Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.
Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyerapan Esensi Darah dan Getaran Gerbang Ketiga
Episode 31
Hutan Binatang Buas Azure kini telah menjadi sunyi kembali, namun kesunyian ini terasa lebih berat dan berbau amis. Kabut darah dari murid terakhir Sekte Pemurni Darah perlahan-lahan menyatu dengan kabut hutan, menciptakan pemandangan yang remang-remang dan mengerikan. Di bawah pohon beringin raksasa, Elder Xue tergeletak tak berdaya di atas tanah yang lembap, menatap ke atas dengan wajah yang seputih kertas. Di atasnya, berdiri Gu Sheng, sosok yang tampak seperti penguasa kegelapan yang sedang bersiap untuk mengakhiri sebuah nyawa yang tak berharga.
Gu Sheng menatap Elder Xue dengan pandangan yang kosong, seolah-olah ia tidak sedang menatap seorang manusia, melainkan hanya sebongkah batu energi yang menunggu untuk diekstraksi. Tangan kirinya masih terulur di atas kepala Elder Xue, memancarkan uap ungu tipis yang memberikan tekanan gravitasi luar biasa pada pria tua itu.
"Tolong... jangan..." Elder Xue berbisik, suaranya hampir tidak terdengar di sela-sela napasnya yang tersengal. "Sekte Pemurni Darah... kami memiliki Penatua Agung di tahap Origin Core... Jika kau membunuhku... dia tidak akan pernah melepaskan mu..."
Gu Sheng sedikit memiringkan kepalanya, sebuah gerakan yang sangat predator. "Origin Core? Menarik. Itu berarti aku akan memiliki makanan yang lebih lezat di masa depan. Tapi untuk saat ini... kau adalah nutrisi yang ku butuhkan untuk melangkah lebih jauh."
Tanpa memberikan kesempatan lagi bagi Elder Xue untuk berbicara, Gu Sheng menempelkan telapak tangannya ke dahi pria itu.
"Teknik Penelan Langit, Ekstraksi Darah Abadi!"
SRUUUUUUUUUUUUUUUT!
Jeritan Elder Xue meledak, memecah kesunyian malam di hutan itu. Tubuhnya mengejang hebat, punggungnya melengkung ke belakang hingga tulang-tulangnya berderak keras. Dari pori-pori kulit Elder Xue, aliran darah berwarna merah tua yang kental keluar dan melayang di udara, membentuk pusaran kecil di telapak tangan Gu Sheng.
Darah ini bukan darah biasa; ini adalah darah esensi yang telah dimurnikan selama puluhan tahun melalui teknik terlarang Sekte Pemurni Darah. Bagi Gu Sheng, darah ini sangat kaya akan energi spiritual yang telah dikompresi.
“Hahaha! Rasakan itu, bocah!” suara Kaisar Iblis tertawa kegirangan di dalam batin Gu Sheng. “Ini adalah jackpot! Darah esensi praktisi Spirit Sea tingkat kelima yang terbiasa memurnikan energi darah... ini akan menjadi kunci untuk mendobrak gerbangmu! Telan semuanya! Jangan sisakan sedikit pun!”
Gu Sheng memejamkan matanya, merasakan aliran energi yang sangat panas dan liar masuk ke dalam tubuhnya melalui telapak tangannya. Energi itu mengalir deras melalui jalur meridian nya, menuju ke arah ulu hati lokasi Gerbang Ketiga, Gerbang Kehidupan (Sheng Men).
BUM! BUM! BUM!
Suara benturan energi di dalam tubuh Gu Sheng terdengar seperti suara guntur yang terperangkap di dalam gua. Setiap kali detak jantungnya berdenyut, energi merah dari Elder Xue diuraikan oleh Qi ungu-nya dan dihantamkan ke arah gerbang ketiga yang masih tersegel.
Rasa sakit yang luar biasa menjalar di seluruh tubuh Gu Sheng. Berbeda dengan dua gerbang sebelumnya, pembukaan Gerbang Kehidupan terasa seperti tubuhnya sedang dipaksa untuk meledak dan menyatu kembali dalam setiap detiknya. Keringat dan darah mulai keluar dari pori-pori kulit Gu Sheng, namun matanya tetap menyala dengan kegigihan yang menakutkan.
Setelah tiga menit dalam siksaan yang hebat, tubuh Elder Xue akhirnya benar-benar kering. Yang tersisa hanyalah seonggok kulit dan tulang yang rapuh, yang seketika hancur menjadi debu saat tertiup angin malam yang kencang.
Gu Sheng segera duduk bersila di samping tumpukan debu tersebut. Ia tidak punya waktu untuk membuang energi. Luapan Qi dari Elder Xue harus segera diarahkan untuk membuka segel terakhir.
Sementara itu, di tempat persembunyian Qing Er, kabut hitam pelindung yang diberikan Gu Sheng mulai sedikit bergetar. Qing Er yang masih dalam fase akhir meditasinya, perlahan-lahan mulai membuka matanya.
Zhing!
Sepasang cahaya api emas memancar dari pupil mata Qing Er, menerangi area di sekelilingnya selama sesaat. Ia menghembuskan napas panjang yang mengeluarkan uap panas berwarna keemasan. Tubuhnya kini terasa jauh lebih ringan dan kuat.
Qi Refinement - Tingkat Kedua (Puncak).
