Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.
Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.
Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.
"Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."
Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedinginan
Waktu menunjukkan pukul 12 malam. Mansion keluarga Rich sudah diselimuti keheningan. Di dalam kamar, Chira dan Cecilia sudah terlelap dalam mimpi indah mereka. Namun, mata Rayna masih terjaga. Ia telah selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian santai yang nyaman, namun pikirannya terus melayang pada sosok suaminya.
Hatinya gelisah. Ia tahu angin malam sangat menusuk, dan Deva hanya keluar dengan jubah mandi tadi. Rayna membuka lemari, mengambil sebuah selimut tebal yang hangat. Ia melirik ke jendela.
Agar tidak membangunkan penghuni rumah lain, Rayna memilih jalur ekstrim. Dengan keterampilan bela diri yang ia asah sejak kecil, ia melompat dari ambang jendela lantai dua.
Hup!
Ia mendarat dengan sempurna tanpa suara di atas rumput taman. Tanpa memedulikan hawa dingin yang mulai merayap ke tulangnya, Rayna berlari kecil menuju rumah pohon yang berdiri kokoh di pojok halaman luas itu.
Dengan hati-hati, ia memanjat tangga kayu satu per satu. Napasnya tertahan saat tangannya menyentuh pintu kayu rumah pohon tersebut. Perlahan, ia mendorongnya terbuka.
Cahaya bulan masuk melalui celah-celah kayu, menyinari sosok Deva yang ternyata sedang duduk menyandar di pojok ruangan, terjaga sepenuhnya dan hanya ditemani senter dari ponselnya. Mata mereka beradu dalam kegelapan yang sunyi.
"Ngapain kamu datang kemari?" tanya Deva, suaranya terdengar sinis dan dingin, memecah kesunyian malam. Ia sedikit menjauh, takut cewek itu bukan Rayna melainkan makhluk astral jadi-jadian.
“A-aku bawakan selimut, Kak,” jawab Rayna canggung.
“Ck, nggak usah sok perhatian. Pergi sana!” bentak Deva menolak.
“Tapi… kamu bisa kedinginan,” ucap Rayna maju selangkah.
“Kedinginan? Tidak akan! Kulitku sangat tebal. Kamu-”
"Hushhh~"
Angin malam menusuk celah kayu, membuat bahu Deva yang hanya tertutup jubah mandi tipis itu gemetar hebat. Giginya bergeletuk pelan. Rayna menunduk, bibirnya berkedut menahan tawa yang nyaris meledak.
"Ngapain kamu ketawa? Memangnya aku lagi stand up comedy, ha?!" bentak Deva, berusaha menjaga wibawanya yang sudah terbang tertiup angin.
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Rayna, suaranya bergetar menahan tawa.
"Ck, buang saja selimutnya. Tidak butuh! Yang kubutuhkan itu baju!" timpal Deva asal bicara, hanya agar tidak terlihat kalah oleh gadis yang telah sah menjadi istrinya itu.
Mendengar itu, Rayna terdiam sejenak. Tanpa membantah, ia dengan patuh melemparkan selimut tebal itu ke sudut ruangan. Ia kemudian maju, bersimpuh tepat di depan Deva yang kini memojok ke dinding kayu.
"E-eh... mau apa kamu?" mata Deva melebar sempurna saat melihat jemari lentik Rayna mulai bergerak membuka satu per satu kancing baju tidurnya.
"Jangan macam-macam ya! Jangan mendekat!"
Deva spontan memeluk dirinya sendiri dengan wajah pucat. Pikirannya melantur ke mana-mana.
Dia kenapa? Jangan-jangan dia bukan Rayna, tapi Mbak Kunti penunggu pohon ini yang mau ganti wujud? Atau dia mau... m-menggodaku?!
"Tadi Kak Deva bilang butuh baju, kan?" tanya Rayna polos, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Deva yang sudah keringat dingin.
"Bajuku cukup tebal, ini bisa menghangatkanmu."
Deva mematung. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut pada kuntilanak, tapi karena menyadari bahwa istri pengganti yang ia maki-maki tadi ternyata punya sisi nekat yang bisa membuat jantungnya copot kapan saja.
Dia… sungguh sepolos ini? Atau memang bodoh? Bagaimana kalau aku tiba-tiba khilaf?
____
Istri sendiri kok Dev...
Jangan lupa like ya Bestie!~Rayna.
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