Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Ulat putih
"Udah lah, tidak usah merasa cemas seperti itu karena nanti balasan mereka juga pasti akan segera datang." Darno berkata santai setelah mendengar cerita dari Katiyem.
"Tapi aku sangat kesal dan ingin menampar wajah Seno itu, sangat kurang ajar sekali hanya karena kita adalah orang miskin!" Katiyem berkata penuh emosi.
"Ya mereka kan memang orang kaya sehingga merasa kita ini selalu ada di bawah, tapi itu semua tidak akan lama karena sebentar lagi penderitaan akan berjalan sempurna." Darno tersenyum penuh misteri.
"Apa memangnya yang sudah kau lakukan kepada mereka?" Katiyem juga tidak tahu masalah yang sudah Darno buat.
"Emak santai saja dan tidak usah sibuk." ujar Darno.
Katiyem sebenarnya sangat penasaran tentang ucapan Darno ini karena dia juga tidak tahu apa yang telah terjadi, namun karena Darno sudah mengatakan bahwa dia tidak perlu tahu dan tidak usah ikut campur maka tidak ada pilihan lain selain hanya diam saja mendengar apa yang telah di katakan oleh sang anak.
Padahal dalam hati begitu menggebu ingin mengetahui apa yang sudah terjadi dan bagaimana perbuatan Darno, ingin sekali dia kalau sang anak itu bercerita terus terang tentang masalah yang ada di dalam rumah tangga tersebut, karena memang pada dasarnya Katiyem adalah tipe orang yang selalu ingin ikut campur dalam urusan orang lain.
Bahkan rumah tangga anak saja selalu dia ikut campuri agar merasa tenang dan juga damai, hal itu kadang yang membuat Aina merasa begitu jengah dan tidak ingin bertahan lagi dalam rumah tangga ini, namun Darno sama sekali tidak paham dengan hal itu dan justru menuduh bahwa sang istri telah selingkuh.
Darno juga adalah tipe suami yang jarang bertanya sehingga membuat Aina semakin tertekan dengan itu semua, memang rumah tangga kalau sudah campur aduk dengan masalah orang lain maka semakin tidak terkendali dan membuat orang yang menjalani rumah tangga tersebut merasa bosan dan tidak sanggup untuk bertahan.
Ini malah perbuatan yang jauh lebih keji dan Darno lakukan karena dia merasa bahwa sang istri telah memiliki pria lain, pikiran buruk itu bukannya bisa hilang dari dalam hati dia namun justru semakin bertambah setelah Wandi dengan keras menyangkal ucapan Darno ketika sedang membicarakan masalah Aina kemarin.
Memang kalau sudah memiliki hati jahat dan pikiran buruk maka tidak akan pernah bisa berpikir baik kepada orang lain, bahkan kepada teman atau istri dia sendiri. bisa sekali Darno langsung berpikir bahwa Aina telah memiliki pria lain hanya karena ingin bercerai, andai saja Dia pria berpikiran luas maka pasti akan intropeksi diri.
"Jadi sebenarnya apa yang sudah kau lakukan kepada Aina?" Katiyem tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Apa? dia yang sudah melakukan hal buruk kepada aku dengan tega berselingkuh, aku ingin mencari tahu siapa pria selingkuhan dia itu!" Darno menjawab dengan lantang.
"Tapi kamu tidak ada melakukan hal buruk kepada dia kan?" Katiyem bertanya untuk memastikan terlebih dahulu.
Darno menggeleng karena dia tidak ingin mengatakan secara langsung kepada Emak nya, sebab dia tahu bahwa wanita ini sangat ember dan nanti pasti akan bercerita terhadap orang lain apa yang telah Darno lakukan kepada Aina, sebab Dia terkadang lupa mengerem mulut sendiri.
...****************...
"Aaaah gatal sekali." Aina mengeluh sambil menggaruk pada bagian intim.
