NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan yang Tak Terduga

Enam tahun berlalu seperti mimpi panjang yang sunyi bagi Putri Aurelia. Kini, di usianya yang keenam belas, tembok istana Aethelgard terasa lebih dingin dari biasanya.

Meskipun ia tumbuh menjadi gadis yang anggun dengan gaun-gaun sutra yang indah, pikirannya sering kali melayang ke bawah pohon apel tempat ia mengubur kotak rahasianya dulu.

Sejak kepergian keluarga Lucas, area logistik timur menjadi tempat yang paling dihindarinya karena hanya akan memberikan rasa sesak di dada.

Namun, sore itu ada sesuatu yang berbeda. Suara derit kereta kuda yang memasuki gerbang samping terdengar lebih berat dan familiar. Aurelia yang sedang berada di perpustakaan tidak bisa menahan rasa penasarannya. Ia menyelinap keluar, melewati lorong-lorong rahasia yang dulu sering ia lalui bersama sahabat masa kecilnya.

Langkah kakinya terhenti tepat di balik pilar besar dekat gudang utama. Di sana, di antara hiruk pikuk pekerja yang sedang menurunkan peti, berdiri seorang pemuda. Tubuhnya tinggi tegap, bahunya lebar, dan ia mengenakan kemeja linen cokelat yang sedikit kotor karena debu jalanan.

Meskipun wajahnya sudah berubah menjadi lebih tegas dengan garis rahang yang kuat, Aurelia tidak mungkin salah mengenali sorot mata itu.

Pemuda itu kini tidak lagi sekadar membantu mengangkat karung. Ia berdiri dengan sebuah papan catatan di tangannya, memberikan instruksi kepada pekerja lain dengan suara yang tegas dan berwibawa.

Lucas kini telah dipercaya ayahnya untuk menjadi wakil kepala logistik, sosok yang bertanggung jawab memastikan seluruh pasokan istana aman dan terdata dengan sempurna. Pelatihan keras selama enam tahun di luar sana telah membentuknya menjadi pemuda yang sangat handal dalam pekerjaan tersebut.

"Lucas?" suara Aurelia bergetar, hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

Pemuda itu menoleh seketika. Begitu matanya menangkap sosok gadis di balik pilar, Lucas tertegun sejenak. Namun, ia tidak lagi langsung berlari menghampiri seperti saat mereka masih kecil.

Dengan gerakan yang tenang dan penuh tata krama, Lucas meletakkan catatannya, lalu melangkah maju dan memberikan penghormatan yang sangat dalam. Ia membungkuk rendah di hadapan Aurelia, sebuah gestur formal yang menunjukkan jarak kasta di antara mereka sekarang.

"Tuan Putri," sapa Lucas. Suaranya kini sangat dalam dan berat, jauh berbeda dengan suara cempreng bocah dua belas tahun yang dulu dikenalnya.

Aurelia melangkah mendekat, sedikit merasa aneh melihat sikap formal Lucas. "Kamu kembali?"

Lucas kembali menegakkan tubuhnya dan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang seketika menghapus jarak enam tahun di antara mereka. "Iya, aku kembali."

"Kenapa kamu tidak memberitahuku?" tanya Aurelia dengan nada sedikit kesal namun matanya berkaca-kaca. "Aku selalu melihat ke arah gerbang setiap kali ada kereta logistik datang, tapi aku tidak pernah melihatmu."

Lucas terkekeh rendah, suara tawa yang membuat jantung Aurelia berdegup tidak keruan. "Aku juga bingung bagaimana caranya memberitahumu, Tuan Putri. Kamu kan sekarang selalu dijaga ketat. Lagipula, aku sudah dua kali datang mengantarkan logistik ke sini sejak minggu lalu bersama ayah, tapi baru hari ini aku melihatmu turun ke gudang."

Aurelia tertegun. "Dua kali? Jadi kamu sudah seminggu di sini dan tidak mencariku?"

"Aku mencarimu lewat jendela menara itu," tunjuk Lucas ke arah kamar Aurelia. "Tapi aku tahu tempatku bukan di sana. Aku hanya menunggu waktu yang tepat sampai kamu sendiri yang datang ke tempat berdebu ini."

Aurelia menghela napas panjang, mencoba menenangkan perasaannya. "Aku benar-benar merindukanmu, Lucas. Dan... aku merindukan kue jahe pasar buatan ayahmu. Di istana, makanannya selalu terlalu cantik sampai aku tidak tega memakannya, tapi rasanya tidak pernah senikmat makanan pasar."

Lucas merogoh kantong kemejanya dan mengeluarkan sebuah bungkusan kertas kecil yang sudah agak lecek. "Aku tahu. Makanya aku membawakan ini. Masih hangat dari pasar di pinggiran kota tadi pagi."

Aurelia menerima bungkusan itu. Aroma jahe yang pedas dan manis seketika menyeruak, membawa kembali memori saat mereka duduk di pinggir sungai sambil tertawa. Aurelia menggigit kecil kue itu dan tersenyum tulus, senyum yang sudah lama tidak ia tunjukkan pada siapa pun di dalam istana.

"Rasanya masih sama," bisik Aurelia. "Terima kasih sudah kembali, Lucas."

Lucas menatap Aurelia dengan tatapan yang sangat dalam. Ia menyadari bahwa meskipun status mereka kini terpaut sangat jauh, gadis di depannya ini masihlah Aurelia yang sama—putrinya yang selalu mendambakan kebebasan.

Sebagai wakil kepala logistik, ia kini memiliki lebih banyak akses untuk masuk ke istana, namun ia tetap tahu risiko besar yang mereka hadapi.

"Aku sudah berjanji di bawah hujan waktu itu, bukan?" ucap Lucas lembut. "Aku akan selalu kembali selama istana ini masih membutuhkan gandum, dan selama kamu masih membutuhkan teman untuk bercerita."

Tiba-tiba, suara derap langkah prajurit yang sedang berpatroli terdengar dari kejauhan. Wajah Lucas langsung berubah waspada, ia kembali memasang wajah formalnya sebagai seorang pekerja.

"Kamu harus kembali sekarang, Aurelia. Tidak baik jika mereka melihatmu bicara terlalu lama denganku," ujar Lucas pelan.

Aurelia mengangguk pelan, meskipun sebenarnya ia masih ingin tinggal lebih lama. "Janji padaku, jangan pergi lagi tanpa memberitahuku."

"Aku tidak akan ke mana-mana. Gudang ini akan jadi tempatku untuk waktu yang lama," jawab Lucas meyakinkan.

Aurelia berbalik dan berjalan menuju lorong istana dengan perasaan yang jauh lebih ringan.

Di tangannya, ia menggenggam sisa kue jahe itu seolah-olah itu adalah harta karun paling berharga. Enam tahun penantiannya terbayar sudah. Sahabatnya, pelindungnya, dunianya yang nyata telah kembali ke dalam hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!