NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Sadar

Leon berlari ke gudang belakang sekolah setelah mendengar pengakuan mimi beberapa saat lalu, Zara berada dalam bahaya.

"Lepasin gue bangsat!" Maki Zara saat Ryan dan juga angga menahan dan memaksa membuka seragam sekolah miliknya.

"ANJING!" Leon berteriak kuat melihat hal itu, ia tak berfikir panjang dan langsung menerjang Ryan dengan tendangan.

"Bangsat! bangsat! bangsat!" Leon memukul Ryan membabi buta.

Sementara angga melepaskan tahanannya pada Zara dan memukul leon dari belakang.

Bugh

"Monyet!" Maki angga.

Leon terjungkal saat angga menghantam belakang kepalanya, terasa sangat sakit dan pening.

Zara yang memiliki kesempatan kini mulai mengambil sebuah batu dan memukulkan nya pada punggung angga.

Bugh.

"Arghh" Teriaknya.

"Cell gimana nih?!" Tanya ruri panik.

"Aduh tuh cowok ngapain sih ikut ikutan? cabut cabut!" Michele mengisyaratkan kedua teman nya untuk pergi.

"Lo gak apa apa?" Tanya Zara pada Leon yang sedang kesakitan

Leon menggeleng, pemuda itu berdiri dan menarik tangan Zara untuk berlari.

"Ayo! lari!" Ajaknya.

Keduanya berlari menjauhi area gudang belakang.

"Woi!" Ryan berteriak.

"Kejar!" Angga dan Ryan sama sama berdiri dan mengejar Zara dan juga Leon yang sudah berlari jauh.

Leon terus menarik Zara berlari secepat mungkin, sementara di belakang sana Ryan dan angga masih tampak mengejar keduanya.

Setelah berlari cukup jauh mereka bertemu dengan Amir Didepan sana.

"Amirr!" Teriak Zara.

"Kamu kenapa?" Tanya Amir kaget.

"Lo bisa berantem gak?" Tanya Leon.

"Bisa sih" Jawab Amir.

"Oke!" Leon dan Zara sama sama menatap ke arah datangnya Ryan dan angga didepan sana.

"Masalahnya apa?!" Tanya Amir.

"Nanti gue jelasin" Balas Zara.

"Woi pengecut! ngapain lo lari?!" Tanya Ryan.

"Gue bukan pengecut, yakali lo berdua gue sendiri, SERANG!" teriak Leon pada Amir.

Amir dan Leon menyerang Ryan dan juga angga, mereka saling beradu keahlian bela diri, pukulan demi pukulan mereka saling layangkan satu sama lain.

Setelah beberapa lama amir berhasil menumbangkan angga, ia membantu Leon menghajar Ryan hingga kedua pemuda itu tergeletak di jalanan.

Plak

Leon dan amir memberi tos satu sama lain sebagai perayaan karena telah berhasil menumbangkan keduanya hingga pingsan.

"Keren juga lo!" Kata Leon.

Amir hanya membalasnya dengan senyuman yang percaya diri.

"Zara? kamu gak apa apa?" Amir berjalan mendekat dan memastikan keadaan Zara.

Leon yang melihat hal itu pun merasa cemburu, sebenarnya siapa pemuda ini hingga ia tampak dekat dengan zara?

"Gausah deket deket! lo belum mandi kan ya?" Kata Leon mendorong tubuh amir menjauhi Zara.

"Apa apaan sih lo! harusnya lo bilang makasih karena dia udah nyelametin kita!" omel zara.

"Lah! kan bukan cuma dia yang berantem! aku juga" Kata Leon.

"Udah zar, gak apa apa kok"

"Makasih ya mir, lo gak apa apa kan?" Tanya zara.

"Enggak kok aman, Ngomong ngomong kenapa mereka ngejar kalian?"

"Ini semua rencana Michelle pasti, tuh anak pengen bully gue lagi" Ungkap zara.

"Kamu di bully? kenapa gak lapor guru aja"

"Susah sih, apalagi kalo gak ada bukti, lagian zara bukan lawan mereka" Sahut Leon.

"Aku jadi khawatir sama kamu zar" Kata Amir.

Leon mengerutkan alisnya, ia tak suka mendengar amir menaruh perhatian nya pada zara.

"Lo tenang aja! zara aman sama gue" Kata Leon sembari merangkul zara.

Amir mengangguk paham, sebenarnya ia tak nyaman melihat interaksi antara zara dan juga Leon.

