivasiku telah menembus ke Level 7 tahap menengah? Dan juga... apa-apaan ini? Jiwa Perang Shio Kerbauku? Apakah itu telah berubah menjadi bintang enam? Serius? Apa yang sebenarnya terjadi?"
serunya dengan penuh keterkejutan.
Belum sempat keterkejutannya menghilang, pada saat itu gema suara yang sangat familiar langsung mengalir ke dalam pikirannya.
"Bagaimana kondisimu, Kakak? Apakah kamu sudah baik-baik saja?"
Mendengar itu, seketika Wang Fei sangat terkejut.
"Xue Jian... apakah itu benar-benar kau? Haha! Akhirnya aku berhasil mendengar suaramu!" ucapnya dipenuhi kegembiraan.
"Tapi di mana kamu berada? Kenapa aku tidak bisa melihat wujud pedangmu?" ucapnya dengan dahi berkerut.
Wang Fei merasa sangat aneh. Dia bisa merasakan keberadaan Xue Jian dengan sangat jelas, akan tetapi di saat yang sama dia tidak bisa lagi melihat wujudnya dalam bentuk pedang hitam.
Dan seolah mengerti apa yang sedang dipikirkannya, Xue Jian akhirnya menjelaskan semuanya.
"Kakak, sebenarnya aku...."
Dan mengalirlah seluruh cerita itu dengan sangat alami. Dalam prosesnya, wajah Wang Fei terlihat berubah-ubah.
Ada rasa kesal, marah, pasrah, dan haru. Namun terlepas dari semua itu, yang paling besar adalah rasa haru.
Bagaimana tidak?
Ternyata Xue Jian begitu mempercayai dirinya. Bahkan kini dia telah menyatu dengan jiwanya agar bisa melindunginya dengan lebih baik jika ada yang berani menindasnya.
Seketika rasa hangat mengalir di hatinya.
Ini adalah satu sosok lagi yang menganggap dirinya sebagai seseorang yang layak dihargai dan dipedulikan. Dan dengan cara yang tak terduga, sosok itu justru berasal dari roh pedang yang kini telah menyatu dengannya.
"Jadi... Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit telah berubah menjadi Tubuh Pedang Iblis Penelan Langit, kah? Ini menarik!" ucapnya dengan antusias.
Apalagi ketika menyadari bahwa teknik itu telah menembus tahap menengah dan mampu melipatgandakan kekuatannya hingga enam kali lipat, maka kegembiraan itu menjadi semakin besar.
"Sekarang dengan kekuatanku yang berada di Pengumpulan Qi Level 7, aku mampu bersaing dengan lawan di Ranah Pembentukan Inti Level 3 tahap menengah. Sementara untuk mereka yang berada di bawahnya... hehehe, aku bisa melindas mereka semua dengan mudah," gumamnya dengan senyum menyeringai.
Membayangkannya saja sudah membuatnya sangat puas.
Hal paling menyenangkan adalah, Xue Jian kini bisa dipanggil dengan sangat praktis. Hanya dengan satu pikiran dan sebuah perintah untuk keluar, maka sebilah pedang hitam sepanjang 1,25 meter akan langsung muncul dari dalam tubuhnya, siap melibas siapa pun yang berani menghalangi jalannya.
Yang tidak diketahui oleh Wang Fei adalah, ketika tubuhnya diambil alih oleh Xue Jian, dia bisa memaksimalkan potensi tubuh tersebut secara ekstrem, jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
Tanpa menyembunyikan apa pun, suara Xue Jian segera menggema di dalam pikirannya.
"Kakak, sebenarnya jika kita bisa membagi kesadaran dan mengendalikan tubuh bersama-sama, maka aku bisa mendongkrak kekuatanmu melampaui batas hingga setara dengan Ranah Gerbang Bumi selama tujuh ratus dua puluh tarikan napas, atau sekitar satu jam."
Mendengar itu, Wang Fei sangat terkejut. Kemudian matanya langsung berbinar.
"Wow! Serius? Xue Jian, apakah itu benar-benar bisa dilakukan?" tanyanya antusias.
Dan jawaban Xue Jian tidak mengecewakannya. Hanya saja, kalimat terakhir yang diucapkannya langsung membuat Wang Fei terdiam.
Dia berkata,
"Ya, Kakak. Sama seperti sebelumnya, dalam kondisi hidup dan mati aku bisa mengambil alih tubuhmu dan meningkatkan potensimu. Terlebih lagi setelah tubuhmu berubah menjadi Tubuh Pedang Iblis Penelan Langit tahap menengah, semuanya menjadi berbeda. Pertahananmu meningkat dan tubuhmu mampu menampung potensi yang jauh lebih besar.
Namun, kamu harus memahami satu hal. Meningkatkan kekuatan tubuh secara paksa pasti memiliki konsekuensi. Jika berlangsung lebih dari satu jam, maka risikonya adalah tubuh fisikmu akan runtuh, dua puluh jalur meridian rusak total, dan bahkan Jiwa Perang Shiomu bisa pecah.
Jika itu terjadi, meskipun dantianmu tidak hancur, maka kondisimu akan jauh lebih mengerikan daripada kematian."
Keheningan langsung menyelimuti Wang Fei.
Benar saja.
Tidak mungkin ada makan siang gratis di dunia ini.
