Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Nine duduk dengan tenang di atas kursi kayu yang dia keluarkan dari inventorinya. Tubuhnya bersih tanpa sedikit pun noda darah hitam.
Dengan satu lirikan ke sekelilingnya, dia mendesah.
"Bau sekali." Dia mencubit hidungnya dengan wajah yang mengerut.
Sekarang bagiannya sudah selesai, dan dia mulai bertanya-tanya bagaimana kabar yang lainnya. Dia berharap tidak ada yang tiba-tiba mati hingga kristal itu tersentuh. Tapi begitu dia melirik ke arah kristal yang tampak baik-baik saja, sepertinya semuanya melakukan tugasnya dengan benar.
"Meski begitu aku tetap harus memeriksanya."
Dia mendesah pelan, lalu dengan lompatan kecil mulai melintasi tumpukan tubuh monster, berhati-hati agar tidak menginjak bagian yang salah.
Dan kemudian dia benar-benar terpeleset.
"Uwaah!"
Nine memekik panik. Pedangnya muncul dari udara dan dia segera menangkapnya, menggunakannya sebagai tumpuan sebelum tubuhnya sempat menyentuh lantai.
Dia mendesah, lega sekaligus kesal.
"Nyaris sekali."
Dengan memaksimalkan kemampuannya, dia akhirnya berhasil melewati lautan monster itu dengan lebih hati-hati. Setelahnya dia sejenak mempertimbangkan kemana harus pergi. Tatapannya tertuju ke arah jalur Nate, lalu dia mendengus.
"Hmph! Dia peringkat pertama, tidak mungkin sesuatu terjadi padanya."
Dia berbalik dan mulai berjalan ke arah jalur Zenith. Lalu berhenti.
Lalu berbalik lagi.
"Ugh... Aku akan memastikannya sebentar saja! Toh jika sesuatu terjadi padanya, monster-monster itu akan bisa lewat! Benar, cuma sebentar!"
Dengan wajah yang gelap, Nine berjalan dengan langkah ringan dan mengintip ke jalur Nate.
Kekhawatiran itu ternyata sia-sia. Nate sudah menyelesaikan bagiannya dan tampak bersantai sambil bersandar di dinding gedung di dekatnya.
Tepat di depan wajah Nine.
Begitu dia mengintip, dia menemukan wajah Nate sangat dekat, dan Nate pun menatapnya dengan heran.
"Waah!!" Nine memekik. Kali ini dia tidak sempat mempertahankan keseimbangannya dan benar-benar tersandung hingga jatuh duduk di lantai.
Nate berkedip memandang Nine yang meringis dengan wajah yang entah kenapa terlihat menggemaskan, lalu tertawa geli.
"Butuh bantuan?"
Nine tersentak, menggigit bibirnya, dan berdiri sendiri dengan wajah yang sudah memerah.
"A-aku tidak butuh! Menjauh dariku!"
"Menjauh?" Nate mengangkat kedua bahunya, masih tampak geli. "Kemana? Ini jalurku."
Nine menatapnya dengan tajam, lalu berbalik dan menghentakkan kakinya dengan kesal saat berjalan pergi.
Nate hanya tersenyum kecil, lalu mengalihkan pandangannya ke jalur-jalur lain. Satu per satu, yang lainnya sudah kembali dari medan perang mereka sendiri, tampak aman dan baik-baik saja.
Melihat itu, Nate harus mengakui sesuatu. Semua player yang berhasil mencapai level sepuluh ini benar-benar kuat. Cukup kuat hingga Nate merasa bahwa dia mungkin akan kalah jika bertarung melawan mereka sekarang.
Tapi apa yang perlu dikhawatirkan? Bahkan jika dia kalah, itu tidak masalah selama dia masih hidup. Masih ada banyak ruang untuk berkembang.
Begitu saja, sistem muncul untuk mereka semua.
[Gelombang (1/20) Selesai]
[Gelombang (2/20) Dimulai]
"...Tidak ada waktu istirahat?"
Nate berkedip, lalu dengan kesal berbalik menemukan asap yang sama sudah mengepul ke langit, menunjukkan ribuan monster berikutnya yang datang menerjang. Getaran dari tanah sudah bisa terasa dari kejauhan, dan dari jalur lain dia bisa mendengar yang lainnya mengumpat karena tidak diberi waktu istirahat sedikit pun.
Nate melirik statusnya sejenak:
\=\=\= STATUS \=\=\=
Nama: Nate Leicester (991)
Usia: 19 Tahun
Aspek: Purple Reaper [F]
Level: 11
EXP: 9.775/81.920
STR: 7
AGI: 11
MP: 6
STA: 4
VIT: 3
INT: 3
Poin Stat: 0
Credit: 448.820
Senjata: Violet Reaper [E]
Title: Apex Predator
\=\=\= LOKASI: S86 \=\=\=
Gelombang pertama sudah memberinya EXP yang sangat banyak, dan karena jumlahnya berlipat ganda berkat achievement-nya, dia langsung naik ke level sebelas. Dua poin stat yang dia terima langsung dia alokasikan ke Mana Point agar dia bisa menyebabkan lebih banyak ledakan beruntun ke depannya.
"Yah, sebenarnya aku lebih suka yang seperti ini daripada beristirahat."
Nate tersenyum kecil, menghunus sabitnya, lalu tubuhnya melesat dengan kecepatan yang tidak manusiawi langsung menerjang ke arah ribuan monster yang datang.
Mata abu-abunya berkilat berbahaya. Bibirnya melengkung sempurna.
Buum!! Buum!! Buum!!
