NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Dominasi Tianqiong

Tianqiong dengan santai menyibakkan rambutnya ke belakang telinga, gerakannya halus, seolah tanpa usaha, namun justru semakin menonjolkan kecantikannya. Bibirnya terangkat membentuk senyum tipis, penuh arti.

Tanpa terburu-buru, ia berbalik lalu duduk di ranjang milik Yun Zhu. Satu kakinya terlipat ringan, tubuhnya bersandar sedikit ke belakang, tampak begitu nyaman seolah itu memang ruang miliknya.

Tangannya terangkat perlahan.

Udara di atas telapak tangannya bergetar tipis.

Dalam sekejap, titik-titik cahaya gelap berkumpul, memadat, lalu membentuk sebuah buku. Prosesnya cepat, hampir instan, seolah benda itu memang sudah ada dan hanya dipanggil keluar.

Tanpa banyak penjelasan, Tianqiong melemparkannya.

Yun Zhu refleks menangkap.

"Eh—!"

Buku itu hampir terlepas dari tangannya. Ia buru-buru merapatkannya ke dada, memeluknya agar tidak jatuh. Jantungnya sempat berdetak lebih cepat karena gerakan mendadak itu.

"Apa ini?" tanyanya, masih sedikit terengah.

Tianqiong tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Yun Zhu sejenak, matanya menyipit samar, seolah menikmati reaksinya.

"Itu, cara untukmu..."

Yun Zhu memiringkan kepalanya, alisnya berkerut.

"Untukku?"

Dengan ragu, ia membuka buku itu. Halaman pertama dibalik perlahan. Matanya mulai menyapu isi tulisan di dalamnya.

Awalnya biasa saja.

Lalu perlahan ekspresinya berubah.

Matanya menyipit, lalu terbuka lagi, memastikan apa yang ia lihat benar. Ia mendekatkan buku itu sedikit ke wajahnya, membaca lebih teliti.

Halaman dibalik lagi.

Dan—

"Ini—"

Gerakan Yun Zhu terhenti.

Wajahnya langsung menegang.

Dengan cepat, ia menutup buku itu dengan bunyi cukup keras, seolah berusaha 'menghapus' apa yang barusan ia lihat.

"Senior, apa-apanya ini?!" suaranya naik sedikit. Bukan marah sepenuhnya, tapi jelas kesal dan bingung.

Ia memegang buku itu agak jauh dari tubuhnya, seolah benda itu tiba-tiba menjadi berbahaya.

Tianqiong hanya tertawa kecil. Bahunya sedikit terangkat, matanya menyipit geli.

"Jangan pura-pura tidak tahu, bocah."

Ia berdiri dari ranjang, langkahnya pelan namun pasti. Saat mendekat, ujung jarinya menyentuh buku itu, lalu dengan santai menariknya dari tangan Yun Zhu.

"Ini namanya Teknik Kultivasi Ganda."

Yun Zhu refleks mundur selangkah.

"Aku tahu itu," katanya cepat, lalu sedikit menahan suara, "maksudku... kenapa harus itu?"

Tianqiong menghela napas pelan, memutar bola matanya sedikit, seolah menghadapi murid yang terlalu banyak bertanya.

"Bocah, banyak tanya sekali."

Ia mengembalikan buku itu ke tangan Yun Zhu, kali ini dengan gerakan lebih pelan.

"Teknik ini bisa meningkatkan kultivasi dalam waktu singkat. Menyentuh Foundation Establishment dalam sebulan juga bukan mimpi untukmu."

Yun Zhu terdiam.

Tangannya yang memegang buku itu sedikit mengencang.

Sebulan?

Itu bukan cepat lagi.

Itu tidak masuk akal.

"Lalu..." ia ragu sejenak, menelan ludah, "dengan siapa aku bisa melakukannya?"

Tatapannya sedikit menghindar, jelas tidak nyaman mengucapkan pertanyaan itu.

Tianqiong tidak menjawab dengan kata-kata.

Ia hanya mengangkat tangannya.

Menunjuk dirinya sendiri.

Gerakan sederhana.

Namun cukup untuk membuat Yun Zhu membeku.

"Memangnya kau pikir untuk apa aku di sini?"

Sunyi.

Beberapa detik terasa panjang.

Yun Zhu berkedip sekali, lalu dua kali, seolah otaknya terlambat memproses.

"Hah?"

Ia mundur satu langkah lagi, kali ini lebih jauh. Tangannya yang memegang buku hampir goyah.

"A-apa?" suaranya sedikit terbata. "Me-melakukannya... denganmu?"

Wajahnya jelas berubah.

Antara kaget, bingung, dan tidak percaya.

Sementara itu, Tianqiong hanya berdiri tenang di depannya, lengan terlipat ringan di bawah dada, kepala sedikit dimiringkan.

Ekspresinya santai.

Seolah bagi dirinya… itu bukan sesuatu yang aneh sama sekali.

"Sebenarnya apa yang kau mau, bocah."

Gerakannya tenang, namun tegas. Tianqiong menarik pergelangan tangan Yun Zhu, lalu dengan dorongan ringan namun tak bisa ditolak, menjatuhkannya ke atas ranjang.

Yun Zhu terduduk kaku. Bahunya menegang, jemarinya tanpa sadar meremas sprei putih di bawahnya. Napasnya sedikit tidak teratur.

"Ini menguntungkan kita berdua," lanjut Tianqiong santai. "Aku mendapatkan manfaat, kau juga mendapatkan manfaat."

"Tapi—" Yun Zhu hendak menolak.

Namun ucapannya terhenti oleh jari Tianqiong yang langsung menutup mulutnya.

