NovelToon NovelToon
Kaisar Abadi Penentang Surga

Kaisar Abadi Penentang Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Sepuluh ribu tahun yang lalu, Kaisar Pedang Kekosongan, Jian Chen, dikhianati oleh tunangannya (Permaisuri Surgawi Luo Xue) dan saudara angkatnya saat mencoba menerobos ke Alam Ilahi Primordial. Jiwanya hancur berantakan. Namun, setetes Darah Primordial misterius yang ia temukan di Reruntuhan Kekacauan menyelamatkan satu fragmen jiwanya.

Sepuluh ribu tahun kemudian, Jian Chen terbangun di tubuh seorang pemuda bernama sama di Benua Bintang Jatuh (Dunia Fana terendah). Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Bawaan" yang meridiannya hancur. Dengan ingatan masa lalunya, pengetahuan alkimia tingkat dewa, dan teknik kultivasi terlarang Seni Melahap Surga Primordial, Jian Chen memulai kembali langkahnya dari bawah. Ia bersumpah untuk membelah langit, menghancurkan para pengkhianat yang kini telah menjadi Penguasa Surga, dan mengungkap rahasia sejati di balik Darah Primordial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terobosan Brutal dan Paviliun Kitab Suci

Di dalam gubuk bambu reyot di Puncak Awan Awan, sebuah anomali spiritual sedang terjadi.

Udara di dalam ruangan itu berputar layaknya pusaran badai, menciptakan suara siulan tajam. Seratus Batu Spiritual Tingkat Rendah yang mengelilingi Jian Chen telah hancur menjadi debu abu-abu dalam waktu kurang dari waktu menyeduh teh. Energi spiritual yang seharusnya butuh waktu bertahun-tahun untuk diserap oleh kultivator normal, kini ditelan secara paksa oleh pusaran hitam kelam di Dantian Jian Chen.

BZZZZT!

Seni Melahap Surga Primordial meraung kegirangan. Energi murni itu disuling melalui hukum kekacauan, membuang semua sisa kotoran duniawi, lalu dialirkan ke dalam Meridian Primordial emas milik Jian Chen.

Tubuh Jian Chen bergetar pelan. Suara retakan tulang terdengar dari dalam tubuhnya, bukan karena hancur, melainkan karena ditempa menjadi lebih padat.

"Kurang... ini masih jauh dari cukup!"

Mata Jian Chen terbuka, memancarkan cahaya perak yang menyilaukan. Tanpa ragu, ia merogoh Cincin Penyimpanan-nya dan melemparkan lima ratus Batu Spiritual Tingkat Rendah lagi ke lantai.

"LUMATKAN!"

Hari berganti minggu. Angin di Puncak Awan Awan bertiup tenang, namun di dalam gubuk bambu itu, pembantaian sumber daya terus berlangsung. Feng Wuya, yang sesekali terbang melewati gubuk itu sambil menenggak araknya, hanya bisa melebarkan matanya merasakan fluktuasi energi yang rakus dari dalam.

Bocah ini benar-benar lubang tanpa dasar, batin Feng Wuya ngeri. Bahkan kultivator Inti Emas sepertiku akan meledak jika menyerap energi seganas itu. Darah apa yang mengalir di tubuhnya?

Satu bulan kemudian.

BOOOM!!!

Sebuah ledakan Qi berwarna perak meledak dari dalam gubuk bambu, menghancurkan atap rumbia hingga terbang ke udara. Gelombang kejutnya menyapu ilalang di sekitar gubuk hingga rata dengan tanah.

Di tengah debu yang mengepul, sosok Jian Chen duduk dengan tenang. Lapisan tipis kotoran berwarna kehitaman kembali terkelupas dari kulitnya—ini adalah pembersihan sumsum tahap kedua. Kulitnya kini tampak sehalus batu giok putih, namun di balik penampilannya yang elegan, tersembunyi daya ledak bagai gunung berapi yang siap meletus.

Jian Chen membuka matanya dan menghembuskan napas panjang yang meluncur bagai anak panah putih sejauh tiga meter.

"Kondensasi Qi Tingkat Tujuh Awal," gumam Jian Chen, senyum puas terukir di wajahnya.

Dalam satu bulan, ia menggunakan tiga ribu Batu Spiritual Tingkat Rendah untuk melompati Tingkat Enam secara keseluruhan dan langsung menembus Tingkat Tujuh! Jika berita ini tersebar ke luar, seluruh jenius di ibu kota akan gantung diri karena malu.

Jian Chen bangkit berdiri. Ia mengepalkan tinjunya perlahan. Udara di genggamannya langsung meledak.

"Kekuatan fisik murniku telah berlipat ganda. Empat ribu empat ratus kilogram," matanya berkilat mematikan. "Jika ditambah dengan Qi Tingkat Tujuh... aku tidak perlu menghindar dari serangan kultivator Tingkat Sembilan Puncak. Aku bisa menghancurkannya secara frontal."