Ledakan beruntun terjadi di mana pun Nate sempat berada, menyeret puluhan monster dalam satu ledakan sekaligus. Dari jalur lain, dia sesekali bisa merasakan getaran kuat yang datang bersama suara Loen, dan sesekali melihat cahaya menyilaukan yang pasti milik Nine atau Nelphy.
Lima gelombang berlalu tanpa jeda istirahat sedikit pun. Mereka bertarung selama tujuh jam penuh, dan meski masing-masing dari mereka punya sesuatu untuk membantu pemulihan, itu tidak mampu bertahan menghadapi gelombang monster yang terus meningkat jumlah dan levelnya. Mereka mulai menghadapi monster di atas level mereka sendiri, efisiensi perburuan mulai melambat, dan rasa lelah yang sesungguhnya akhirnya menunjukkan dirinya.
Lalu notifikasi yang tidak terduga muncul.
[Selamat karena telah menyelesaikan gelombang kelima. Kalian akan diberikan waktu setengah jam sebelum melanjutkan gelombang selanjutnya.]
Nate menghela napas kasar. Dia menyeka wajahnya, tapi tangannya juga berlumuran darah hitam yang bercampur dengan keringat dan bau busuk yang sudah menempel di mana-mana.
Di jalurnya, jalanan benar-benar sudah tidak terlihat. Tumpukan tubuh monster menutup seluruh permukaannya, membuat pijakan tanah naik beberapa meter lebih tinggi dari sebelumnya.
Nate melirik yang lainnya. Mereka semua kelelahan.
Zenith merebahkan dirinya di tanah dengan dada naik turun, Loen tergeletak di sampingnya tanpa peduli dengan kondisi sekitar. Rome duduk bersandar di sebuah gedung dengan postur yang tetap dijaga rapi meski wajahnya sudah jelas terkuras. Nine mengeluarkan kursi kayunya dan duduk dengan lemas, pedang di pelukannya. Nelphy satu-satunya yang tampak paling baik di antara semuanya, duduk dengan tenang sambil makan seolah tidak terjadi apapun.
Nate bersandar di dinding gedung dan memanggil statusnya.
\=\=\= STATUS \=\=\=
Nama: Nate Leicester (991)
Usia: 19 Tahun
Aspek: Purple Reaper [F]
Level: 13
EXP: 76.240/327.680
STR: 7
AGI: 11
MP: 6
STA: 6
VIT: 5
INT: 3
Poin Stat: 0
Credit: 592.820
Senjata: Violet Reaper [E]
Title: Apex Predator, Pinnacle, Plutocrat
\=\=\= LOKASI: S86 \=\=\=
Tujuh jam, tiga level sekaligus. Level tiga belas sekarang.
Kesulitan naik level terungkap dengan sangat jelas pada titik ini. Jumlah EXP yang dibutuhkan hampir mendekati setengah juta, dan jika dia melakukan perburuan di dunia luar tanpa dungeon event ini, Nate takut bahwa dia akan perlu satu atau dua minggu hanya untuk naik satu level.
Untuk level lima belas, dia sudah bisa membayangkan betapa banyaknya jumlah itu.
Nate menghela napas kasar, lalu dengan penasaran memanggil papan peringkat global.
[Global Level Tertinggi]
Player 991: Level 13 / 76.240/327.680 Exp.
Player 12.222: Level 11 / 79.613/81.920 Exp.
Player 7.779: Level 11 / 79.529/81.920 Exp.
Player 54.412: Level 11 / 79.422/81.920 Exp.
Player 61: Level 11 / 79.397/81.920 Exp.
Player 115.641: Level 11 / 78.552/81.920 Exp.
Dan Seterusnya.
Seperti yang dia perkirakan. Tidak ada satu pun dari mereka yang punya sesuatu setara dengan achievement EXP miliknya. Dengan begini, tidak ada yang akan mampu melampaui Nate dalam waktu dekat.
Dalam sisa gelombang yang masih ada, Nate merasa bahwa levelnya tidak akan berhenti di tiga belas. Jika beruntung, mungkin dia bisa menyentuh level tujuh belas atau delapan belas. Level lima belas mungkin adalah yang paling realistis, tapi siapa yang tahu?
Monster yang dia lawan sejauh ini rata-rata sudah mulai berada di level dua belas, dan begitu gelombang selanjutnya datang, level mereka akan terus naik, yang berarti perolehan EXP Nate juga akan semakin besar.
Nate menutup sistemnya dengan satu senyuman, lalu tiba-tiba menyadari sepasang mata yang menatapnya.
Nelphy, dengan tatapan yang sedalam jurang gelap, menatap langsung ke arahnya.
"Apa?" Nate bertanya, agak terganggu dengan cara gadis itu menatapnya.
Nelphy hanya berkedip, mendecakkan lidahnya, lalu membuang pandangannya ke arah lain dengan kesal.
"Mukamu menyebalkan."
"Hah?"
Nate yang tiba-tiba dihina tanpa alasan yang jelas hanya bisa memiringkan kepalanya dengan bingung. Lalu dari suatu arah, dia mendengar suara tawa kecil yang ditahan.
Dia melirik ke sumbernya. Nine sedang membaca sebuah buku di kursinya, tampak tidak memperhatikan apapun. Tapi begitu menyadari tatapan Nate, dia membalas dengan tajam.
"Apa?"
Nate menatap keseriusan di wajah Nine dan mendengar nada kebencian di suaranya, lalu terdiam bingung.
'Dia jelas-jelas tertawa barusan...'
Nate mendesah.
"Sudahlah."
Dia mengeluarkan sebuah meja dan kursi, lalu meletakkan berbagai macam hidangan di atasnya. Sebaiknya dia mengisi perutnya sebelum gelombang selanjutnya dimulai.
***