NovelToon NovelToon
Menikahi Sistem Ajaib

Menikahi Sistem Ajaib

Status: tamat
Genre:Mafia / Time Travel / Sistem / Tamat
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.

Ding!

"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita berteman

"Apa?." Erlangga sampai kehilangan cara untuk merespon.

"Terdengar menggelikan bagi beberapa orang yang tidak mengalaminya. Tapi, hidup demi memenuhi ekspektasi orang lain itu menyiksa. Ibarat kamu lahir untuk menjadi boneka yang sempurna, karena mereka gagal menjadi sempurna maka kamu harus sempurna sebagai keturunan nya. Jika kamu kalah maka kamu pasti akan memilih mengakhiri semuanya." Ucap Caramel.

"Mengakhiri semuanya?." Erlangga mengerutkan kening.

"Ada dua cara untuk mengakhiri penderitaan itu, yaitu dengan cara memberontak dan mengejar kebebasan. Atau... bunuh diri." Ucap Caramel.

Deg.

"Jika masih ada opsi lain, bukankah seharusnya mereka tidak akan memilih bunuh diri." Syok Erlangga.

"Sayangnya justru lebih banyak yang memilih bunuh diri di bandingkan opsi pertama." Ucap Caramel tersenyum miris.

"Apa? kenapa?." Erlangga tidak menyangka.

"Karena jika bunuh diri maka semuanya akan selesai dengan cepat. Berbeda dengan memberontak atau kabur, mereka pasti di kejar dan hidup dalam ketakutan karena merasa menjadi buronan. Tidak semua orang memiliki mental yang kuat." Ucap Caramel.

srattttt

Erlangga tiba-tiba berdiri dengan tatapan terkejut, dia langsung berlari cepat ke kamarnya. Caramel dan Arga hanya melihat itu tanpa berniat mengejar, mereka sudah bisa menebak apa yang ada di pikiran Erlangga saat ini.

Benar, Erlangga berusaha menghubungi Kevin. Tapi sayangnya tidak bisa di hubungi, Erlangga jadi cemas karena mendengar ucapan Caramel tadi. Apa benar Kevin yang itu akan memilih bunuh diri? apa mungkin... segala pemikiran buruk terlintas di kepala Erlangga.

"Tunggu. Kenapa aku khawatir? apa pun yang terjadi pada nya bukan urusanku." Erlangga tiba-tiba sadar.

"Benar kan? memangnya aku peduli jika dia bunuh diri atas kemauan nya sendiri. Lagi pula kami tidak se dekat itu untuk mengkhawatirkan satu sama lain___

Drrtttttttt

"Halo."

Baru saja bicara tidak peduli, tapi saat ada panggilan masuk dari Kevin langsung diangkat secepat kilat. Sepertinya Erlangga ini tipe tsundere atau memang gengsian saja.

"Ngapain spam telepon hah? gue lagi sibuk." Suara Kevin terdengar.

"Woi.. apa sih? kalo ngga mau ngomong gue matiin nih." Ujar Kevin lagi.

"Kevin.... lo oke kan?." Ucap Erlangga, setelah terdiam cukup lama.

"Eh.. apa sih." Kevin terdengar terkejut.

"Lo ada waktu?." Tanya Erlangga.

"Apa sih, lo aneh." Ujar Kevin.

"Malam ini di warung kopi *****, ada hal penting yang mau gue omongin." Ucap Erlangga, mengajak Kevin bertemu di kedai kopi langganan nya waktu SMP.

".......... ya." Jawaban Kevin sangat lirih, lalu dia menutup panggilan begitu saja.

Erlangga terdiam menatap ponsel nya, dia harus bertanya hari ini agar kegelisahan tidak jelas yang dirinya rasakan ini hilang. Erlangga tidak pernah punya teman dekat, meskipun dia cukup di takuti semasa sekolah tapi ya hanya sebatas itu saja.

Malam hari nya Erlangga sudah siap dengan Hoodie hitam dan celana pendek hitam, dia akan pergi ke warung kopi untuk bertemu dengan Kevin dan bicara. Caramel dan Arga tentu saja tidak melarang, karena mereka tau apa yang akan di lakukan oleh Erlangga.

Di warung kopi Erlangga duduk menunggu di bangku pojok. Satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam, bahkan sampai tengah malam Kevin belum juga sampai. Erlangga berusaha menghubungi tapi di luar jangkauan, Erlangga jadi berpikir yang tidak-tidak tapi dia berusaha tetap menunggu dengan tenang.

Warung kopi buka selama 24 jam, karena itu Erlangga santai saja menunggu. Hingga suara derap langkah terdengar, seorang remaja memakai baju tertutup rapat datang celingukan mencari seseorang.

Erlangga tau itu adalah Kevin, hanya dengan mengangkat tangan dan Kevin langsung mendekat dengan cepat. Erlangga merasa aneh, kenapa dia datang terlambat.

"Gue emang cuma bilang malem sih, tapi siapa sangka lo bakal dateng se malem ini." Sindir Erlangga.

"Sorry gue sibuk, jadi ada apa?." Kevin terlihat buru-buru.

"Gue ngga tau sebenernya apa yang selama ini lo jalanin. Tapi gue cuma mau bilang, kalo lo udah ngga kuat atau lo pengen mengakhiri semuanya. Gue harap lo bakal milih kabur dari pada bunuh diri." Ucap Erlangga langsung to the point.

Deg.

Kevin tersentak kaget, melotot menatap Erlangga tidak menyangka. Tapi setelah itu dia tersenyum aneh, senyum yang tidak sampai mata nya.

