Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 3 : Fighting For Us
" Cinta yang kuat bukanlah cinta yang tidak pernah di uji, tetapi cinta yang tetap bertahan meski dunia mencoba memisahkan nya. "
...
Malam itu terasa jauh lebih sunyi dari biasa nya.
Valerie berdiri di balkon kamar nya, menatap langit yang gelab tanpa bintang. Angin malam berhembus pelan, membuat rambut nya sedikit berantakan.
Namun pikiran nya jauh lebih kacau dari itu.
Penolakan ayah nya masih terngiang di kepala nya.
" Lamaran ini kami tolak. "
Valerie menghela napas panjang.
Ponsel nya bergetar di tangan nya.
Nama yang muncul membuat hati nya sedikit hangat.
Matthew.
Valerie langsung meangkat pangilan itu.
" Halo.. " suara nya terdengar pelan.
" Val... " suara Matthew terdengar sama lelahnya. " Kamu baik-baik saja? "
Valerie terdiam sejenak.
" Sejujurnya...tidak terlalu. "
Matthew juga terdiam berapa detik.
" Aku minta maaf. "
Valerie langsung mengerutkan dahi.
"Kenapa kamu minta maaf? "
" Aku membuat mu berada di situasi yang sulit dengan orang tua mu. "
" Ini bukan salah mu. "
Matthew menarik napas pelan.
"Tapi aku tidak akan menyerah. "
Valerie menutup mata nya sejenak.
" Aku juga tidak. "
...
Di tempat lain, Matthew duduk di sebuah Kafe kecil bersama sahabat nya.
Lukka Kaizen Aurelio.
Lukka yang memperhatikan Matthew dengan alis terangkat.
" Jadi.. lamaran lo di tolak? "
Matthew menghela napas.
" Iya. "
Lukka bersandar di kursi nya.
" Gue sebenar nya nggak kaget. "
Matthew menatapnya tajam.
" Maksud lo? "
" Lo melamar anak orang kaya dengan wajah serius di depan bapaknya yang super protektif, " kata Lukka santai. " Menurut lo itu bakal langsung di setujui? "
Matthew mengusap wajah nya dengan frustasi.
" Ini nggak lucu. "
Lukka tertawa kecil.
" Gue tau. "
Berapa detik mareka hanya diam.
Lukka akhirnya berkata dengan nada yang lebih serius.
" Lo benaran cinta ama Valerie? "
Matthew langsung menjawab tanpa ragu.
" Iya.
" Seberapa serius? "
Matthew menatap meja berapa detik sebelum menjawab palan.
" Cukup serius sampai gue mau berjuang buat dapatin restu keluarga nya. "
Lukka tersenyum tipis.
" Kalau gitu jangan nyerah. "
Matthew menatap nya.
" Menurut lo gue harus bagaimana? "
Lukka meangkat bahu.
" Buktikan kalau lo pantas. "
Matthew mengernyit.
" Gimana caranya? "
" Dengan waktu, " jawab Lukka. " Dan dengan tindakan. "
...
Sementara itu di tempat lain.
Valerie duduk di kamar Nara.
Elnara Aveline Seraphine menatap sahabat nya dengan ekspresi khawatir.
" Jadi... papi lo benar-benar nolak? "
Valerie menangguk pelan.
" Iya. "
Nara mendesah.
" Gue bisa ngerti sih kenapa dia protektif. "
Valerie menatap nya.
" Lo juga setuju sama papih gue? "
Nara cepat menggeleng.
" Bukan gitu maksud gue. "
Valerie menduduk.
" Gue cuma ingin mareka ngerti. "
Nara menepuk bahu Valerie pelan.
" Kalau Matthew benar-benar serius sama lo..dia pasti bakal berjuang. "
Valerie menatap sahabat nya.
" Menurut lo hubungan kami bisa bertahan? "
Nara tersenyum lembut.
" Kalau kalian berdua sama-sama bertahan, pasti bisa. "
Valerie akhir nya tersenyum kecil.
Untuk pertama kali nya sejak kejadian tadi sore, hati nya terasa sedikit lebih tenang. "
Namun ia tidak tahu...
Bahwa berjuangan mareka baru saja di mulai.
Dan jalan menuju restu orang tua nya mungkin akan jauh lebih sulit dari yang mareka bayangkan.
Hubungan yang kuat bukan yang selalu berjalan mudah, tapi yang tetap bertahan saat keadaan mulai sulit.
karena cinta tidak diuji saat semuanya baik-baik saja, melainkan saat ego, jarak, dan keadaan mulai memisahkan.. namun dua orang itu tetap memilih untuk kembali.
Bertahan bukan karena tidak lelah, tapi karena tahu.. kehilangan akan terasa jauh lebih menyakitkan daripada berjuang.
_TBC_
...----------------...
Happy Reading all!