NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Hujan Darah di Desa Daun Kering

Langit di atas Desa Daun Kering tidak lagi biru. Sejak tiga hari lalu, semburat merah pekat seperti karat mengotori awan, seolah langit itu sendiri sedang terluka parah.

Zeng Niu, seorang bocah kurus berusia dua belas tahun, mengusap keringat di dahinya yang kotor. Di tangannya terdapat kapak kayu yang tumpul. Ia mengatur napasnya, mencoba mempraktikkan teknik pernapasan amatir yang ia intip dari seorang pengawal karavan beberapa bulan lalu.

Satu tarikan napas panjang... dua hembusan pendek...

Zeng Niu memejamkan mata, berusaha merasakan apa yang disebut orang-orang sebagai Qi Langit dan Bumi. Namun, Dantian nya kosong. Tidak ada kehangatan, tidak ada energi yang mengalir. Tubuhnya ibarat ember kayu yang bocor.

"Bakatku memang seburuk lumpur," gumam Zeng Niu datar. Suaranya tidak menyimpan kekecewaan, hanya penerimaan atas realitas. Ia tidak punya dukungan klan, tidak punya guru, dan akar spiritualnya nyaris tidak ada. Bagi dunia kultivasi yang agung, ia hanyalah semut fana yang ditakdirkan mati sebagai penebang kayu.

Namun, sebelum ia bisa mengayunkan kapaknya lagi, setetes cairan hangat jatuh menetes di punggung tangannya.

Zeng Niu menunduk. Cairan itu kental, merah gelap, dan berbau amis yang menyengat.

Hujan darah.

Tiba-tiba, lolongan anjing terdengar dari arah desa. Lolongan itu sangat panjang, lalu terputus secara tidak wajar, digantikan oleh suara robekan daging dan jeritan manusia.

Zeng Niu menjatuhkan kapaknya dan berlari menuju desa. Apa yang menyambutnya di sana adalah pemandangan dari neraka lapis kesembilan.

Sapi-sapi ternak yang biasanya jinak kini memiliki mata merah menyala, dengan tulang rusuk yang mencuat keluar dari kulit mereka membentuk duri-duri tajam. Anjing penjaga kepala desa telah membengkak seukuran kuda, rahangnya terbelah menjadi tiga bagian, meneteskan liur beracun yang membakar tanah.

Hewan-hewan ini telah bermutasi menjadi Yao Aberasi.

"Niu'er! Lari!"

Zeng Niu membeku. Di pelataran rumah tanah liat mereka, ayahnya sedang memegang cangkul, berusaha menahan anjing mutan yang mengamuk. Dalam sekejap mata, cangkul itu patah. Cakar sang monster menyapu, memisahkan kepala ayahnya dari tubuhnya dalam satu tebasan brutal. Darah menyemprot ke dinding rumah.

Ibunya, yang baru saja keluar dari dapur, ditabrak oleh sapi mutan dan diinjak hingga tubuhnya hancur.

Tidak ada kata-kata perpisahan yang heroik. Tidak ada cahaya pelindung dari langit. Kematian di Era Keruntuhan Surga datang begitu cepat, murah, dan tanpa martabat.

Napas Zeng Niu tercekat di tenggorokan. Rasa takut yang begitu kuat mencengkeram jantungnya, membuat seluruh tubuhnya mati rasa. Namun, alih-alih berteriak atau menangis histeris seperti anak-anak lain yang kini sedang dikoyak di tengah jalan, pikiran Zeng Niu menjadi sangat dingin. Insting murni untuk bertahan hidup mengambil alih sisa-sisa kemanusiaannya.

Sembunyi.

Tanpa melihat ke belakang, ia merunduk di bawah pagar kayu dan merayap masuk ke semak-semak lebat, bergerak menuju belakang balai desa. Di sana terdapat sumur tua yang sudah mengering setengahnya.

Dengan tangkas dan tanpa suara, Zeng Niu menyelinap ke dalam mulut sumur. Ia menggunakan punggung dan kedua kakinya untuk menahan diri di dinding batu sumur yang berlumut, turun perlahan hingga mencapai dasar yang lembab. Kegelapan menyelimutinya.