"Lo mabok kopi? ngomong lo ga jelas." Ujarnya.

"Gue tau lo pasti ga mau terus terang. Tapi........ sebenarnya dari dulu gue ga pernah punya temen, semuanya mau bergaul sama gue karena mereka takut aja. Gue ngga pernah peduli sama hidup orang, tapi setelah gue denger kisah dari nyokap gue yang terlahir mirip kaya lo. Ngga tau kenapa gue kepikiran kalo lo bakal milih bundir." Jujur Erlangga.

"Kekhawatiran lo itu ngga berdasar__

"Apa lo bahagia?." Potong Erlangga.

Deg.

"Apa? ya gue bahagi__

"Bohong!!." Potong Erlangga lagi.

"Apa? gue_

"Kalo gitu jawab gue, apa yang pengen lo lakuin sekarang?." Potong Erlangga lagi.

"Apa sih, gue mau pulang dan belajar." Jawab Kevin.

"Gue tanya apa keinginan lo, bukan keinginan bokap lo." Erlangga mengeram kesal.

"..te...gue pengen karate." Kevin mengatakan dengan suara gemetar, dan air mata yang luruh.

Deg.

Erlangga terkejut melihat air mata Kevin, dia tidak menyangka jika manusia menyebalkan seperti Kevin ternyata mengalami kehidupan seperti ini padahal orang kaya. Ternyata mau terlahir menjadi kaya atau miskin, semua memiliki resiko dan kesulitan masing-masing.

"Oke. Kalo gitu, ayo.. karate." Erlangga bangkit berdiri, dia tersenyum menatap Kevin.

"Apa?." Bingung Kevin.

Bugh.

BRAAKKKKK

Erlangga menendang keras kepala Kevin hingga meja yang mereka duduki terhempas. Tapi Kevin bisa menahan tendangan itu dengan kepalanya, dia melakukan kuda-kuda karate dengan sempurna dan bisa mengeraskan tubuhnya untuk menahan rasa sakit dari serangan.

"Lo bebas mau melakukan apa pun, jadi diri lo sendiri." Ucap Erlangga tersenyum akrab, dia sudah memutuskan untuk berteman dengan Kevin.

Kevin tersenyum, kali ini senyum nya terlihat benar-benar dari hati. Kevin berlari menyerang Erlangga, baku hantam terjadi di warung kopi hingga membuat pemilik warung panik, sedangkan dua bocah yang membuat kekacauan sedang tertawa sambil saling memukul satu sama lain.

GUBRAKKK

hoshh..

hoshh...

Kevin dan Erlangga terkapar di lantai dengan luka di wajah yang cukup parah. Darah mengucur dari pelipis, hidung dan bibir tapi mereka tersenyum, mereka merasa senang dan Kevin menemukan kebebasan yang dirinya inginkan selama ini.

"Makasih, mulai sekarang gue mau berhenti belajar." Ucap Kevin.

Sraattt

Tiba-tiba Erlangga duduk dan mengulurkan tangannya pada Kevin. Kevin keheranan, tapi melihat tatapan mata serius dari Erlangga membuatnya menyambut uluran tangan itu dan ikut duduk.

"Gue udah putusin sejak gue datang ke sini, ayo berteman." Ucap Erlangga.

"Oke." Kevin mengangguk, dia tersenyum senang.

Keduanya berdiri saling menopang, ikatan pertemanan laki-laki memang ekstrem. Baku hantam untuk menemukan kebebasan dan kebahagiaan, bahkan dengan baku hantam mereka jadi berteman dan tertawa saling merangkul.

Berbeda dengan pemilik warung yang sudah hampir menangis karena warungnya hancur. Tapi Arga dan Caramel ternyata mengikuti Erlangga, keduanya membayar biaya kerusakan. Mereka senang melihat Erlangga memutuskan untuk menolong dan berteman dengan Kevin, meskipun setelah ini pasti tidak semudah itu bagi Kevin terbebas dari jeratan Ayahnya.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
zhuyan 🙊🙊
lanjut season 2
Mellisa Gottardo: udah di buku baru, gas baca
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
semangat erlan
Mellisa Gottardo: 🤟🏻🤟🏻🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
gas sesi 2 thor
Mellisa Gottardo: udah up, gas mampir di buku baru
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
hahahah emang keluarga gila
Mellisa Gottardo: hahahha
total 1 replies
Evi Marena
wkwkwkwwkwk mereke emang keluarga gila super,yohan😂
Mellisa Gottardo: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Evi Marena
kirain othorrrr Budiman GK bakal up lagi....thanks thorrr sudah lanjut up😘😘 lanjut y thorrr....moga othornya sehat selalu😘
Mellisa Gottardo: haiiii makasih yaaaa🥰
total 1 replies
vianty
terima kasih KK sdh up LG...
Mellisa Gottardo: hehehe makasih udah sty🥹
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
falea sezi
bner q punya anak cowok SMP umur 14 tahun neehh gengsi. nya setinggi langit/Drowsy/
falea sezi
q kira mirip YOLA sky gk sih hehehehe
Ridwani
👍👍👍👍
aria
lanjut
Evi Marena
hmmmm berarti masih banyak kejutan kedepannya ya thorrr...ok lanjut thorrr😘
vianty
sukses selalu kk
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
prihatin sih kalo gini, kirain ibu nya belain gak tau nya malah laporin ke polisi
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
lahh, dikira anak nya robot kali ya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
terkadang apa yang kita lihat di luar belum tentu sesuai dengan kenyataan
zhuyan 🙊🙊
loh jadi ibunya yg laporin kevin
aneh ga sih 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!