Ia mengambil kembali buku di tangan Yun Zhu, meliriknya sekilas, lalu melemparkannya ke meja di samping ranjang. Buku itu jatuh dengan bunyi pelan.

Jari-jarinya kembali bergerak, kali ini menyentuh bahu Yun Zhu. Sentuhannya ringan, namun ada tekanan halus yang memaksanya menurut.

Dengan dorongan perlahan, Yun Zhu dibaringkan.

Tubuhnya kaku.

Tangannya bergerak, namun langsung ditahan oleh Tianqiong. Ia tidak akan membiarkan Yun Zhu lepas.

"Senior..." ucapnya ragu, suaranya sedikit tertahan.

"Senior?" Tianqiong mengulang, alisnya sedikit terangkat. "Apa aku terlihat tua bagimu?"

Yun Zhu langsung mengalihkan pandangan, merasa salah ucap.

"Lalu... apa?"

Senyum tipis terbentuk di bibir Tianqiong.

"Sebut saja namaku."

Tanpa menunggu jawaban, Tianqiong merangkak naik, memposisikan dirinya di atas tubuh Yun Zhu. Ia duduk dengan sengaja tepat di atas pinggul pemuda itu.

Yun Zhu menegang saat jarak di antara mereka semakin sempit.

Instingnya berteriak untuk mundur... namun tubuhnya tidak bergerak.

Ada sesuatu dalam tatapan Tianqiong, sesuatu yang membuatnya ragu apakah ia benar-benar ingin menolak.

Yun Zhu bisa merasakan panas tubuh Tianqiong dan tekstur jubah sutra yang halus. Ia merasakan paha Tianqiong yang lembut bersentuhan dengannya.

"Ini tidak—"

​Tianqiong memajukan tubuhnya, menekan perut Yun Zhu yang keras dan atletis dengan berat badannya.

"Apa memang ini satu-satunya jalan untukku? Bukankah terlalu memalukan, diduduki oleh wanita demi kultivasi?" pikir Yun Zhu.

Jemari Tianqiong yang dingin kini membelai rahang Yun Zhu, memaksa wajah pemuda itu kembali menatapnya.

"Ada apa denganmu?" bisiknya, napasnya beraroma harum obat-obatan langka. "Bukankah kau ingin berkultivasi?"

"Aku tahu itu," jawab Yun Zhu, suaranya masih ragu. "Hanya saja... tidak menyangka akan seperti ini. Akan terlalu memalukan jika orang lain tau ini."

"Hmph..." Tianqiong mendengus pelan, hampir seperti mengejek.

Ia mencondongkan tubuh lebih dekat. Helai rambut hitamnya jatuh, sebagian menutupi wajah mereka berdua, menciptakan ruang sempit yang terasa semakin sunyi dan pribadi.

"Bocah... kau benar-benar tidak tau untung."

Suaranya menurun.

"Aku tidak akan menerima kerugian apa pun. Kau akan menjadi bahan terbaik untukku berkultivasi."

Tangannya bergeser ke dada Yun Zhu, merasakan detak jantung yang semakin cepat.

"Dan kau... akan mendapatkan apa yang kau inginkan."

Wajahnya perlahan mendekat.

Sangat dekat.

Napasnya bisa dirasakan jelas oleh Yun Zhu, hangat dan teratur, kontras dengan napas Yun Zhu yang mulai tidak stabil.

"Orang lain tidak sepertiku," lanjutnya pelan. "Aku yang terbaik untukmu... dan kau yang terbaik untukku."

"Bagaimana bisa kau yakin dengan itu—"

Tanpa peringatan, Tianqiong membungkam bibir Yun Zhu.

Ciuman itu tidak lembut.

Itu adalah sebuah invasi. Lidah Tianqiong menyapu dengan liar, menuntut balasan, memaksa Yun Zhu yang tidak berpengalaman untuk mengikuti ritmenya yang dominan.

"Eumm."

Yun Zhu hanya bisa mengerang rendah di balik tautan bibir mereka, tangannya yang semula meremas sprei kini terangkat sedikit... berhenti di udara.

Mendorong, atau membiarkan?

Ia tidak bisa memilih antara keduanya.

​Satu menit yang terasa seperti selamanya berlalu.

Saat Tianqiong akhirnya menjauh, setetes saliva bening menghubungkan bibir mereka sebelum terputus di udara.

​Napas Yun Zhu memburu, dadanya naik turun dengan tidak teratur. Wajahnya merah padam, matanya sayu karena stimulasi yang baru pertama kali ia rasakan.

Sementara itu, Tianqiong hanya menatapnya dengan pandangan lapar, sudut bibirnya sedikit basah, memberikan kesan liar yang menggoda.

"Ingatlah, Yun Zhu."

Ia sedikit menunduk, mendekatkan bibirnya ke sisi telinga Yun Zhu.

Suaranya berubah lebih pelan.

Lebih dalam.

"Hubungan kita bukanlah guru dan murid."

Jari-jarinya menyentuh ringan dada Yun Zhu, tepat di atas jantungnya.

"Tapi kau adalah milikku."

Napasnya menyapu pelan telinga Yun Zhu.

"Aku bisa melakukan apa pun padamu," bisiknya, tenang namun penuh tekanan yang tak terlihat.

Dan untuk pertama kalinya, Yun Zhu benar-benar menyadari...

Ia telah melangkah ke sesuatu yang tidak bisa ia hindari lagi.​​

1
Chen Xi
nextt~/Determined//Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
Cecilia: eithhh
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Cecilia: beda bangun kalau deskripsiin cwo🗿
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
[?.?.?]
yandere kah?🗿
Chen Xi
next bantai²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!