NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20 lahir kembali dalam api biru

​Dinding gua itu berdenyut dengan cahaya biru yang mistis, seolah-olah seluruh gunung ini memiliki jantung yang terbuat dari api. Semakin dalam Su Lang melangkah, suhu udara melonjak hingga ke titik di mana pakaian biasa akan langsung terbakar. Namun, berkat jubah Awan Perak dan perlindungan sistem, Su Lang tetap melangkah tenang.

​Di tengah ruangan luas di ujung gua, sebuah api kecil berwarna biru langit melayang di atas kolam lava cair. Itulah Api Roh Langit Biru.

​"Indah sekali... tapi mematikan," gumam Su Lang.

​Ia menoleh ke arah pintu masuk gua. Ia bisa mendengar teriakan dan dentingan senjata di kejauhan. Ayah Mu Chen, Ketua Sekte Lembah Hijau, telah tiba dengan pasukan penuh.

​"Li Yun, Lin Yue... aku mempercayakan punggungku pada kalian," bisik Su Lang sebelum duduk bersila tepat di depan api roh tersebut.

​Di Mulut Gua

​Kekacauan pecah. Lebih dari seratus murid Sekte Lembah Hijau mengepung jalan setapak sempit menuju gua. Di depan mereka berdiri seorang pria paruh baya berwajah bengis dengan jubah hijau tua yang berat. Mu Wanli, Ketua Sekte Lembah Hijau, seorang ahli Qi Condensation Tingkat 6.

​"Minggir, bocah-bocah sampah!" raung Mu Wanli. "Di mana bajingan yang berani melukai putraku dan membunuh binatang penjaga kami?"

​Li Yun berdiri tegak di tengah jalan, cakarnya sudah berlumuran darah murid-murid rendahan yang mencoba merangsek maju. Di sampingnya, Lin Yue memanipulasi udara dingin hingga menciptakan dinding es setebal satu meter yang memblokade jalur utama.

​"Guru sedang dalam meditasi penting. Langkah mana pun yang kalian ambil melewati garis ini adalah langkah menuju kuburan kalian," suara Lin Yue dingin, setajam es yang ia ciptakan.

​"Tingkat 3? Beraninya kalian!" Mu Wanli tertawa meremehkan. Ia mengayunkan tangannya, melepaskan gelombang Qi kayu yang menghancurkan dinding es Lin Yue dalam sekali pukul. "Serang! Habisi mereka!"

​Pertempuran hidup dan mati pecah. Li Yun bergerak seperti kilat, setiap sabetan cakarnya memutus nyawa musuh. Namun, jumlah musuh terlalu banyak. Lin Yue harus bekerja ekstra keras, menggunakan Jarum Es untuk menahan para tetua Tingkat 5 yang mulai turun tangan.

​Di belakang mereka, Chen Ling dan Tabib Chen sibuk meramu obat penambah tenaga instan untuk diberikan kepada Li Yun setiap kali pemuda itu mulai kelelahan. Ini adalah pertahanan kolektif yang luar biasa dari sebuah sekte kecil yang baru lahir.

​Di Dalam Gua

​Su Lang telah memulai proses penyerapan.

​[Ding! Memulai Integrasi Api Roh Langit Biru...]

[Peringatan: Suhu tubuh meningkat drastis. Risiko kegagalan: 40%.]

​"Gunakan Jantung Api Bumi sebagai penawar! Sistem, jalankan Alkimia Internal!" perintah Su Lang.

​Seketika, rasa sakit yang tak terbayangkan menghantam Su Lang. Rasanya seperti ribuan jarum api menusuk setiap sel di tubuhnya. Api biru itu mulai masuk melalui pori-porinya, membakar energi Qi lamanya dan menggantinya dengan energi yang jauh lebih murni dan liar.

​"Arghhh!" Su Lang mengerang. Kulitnya mulai retak, meneteskan darah yang langsung menguap menjadi gas merah.

​Di tengah siksaan itu, bayangan Nadi Naga di dalam Dantiannya bangkit. Naga emas itu seolah menelan api biru tersebut, menjinakkannya dengan otoritas kuno.