"Aduh padahal tadi aku sudah membasuh dengan air hangat, tapi masih terasa gatal seperti ini." Aina tidak tahu kenapa terasa begitu gatal dan seolah ada yang menggelitik pada bagian dalam.
"Rebus air lagi lah kalau begitu biar hilang rasa gatal ini." gumam Aina sambil bangkit berdiri.
Wanita cantik bertubuh kecil ini segera bangkit dari ranjang walau kaki untuk melangkah terasa begitu lemas, namun tetap saja dia tidak ingin merepotkan orang lain karena hari ini Wiwin dan juga Bu Putri berpamitan ingin pergi ke pasar membeli beberapa bahan makanan yang sudah habis.
Pak Seno sendiri mengatakan bahwa dia akan pergi ke rumah Ustad Toni membicarakan sesuatu, Aina sebenarnya tadi agak cemas ketika akan ditinggal sendirian namun karena merasa di rumah ini aman maka dia tidak mempermasalahkan hal itu, sekarang dia hanya sendirian di dalam rumah ini sehingga bisa leluasa untuk melakukan apa saja.
"Eh apa itu?!" mata Aina terbelalak ketika melihat sesuatu di atas ranjang tempat dia berbaring tadi.
Ketika wanita ini memperhatikan dengan seksama maka rasa kaget itu semakin besar di dalam hati dia, bagaimana tidak kaget karena di atas ranjang itu malah sudah ada belatung kecil berwarna putih dan mereka menggeliat, Aina begitu ketakutan karena tadi yang berbaring di atas ranjang ini adalah dia sendiri.
"Tidak mungkin kan!" Aina berkata sambil menutup mulut.
"Tidak, bagaimana mungkin bisa ada ulat putih seperti itu?" jerit Aina di dalam hati dan tanpa sadar tangan dia meraba pada bagian intim.
"Ya Allah, tidak mungkin lah." Aina masih terus berusaha untuk menyangkal.
Hingga dengan tangan itu sendiri dia meraba pada bagian intim dan mendapatkan apa yang ada di atas ranjang itu, ulat putih itu sama bentuknya dan sama juga ukuran nya sehingga Aina merasa itu memang keluar dari bagian intim dia yang terasa begitu gatal menyengat.
"Kenapa ada ulat putih ini di bagian kemaluan ku?" gumam Aina tanpa sadar.
"Tidak mungkin, aku pasti hanya sedang mengalami mimpi buruk saja!" Aina segera berlari menuju kamar mandi.
Swoooossssh.
"Ayo lah, tidak mungkin juga aku memiliki ulat pada kemaluan." Aina menggeleng berulang kali karena dia menyangkal hal tersebut.
Dengan hati tidak karuan dia segera membasah kemaluan tersebut agar ulat yang ada di sana segera keluar, ada rasa tidak percaya namun mau bagaimana lagi sehingga dia terus berusaha membersihkan tanpa ada jeda sama sekali, tentu saja pikiran buruk sudah ada di dalam kepala Aina karena kemaluan itu mengeluarkan ulat putih yang berarti akan segera membusuk.
"Aku tidak mau kalau sakit begini, apa yang sudah terjadi padaku?" keluh Aina ketika melihat air yang mengalir itu memang bercampur dengan puluhan ulat berwarna putih.
"Ya Allah, Kenapa mendadak saja menjadi seperti ini? aku tidak pernah melakukan perbuatan buruk kepada orang lain!" Aina ingin menangis.
Bukan lagi ingin menangis tapi dia memang sudah menangisi nasib yang begitu buruk sekali, mendadak saja mendapat penyakit seperti ini dan tentu saja bila pada bagian kemaluan maka akan menjadi penyakit yang begitu buruk, sampai ada orang yang mengetahui tentang hal itu maka fitnah kejam akan terjadi pada Aina.
Selamat siang SAYAAAAAAAAAANG.
g