"Lo mau kemana?" Tanya zara pada amir.

"Mau bantuin bapakku sih, tapi kalo kamu mau aku anter pulang ke rumah ya ayo aja takutnya kamu kenapa kenapa di jalan" Kata amir.

"Eh eh gausah kan ada gue, lo bantu aja bapak lo ya? tenang gue bakalan anterin zara pulang ke rumah dengan aman" Kata Leon.

"Oh gitu ya"

"Iya udah sana lo pergi aja ntar bapak lo nyariin lagi"

"Yaudah zar, aku pergi duku sampai ketemu lagi ya?" Pamit amir di ikuti anggukan oleh zara.

"Dia siapa?" Tanya Leon saat amir sudah pergi.

"Kepo lo!" Zara menyikut perut Leon untuk menjauhinya.

"Nanya doang"

"Btw makasih ya? karna lo udah nyelametin gue, gue gak tau bakalan jadi apa kalo gak ada lo" Ucap Zara.

"Sama sama"

"Kok lo tau kalo gue ada di gudang belakang?"

"Mimi yang ngasih tau gue, katanya lo dijebak sama kakak kelas" Ungkap Leon.

Ah tentang gadis itu, mimi. ternyata dia menjebaknya juga, zara menduga bahwa mimi di ancam oleh Michele dan teman temannya.

"Ayo gue antar pulang" Ajak Leon.

Zara mengangguk setuju dan berjalan kaki bersama dengan pemuda yang merupakan teman sekelas nya itu.

...****************...

"Selamat pagi pak harris, selamat Kayla sudah sadar dari komanya" Ungkap dokter.

"Terimakasih dok" Harris berjalan tergesa dan menemui putrinya yang sudah sadar dari komanya.

"Kay?" Panggil nya.

Kayla tak menjawab, namun gadis itu mengangguk untuk menjawab ayahnya.

"Gimana keadaan kamu nak?"

"b-baik" Jawabnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu? kenapa bisa kamu tertabrak mobil? papi khawatir sama kamu" Kata Harris.

"m-maaf, aku nyebrang gak liat jalan" Bohongnya.

"Hati hati sayang papi gak bisa setiap saat jaga kamu, apa perlu papa sewa orang buat jagain kamu?" Tanyanya.

Kayla tampak menggeleng tak setuju.

Tok tok tok..

Harris menoleh pada pintu saat seseorang masuk ke dalam ruangan nya.

"Bapak panggil saya?" Tanya seorang wanita yang berpakaian formal.

"Tunggu saya sebentar" Kata Harris.

"Baik Pak"

"Kamu tunggu papi sebentar" Kata Harris pada Kayla.

Lelaki setengah baya itu keluar dari ruang rawat putrinya.

"Aku masih hidup?" Batin zara bertanya.

...****************...

"Yuri saya mau tanya kenapa kartu kredit saya pengeluaran nya sangat banyak" Tanya Harris pada asisten nya.

"Maaf Pak tapi kartu tersebut hanya bapak dan nona muda yang bawa, jadi kalau ada pengeluaran pasti ya dari bapak atau non Kayla" Katanya.

"Saya tidak pakai uang sebanyak itu beberapa waktu ini, Kayla juga ada di rumah sakit, itu aneh" Kata Harris.

"Saya akan melihat kembali mutasi dan tanggalnya Pak, saya akan rangkum untuk bapak" Kata yuri.

"Terimakasih kalau begitu"

"Baik Pak"

Harris kembali masuk ke dalam ruang rawat Kayla setelah berbincang dengan asisten nya.

"Kayla?" Panggil Harris.

"Gimana sama zara?" Tanya Kayla tiba tiba.

"Kenapa kay? papi sama sekali gak mempermasalahkan dia, kamu tau sesuatu?" Tanyanya.

"Aku cuman takut om Harris mempersulit zara dan ibunya" cicitnya pelan.

"Sejak kapan anak papi ini peduli sama orang lain? lagian kenapa kamu panggil papi dengan sebutan om? kamu lupa lagi?" Tanyanya.

"Aku cuma mohon buat papa buat jangan mempersulit zara, dia gak salah" Katanya.

Harris tersenyum bangga melihat empati putrinya yang tinggi.

"Papi gak pernah menyalahkan mereka, kamu tenang saja"

"T-terimakasih"

"Sama sama sayang, cepat sembuhlah"

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!