NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan di Sore Hujan

Bulan pertama berjalan begitu cepat bagi Nono dan Ayu. Kedai "Ombak & Senyum" ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari warga sekitar. Pelanggan datang silih berganti, mulai dari anak muda yang suka nongkrong, orang tua yang ingin ngopi santai, sampai pasangan-pasangan muda yang tertarik dengan nama dan suasana kedai yang romantis tapi tetap hangat.

Setiap hari, Nono dan Ayu sibuk bahu-membahu mengurus kedai. Nono dengan sigap di belakang bar menyeduh kopi, sementara Ayu dengan ramah melayani pelanggan dan memastikan camilan selalu tersedia. Tentu saja, kesibukan ini tidak menghilangkan ciri khas mereka: perdebatan kecil yang lucu dan menggemaskan.

"Yu, aku bilang tuh gelasnya ditaruh di rak sebelah kiri, biar aku gampang ambil pas bikin kopi. Kenapa sih kamu pindahin ke sebelah kanan?" tanya Nono sambil tertawa, saat melihat Ayu sedang merapikan gelas-gelas bersih.

Ayu menoleh sambil mendengus. "Eh, jangan ngomong sembarangan dong, No. Kalau ditaruh di kiri, nanti keganggu sama mesin kopi. Di kanan tuh lebih rapi dan nggak kena uap panas. Kamu tuh ya, ngerti apa soal penataan barang yang estetik dan fungsional!" jawab Ayu tegas, tapi matanya berbinar penuh canda.

"Ya, ya, Tuan Putri selalu benar. Aku sih cuma penurut aja," jawab Nono sambil mengangkat tangan tanda menyerah, lalu mereka berdua tertawa bersama. Di tengah kesibukan yang melelahkan, tawa dan perdebatan kecil itu justru menjadi penyegar yang membuat mereka tidak merasa lelah.

 

Sore itu, langit mendung tampak gelap. Tidak lama kemudian, rintik-rintik hujan mulai turun, lama-kelamaan menjadi hujan yang cukup lebat. Suara hujan memukul atap seng kedai menciptakan irama yang menenangkan. Karena hujan, pelanggan mulai berkurang, dan akhirnya kedai pun sepi.

"Alhamdulillah, akhirnya sepi juga. Lumayan bisa istirahat sebentar," kata Ayu sambil menghela napas lega, lalu duduk di salah satu meja dekat jendela. Dia menatap hujan di luar dengan pandangan yang tenang.

Nono membawa dua cangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng ke meja tempat Ayu duduk. Dia meletakkannya di meja, lalu duduk di sebelah Ayu.

"Minum dulu nih, Yu. Kamu pasti capek banget dari tadi melayani pelanggan," kata Nono lembut.

"Makasih, No," jawab Ayu sambil tersenyum, lalu dia mengambil cangkir teh itu dan menyesapnya pelan. "Hhh, hangat banget. Enak."

Mereka duduk diam sejenak, menikmati suasana sore yang sejuk dan tenang, ditemani suara hujan yang rintik-rintik. Hati mereka terasa begitu damai.

"Yu," panggil Nono pelan, memecah keheningan.

Ayu menoleh. "Kenapa, No?"

Nono menatap mata Ayu dengan tatapan yang lembut tapi penuh dengan rasa sayang. Dia meraih tangan Ayu di atas meja, menggenggamnya pelan.

"Aku mau ngasih sesuatu sama kamu," kata Nono pelan, lalu dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berbahan beludru berwarna biru.

Ayu menatap kotak itu dengan mata terbelalak kaget. "Itu... itu apa, No?"

Nono tersenyum, lalu dia membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya, terdapat sebuah kalung sederhana dengan liontin berbentuk dua ombak kecil yang saling berhadapan, tapi terikat menjadi satu. Liontin itu terbuat dari perak yang berkilau indah.

"Ini..." bisik Ayu tak percaya, matanya mulai berkaca-kaca.

"Ini liontin ombak," jawab Nono pelan. "Aku beli ini waktu aku lagi jalan-jalan sendirian minggu lalu. Aku lihat ini dan langsung ingat kita. Dua ombak yang sering bertabrakan, sering beradu, tapi nggak pernah bisa dipisahkan. Sama kayak kita, Yu. Kita sering beda pendapat, sering berantem kayak ombak yang bergulung, tapi kita selalu terikat sama rasa sayang yang besar. Aku pengen kamu pakai ini, biar kamu selalu ingat kalau aku bakal selalu ada di samping kamu, apa pun yang terjadi."

Ayu menatap liontin itu, lalu menatap wajah Nono. Air mata bahagia pun jatuh dari mata Ayu. Dia tidak menyangka Nono akan memberinya hadiah yang begitu bermakna dan indah.

"No... ini cantik banget," kata Ayu pelan, suaranya bergetar. "Makasih ya. Aku... aku nggak tahu harus ngomong apa lagi. Aku senang banget."

Nono tersenyum lebar, lalu dia mengambil kalung itu dan memakaikannya ke leher Ayu dengan hati-hati. "Sama-sama, Yu. Kamu pantas dapat yang terbaik. Dan ingat, ini cuma satu dari banyak kejutan yang bakal aku kasih ke kamu di masa depan."

Ayu menyentuh liontin itu di dadanya dengan tangan gemetar. Rasanya hangat, persis seperti perasaan hatinya saat ini. Dia memeluk Nono erat sekali di tengah suara hujan yang masih turun di luar sana.

"Aku sayang banget sama kamu, No. Sangat, sangat sayang," bisik Ayu di telinga Nono.

"Aku juga sayang banget sama kamu, Yu," jawab Nono pelan sambil membalas pelukan Ayu erat-erat.

Di sore yang hujan itu, di kedai kecil mereka yang hangat, cinta mereka terasa semakin kuat dan indah. Mereka tahu, perjalanan mereka masih panjang, dan masih banyak cerita yang akan mereka tulis bersama. Tapi mereka yakin, selama mereka saling menyayangi dan saling mengerti, setiap hari akan menjadi indah, bahkan di tengah hujan sekalipun.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!