Hanya dengan satu inti monster, ia telah menembus dua sub-level sekaligus. Namun, kegembiraannya segera hilang saat ia merasakan tekanan aura yang luar biasa kuat datang dari arah di mana Gu Sheng berada.
"Tuan Muda..." Qing Er berdiri, menatap ke arah kegelapan hutan. "Kekuatan ini... sangat menakutkan. Apakah Tuan Muda sedang bertarung dengan monster lain?"
Ia segera berlari menuju arah energi tersebut. Meskipun Gu Sheng menyuruhnya tetap di sana, insting kesetiaannya jauh lebih kuat daripada rasa takutnya. Setiap langkah Qing Er kini meninggalkan jejak hangus di tanah, tanda bahwa ia belum sepenuhnya bisa mengendalikan api Phoenix-nya yang baru bangkit.
Kembali ke Gu Sheng.
Di dalam ruang batinnya, Gu Sheng berdiri di depan sebuah gerbang raksasa berwarna hijau zamrud yang diselimuti oleh rantai emas yang sangat tebal. Gerbang ini memancarkan aura kehidupan yang sangat masif, seolah-olah di baliknya terdapat seluruh hutan yang sedang tumbuh subur.
“Ini adalah Gerbang Kehidupan!” Kaisar Iblis berteriak di dalam jiwanya. “Setelah gerbang ini terbuka, kemampuan regenerasi mu akan melampaui segala logika fana! Kau bisa menyambung anggota tubuh yang putus dalam hitungan menit, dan staminamu akan menjadi abadi selama kau memiliki Qi untuk membakarnya! Hantam dia, Gu Sheng!”
"Hancurkan..." Gu Sheng meraung di dalam jiwanya.
Ia mengumpulkan seluruh esensi darah Elder Xue yang telah ia murnikan, mengubahnya menjadi sebuah pedang raksasa berwarna ungu kemerahan di dalam batinnya. Dengan kekuatan penuh, ia menghantamkan pedang batin itu ke arah rantai emas di gerbang hijau tersebut.
BOOOOOOOOOOMMMMMMM!
Seluruh stadion maksud saya seluruh Hutan Binatang Buas Azure, seolah-olah bergetar hebat. Burung-burung malam beterbangan ketakutan, dan monster-monster tingkat rendah di sekitarnya langsung mati karena tekanan jiwa yang dilepaskan.
KRAK!
Rantai emas itu hancur berkeping keping. Gerbang hijau zamrud itu terbuka lebar, melepaskan gelombang energi kehidupan yang sangat murni ke seluruh tubuh Gu Sheng.
Seketika, luka-luka kecil dan kelelahan di tubuh Gu Sheng menghilang. Setiap sel di tubuhnya seolah-olah me'remaja kembali. Yang paling penting, Dantian nya yang berisi lautan Qi ungu kini meluap, mendorong batas kemampuannya ke tingkat yang baru.
SPIRIT SEA TINGKAT KEENAM!
Gu Sheng membuka matanya. Pupil ungunya kini memiliki pola seperti bunga teratai yang mekar di tengah kegelapan. Ia berdiri perlahan, dan setiap helai rumput di bawah kakinya yang tadinya layu karena energi kematian, tiba-tiba tumbuh subur dan berbunga secara tidak wajar hanya karena pengaruh energi kehidupan dari gerbang ketiganya.
"Kehidupan dan Kematian... berada di telapak tanganku," bisik Gu Sheng.
Tepat saat itu, Qing Er muncul dari balik semak-semak. Ia terengah-engah, namun matanya membelalak lebar melihat pemandangan di depannya. Gu Sheng berdiri di tengah-tengah taman bunga dadakan di tengah hutan yang gelap, dikelilingi oleh debu-debu musuh yang sudah hilang.
"Tuan Muda... Anda... Anda baik-baik saja?" tanya Qing Er dengan suara gemetar.
Gu Sheng menoleh, menatap Qing Er dengan tatapan yang sedikit lebih lembut. "Aku baik-baik saja, Qing Er. Dan kulihat... kau juga sudah menembus hambatan mu."
Gu Sheng berjalan mendekati Qing Er. "Sekte Pemurni Darah baru saja mengirimkan makanan penutup untukku. Sekarang, kita tidak perlu lagi berburu monster secara acak. Aku tahu di mana sarang mereka berada, dan kita akan pergi ke sana untuk mengambil semua sumber daya mereka."
“Hahaha! Benar sekali!” kaisar iblis menyeringai. “Sekte Pemurni Darah pasti memiliki gudang darah dan Neidan monster dalam jumlah besar. Jika kau menelan semuanya, kau mungkin bisa langsung menembus tahap Origin Core sebelum sampai ke Sekte Pedang Langit!”
Gu Sheng menatap ke arah timur, ke arah di mana ia merasakan jejak energi busuk yang masih tersisa di udara. "Ayo pergi, Qing Er. Malam ini, hutan ini akan menjadi saksi bagaimana sebuah sekte kecil musnah hanya karena mereka salah memilih mangsa."
Gu Sheng melesat pergi, gerakannya kini jauh lebih halus dan tidak meninggalkan suara sama sekali. Qing Er segera menyusul di belakangnya, meninggalkan area pertempuran yang kini hanya menyisakan misteri tentang bagaimana seorang penatua sekte bisa lenyap tanpa meninggalkan jasad sedikit pun.