NovelToon NovelToon
The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:312
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan ke Markas

Calypsa tidak tidur malam itu.

Bukan karena ia tidak mengantuk. Kantuknya sudah mencapai batas yang membuat kelopak matanya terasa seperti diisi pasir. Tapi setiap kali ia mencoba memejamkan mata di atas kasur tipisnya, bayangan mata coklat tua itu muncul di balik gelap, menatapnya dengan ketenangan yang lebih mengusik daripada ancaman terang-terangan manapun yang pernah ia terima.

Ia akhirnya menyerah pada jam empat pagi.

Calypsa bangkit, menyeduh kopi baru, dan duduk kembali di kursi kerjanya. Ia mulai melakukan sesuatu yang sudah lama tidak ia lakukan, mengaudit seluruh sistem keamanannya dari nol. Ia mengaktifkan kembali firewall berlapis yang sengaja ia matikan kemarin karena mengira malam itu hanya akan menjadi malam kerja biasa. Kesalahan yang hampir merenggut segalanya.

Hampir.

Ia menelusuri log sistem laptopnya dengan teliti, mencari jejak bagaimana Cyrus masuk. Dua jam, katanya. Hanya dua jam menggunakan facial reconstruction dari bayangan sekecil pantulan di jam tangan untuk menemukan alamat tempat tinggalnya. Calypsa menggigit bagian dalam pipinya pelan. Itu bukan kemampuan sembarangan. Artinya geng Cyrus punya akses ke teknologi pengenalan wajah yang jauh melampaui apa yang tersedia untuk publik, bahkan untuk komunitas deep web sekalipun.

Calypsa membuat catatan di buku kecil yang selalu ia simpan di laci paling bawah mejanya, buku yang tidak pernah ia sentuh menggunakan perangkat digital apapun. Ia menuliskan satu pertanyaan di sana.

"Siapa yang menyuplai teknologi itu?"

Karena kalau Cyrus punya akses ke sistem seperti itu, maka musuh-musuh Cyrus juga mungkin punya. Dan jika Calypsa sekarang bekerja langsung untuk geng Cyrus, maka ia secara otomatis masuk ke dalam radar musuh-musuh itu juga.

Ia menutup buku kecil itu dan memasukkannya kembali ke laci.

Satu masalah dalam satu waktu.

Siang harinya, Calypsa menyelesaikan dua proyek editing video biasa, sebuah video ulang tahun dengan transisi yang berlebihan sesuai permintaan klien dan satu video promosi warung makan dengan filter yang terlalu cerah. Pekerjaan yang membosankan, tapi itulah wajah publik yang ia jaga dengan sangat hati-hati. Calypsa si editor video freelance yang tidak menarik, yang tinggal di gang sempit, yang menyeruput kopi murahan sambil mengedit klip ulang tahun orang lain.

Tidak ada yang perlu curiga pada seseorang seperti itu.

Malam tiba dengan perlahan. Hujan yang kemarin mengguyur Aethelgard sudah berhenti sejak siang, digantikan oleh langit mendung yang rendah dan angin lembab yang menyelinap masuk melalui celah jendela. Calypsa menyalakan lampu meja, memanaskan sisa kopi dari tadi siang, dan menunggu.

Tepat pukul sembilan malam, sebuah notifikasi masuk ke salah satu akun deep web-nya yang sudah lama tidak aktif, akun yang bahkan ia hampir lupa pernah ia buat tiga tahun lalu sebagai cadangan darurat.

Pesan itu pendek.

"Ganti jalur enkripsi ke protokol yang terlampir. Hapus pesan ini setelah membaca. Kamu punya dua menit."

Terlampir adalah serangkaian kode yang panjangnya membuat Calypsa mengerutkan dahi. Ia membacanya dengan cepat, menganalisa strukturnya, dan merasakan sesuatu yang tidak terduga muncul di dadanya karena decak kagum yang ia tahan agar tidak keluar secara nyata.

Protokol ini bukan buatan sembarangan orang.

Calypsa bekerja dengan cepat, mengikuti instruksi, mengatur ulang jalur enkripsi di perangkat kerjanya, memindahkan semua komunikasi aktif ke saluran baru yang terbentuk dari protokol tersebut. Tepat sebelum dua menit habis, ia menghapus pesan awal itu hingga tidak meninggalkan satu byte pun di server manapun.

Beberapa detik kemudian, sebuah pesan baru masuk melalui jalur yang baru saja ia buat.

"Bagus. Kamu cepat."

Calypsa mengetik balasan. "Siapa ini?"

"Sebut saja Voss. Aku yang akan jadi penghubungmu dengan operasional kami mulai sekarang."

"Dimana Cyrus?"

Ada jeda beberapa detik sebelum balasan masuk.

"Ketua tidak berkomunikasi langsung dengan aset lapangan."

Calypsa menatap kalimat itu. Aset lapangan. Menarik pilihan katanya. Ia tidak mau memikirkan terlalu jauh apa implikasi dari label itu untuk posisinya sekarang.

"Baik." ketiknya. "Apa tugasku?"

Voss mengirimkan sebuah file terenkripsi. Calypsa membukanya setelah melalui tiga lapisan dekripsi dan mendapati isinya adalah rekaman CCTV dari sebuah pertemuan yang terjadi tiga hari lalu di sebuah restoran kelas atas di distrik utara Aethelgard. Di dalam rekaman itu, terlihat dua pria sedang berbicara di meja sudut yang jauh dari kamera. Kualitas video cukup baik, tapi wajah salah satu pria terlalu gelap karena posisi pencahayaan restoran yang tidak menguntungkan.

