NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:573
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

Mendengar pertanyaan yang tiba tiba itu ,Liu Yongning seketika memiliki wajah pucat ,matanya sedikit kabur saat Yan Qin mengajukan pertanyaan yang berbahaya itu.

Perlahan ia menggelengkan kepala , tanda tidak berdaya dengan hidupnya , matanya yang terpejam sedikit sayu.

" tidak tuan , saya masih mengingat dengan wasiat ayah sebelum meninggal , aku tidak boleh memikirkan tentang balas dendam , karena sejak zaman dahulu, ayah mendapatkan takhta dengan cara yang sama " kata Liu Yongning dengan nada di buat begitu mantap .

Yan Qin hanya tersenyum samar , " baiklah kamu makan malam dahulu, sebelum jam matahari terbit , kita semua akan berangkat " katanya dengan suara berat .

" umhh ...!"

Yan Qin berbalik dan berjalan ke arah ruangan yang masih ada dalam satu ruangan dengan kamar utama , kamar yang sekarang ditempati oleh Liu Yongning.

Ia perlahan duduk dan membuka gulungan bambu yang didapatkannya dari paviliun dagang Qingyun, dengan cermat membaca informasi tentang provinsi Bingzhou.

" untung saja pemilik tubuh sebelumnya memiliki keahlian membaca dan menulis, bila tidak, maka kemungkinan dia terus menerus di manipulasi oleh beberapa pihak dan aku sekarang yang menempati tubuhnya tidak perlu repot repot belajar membaca menulis " pikirnya dalam hati.

" memang benar teknik tulisan masih menggunakan bahasa Xia kuno dan itu cukup rumit, "

" ternyata Bingzhou sekarang tidak termasuk ke dalam wilayah Da Qian , apakah kaisar jahat itu ingin aku menaklukannya , hanya ada kawasan Liaodong yang masuk ke dalam kekuasaan Da Qian sejak dahulu , "

" memang strategis dan juga bisa menghasilkan banyak uang dan makanan, tapi bahayanya sangat banyak , klan klan bangsawan pasti banyak yang menghalangi , biarlah aku juga belum tahu bagaimana keadaan sebenarnya dari prefektur Bingzhou "

Setelah membaca dan memahami beberapa waktu, ia hanya bisa menghela nafas pelan, lalu perlahan memejamkan mata , guna sekedar untuk mengistirahatkan batin dan jiwa yang cukup lelah .

Keesokan harinya , saat waktu matahari terbit , dari gerbang utara ibukota Luoyang , sebanyak dua ribu orang dari berbagai usia berjalan dengan langkah kaki yang pelan dan tidak terlalu teratur , di bagian depan , kereta kuda yang memiliki desain sederhana melaju tanpa tergesa gesa , sedangkan di samping kanan, kiri ,depan dan belakang sebanyak dua sampai empat prajurit bersenjata tombak , menjaga dengan begitu ketat .

Mata mereka fokus dan aura kedisiplinan militer masih samar ada , tidak goyah dan tampak begitu tangguh.

Untuk semua anak anak , menaiki kuda yang sudah tersedia dan itu mencapai jumlah sekitar lima puluh ekor kuda , di bagian tengah ada gerobak berisi bahan makanan dan kebutuhan pokok untuk perjalanan panjang tersedia cukup banyak.

Di belakang ratusan prajurit yang membawa senjata masing masing juga menjaga dengan ketat , sedangkan di beberapa tempat ada prajurit penembak panah , mengawasi daerah sekitarnya.

Para penduduk ibukota tahu bahwa itu adalah rombongan jenderal Qin yang mendapatkan jabatan di luar kota , sehingga beberapa tokoh masyarakat menonton iring iringan rombongan sang jenderal Harimau kiri.

" ternyata tuan Qin , semoga sukses di sana ...!"

" tuan Qin , anda pasti menorehkan prestasi..!"

Beberapa warga dan tuan muda dari beberapa klan ibukota mengucapkan selamat dalam perjalanan.

Yan Qin yang tampak tenang , tahu apa yang ada dalam pikiran para tuan muda dan penduduk ibukota , mereka ingin dirinya segera dengan cepat dan bergegas meninggalkan ibukota dan ia yakin bahwa setelah kepergiannya , para penduduk dan tuan muda akan mengadakan perayaan besar atas kepergiannya .