​[Ding! Integrasi mencapai 50%... 70%...]

[Proses Evolusi Dantian Dimulai!]

​Energi di dalam gua tersedot masuk ke tubuh Su Lang seperti pusaran air. Tekanan udara di dalam gua menjadi begitu kuat hingga dinding-dinding batu mulai runtuh.

​Kembali ke Mulut Gua

​Li Yun sudah berlutut dengan satu kaki. Tubuhnya penuh luka sayatan. Lin Yue juga tidak jauh berbeda; jubah birunya robek, dan sudut bibirnya meneteskan darah akibat bentrokan langsung dengan Mu Wanli.

​"Kalian cukup tangguh untuk ukuran semut," kata Mu Wanli sambil berjalan mendekat dengan pedang besar di tangannya. "Tapi ini akhirnya."

​Saat Mu Wanli mengangkat pedangnya untuk memberikan tebasan terakhir pada Lin Yue, sebuah ledakan energi yang luar biasa dahsyat meledak dari dalam gua.

​BOOOOOOM!

​Gelombang api biru dan emas menyapu keluar, melemparkan semua orang—baik kawan maupun lawan—sejauh belasan meter.

​Dari dalam asap dan debu yang membara, sesosok pria berjalan keluar. Setiap langkahnya meninggalkan jejak kaki api yang membakar batu. Matanya tidak lagi hitam, melainkan berpendar biru dengan pupil emas naga.

​"Guru..." bisik Li Yun dengan sisa tenaganya.

​Su Lang menatap medan perang yang berantakan. Ia melihat luka-luka di tubuh murid-muridnya. Kemarahan dingin yang murni terpancar dari tubuhnya.

​"Mu Wanli," suara Su Lang terdengar seperti guntur yang tenang. "Kau telah menyentuh murid-muridku. Sekarang, saksikan bagaimana sektemu menghilang dari peta."

​Su Lang mengangkat tangan kanannya. Pedang Naga Hitam kini tidak lagi hanya membara merah, tapi diselimuti oleh api biru yang tenang namun sangat panas.

​Mu Wanli gemetar. Ia merasakan tekanan yang jauh melampaui Tingkat 6. "Tingkat... Tingkat 5? Tidak, auramu... ini adalah kekuatan puncak!"

​"Satu tebasan," kata Su Lang.

​Ia mengayunkan pedangnya dengan gerakan horizontal yang sederhana.

​Seni Naga: Angin Kiamat Biru!

​Sebuah sabit api biru raksasa melesat, membelah hutan, membelah tanah, dan melewati tubuh Mu Wanli serta puluhan muridnya dalam sekejap.

​Keheningan melanda sesaat.

​Lalu, Mu Wanli dan semua orang yang terkena jalur serangan itu berubah menjadi abu secara instan. Bahkan tidak ada darah yang tersisa; mereka langsung menguap.

​Sisa-sisa murid Sekte Lembah Hijau yang masih hidup langsung membuang senjata mereka dan lari tunggang langgang, tidak berani menoleh ke belakang.

​Su Lang menghela napas, api di tubuhnya perlahan mereda. Ia segera menghampiri Lin Yue dan Li Yun, menyalurkan energi hangat untuk menutup luka-luka mereka.

​"Maaf aku terlambat," ucap Su Lang lembut.

​Lin Yue tersenyum lemah sambil bersandar di bahu Su Lang. "Anda tepat waktu, Guru."

​[Ding! Selamat! Anda telah menembus Qi Condensation Tingkat 5!]

[Kapasitas Dantian meningkat 1000%.]

[Kemampuan Baru: Domain Api Biru (Menekan semua musuh di radius 50m).]

​Su Lang menatap ke langit lembah yang mulai terang. Dengan Api Roh di tangannya dan kekuatan barunya, ia tahu bahwa perjalanan ke Lembah Seribu Obat baru saja dimulai. Masih banyak fragmen kuali yang harus ditemukan, dan sekarang, ia memiliki kekuatan untuk mengambilnya dari siapa pun.

​"Ayo," ajak Su Lang. "Kita punya sekte yang harus dibangun kembali di tanah ini."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!