kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburu buta dan mencoba menjelaskan
Meskipun aku dengan elina sedang ada masalah, tapi ia tetap menjaga hatinya untuk ku, begitu juga denganku kepada elina.
Aku percaya. meskipun ada lelaki lain mencoba mendekatinya, ia tidak memperdulikanya, karena cintanya hanya untukku, begitu juga cintaku yang hanya untuknya.
Dan sementara aku yang di rumah. aku bingung memikirkan bagaimana cara agar aku bisa bertemu dengan elina, dan menurutku satu satunya cara jalan terbaik adalah aku pergi ke sekolahan untuk menemui elina, dan menjelaskan kepada elina soal kejadian semalam. saat jam pulang sekolah aku berangkat ke sekolahan untuk menemui elina.
Dan sementara elina yang di sekolahan. saat jam pelajaran selesai, ia berjalan pulang, ia berjalan seorang diri menuju tempat biasa ia menunggu jemputan papahnya. saat elina sedang berjalan tiba tiba lelaki tadi datang dari belakang dan mengikuti langkah elina.
" Hey lin, kamu pulang sama siapa lin.." tanya lelaki itu sambil berjalan mengikuti elina.
Dengan singkat elina menoleh ke arahnya, sambil terus jalan, dan langsung kembali pandanganya ke depan." Aku pulang di jemput sama orang tua aku.." jawab elina sambil terus berjalan.
" Ouh di jemput ya, tadinya aku mau ngajak kamu pulang bareng...!! " Ucap lelaki itu sambil berjalan memandangi wajah elina.dan tiba tiba.
_ BUGH_
Kepalanya menghantam pohon di hadapanya, ia langsung terjatuh meringis kesakitan. Elina kaget, namun ia juga tak kuasa menahan tawa melihat jelas kejadian itu. “ kamu gak papa? “ tanya elina sambil mencoba menolong membangunkan lelaki itu.
“GAK, AKU GAK PAPA KOK,HEHE!” jawabnya berpura pura kuat.” SIALAN, SIAPA SIH YANG NANEM POHON Di SINI, SEJAK KAPAN COBA NIH POHON ADA DI SINI?!” ujarnya dengan kesal menatap pohon di hadapanya.
“ makanya kalau jalan tuh liat liat ke depan” timpal elina sambil ketawa.
Dan sementara aku sesampainya di sekolahan. sambil mengendarai motor ku, tak sengaja aku melihat elina sedang asik ketawa menolong lelaki itu, mereka tanpak begitu terlihat asik. tanpa banyak kata aku langsung menghampirinya, dan menghentikan motor ku di dekat mereka, elina langsung terdiam kaget saat melihat kedatanganku, dan tanpa banyak tanya aku langsung turun dari motor dan langsung menghampiri dan menghajar lekaki yang sedang dengan elina itu.
_BUGH_
aku menghajarnya dengan keras sampai lelaki itu terjatuh, meringis kesakitan. saat aku akan memukulnya lagi lelaki itu, elina menahan ku.
“kamu apa-apaan sih kang, udah cukup” elina menahan menarik badanku.
Aku menatap geram lelaki itu. " Maksud loe apaan hah deketin cewe gue, berani beraninya loe dekatin cewek gue.." ucapku menatap lelaki itu yang terjatuh di pukul oleh ku, dan sementara elina terus menahan ku.
Dan ada beberapa teman teman sekolah elina melihat kejadian itu, dan memperhatikan ku sambil membicarakan ku, entah membicarakan apa.
" Udah cukup, kamu apa apaan sih, kamu mau jadi jagoan hah, maen pukul pukul aja, mau jadi jagoan kamu, bikin malu tau gak.." ucap elina dengan kesal kepadaku.
" Kok kamu bela dia lin..? " Ucap ku kepada elina.
" Bukan nya aku bela dia, kan bisa kamu tanya dulu baik baik, gak harus datang datang maen pukul pukul aja, dia bukan siapa siapa aku kok. kemu berubah sekarang kang, egois, agresif tau gak...." ucap elina, lalu elina berjalan meninggalkan ku.
" Lin bukanya gituh lin, aku cuma gak rela aja kamu deket deket sama cowok lain lin.." ucap ku sambil memperhatikan elina berjalan pergi, Dan sementara lelaki itu bangun dari jatuh nya dan menatap ku sambil menahan sakit di wajahnya.
