NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buaya Darat

Riana lahir dari keluarga yang mampu, orangtuanya yang bekerja di salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang terkenal dengan jabatan yang bagus membuat mereka bisa menyekolahkan Riana dan adiknya Rian sampai kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sekarang Riana telah menjadi seorang dokter spesialis bedah jantung dan pembulu. Dia bekerja pada salah satu rumah sakit swasta terkenal yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Keberhasilan Riana sebagai dokter bedah tidak sejalan dengan hubungan percintaannya. Padahal kecantikan Riana di umurnya yang sudah tiga puluh tahun sama seperti anak - anak muda yang baru berusia dua puluhan tahun.

Dirumah sakit semua staf yang ada tahu siapa laki - laki yang dekat dengan dokter kepala pada poli bedah jantung dan pembulu. Dia adalah seorang pengacara, anak dari sahabat mama dan papanya. Sering kali mereka, para staf rumah sakit tenaga medis maupun administrasi berjumpa dengan Matias di tempat - tempat publik berjalan dengan cewek yang berbeda - beda. Setiap disampaikan Riana tidak percaya, prinsipnya jika dia tidak melihat dengan matanya sendiri dia tidak akan percaya.

"Dokter coba lihat akun sosialnya, jangan mau di bodohi."

Teguran asisten nersnya, menjadi tamparan dalam hidupnya, mau mengingatkan dia bahwa hidup ini tidak mulus - mulus saja.

Malam ini, pukul enam lewat tiga puluh menit, Riana memberanikan diri untuk mendatangi sebuah restoran yang tidak asing bagi dirinya. Dan benar selama ini rekan - rekan kerjanya mengatakan yang sebenarnya.

Riana melihat, pacarnya sedang bermesraan dengan seorang wanita. Hatinya semakin panas, raut wajahnya memerah. Dia menahan sesuatu yang mau keluar dari dalam tubuhnya. Namun dia tidak mau hancur sendiri. Riana mempunyai niat untuk menghancurkan kesenangan Matias pacarnya.

Dengan percaya diri, dia menghampiri pos satpam meminta kunci mobil kekasihnya. Maka tindakan liar Riana pun dilakukan. Dia menjatuhkan lipstiknya dan membuka celana dalamnya diletakan dibawa kursi penumpang disebelah pengemudi.

Dan benar rencana Riana berhasil, Matias dan wanitanya berkelahi. Wanita itu meninggalkannya. Riana merasa sedikit puas. Namun sakit hatinya belum hilang semuanya. Karena dia tidak menyangka Matias bisa bermuka dua. Siang tadi, dia bisa kerumah sakit membawa makan siang baginya, namun sore dia bersama wanita lain. Padahal mereka berdua sudah bertunangan.

Saat ini, Riana sedang berada di club langganannya. Hampir semua pekerja di club itu kenal betul dengan dokter Riana. Selesai minum alkohol dia kembali kerumahnya dalam keadaan sedikit mabuk.

"Selamat malam pa, ma."

"Kenapa baru pulang sekarang??"

"Baru selesai operasi???"

Mamanya Tiwi seorang pengusaha muda, dia mempunyai butik, yang merupakan langganan para pejabat dan banyak artis ini, mencurigai keadaan anaknya.

"Kamu minum alkohol lagi???"

"Sedikit saja, tadi di ajak teman."

"Hari sabtu mama mau kamu mengajak Matias makan malam di rumah."

"Nanti kalau ketemu."

"Kenapa nanti, bukan kah kamu mempunyai nomor kontaknya. Bagaimana jika kamu menghubunginya??"

"Kenapa tidak mama saja???"

"Kamu......." Mamanya sudah mau memukul Riana anak pertamanya, namun dibela oleh papanya Setiawan yang adalah manager oprasional di Perusahaan BUMN itu.

"Ma, Jangan!!!. Ria kamu boleh membersihkan badan kamu dan istirahat."

Ria yang sudah malas berbantahan dengan mamanya langsung masuk ke kamarnya mengunci pintu dan langsung mandi.

Sementara itu Matias baru tahu dari satpam, bahwa kunci mobilnya sempat dibawa oleh Riana. Karena direstoran ini, dia sering membawa Riana tunangannya makan. Karena ini restoran favorite Riana.