Jika itu adalah peningkatan kekuatan yang sangat besar, maka risiko yang harus ditanggung sebagai timbal baliknya tentu tidak kalah mengerikan.
Setelah menarik napas panjang dan menenangkan diri, ekspresinya pun menjadi jauh lebih tenang.
"Baiklah... aku mengerti. Maaf, tadi aku sempat kehilangan kendali," ucapnya agak canggung.
Kemudian dia melanjutkan.
"Tapi bagaimanapun juga, itu merupakan kartu truf yang sangat bagus. Begini saja, kita hanya akan melakukannya jika memang benar-benar terpaksa dan tidak ada pilihan lain.
Dan lagi... kamu bilang jika itu melebihi satu jam, bukan? Asalkan kita bisa membunuh lawan dengan cepat sebelum batas waktu itu, bukankah artinya kita bisa meminimalkan efek sampingnya?
Jika bisa mengalahkan musuh dalam waktu sesingkat mungkin dengan cara yang lebih efektif, maka semuanya akan sepadan."
Wang Fei berpikir bahwa di masa depan segala hal bisa saja terjadi.
Di dunia kultivasi, tempat yang kuat berkuasa dan yang lemah diinjak-injak, satu-satunya jalan untuk bertahan hidup adalah terus meningkatkan kekuatan hingga tidak ada lagi yang berani meremehkannya.
Kekuatan.
Itulah cara paling mudah untuk membungkam semua orang dan juga langkah paling praktis untuk mendapatkan kehormatan.
Karena hanya dengan kekuatanlah seseorang dapat berdiri tegak tanpa rasa takut dan menentukan sendiri bagaimana nasib serta takdirnya akan ditulis.
Pada usia lima belas tahun, kedewasaan mentalitas serta cara pandang Wang Fei terhadap kehidupan sudah jauh melampaui anak-anak seusianya.
Dia kembali berkata,
"Xue Jian, dengarlah baik-baik apa yang akan kukatakan padamu. Karena kau telah memilih untuk bersamaku, bahkan mempertaruhkan segalanya untuk mengikutiku, mulai sekarang aku, Wang Fei, tidak akan pernah menganggapmu hanya sebagai roh pedang.
Aku akan menganggapmu sebagai saudaraku.
Dan aku juga bersumpah, dalam hidup ini aku tidak akan pernah mengecewakanmu."
Xue Jian yang berada di dalam tubuh Wang Fei seketika merasakan seluruh jiwanya bergetar.
Untuk kedua kalinya sejak dia lahir sebagai roh pedang, selain tuannya yang terdahulu, Wang Fei adalah satu-satunya orang yang dengan tulus mengatakan hal seperti itu kepadanya.
Akhirnya, dalam diam dia pun bersumpah.
Selama jiwanya belum musnah, dia akan terus melindungi saudaranya hingga akhir, tidak peduli seberapa kuat lawan yang harus mereka hadapi di masa depan.
"Terima kasih, Kakak. Aku juga bersumpah dalam hidup ini tidak akan pernah mengecewakanmu. Dan juga, mengenai peningkatan kekuatan tubuh secara paksa, selama tidak melewati batas waktu satu jam maka semuanya akan baik-baik saja," ucapnya ringan.
"Bagus. Mari kita putuskan seperti itu saja," ucap Wang Fei dengan tekad yang menyala-nyala.
Dia yakin seratus persen bahwa dalam seleksi penerimaan murid bulan depan, dirinya pasti akan lulus.
Setelah menenangkan diri, dan karena dirinya juga sudah bangun, dia memutuskan untuk tidak kembali beristirahat, melainkan segera keluar rumah dan berlatih.
Dalam keheningan malam seperti ini, latihan yang paling cocok dan tidak terlalu menimbulkan kebisingan tentu saja adalah Langkah Petir.
Maka dari itu, dia langsung mengerahkan seluruh kekuatannya dan mulai berlari sambil mengedarkan teknik tersebut.
Detik berikutnya, di bawah cahaya rembulan dan bintang-bintang, sesosok pemuda tampan di depan halaman rumah sederhananya bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tubuhnya berkelebat layaknya bayangan dengan sambaran api dan petir yang memancarkan cahaya berwarna-warni, bukan hanya tampak indah tetapi juga mengandung kekuatan yang sangat mengerikan.
"WUSH! WUSH! WUSH!"
Tepat ketika pagi menjelang dan sinar matahari mulai menyembul dari ufuk timur, saat itulah latihan Wang Fei selesai.
Dan hasilnya tidak mengecewakannya.
Dia berhasil menembus tahap menengah, yaitu mampu bergerak sejauh lima ratus meter bolak-balik sebanyak seratus kali dalam lima tarikan napas.
Pada tingkat ini, kecepatannya bukan lagi sekadar cepat.
Itu sangat mengerikan.
Bahkan bisa dikatakan bahwa saat ini dia telah melangkah pada kecepatan yang hampir menyentuh hukum cahaya.
Dan yang lebih menakjubkan adalah, dia mampu mengendalikan energi spiritualnya dengan sangat halus sehingga tidak menyebabkan tanah hancur, terkoyak, ataupun meledak.
Hanya menyisakan jejak-jejak hangus berwarna hitam akibat terbakar oleh Api Petir Tiga Warna miliknya.
utk itu saya uplaus satu vote