" tunggu saja nanti , tidak akan lama lagi , aku akan datang dan kembali mengacaukan ibukota.." kata Yan Qin dengan pelan , tidak ada yang mendengarnya, hanya dirinya yang jelas mendengar suaranya.

Yan Qin dengan cekatan mengendalikan kuda perangnya, berjalan menelusuri jalan utara yang penuh dengan debu dan angin lembut tropis .

Trap

Trap ...

Ia menoleh ke bawah dan melihat salah satu prajurit yang memiliki pangkat kapten dengan zirah kulit hitam lengkap .

" Cai Mu , setelah melewati hutan pinus, kita semua berhenti untuk mengisi energi " kata Yan Qin dengan jelas.

Prajurit yang berjalan di bawahnya mengangguk dengan cepat " baik jenderal, bawahan ini akan mematuhi instruksi " kata Cai Mu dengan jelas dan tegas.

Sepanjang jalan rombongan Yan Qin tidak bertemu dengan satupun penduduk atau prajurit yang melintas ,suasana terasa sepi dan lengang , hanya suara hewan hewan terbang dan beberapa serangga yang hingga di antara pepohonan.

Setelah berjalan beberapa jam , akhirnya mereka memasuki hutan pinus, hutan pinus adalah batas antara ibukota dan wilayah wilayah luar , setelah melewati hutan pinus , maka perjalanan sebenarnya akan dimulai .

Hutan pinus sangat lebat dan banyak pohon pohon besar tumbuh kokoh serta berbagai macam vegetasi alami di sekitarnya.

Udara dingin menyapa wajah setiap orang yang melewati hutan pinus , anak anak sudah meringkuk ketakutan dalam pelukan ayah atau ibunya , suasana menjadi sedikit remang remang dan gelap , bahkan obor api harus di hidupkan, suara langkah kaki kuda memecahkan keheningan dan roda kereta kuda yang bergulir begitu jelas terdengar.

Yan Qin mengeluarkan senjata pedangnya, mengamati dengan tatapan tajam di depan dan sekitarnya, ia tidak merasakan adanya masalah atau bahaya , namun sikap waspada harus ada , agar bisa mengantisipasi keadaan , bilamana terjadinya serangan tiba tiba dari arah depan atau samping .

Tidak jauh berbeda dengan Yan Qin , para prajurit sudah waspada sejak awal , mata mereka mengamati dengan jelas, keadaan lingkungan, dan juga semak semak di sekitarnya.

Trap

Trap

Trap

Setelah sekitar dua jam berjalan di atas keheningan hutan pinus , cahaya matahari kembali menerpa wajah dingin setiap prajurit, tanpa bahwa hutan pinus telah dilalui tanpa ada masalah atau gangguan apapun.

Pemandangan terang yang gersang begitu jelas terlihat, jalan lebar tanah yang kering dengan beberapa petak sawah kering di sekitar bahu kanan ,kiri jalan , menyapa mata setiap orang yang melewatinya.

" jenderal kita telah sampai di luar ibukota , di mana kita akan beristirahat ?"

" terus jalan , nanti saat ada sungai kecil , kita putuskan untuk berhenti !"

" siap !"

Tanpa diperintah , beberapa prajurit yang memiliki keahlian mengintai, bergegas terlebih dahulu, jumlahnya tidak banyak , hanya sekitar lima sampai enam orang dan itu adalah prajurit yang ikut serta dalam rombongan sang jenderal.

Yan Qin menghentikan kudanya , dalam pandangannya, sebuah desa yang tampak begitu kecil terlihat kosong.

" di mana para penduduk?"

" jenderal, tempat ini adalah kamp tahanan eksekusi penjahat perang negara , dan mengapa ini tampak kosong karena tidak ada yang mau tinggal..!" Kata Cai Mu memberi tahu .

Yan Qin menatap beberapa saat , " terus lanjutkan..!"

Tanpa berhenti , rombongan akhirnya sampai di tempat tujuan pertama , yaitu padang rumput kuning dengan sungai kecil yang tampak tidak terlihat ada air atau sumber air .

" jenderal, musim kering sudah setahun lamanya , para petani sudah pindah ke selatan, dan di sepanjang jalan utara , hanya kekeringan yang terhampar luas "

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!