"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"
Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.
Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Gosip dulu
"Jadi apa sudah ada kabar tentang bangkit arwah yang gadis itu, Mbak?" Arya langsung bertanya ketika dia sedang membeli roti di warung Mbak Nanda.
"Eh Arya, ada sih karena sebagian juga sudah mengatakan kalau Mirasih bakal jadi arwah gentayangan." Kinan agak kaget karena dia tidak bisa berbicara sembarangan.
"Oh kalau gitu masih hanya gosip saja yang beredar tentang gadis itu." Arya mengangguk paham.
"Tapi emang bisa nggak sih dia jadi arwah gentayangan, dia meninggal tragis begitu loh." Mbak Nanda juga membuka suara.
"Enggak segampang itu juga untuk bangkit menjadi arwah gentayangan, tapi memang ada sebagian yang akan langsung bangkit bila kematian dia secara tidak normal." jelas Arya secara singkat saja.
Kinan masih tidak paham apa yang dikatakan oleh Arya ini tentang sebagian manusia yang bisa menjadi arwah gentayangan bila sudah meninggal dunia, namun untuk bertanya lebih jauh agar paham dia juga tidak berani karena nanti malah salah berbicara dan justru membuat masalah semakin rumit.
Sebab sekarang ini berhadapan langsung dengan orang yang memahami tentang ilmu kebatinan yang begitu tinggi, jadi wajar saja bila terkadang tidak paham dengan ucapan Arya tentang kebangkitan arwah yang ada di sekitar mereka atau bahkan Mirasih ini memang bisa saja bangkit karena rasa sakit hati begitu mendalam.
Kalau menurut dari mereka yang melihat hanya dari film saja maka pasti setiap manusia mati akan bisa bangkit karena dendam yang timbul di dalam hati, terlebih lagi Kinan sangat yakin bahwa Mirasih ini meninggal dunia sambil membawa dendam yang begitu besar karena dia telah di bunuh oleh seseorang dengan cara keji.
Sebab biasanya di film seperti itu ketika para hantu menuntut balas atas kematian mereka kepada para pembunuh tersebut, ini pembunuhan yang sudah terjadi pada Mirasih saja masih belum diketahui secara pasti siapa pelaku dan apa motif dari pelaku ini sehingga dia tega merusak tubuh Mirasih sampai seperti itu.
Kinan dengar dari orang yang melihat secara langsung bahwa keadaan tubuh Mirasih memang rusak parah, bahkan Puspita sendiri mengatakan bahwa dia memiliki rekaman ketika pertama kali Mirasih di temukan tergantung di atas pohon dengan keadaan tubuh rusak parah dan jeroan yang ada di dalam tubuh dia keluar semua dari dalam rongga.
Mendengar cerita tentang kematiannya saja sudah membuat bulu kuduk ini terasa merinding karena tidak sanggup membayangkan atas apa yang telah Mirasih rasakan saat itu, jadi Kinan menyimpulkan nanti wajar saja saat Mirasih bangkit dan menuntut balas kepada para pelaku yang telah membunuh dia dengan cara begitu kejam tanpa ada rasa iba.
"Manusia yang meninggal karena menjadi tumbal kebanyakan tidak bisa menjadi gentayangan, karena arwah mereka telah dimakan sosok iblis yang menjadi pesugihan itu." Arya menjelaskan kepada mereka.
"Tapi desa mereka kan sepi seperti itu dan aku rasa tidak ada yang memiliki pesugihan." bantah Kinan.
"Nah berarti hanya karena dendam pribadi atau orang itu memiliki jiwa psikopat sehingga tega menghabisi orang lain dengan cara kejam." tutur Arya kembali.
"Apa Mirasih ini punya kekasih? kan bisa saja itu ulasan kekasih dia." tebak Mbak Nanda.
"Kalau soal kekasih dia pasti punya bahkan kata mereka semua Mirasih pacaran dengan anak orang kaya yang ada di sana." jelas Kinan kembali.
"Nah siapa tahu saja dia menjadi tumbal dari kekasih nya ini." Bu Ita berkata dengan penuh semangat.
"Jangan langsung berprasangka buruk seperti itu karena kita tidak boleh memfitnah orang, kita tidak tahu juga hubungan dia dan sang kekasih." Arya menghentikan prasangka Bu Ita.