" Apa loe liat liat, mau gue hajar lagi loe, hah, awas aja loe kalau sampe berani deketin cewe gue lagi.." ucap ku dengan kesal kepada lelaki itu. lelaki itu terus menatap ku, kemudian ia berjalan pergi meninggalkan tempat itu, dan sementara aku langsung berjalan mengejar menyusul elina.
" Lin tunggu lin, aku kesini mau jelasin soal kejadian semalem lin..." ucapku mengejar elina. elina terus saja berjalan tidak memperdulikan ku, lalu aku menahanya.
" Apaan sih kamu pegang pegang ah.." ucap elina dengan kesal menangkis tangan ku saat aku mencoba menahan nya, lalu aku berdiri di hadapanya menghentikan langkah kakinya, dan aku berkata di depan wajahnya.
" Dengerin dulu penjelasan aku lin.." ucapku memegang pundaknya.
" Gak, gak ada penjelasan semuanya udah cukup jelas dengan apa yang aku lihat, belum puas kamu nyakitiin hati aku, awas minggir.." ucapnya langsung menepis lagi tanganku dan berjalan menghindar dariku.
Aku terus mengejar menahanya, dan mencoba menjelaskan kepada elina. " Lin dengerin dulu aku ngomong, aku gak ada maksud buat nyakitin perasaan kamu lin, semalem itu gak seperti apa yang kamu liat, gak seperti apa yang kamu kira lin, sumpah aku aku gak kenal cewek itu, aku cuma mau nolong temen aku doang, gak ada maksud apa apa, sumpah aku gak bohong lin, plis percaya sama aku, kalau kamu gak percaya kamu bisa tanya temen temen aku, udah dong marahnya, beneran aku gak kenal sama sekali cewek itu, dan aku gak ada maksud apa apa sama cewek itu lin.." ucap penjelasanku sambil berjalan terus mencoba menahan elina.
" Gak, aku gak percaya.." ucap elina sambil terus berjalan meninggalkan ku.
Lalu aku diam pasrah melihat ia berjalan meninggalkan ku. “ Plis percaya sama aku lin” ucapku sambil berdiam diri melihat elina yang berjalan semakin jauh dariku. sesekali ia menoleh ke arah ku dengan raut wajah kesalnya.
_Kok malah diem sih, kejar kek, rayu apa kek, nyebelin banget sihh.._ Dalam hati elina sambil terus jalan.
" LIN AKU GAk BAKAL NGEJAR KAMU, KAMU SALAH JALAN LIN, KAMU MAU KEMANA ITU..?!!! " Ucap ku dengan lantang. Elina langsung menghentikan langkah kakinya saat menyadari ternyata ia salah jalan. Lalu dengan perasaan malu dan kesal ia memutar arah dan berjalan kembali ke arah ku. aku menertawainya.
" Makanya jangan marah marah teruss, udah jangan marah lagi ah, nanti cepet tua lohh.." ucap ku dengan tersenyum saat elina berjalan dekat ke arahku.
" Apaa sih gak jelas.." jawab elina sambil berjalan melewatiku, dan aku pun berjalan mengikutinya ke tempat biasa ia menunggu jemputan papahnya, saat di tempat biasa elina menunggu jemputan, elina berdiam diri mencoba menelpon papahnya.
" Mending sama aku aja pulangnya, yuk aku anter!" ucap ku sambil berdiri di sebelahnya.
" Gak makasih.." jawab elina dengan cuek sambil mencoba menelpon papahnya itu, kemudian papahnya elina mengangkat telponya itu.
" Pah cepetan jemput aku.." ucap elina kepada papahnya di telpon, tanpa elina sadari aku mendekati dan menguping pembicaran papahnya di telponya itu.
> elina maaf ya, hari ini papah gak bisa jemput kamu, papah lagi sibuk, masih banyak urusan di kantor, kamu pulang sendiri aja ya naik taxi..< jawab papannya di telpon.
" ichhh,,nyebelin banget sih.." ucap elina dengan kesal mematikan telponya.
" Ehemm, yakin gak mau pulang sama aku aja.." ucapku mengejek elina.
" Gini amat sih ah, ichh kesel banget ah, yaudah ayo cepetan ah.." ucap elina dengan masih kesal menerima ajakanku.
Aku pun tersenyum. " Yaudah yuk.." ucapku. dan akhirnya pun elina mau di antar pulang oleh ku. aku pun pergi mengantarkan elina.