bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mencoba menjelaskan
Dan sementara aku dan wanita yg sedang bersama ku itu, wanita itu bersandar di pundak ku, lalu aku langsung melepaskan tangan wanita itu yg melingkar di pinggang ku, aku langsung turun dari motor ku dan berjalan menghampiri elina, wanita tadi memanggil ku dan bertanya aku mau kemana, namun aku tidak memperdulikanya, aku terus jalan menghampiri elina.
Dan sementara teman teman ku hanya diam memperhatkan ku, mereka bertanya tanya ada apa dengan ku, begitu juga dengan wanita yg bersama ku itu.
Saat aku berjalan menghampiri elina, tiba tiba elina menangis dan langsung menghapus air matanya, lalu elina berjalan pergi saat aku menghampirinya, elina berjalan cepat menjauh dari ku.
" Lin tunggu lin, aku bisa jelasin sama kamu lin, ini gak seperti yg kamu kira lin, lin tunngu aku lin.." ucap ku dengan lantang sambil mengejar elina yg semakin jauh dari ku, aku terus mengejarnya dan memanggil manggil elina.
Dan sementara dony hanya berdiam diri saat aku mengejar elina, dan sementara elina terus berjalan cepat menjauh dari ku, ia merasa sangat sakit hati, dan mengira aku telah mengkhianatinya.
Dan sementara aku yg mengejar elina, dan hampir sampai menyusul elina, tiba tiba kebetulan ada taxi lewat, lalu elina menghentikan taxi itu dan dengan cepat elina masuk ke dalam taxi itu, lalu aku berlari mencegah mobil taxi itu melaju.
" Pak, tahan pak, jangan dulu jalan pak.." teriakan ku kepada supir taxi itu.
" Cepetan jalan pak.." ucap elina kepada supir taxi sambil menghapus air mata nya, lalu pak supir pun melajukan mobilnya.
" Lin tunggu lin, lin dengerin penjelasan aku dulu lin, lin.." teriakan ku menahan kepergian elina, namun aku tak sempat menahanya karena taxi itu langsung melaju pergi saat aku hampir menyusulnya, dan elina pun pergi meninggalkan tempat itu.
Dan sementara aku, dengan kesal aku berteriak karena aku tak sempat menahan elina dan tak sempat menjelaskan apa yg elina lihat tadi, lalu aku meraba saku celana ku untuk ngambil handphond mencoba menelpon elina, namun sial nya aku lupa bahwa aku tidak membawa hp saat itu.
" Hahhh, sial sial, ada ada aja sih ah.." ucap ku dengan kesal, lalu aku berjalan kembali untuk mengambil motor ku. Dan sementara dony ia masih berdiam diri memperhatikan ku.
" Loe ngapain sih ajak elina kemari hah, jadi kacau semua ah.." ucap ku sambil berjalan melewatinya.
" Dia yg maksa gue minta tolong buat anterin dia nyariin loe, dia pengen ketemu loe, dia kangen sama loe, gue gak nyangka, sekarang loe berubah sat..." Ucap dony kepadaku, lalu aku sejenak menghentikan langkah kaki ku, dan menoleh ke arahnya saat dony berkata seperti itu, kemudian setelah dony berkata seperti itu ia berjalan pergi meninggalkan tempat itu, dan aku pun melanjutkan langkah ku untuk mengambil motor ku.
Aku melihat wanita tadi masih saja duduk di motor ku, lalu dengan kesal aku menyuruhnya turun.
" Turun turun, awas gue mau cabut, loe sama yg lain aja..." Ucap ku.
" Yahh, kok gituh.." ucap wanita itu sambil turun dari motor ku.
" Loe kenapa sat, yg tadi siapa sat loe sat.." tanya salah satu teman ku.
" Cewek gue, sory ya gue harus cabut sekarang.." jawab ku sambil menaiki motor ku, setelah itu aku melajukan motor ku menghampiri dony yg sedang berjalan kaki itu.
" Ayo naik, gue juga mau pulang.." ucap ku sambil melajukan motor ku dengan pelan mengikuti langkah dony.
" Gak usah makasih, gue mau jalan kaki aja.." jawab dony dengan cuek sambil terus berjalan, lalu aku menghentikan motor ku dan memperhatikanya saat dia berkata seperti itu.
" Loe kenapa sih don..? " Ucap ku dengan heran dari belakang dony.