"Iya, sampean langsung saja mengatakan kalau kekasih dia yang membuat Mirasih jadi tumbal." sewot Kinan
Bu Ita tersenyum malu karena dia juga tidak tahu apa yang telah terjadi di kampung Bondowoso itu, tentang Mirasih dan juga orang tua gadis itu pun dia sama sekali tidak kenal dan hanya tahu dari cerita Kinan tadi. yang mengenal orang sana memang hanya Kinan saja, jadi mereka mendengar cerita dari janda muda yang cantik itu.
"Arya kalau sudah gosip dengan para Ibu Ibu dia anteng juga ya." Samuel menatap Sagara yang ada di sebelah.
"Ya karena sebenarnya duda satu itu juga kesepian dan ingin berbicara dengan mereka semua." Sagara menjawab sambil bersidekap tangan.
"Gitu disuruh nikah lagi tidak mau, padahal ingin teman ngobrol juga." rutuk Samuel.
"Ya dia kan cuman butuh teman ngobrol saja bukan karena ingin menikah lagi dengan wanita." Sagara masih sedikit membela kepada Arya.
"Tapi aku jadi kepikiran ini kok dia mulai bertanya tentang arwah seorang gadis, baru juga mau istirahat apakah kita akan mendapat kasus baru lagi." Samuel menggaruk kepala yang tidak gatal.
Sagara juga berpikir demikian karena tadi terlihat Arya begitu serius saat bertanya tentang arwah seorang gadis, mungkin saja setelah ini mereka akan disuruh mencari tahu apa yang telah terjadi di desa Bondowoso itu.
Kadang ketua agensi memang ada saja tingkahnya ketika sedang tidak ada kerjaan seperti ini, mereka akan sengaja mencari pekerjaan rumit lalu melimpahkan kepada para member untuk turun tangan juga, padahal para member ingin bersantai dan bermain dengan iblis lain ketika sedang tidak ada pekerjaan berat seperti sekarang ini.
"Ini Purnama masih belum tahu kabar itu, kalau dia tahu pasti kita akan disuruh mencari tahu lagi lebih dalam." Samuel tambah kesal.
"Tapi aku penasaran juga kenapa gadis ini bisa mati dan siapa yang sudah membunuh dia." ucap Sagara.
"Kau simpan saja dulu rasa penasaran itu dan tunggu Purnama memberi perintah baru kita akan mencari tahu." sambar Samuel.
Sagara menahan tawa karena dia tahu Samuel agak malas kalau disuruh mencari info di desa lain, dia lebih nyaman bekerja di desa sendiri tanpa ada gangguan dari orang lain yang tidak pernah dia kenal, karena kadang ada saja orang yang ingin ikut campur dalam urusan mereka saat sedang mencari tahu masalah tersebut.
"Aku sebenarnya tidak masalah kalau mencari tahu saja, cuma kadang yang membuat aku kesal setelah kita merasa simpati dengan dia tapi ternyata yang kita cari tahu ini adalah pelaku." Sagara mengeluarkan keluh kesah dia.
"Nah itu benar sekali, awal kita merasa kasihan tapi ternyata dia pantas merasakan itu semua." Samuel juga setuju dengan hal itu.
"Jadi sekarang kita tidak perlu merasa kasihan kalau ada mendengar cerita tentang kisah sedih, karena belum tentu dia menjadi korban." ucap Sagara dengan nada serius.
"Sama seperti kasus kuntilanak merah itu, sudah di kasihani bukan tahu diri malah semakin menjadi." ujar Samuel yang teringat kasus mereka di masa lalu.
Kedua member ini sibuk gosip sendiri dan Arya juga masih sibuk bergosip dengan para Ibu Ibu itu, ini kalau sampai Purnama tahu maka mereka pasti akan terkena marah karena sibuk bergosip sendiri tanpa memikirkan urusan lain.
"Eh kok kepikiran tidak kalau Arya itu naksir sama Kinan?" Samuel bertanya kepada Sagara.
Sagara mendadak saja terbahak-bahak mendengar ucapan Samuel barusan, hanya karena Arya sedang berbicara dengan janda itu maka Samuel langsung kepikiran bahwa bisa saja Arya sedang naksir kepada Kinan, namun tidak tahu juga karena selama ini Arya tidak pernah terbuka dan dia mengatakan dengan tegas bahwa tidak akan pernah menikah lagi.
Selamat sore besti, jangan lupa like dan komen nya y.
anak nya slah masih ja di bela