"Kami butuh identitas pria yang duduk di sebelah kanan. Wajahnya harus bisa dikenali dengan jelas." tulis Voss. "Deadline, sebelum tengah malam."

Calypsa melihat jam di sudut layarnya. Tiga jam.

Ia meletakkan jarinya di atas keyboard dan mulai bekerja.

Ini berbeda dari pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Dulu ia menghapus jejak, menghilangkan sosok dari rekaman, membuat sesuatu yang ada menjadi seolah tidak pernah ada. Tapi sekarang ia diminta melakukan kebalikannya, memperjelas sesuatu yang sengaja disembunyikan oleh pencahayaan dan sudut kamera.

Calypsa membuka software AI enhancement miliknya, memilah frame per frame, menganalisa sumber cahaya dalam setiap gambar, lalu mulai membangun ulang detail wajah pria itu menggunakan algoritma rekonstruksi yang ia kembangkan sendiri selama dua tahun terakhir. Prosesnya lambat dan membutuhkan konsentrasi penuh karena setiap keputusan yang ia buat dalam memilih parameter enhancement akan menentukan apakah hasilnya akurat atau justru menciptakan wajah yang salah.

Ia tidak bisa salah. Bukan di pekerjaan pertama ini.

Satu jam berlalu. Calypsa tidak beranjak dari kursinya kecuali sekali untuk mengambil segelas air karena tenggorokannya mulai kering. Matanya sudah terasa perih lagi, mengingatkannya pada malam-malam panjang sebelum ini, tapi ia tidak memperlambat langkahnya.

Perlahan, wajah pria di rekaman itu mulai terbentuk.

Calypsa memperbesar hasilnya dan mengamatinya dengan seksama. Pria berusia sekitar lima puluhan, rambut beruban di pelipis, bekas luka tipis di dagu sebelah kiri. Ia menjalankan hasil enhancement ini melalui database yang ia miliki, kumpulan foto-foto yang ia kumpulkan dari berbagai sumber selama bertahun-tahun bekerja di dunia bawah tanah digital Aethelgard.

Sistem membutuhkan beberapa menit untuk mencocokkan.

Saat hasilnya muncul, Calypsa menghentikan gerakan tangannya sejenak.

Pria itu adalah Direktur Biro Keamanan Siber Aethelgard yang baru dilantik enam bulan lalu, pejabat pemerintah yang namanya sering muncul di media lokal sebagai sosok yang katanya akan "membersihkan" jaringan kriminal digital di kota ini.

Ia sedang duduk bersama salah satu petinggi geng mafia asing yang sejak setahun terakhir mencoba merangsek masuk ke Aethelgard.

Calypsa memandangi dua wajah di layarnya itu dalam diam selama beberapa detik.

Kemudian ia mengetik laporan singkat yang menyertakan nama, jabatan, dan seluruh data yang ia temukan, mengenkripsinya dengan protokol Voss, dan mengirimkannya tepat satu jam dua puluh menit sebelum tengah malam.

Balasan dari Voss datang dalam waktu kurang dari tiga menit.

"Luar biasa. Akurasi tinggi dan waktu pengerjaan di bawah ekspektasi."

Calypsa tidak membalas pujian itu.

"Ada pertanyaan." ketiknya.

"Apa?"

"Pria di rekaman itu, direktur Biro Keamanan, apakah ini berkaitan dengan penyerangan dua tahun lalu?"

Kali ini jedanya lebih panjang. Calypsa menghitung hampir dua menit berlalu sebelum balasan muncul.

"Kenapa kamu tanya itu?"

Calypsa menatap pertanyaan balik itu. Ia menimbang seberapa banyak yang ingin ia ungkapkan, seberapa jauh ia bisa mendorong tanpa menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu.

"Saya punya kepentingan pribadi pada insiden itu." ketiknya akhirnya. "Kakak saya salah satu korbannya."

Lagi-lagi jeda panjang. Calypsa sudah hampir mengira Voss tidak akan membalas ketika kalimat itu akhirnya muncul di layarnya.

"Sampaikan pertanyaan itu langsung kepada ketua."

Calypsa mengerutkan dahi. "Kamu bilang ketua tidak berkomunikasi langsung dengan aset lapangan."

"Aku tahu apa yang aku bilang." jawab Voss. "Tapi ini pengecualian. Besok malam, kamu dipanggil ke markas."

Calypsa menelan ludah pelan.

Selama ini ia bekerja di balik layar, di balik enkripsi berlapis, di balik identitas yang tidak punya wajah. Sekarang ia diminta hadir secara fisik di tempat yang paling berbahaya yang bisa ia bayangkan, jantung dari operasional geng mafia terbesar di Aethelgard.

Ia mengetik satu kata.

"Baik."

Voss mengirimkan alamat dan instruksi protokol keamanan yang harus ia ikuti sebelum tiba. Kemudian, seperti biasa, percakapan itu berakhir tanpa basa-basi penutup, seperti sambungan telepon yang diputus di tengah kalimat.

Calypsa menutup laptop dan menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia menatap langit-langit kamarnya yang retak di beberapa bagian, diam, membiarkan keheningan malam Aethelgard yang lembab menyelimutinya.

Besok malam ia akan masuk ke kandang macan.

Dan entah kenapa, untuk pertama kali sejak dua tahun, Calypsa merasa ia sudah cukup siap untuk melakukannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!