Ia menoleh ke sudut ruangan tempat Pedang Penguasa Kosong bersandar. Pedang seberat delapan ratus kilogram yang sebelumnya butuh sedikit usaha untuk diayunkan, kini terasa seringan pedang kayu biasa di tangannya. Jian Chen menyarungkan pedang raksasa tak berwujud itu ke punggungnya.

Sudah waktunya keluar. Ia perlu membersihkan diri dan mencari teknik bela diri yang sesuai. Meskipun ia memiliki teknik-teknik Kaisar Abadi, sebagian besar teknik itu terlalu tinggi untuk digunakan dengan Qi fana dan hanya akan menghancurkan senjatanya atau menguras Dantiannya dalam satu serangan, persis seperti yang terjadi pada pedang bajanya tempo hari.

Ia butuh teknik pergerakan dan teknik pedang tingkat fana yang bisa menopang Niat Pedang Kekosongan-nya tanpa menghancurkan segalanya.

Setelah membersihkan diri di mata air pegunungan terdekat, Jian Chen mengenakan jubah hitam baru yang disediakan oleh pelayan Puncak Awan Awan. Ia mengambil Token Emas berukir naga dari cincinnya dan berjalan menuruni gunung menuju area utama Akademi Angin Langit.

Akademi Angin Langit sangatlah megah. Bangunan-bangunannya terbuat dari batu giok dan kayu purba, dikelilingi oleh kolam teratai spiritual. Ribuan Murid Pelataran Dalam berlalu-lalang, berdiskusi tentang Dao, atau bertarung di arena kecil.

Jian Chen mengabaikan tatapan beberapa murid yang memperhatikannya karena penampilannya yang asing dan pedang hitam raksasa yang sangat jelek di punggungnya. Ia menyusuri jalanan batu hingga tiba di sebuah menara pagoda raksasa berlantai lima yang dijaga ketat.

Paviliun Kitab Suci.

Tempat ini adalah jantung dari Akademi Angin Langit. Menyimpan puluhan ribu gulungan teknik bela diri, mantra, dan catatan alkimia dari ratusan tahun yang lalu. Lantai pertama hingga ketiga ditujukan untuk Murid Pelataran Luar dan Dalam, sedangkan lantai keempat untuk Murid Inti.

Adapun Lantai Kelima... itu adalah area terlarang yang hanya bisa diakses oleh Kepala Akademi, Tetua Tertinggi, dan para jenderal kerajaan. Di sanalah letak teknik-teknik Tingkat Bumi yang legendaris.

Jian Chen melangkah mendekati pintu masuk utama. Dua penjaga Paviliun di tingkat Kondensasi Qi Tingkat Delapan menyilangkan tombak mereka, menghalangi jalannya.

"Tunjukkan medali identitasmu, Murid," kata salah satu penjaga dengan nada mekanis. Karena Jian Chen menggunakan Seni Melahap Surga Primordial untuk menyamarkan auranya di Tingkat Empat, penjaga itu menatapnya dengan pandangan meremehkan.

Jian Chen tidak berbicara. Ia hanya menjentikkan Token Emas miliknya ke arah penjaga tersebut.

Penjaga itu menangkapnya, dan saat ia melihat ukiran awan dan naga serta kata 'Tetua Tertinggi' di token itu, wajahnya seketika pucat pasi. Tangannya bergetar hebat.

"T-Token Akses Lantai Lima! S-salam hormat kepada... Tuan!" Penjaga itu buru-buru membungkuk 90 derajat, menyerahkan kembali token itu dengan kedua tangan. Keringat dingin membasahi punggungnya. Pemuda Tingkat Empat ini ternyata memiliki hubungan dengan monster-monster di puncak hierarki!

"Buka jalannya," ucap Jian Chen datar.

Namun, tepat sebelum Jian Chen melangkah masuk, sebuah tangan kokoh tiba-tiba mencengkeram bahunya dari belakang.

"Tunggu sebentar."

Suara berat dan arogan terdengar. Jian Chen melirik dari sudut matanya. Seorang pemuda berusia sekitar sembilan belas tahun, mengenakan jubah sutra biru dengan lambang bintang perak—seragam kebesaran Murid Inti—berdiri di belakangnya. Pemuda itu memancarkan aura Kondensasi Qi Tingkat Delapan Awal.

Di sisinya, dua murid pelataran dalam mengekor layaknya anjing peliharaan.

"Kakak Senior Yan Ting!" Penjaga paviliun itu segera memberi hormat lagi. Yan Ting adalah salah satu dari sepuluh jenius teratas di Pelataran Dalam, berasal dari Klan Yan yang merupakan faksi militer kuat di ibu kota.

Yan Ting mengabaikan penjaga itu dan menatap lurus ke arah Jian Chen, pandangannya tertuju pada Token Emas di tangan Jian Chen. Ada kilatan keserakahan dan kecemburuan di matanya. Ia sendiri, sebagai murid inti yang jenius, telah memohon selama bertahun-tahun untuk mendapatkan akses satu jam ke Lantai Lima, namun selalu ditolak.