" Gak, gue gak ppah.." jawab dony dengan cuek nya sambil terus berjalan.
Dan sementara elina, sesampainya di rumah ia ngajak ketemuan dengan maya, saat itu elina sedang bersama maya duduk berdua di sautu tempat. Elina curhat kepada maya, elina menangis dan menceritakan kejadian tadi kepada maya, elina menganggap bahwa aku telah selingkuh dari nya, dan menilai ku jahat, maya merasa jadi kesal kepadaku setelah mendengarkan cerita elina itu, lalu maya merangkul elina dan menyabarkanya.
Dan sementara aku, sesampainya di rumah, aku langsung mengambil hp ku, dan langsung menelpon elina, namun elina menolak telpon ku, aku menelponya lagi dan lagi, namun elina terus menolak telpon ku, lalu aku mengirim pesan kepadanya menjelasakan semuanya, namun elina mengabaikan pesan dari ku.
Aku bingung harus bagaimana untuk menjelaskan semua itu kepada elina, aku ingin menemuinya, namun aku bingung bagaimana cara aku untuk bisa bertemu denganya, aku ingin ke rumahnya, tapi aku takut dan malu dengan orang tuanya, karena aku tau orang tua nya tidak menyukai ku, aku ingin ke sekolahanya, tapi aku malu dengan teman teman ku, karena aku sudah putus sekolah.
Dan ke esokan hari nya saat di sekolah, saat itu elina sedang berada di perpustakaan buku, elina sedang mencari buku untuk ia baca dan pelajari, tiba tiba datang lelaki menghampiri elina, lelaki itu teman sekolah dulu, namun aku tidak begitu dekat denganya, hanya mengenal saja.
" Hay, " sapa lelaki itu kepada elina dengan tersenyum, elina menoleh ke arahnya dan menyapanya dengan cuek tersenyum tipis, elina kembali fokus mencari buku yg ia cari itu.
" Kamu lagi cari buku apa..? " Tanya lelaki itu, namun elina tidak menjawabnya, ia terus mencari buku.
" Aku bantu cariin yah..! " Ucap lelaki itu.
" Gak usah makasih, ini udah ketemu kok.." jawab elina, sambil memegang buku yg ia cari itu, setelah berkata seperti itu elina pergi meninggalkan lelaki itu, dan sementara laki laki itu tersenyum memperhatikan elina berjalan meninggalkanya, lelaki itu menyukai elina.
Meskipun aku dengan elina sedang ada masalah, tapi ia tetap menjaga perasaan nya untuk ku, begitu juga denganku kepada elina, meskipun ada lelaki lain mencoba mendekatinya, ia tidak memperdulikanya, karena cintanya hanya untuk ku, begitu juga cinta ku yg hanya untuknya.
Dan sementara aku yg di rumah, aku bingung memikirkan bagaimana cara agar aku bisa bertemu dengan elina, dan menurut ku satu satu nya cara jalan terbaik adalah aku pergi ke sekolahan untuk menemui elina, dan menjelasakan kepada elina soal kejadian semalam, saat jam pulang sekolah aku berangkat ke sekolahan untuk menemui elina.
Dan sementara elina yg di sekolahan, saat jam pelajaran selesai, ia berjalan pulang, ia berjalan se orang diri menuju tempat biasa ia menunggu jemputan papahnya, saat elina sedang berjalan tiba tiba lelaki tadi datang dari belakang dan mengikuti langkah elina.
" Hey lin, kamu pulang sama siapa lin.." tanya lelaki itu sambil berjalan mengikuti elina.
" Aku pulang di jemput sama orang tua aku.." jawab elina sambil terus berjalan.
" Ouh di jemput ya, tadinya aku mau ngajak kamu pulang bareng...!! " Ucap lelaki itu sambil berjalan memandangi wajah elina, dan tiba tiba saja ia menabrak pohon di hadapanya sampai lelaki itu terjatuh kesakitan, dan sementara elina tak kuasa menahan tawa, lalu elina menolong orang itu.
" Kamu gak ppah..?" Ucap elina sambil mengetawainya dan mencoba menolong membangunkan lelaki itu.
" Iya gak ppah kok lin, sialan nih pohon, siapa sih yg nanem pohon di sini..?!!" ucap lelaki itu dengan kesal dan malu sambil menahan sakit di kepalanya.
" Makanya kalau jalan tuh pake mata, liat liat, lagian salah sendiri sih..!!" ucap elina mengetawainya.