Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Nak, kemana kita akan pergi mencari makan?" tanya Ghaizka sambil berjalan memeluk erat putrinya, Gelsya.
Wanita itu masih terlihat sedikit kaku dan bingung. Meskipun ia memiliki ingatan dari pemilik tubuh asli, namun jiwanya adalah seorang wanita dari zaman kuno yang terbiasa dengan jalanan tanah dan kuda.
Melihat mobil dan motor yang melaju kencang tanpa henti membuatnya merasa aneh dan terkejut.
"Kita cari makan di pinggir jalan saja, Ma. Di sana banyak yang enak-enak," jawab Gelsya polos.
TIN! TIN! BRUMMMM!!!
Tiba-tiba sebuah motor melaju kencang dan membunyikan klakson keras tepat di samping mereka.
"HEY! KALAU MAU NYEBRANG LIHAT-LIHAT DONG! BUTA APA GIMANA?!" teriak pengendara itu dengan kesal saat melintas.
Ghaizka tersentak kaget. Namun ia berusaha tetap tenang dan mempertahankan wibawanya, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi takut sedikitpun, meski di dalam hati ia heran mengapa orang zaman sekarang bisa begitu kasar dan berisik.
"Mama harus hati-hati," bisik Gelsya. "Kalau Mama berjalan sembarangan di tengah jalan, kita bisa tertabrak dan sakit lho."
Gadis kecil itu pun turun dari pelukan ibunya, lalu meraih tangan besar Ghaizka.
Dengan manisnya ia menuntun ibunya berjalan ke pinggir jalan yang aman, menuju ke arah deretan warung makan kaki lima.
Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah makan sederhana yang wangi dan ramai.
"Mau pesan apa, Nona?" tanya pemilik warung dengan ramah sambil mendekat membawa buku menu.
Ghaizka menatap daftar menu itu bingung.
"Apa saja yang ada di sana? Sebutkanlah," pinta Ghaizka.
"Oh banyak, Buk! Ada ayam goreng, bebek panggang, ayam kecap, ayam rendang, lele bakar, lele goreng... Pokoknya lengkap deh!" jawab penjual itu ceria.
Ghaizka menoleh ke arah Gelsya, ia tidak paham rasa makanan-makanan aneh itu seperti apa.
"Kamu mau pesan apa, sayang?" tanyanya.
Mata Gelsya langsung berbinar-binar. "Aku mau ayam goreng saja, Ma! Enak banget tuh!"
"Baiklah, kalau begitu aku juga pesan ayam goreng sama seperti kamu," kata Ghaizka tersenyum.
"Siap, dua ayam goreng ya. Oh iya, di sini bayar di muka ya Buk," ingat penjual itu.
Ghaizka mengangguk, lalu membuka tasnya. Tangannya berhenti sejenak, ia bingung dengan bentuk kertas uang ini.
"Berapa harga semuanya, Buk?" tanyanya.
"Semuanya jadi 30 ribu rupiah ya, Buk," jawab penjualnya.
30...?
Ghaizka berpikir bahwa ia harus mengeluarkan 30 lembar uang. Dengan santainya ia mengambil tumpukan uang kertas berwarna merah (100 ribuan) dari tasnya, lalu meletakkan tiga puluh lembar di atas meja!
Meja itu langsung penuh dengan uang tunai dalam jumlah besar!
Penjual warung itu terbelalak kaget, matanya melotot melihat tumpukan uang itu.
"Ya ampun, Buk! Jangan banyak-banyak! Ini kelebihan banget!"
Penjual itu buru-buru mengambil hanya satu lembar saja. "Cukup satu lembar ini saja sudah lebih dari cukup! Sisa yang 29 lembar itu simpan cepat!"
Ia lalu membungkuk mendekat dan berbisik pelan dengan wajah panik:
"Ssttt... Cepat simpan uangnya, Buk! Nanti kalau dilihat orang lain dan tahu Anda bawa uang banyak, bahaya lho! Nanti bisa dicuri atau dirampok!"
Ghaizka mengangguk mengerti, lalu dengan santainya memasukkan kembali tumpukan uang itu ke dalam tasnya.
Namun sayang...
Di sudut ruangan, ada sepasang mata yang telah memperhatikan mereka sejak tadi. Seorang pencopet atau penjahat jalanan melihat jelas betapa banyaknya uang yang dimiliki wanita cantik itu.
"Wah, dapat sapi gemuk hari ini..." gumam orang itu seram sambil menyeringai. Ia sudah mengincar mereka sejak tadi dan bersiap untuk mengikuti saat Ghaizka dan Gelsya pulang nanti.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...