Dari atas, suara jeritan warga desa perlahan berubah menjadi rintihan, dan akhirnya, hanya menyisakan suara kunyahan tulang dan daging yang memuakkan.

Zeng Niu duduk memeluk lututnya di dasar sumur. Ia menggigit lengannya sendiri kuat-kuat, menahan agar giginya tidak gemeretak karena gemetar. Air mata mengalir di wajahnya yang kotor, tapi matanya menatap kosong ke dinding batu.

Satu hari berlalu. Suara monster di atas masih terdengar mondar-mandir. Dua hari berlalu. Perut Zeng Niu melilit hebat, tenggorokannya kering seperti terbakar bara api.

Pada hari ketiga, hujan darah turun dengan lebat.

Air hujan yang bercampur dengan darah monster dan manusia merembes masuk melalui bibir sumur, mengalir turun ke dasar. Genangan air kotor setinggi mata kaki terbentuk di sekitar Zeng Niu. Bau amisnya membuat perutnya mual, namun dahaga telah membawanya ke ambang kematian.

Yang ada hanyalah genangan air darah yang menjijikkan.

Zeng Niu menatap air tersebut. Jika ia meminumnya, ia mungkin mati keracunan mutasi. Jika ia tidak meminumnya, ia pasti mati kehausan.

"Aku tidak akan mati di sini," batinnya, matanya menajam, kehilangan kepolosan masa kecil selamanya. "Dewa menjatuhkan bencana ini... maka aku akan menelan bencana ini untuk tetap hidup!"

Zeng Niu menangkupkan kedua tangannya yang gemetar, meraup air hujan bercampur darah Yao, dan meminumnya dengan rakus.

Seketika itu juga, rasa sakit yang luar biasa meledak di dalam perutnya. Darah mutan itu liar dan buas, merobek-robek organ dalamnya layaknya ribuan jarum. Tubuh kurusnya menegang keras, urat-urat menonjol di lehernya. Kulitnya memerah seolah direbus.

Jika ia memiliki akar spiritual yang baik, energinya akan tersalurkan ke Dantian. Namun karena Dantian nya tertutup, energi liar itu tidak punya tempat pelarian dan mulai merusak otot serta tulangnya secara brutal.

Ia merobek ujung bajunya, menyumpalnya ke dalam mulut, dan menggigitnya kuat-kuat agar tidak berteriak. Ia menggunakan teknik pernapasan karavan yang cacat itu bukan untuk menyerap Qi, melainkan semata-mata untuk menjaga kesadarannya agar tidak gila karena rasa sakit.

Selama berjam-jam, di dalam kegelapan sumur yang mencekam, tubuh manusia biasa Zeng Niu dihancurkan dan ditempa ulang secara paksa. Ia tidak memahami Dao, ia tidak memahami hukum alam; ia hanya menggunakan ketekunan yang kejam untuk menaklukkan energi di dalam tubuhnya.

Ketika rasa sakit itu akhirnya mereda perlahan seiring fajar menyingsing, kain di mulut Zeng Niu telah hancur oleh gigitannya sendiri. Ia terengah-engah, berlumuran lumpur, keringat, dan darah hitam yang merembes dari pori-porinya.

Ia mengepalkan tinjunya. Ada sensasi yang asing. Otot-ototnya yang dulu lemah kini terasa padat, tulangnya sekeras besi. Tanpa ia ketahui, melalui metode yang bunuh diri dan tanpa bimbingan siapa pun, ia telah menembus Penempatan Tubuh Tahap 1.

Zeng Niu mendongak ke atas, menatap secercah langit kelabu dari lubang sumur. Tatapannya sedingin es abadi. Hari itu, bocah fana di Desa Daun Kering mati bersamanya, digantikan oleh seorang pengembara yang akan menantang dewa.

...SISTEM KULTIVASI:...

...1. Penempaan Tubuh Tahap 1-9...

...2. Pengumpulan Qi Tahap 1-9...

...3. Foundation Establishment...

...4. Gorden Core...

...5. Nascent Soul...

...6. Spirit Severing...

...7. Void Refining...

...8. Dao Fusion...

...9. Immortal...

1
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!