"ini akibatnya lo berani lukai pacar gua sialan, siapapun tidak gue izinin main tangan sama orang yang gue sayang.. lo ngerti kan!!".
" ngerti kak"ucap cantika.
"ingat lo itu cuma penebus hutang jadi jangan berharap gue memperlakukan lo dengan baik" desis bintang.
cantika tidak menyangka hidup nya seperti ini.. hatinya masih sakit karena perlakuan tidak adil. orang tuanya, kini dia kembali di buat kecewa sama nenek nya sendiri.
"gue tidak menyangka nenek tidak tulus menyayangi gue. dia sama aja dengan yang lain" oceh cantika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 20
Bintang sudah sampai di depan tempat tinggal cantika dan kawan-kawan nya. Pintu gerbang itu masih tertutup rapat dan sepi sekali.
Bintang pun menelpon valen untuk membuka gerbang untuk nya. Cuaca di desa itu dingin banget karena baru selesai hujan.
"Ada apa sih bang" suara serak valen terdengar seperti nya baru bangun tidur.
"Lo cepat buka gerbang, gue di depan ini" ujar bintang.
"Gue tidak di rumah bang, gue masih di tempat kkn sekarang".
"Gue tahu.. Gue ada di depan rumah kkn lo.. Cepat buka gerbang nya gue kedinginan" suruh bintang.
"Apa bang!! Lo di sini" valen langsung keluar dari kamar sambil berlari menuju depan.
Pas buka pintu, abangnya itu sudah terlihat di dengan gerbang. Mata valen langsung melek 100 persen.. Abangnya itu datang di waktu yang tidak tepat.
"Lo ngapain bisa di sini sih bang? Dari mana tahu tempat tinggal nya kami" valen membuka pintu gerbang.
Bintang pun masuk ke dalam mobil nya dan langsung masuk ke halaman rumah itu.
"Sana ambil stok makanan di belakang, abang beli banyak untuk lo dan teman-teman lo" suruh bintang.
Valen menerima kunci mobil dari bintang dan membuka pintu belakang mobil.. Dia senang banyak banget stok makanan dan cemilan yang abang nya itu bawa. Kebetulan bahan makanan mereka sudah mulai menipis karena belum sempat beli ke pasar.
"Lo belum jawab pertanyaan gue bang, lo ngapain di sini".
"Ya mau ketemu istri gue lah.. Gue mau tahu perkembangan anak gue" jawab bintang dengan santai nya.
Wajah valen langsung berubah, dia tidak menyangka abangnya itu tahu cantika hamil anaknya.
"Kenapa muka lo shock! Kaget ya dari mana abang lo ini tahu.. Gue akui pinter banget lo dan cantika menyembunyikan ini semua" bintang menoyor kepala sang adik.
"Ya itu salah lo sendiri bang yang selalu menyiksa cantika. Apalagi lo terlalu fokus dengan kehamilan istri kedua lo itu" ketus valen.
Valen melihat seseorang mengintip dari samping rumah, dia pun mengajak bintang masuk ke dalam rumah, tidak lupa memanggil teman-teman nya untuk membawa stok makanan yang abangnya itu bawah.
Cantika yang baru keluar dari kamar heran melihat banyaknya cemilan dan stok makanan yang lainnya di meja dapur.
"Num siapa yang kepasar, kok banyak sekali yang di beli" tanya cantika.
"Ini di bawa sama abangnya valen can. Dia berapa menit yang lalu sampai" jawab hanum yang menaruh semuanya pada tempat nya.
Degg!!
"Abang??" perasaan nya tidak enak, pikiran nya langsung tertuju sama bintang.
"Ya abang ya valen, tu mereka lagi duduk di ruang depan" tunjuk hanum.
Cantika pun langsung menuju depan. Dia langsung gemeterann melihat siapa itu..
"Kak bintang ngapain di sini" cantika langsung berkeringat dingin melihat suaminya itu.
Bintang pun melihat istri nya itu mengintip. Dia tersenyum melihat perut buncit cantika.. Ada perasaan aneh yang dia rasakan tapi tidak bisa di ungkap kan.
"Cantika kenapa ngintip, sini dong sambut suami mu yang baru datang" panggil bintang.