"Bocah, aku tidak pernah melihat wajahmu di Pelataran Dalam maupun Pelataran Inti," kata Yan Ting, cengkeramannya di bahu Jian Chen semakin mengerat, mencoba memberikan tekanan spiritual. "Dari mana seorang sampah Tingkat Empat sepertimu mencuri Token Emas Tetua Tertinggi? Berikan padaku, aku akan menyerahkannya ke Aula Penegakan Hukum untuk diselidiki!"

Yan Ting sangat percaya diri. Ia berpikir Jian Chen pasti menemukan token itu atau mencurinya dari pelayan tetua. Tidak ada alasan bagi seorang Tetua Tertinggi untuk memberikan token absolut ini kepada pemuda acak berjubah hitam.

Jian Chen tidak berbalik. Ia hanya menatap ke depan.

"Singkirkan tangan kotormu dalam tiga hitungan, atau kau tidak akan pernah membutuhkannya lagi," suara Jian Chen sedingin es abadi.

Kedua pengikut Yan Ting tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha! Kakak Senior Yan, apa telingaku tidak salah? Gelandangan ini mengancammu!"

"Dia pasti bosan hidup! Kakak Senior Yan, patahkan saja lengannya. Jika dia benar-benar pencuri, Tetua bahkan akan memberimu hadiah!"

Wajah Yan Ting berubah ganas. Arogansinya tersinggung. "Tiga hitungan? Aku akan menghancurkan tulang selangkamu di hitungan pertama!"

Qi elemen tanah meledak dari tubuh Yan Ting, menyalurkan tenaga ribuan kilogram ke telapak tangannya yang mencengkeram bahu Jian Chen. Ia berniat meremukkan bahu pemuda itu hingga hancur.

KRAAAK!

Suara tulang patah bergema di depan pintu Paviliun Kitab Suci.

Kedua pengikut Yan Ting menyeringai, namun seringai mereka seketika membeku saat mendengar jeritan yang menyusul.

"AAAAAARRGGHH!!!"

Itu bukan jeritan Jian Chen. Itu adalah jeritan Yan Ting!

Jian Chen perlahan menoleh. Bahunya bahkan tidak bergeser satu sentimeter pun. Sebaliknya, Pukulan Dominasi Primordial telah diaktifkan secara pasif di bawah kulit bahunya. Saat tangan Yan Ting mencoba meremukkannya, tenaga balik dari fisik 4.400 kilogram milik Jian Chen memantul kembali seperti memukul gunung baja!

Seluruh jari dan pergelangan tangan kanan Yan Ting patah seketika, terpelintir ke arah belakang dengan mengerikan.

"Tangan kotormu," mata Jian Chen menatap Yan Ting layaknya dewa kematian. "Sudah kuperingatkan."

Jian Chen memutar tubuhnya dengan kecepatan yang tak bisa ditangkap oleh mata murid Tingkat Delapan itu. Tangannya melesat, mencengkeram leher Yan Ting dan mengangkat pemuda bertubuh kekar itu ke udara dengan satu tangan.

Napas Yan Ting tercekat. Kaki-kakinya menendang udara dengan putus asa. Wajahnya yang sebelumnya arogan kini berubah menjadi ungu kebiruan karena tercekik. Ia mencoba menggunakan Qi Tingkat Delapan-nya untuk melawan, namun pusaran di Dantian Jian Chen langsung menyedot dan menghancurkan semua perlawanan Qi itu hingga tak bersisa.

"Di mataku, murid inti dan anjing liar tidak ada bedanya," bisik Jian Chen ke wajah Yan Ting yang ketakutan. "Lain kali kau melihatku, merangkaklah menjauh."

Dengan satu sentakan kasar, Jian Chen melempar Yan Ting layaknya proyektil. Tubuh murid inti yang jenius itu menabrak salah satu pilar marmer di luar paviliun hingga retak, memuntahkan darah, dan langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri di tengah genangan muntahannya sendiri.

Kedua pengikutnya jatuh terduduk di lantai, kaki mereka kehilangan tulang, mengompol seketika di tempat. Para penjaga paviliun menelan ludah dengan wajah seputih kertas.

Jian Chen menepuk-nepuk bahunya yang disentuh tadi, lalu melangkah santai memasuki Paviliun Kitab Suci, meninggalkan kekacauan dan horor absolut di pelataran luar.

1
selenophile
lagi
Nanik S
Aturan baru sang Monster👍👍👍
Nanik S
Paman dan keponakan yang rakus
Nanik S
Maaantaaap dapat harta karun
Nanik S
Dapat cincin Gratis
Nanik S
Mantap Pooool 👍👍👍
Bambang Widono
👍👍👍💯💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Optimus prime
cerita nya bagus...TPI lebih bagus ga ush pake bahasa inggris thor...👍👍
Nanik S
Pulang menghadapi Anjing dan pieraanya
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Hadir dan cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!