Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
Renata tampak menangis sesenggukan, bahkan sebuah tangan tampak melingkar di perutnya.
"Dek ... Dek ... bangun, kamu kenapa kok malah menangis?" tanya Ivan dengan dengan nada yang terdengar khawatir. Bahkan tangan Ivan yang sedari tadi memeluk istrinya itu, sekarang terlihat berubah menepuk nepuk istrinya dengan sangat lembut. Agar istrinya itu segera bangun dari tidurnya, dan membuka mata.
Akhirnya Renata pun membuka matanya yang sedari tadi terpejam, ternyata dari tadi dia itu masih tidur. Dan untuk perihal Esther, itu hanyalah sebuah mimpi semata.
Setelah membuka ke dua matanya itu dengan sangat lebar, ntah kenapa Renata sangatlah sulit untuk menghentikan air matanya yang terus mengalir deras, bahkan sampai sekarang pun dia juga terlihat masih terisak.
Ntah kenapa walaupun hanya sebuah mimpi? Tapi rasa sakit karena di selingkuhi oleh suaminya seakan terbawa sampai ke dunia nyata.
"Dek, udah dong nangisnya. Memangnya kamu itu mimpi apa? Kok bisa sampai terisak seperti itu!" tutur Ivan dengan nada bingung kepada istrinya.
Karena saat dia pulang dari cafe selepas menemui Esther, Ivan langsung memeluk istrinya dalam posisi tertidur.
Awalnya tidur Renata terlihat sangat pulas sekali, hampir saja Ivan akan menyusul istrinya itu ke alam mimpi.
Awalnya Ivan memang berniat untuk ikut tidur bersama dengan anak dan juga istrinya. Karena benar apa yang di katakan oleh Dion, tempat ternyaman seorang suami adalah rumah istri sahnya.
Jadi jika ada yang bertanya, apakah perubahan yang terjadi pada Ivan sekarang ini ada campur tangan Dion sepupunya. Jawabannya adalah benar sekali, karena perdebatan antara dirinya kemarin dan juga Dion.
Sebenarnya di menangkan oleh Dion, karena Dion mengancam akan melaporkan perihal perselingkuhan yang di lakukan oleh Ivan dan juga Esther pada Renata dan juga ke pada ke dua orang tuanya Ivan.
Ivan yang berani menyelingkuhi istrinya, nyatanya nyalinya langsung ciut. Saat dia ancam oleh Dion dengan menyebarkan perselingkuhan yang dilakukannya sendiri dalam keadaan sadar.
"Dek .. udahlah jangan nangis lagi!" Ivan masih saja berusaha untuk menenangkan istrinya.
"Hiks, iya Mas .. iya Mas ..aku itu masih usaha dengan sangat keras, untuk mengentikan air mataku ini. Rasanya sangat sulit sekali Mas, untuk berhenti. Karena mimpi itu terasa nyata, sekarang hatiku itu sakit Mas ... sakit jika teringat akan mimpi itu," ujar Renata di sertai dengan sebuah isakan.
Alis Ivan terlihat menyatu, karena sekarang ini dia di buat sangat bingung dan juga penasaran. Sebenarnya istrinya itu mimpi apa? Sehingga membuatnya sampai terbawa ke dunia nyata. Lantas dari pada penasaran, akhirnya Ivan pun memilih untuk langsung bertanya, "Memangnya kamu itu mimpi apa Dek?"
Renata terlihat menghirup udara sebanyak banyaknya, untuk mengisi udara di rongga dadanya yang sekarang ini terasa kosong. Karena dadanya itu terasa sangat sesak.
Renata terlihat terus mengusap usap ke dua pipinya yang basah karena air matanya yang terus saja mengalir dengan deras.
Melihat istrinya yang masih syok dan juga terisak, Ivan dengan penuh perhatian pun bangkit dari tidurnya. Dia berjalan ke arah dapur, untuk mengambilkan istrinya itu air putih. Agar istrinya itu bisa tenang terlebih dahulu.
Setelah mengambil segelas air putih, Ivan pun berjalan kembali menghampiri istrinya. Lalu membantu istrinya itu untuk duduk, agar istrinya itu dapat meminum segelas air putih yang tadi sudah dia ambilkan.
intinya karakter yg lemah... terlalu baikkk 😌
dikasih teguran bukannya sadar, tapi malah menyalahkan 😡😤
seperti Api yg melahap apa yg ada👍