"Awas lo ya bang kalau kasar sama cantika" bisik valen.
"Itu tidak akan pernah terjadi lagi, pegang kata-kata gue" bisik bintang kembali.
Mau tidak mau cantika pun ke sana tapi dia memilih duduk di dekat valen ketimbang suaminya itu. Bintang dapat merasakan ketakutan cantika padanya.
"Gue akan menginap berapa hari di sini".
" baik lah bang. Biar kinan dan putri pindah kamar.. Lo jangan ngedumel nanti karena tempat tidur nya tidak senyaman di rumah " pesan valen.
Dia tidak mau egois, anak yang ada di dalam kandungan cantika berhak juga dapat kasih sayang dari papanya, valen percaya kalau cantika tidak mungkin jatuh cinta sama orang yang telah menyiksanya.
********
Bintang sebenarnya tidak nyaman berbaur dengan banyak orang, apalagi makan lesehan seperti ini tapi mau gimana lagi dari pada dia kelaparan.
Anak-anak yang lain sudah tahu kalau bintang suami cantika sekaligus abangnya valen juga.
"Enak loh bang makan pake tangan gini, silahkan abang coba" suruh valen.
"Lo sengaja ngerjain gue kan" tuduh bintang.
"Gak kok. Lihat tuh yang lain juga pakai tangan kok makannya" tunjuk valen.
Akhirnya bintang pun makan menggunakan tangan, dia menikmati masakan sang istri yang sudah lama tidak bisa dia nikmati.
Sampai sore ini cantika belum mau ngajak nya ngobrol sama sekali, bintang memaklumi nya kok.. Setelah makan valen mengajak abangnya ngobrol di ruang tengah.
"Bang selama di sini abang harus mengikuti peraturan yang ada dan menghormati apapun adat-istiadat desa ini. Salah satunya setelah magrib kita di larang keluar rumah jadi mumpung masih sore abang harus ambil barang-barang abang yang ada di dalam mobil" jelas valen.
Valen menceritakan tentang salah satu teman nya yang menghina kepercayaan warga dan saat ini mereka lagi di incar oleh sekte iblis. Valen tidak menceritakan kalau cantika lah target utama.
Jadi waktu lo bertanya seandainya lo hamil anak gue itu karena lo sudah hamil" tanya bintang, saat ini mereka lagi di kamar untuk istirahat.
"Ya tapi lupakan lah,, toh kak bintang tidak menginginkan bayi ini juga.. Kak bintang tenang aja kami tidak akan mengganggu kebahagiaan kak bintang dan bella" janji cantika.
Bintang memeluk cantika.
"Maafkan kesalahan gue selama ini, gue tahu lo pasti sulit memaafkan gue setelah apa yang gue perbuat sama lo selama ini" bintang minta maaf.
"Mending kakak istirahat saja, gue keluar bentar untuk mengerjakan tugas" cantika keluar dari kamar.
Bintang menghela nafas berat, dia sadar diri. Cantika pasti sulit memaafkan nya bahkan tidak akan pernah memaafkan setelah perlakuan kasar nya selama ini.
"Gua akan melakukan apapun supaya lo mau memaafkan gue can.. Anak kita berhak mendapatkan kasih sayang dari gue dan bukan anak yang di kandung bella" batin bintang.
Valen melihat cantika keluar dari kamar terkekeh.
"Lo kenapa keluar, bukan nya habiskan waktu dengan suami lo itu".
" kita tidak pernah akrab seperti yang orang-orang pikir kan. Lo jangan pura-pura tidak tahu" ketus cantika lalu duduk di sebelah valen.
"Yayaya.. Sorry".
"Terus gimana dengan rencana kita?".
"Secepatnya supaya kita fokus dengan tugas kita di sini.. Lo gak usah khawatir".
" gue gak khawatir tapi sudah tidak sabar aja bikin ki ireng mendekam di penjara.. Gue mau tahu apakah kanjeng ratunya bisa membebaskan nya dari penjara ".
" semenjak lo hamil. Sifat lo berubah jadi tegas dan pemberani. Ini baru sahabat gue".
"Mungkin anak gue tidak suka mamanya di tindas terus sama orang-orang yang tidak penting bagi gue" jawab cantika dengan santai.