Riana yang sudah tahu kelakuan tunangannya mulai membatasi komunikasinya dengan Matias, setiap teleponnya tidak diangkat. Dan ke rumah sakit, oleh ners dan staf medis lainnya mengatakan bahwa dokter Riana sedang operasi atau memberi seminar di kampusnya.

Seperti jam makan siang ini, Matias selalu berusaha menghubungi Riana namun tidak di respon. Karena dia sedang berada bersama sahabatnya Stella yang adalah seorang pegawai negeri di pemerintahan daerah.

"Ngapain sih, kamu masih percaya dan menaruh hati kepada buaya darat itu??"

"Aku menyesal terlalu percaya kepadanya."

"Sekarang kan baru kamu menyesal. Coba dari awal saya beritahu kamu tentang kelakuan si buaya darat itu. Pasti kamu tidak terlalu sakit hati."

"Aku terlalu jadi wanita gampangan. Karena percaya padanya."

"Kamu sudah???"

"Iya, aku sudah menyerahkan keperawananku."

"Kenapa kamu terlalu bodoh."

"Aku mabuk waktu itu."

"Itu kebiasaan kamu yang belum berubah."

"Maaf."

"Maaf buat apa?? Kamu ngak perna buat salah padaku."

"Maaf karena tidak mau dengar kata - kata kamu."

"Sekarang aja baru menyesal."

"Aku harus bagaimana??"

Bunyi dering handphonenya berbunyi. Tertera nama Matias Si Buaya Darat pada kontak itu. Spontan Stella yang melihat nama itu tertawa.

"Sejak kapan nama tambahannya ada."

"Semalam waktu aku memergoki dia bersama wanita lain."

"Angkat, saatnya kamu mengakhiri hubungan toksis ini."

"Hallo...."

"Ria, ini papa."

"Kenapa papa menggunakan handponenya menghubungi kakak."

"Pulang, papa tunggu, mamamu sudah masak banyak, dan Matias ada di rumah."

Riana menutup sambungan telepon itu. Dia melihat kearah sahabatnya Stella. Dan Stella hanya bisa mengangkat kedua bahunya.

"Keputusan ada ditanganmu say. Jika mau terus sakit hati lanjutkan. Namun ingat kata sahabatmu ini. Matias itu sakit."

Riana pun pulang kerumahnya disana sudah ada papa, mama, Rian dan Matias tunangan yang di jodohkan oleh orangtua.

"Ria.... Sini???"

Bukan mendekat, ke arah meja makan. Ria malah memilih ke kamarnya. Hatinya sakit melihat kelakukan Matias yang biasa saja, yang tidak mempunyai perasaan, setelah ketahuan memiliki wanita lain selain dirinya. Sepuluh menit kemudian Riana keluar dari kamarnya.

"Sini sayang, duduk disini."

Mendengar Matias memanggilnya dengan sebutan sayang hampir membuat Riana rasanya mau muntah, namun dia bersikap wajar saja, seolah tidak ada masalah besar. Riana pun duduk di samping Matias. Mereka makan malam dengan teratur. Riana mengakui bahwa masakan mamanya sangat enak.

"Kapan rencana kalian akan menikah??"

"Matias sih terserah Ria saja ma, kapan Ria siap, aku pasti siap."

"Sayangnya Ria belum siap ma??" Mendengar jawaban anaknya. Mamanya langsung marah.

"Sampai kapan kamu mau seperti ini Ria. Kamu bukan tambah muda. Usiamu sudah tiga puluh lima tahun."

"Ma, sabar!!!"

"Apa alasan Ria belum siap??"

Riana melihat mama, dan papanya kemudian dia melihat kearah Matias.

"Ria ragu dengan Matias pa."Matias yang mendengar jawaban Ria pacarnya langsung menatap Ria.

"Ragu??? Apa dia berbuat salah."

"Mama tanya saja kepada Matias."

"Jangan ini alasan kamu saja Ria."

"Mama anaknya, siapa sih?"

"Orang berpacaran buat salah itu wajar. Bahkan yang sudah berumah tangga juga bisa berbuat salah."

"Apakah dulu papa, perna berbuat salah. Misalnya mempunyai cewek lain."

"Dulu, kalau papa punya cewek lain selain mama, sudah mama pukul kepalanya."

"Seperti ini!!!"

Riana pun memukul kepala Matias dengan sungguh - sungguh. Seketika semua di meja makan dibuat kaget dengan gerakan reflek Riana, tentu gerakan itu terasa sakit oleh Matias.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!