NovelToon NovelToon
Reborn: Ku Tinggalkan Keluarga Bias Dimanjakan Kakak Tiri

Reborn: Ku Tinggalkan Keluarga Bias Dimanjakan Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Reinkarnasi / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vhiy08

Plakkk
"Kau berhutang budi seumur hidupmu! Karena kau mencuri nutrisi milik Aurora sewaktu didalam rahim Mommy mu! Hingga menyebabkan Aurora mempunyai fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sedari kecil, jangan pernikahan ini bahkan nyawamu pun tak cukup untuk membayarnya!" Teriak Arga sang Ayah dari 5 bersaudara.
"Alasan itu lagi, apakah Bintang bisa mencuri! Kalian pikirkan sewaktu itu aku masih berupa segumpal darah, lalu janin yang bahkan tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri!" Sahut Bintang dengan tersenyum getir.
"Akan aku ambil semua yang telah aku berikan pada kalian dengan tanganku sendiri!!! Bahkan jikapun aku harus mati! Aku tidak akan rela membiarkan kalian menikmati hasil keringat dan kerja kerasku!" Ucap Bintang sambil
menggerakkan samurai ditangannya dengan lincah membantai seluruh keluarga Miller walaupun dirinya tahu jika dirinya telah diracun oleh Aurora.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Di jemput

"Lo siapa? Dan Lo sedang bersandiwara untuk siapa? Tidak ada orang yang akan membeli akting mu ini, sungguh sangat mengotori mata gue saja." Ucap Narendra pedas, dengan memicingkan matanya lalu menatap Aurora dari ujung kaki sampai ujung rambutnya dengan sorot mata yang sinis, membuat Aurora seketika memerah dan terkejut.

"Hei... Apa maksud ucapan Lo?!" Tanya Saka dengan emosi.

"Baiknya Lo katakan itu buat adek Lo ini, tadi Dia mengatakan jika Bintang ini saudaranya, tapi tidak segan menjelekan Bintang dihadapannya langsung, sungguh menjijikkan." Sahut Narendra sinis.

"Lo!!!" Ucapan Kalla langsung terputus saat Aurora langsung mencekal tangannya.

"Kak... Narendra mengatakan itu karena tidak tahu sifat Bintang yang sebenarnya, tapi sudahlah, jangan emosi, jika dengan menjelekkan Aurora itu bisa membuat Bintang bahagia, maka Aurora tidak masalah." Ucap Aurora cepat dan lembut, jujur hatinya mulai merasa tidak nyaman saat menerima tatapan tajam dari Narenda.

"Kali ini Lo beruntung, karena ada Aurora yang membela Lo... Lo berhutang pada Aurora..." Tunjuk Saka sambil berlalu dari tempat itu setelah mendengar ucapan Aurora yang telah memberi tahu siapa Narendra sebenarnya.

Bintang hanya menatap kepergian mereka dengan sorot mata yang nanar dan senyum getir.

Sungguh jauh dalam hatinya, dirinya merasa sangat malu karena sikap saudara kandungnya itu.

Tapi Dirinya juga tidak dapat berbuat apa-apa, semakin dirinya ingin menjaga mereka, maka mereka akan semakin merasa dirinya sedang menjilat.

'Akh... Perasaan ini lagi, bukan kah sudah lama berlalu, tapi hati ini terbuat dari segumpal daging, jadi tentu saja tidak bisa berbohong jika, tetap merasa sakit dan kecewa.' Ucap Bintang dalam hatinya dan tanpa Dia sadari tangannya bergerak meremas dadanya.

"Kak Naren... Terima kasih ya sudah membantu bintang hari ini, tapi maaf, sudah membuat Kak Naren tertawa melihat lelucon yang dibuat saudara-saudara Bintang." Ucap Bintang sambil menundukkan kepalanya dan meremas rok yang dikenakannya untuk mengurangi rasa tidak nyaman dihatinya.

"Sudah santai saja, bagiku, Kau adalah kau dan mereka adalah mereka, itu tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu, akh sudahlah... Jangan difikirkan lagi mereka, anggap saja kau tidak pernah punya kakak yang seperti mereka," Ucap Narendra lembut dan tersenyum manis.

"Terima kasih Kak..." Sahut Bintang lagi dengan tersenyum tulus.

"Little star... Teruslah tersenyum begini, kau tahu senyummu sangat manis, dan ingat! Kau tidak membutuhkan Kakak yang seperti mereka, bukankah aku ini Kakak mu juga... Ingat itu." Ucap Narendra sambil mengangkat telunjuknya kearah dadanya.

"Jika kau ingin bertema kasih, bagaimana jika kita berfoto saja, untuk kenang-kenangan, anggap saja ini sebagai hadiah ucapan terima kasih mu, bagaimana?" Ucap Narendra dengan tatapan yang penuh harap.

'Akh.... Beruntung nya gue hari ini, bisa berfoto berdua dengan My little star, akh... Gue enggak bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajah mereka...' Ucap Narendra dengan tersenyum bahagia dan wajah yang berbinar-binar.

"Ingat! Jika ada apa-apa lagi segera hubungi aku, oke..." Ucap Narendra sambil menyerahkan kembali ponsel milik Bintang yang direbutnya paksa.

"Kau yakin tidak aku antar?" Tanya Narendra untuk kesekian kalinya dan Bintang menanggapi pertanyaan itu dengan tersenyum dan gelengan kepala.

" Yakin... Tidak dan terima kasih, sopir sudah mengirimkan pesan jika sudah hampir sampai," Ucap Bintang sambil memperlihatkan layar ponselnya, dan terlihat satu pesan disana.

"Baiklah... Jaga diri, sebentar lagi mobil jemputan mu akan tiba..." Ucap Narendra menghembuskan nafas panjang dan menyerah lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap pucuk kepala Bintang dengan rasa gemas yang sudah Dia tahan dari tadi.

'Akh... Hilang sudah kesempatan untuk pamer pada mereka...' Ucap Narendra lesu.

"APA YANG KAU LAKUKAN!!!"

Bintang dan Narendra menoleh seketika pada sumber suara itu. Disana berdiri tegap Xavier dengan wajah yang tampak mengeras dan memerah.

Sorot mata tajamnya seolah menembus jantung Narendra, membuat Narendra menciut seketika, dan rampak meringis ngeri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Hai Kak Xavier..." Sapa Narendra takut-takut.

"Bintang... Aku duluan ya... Daa," Ucap Narendra dan dengan cepat melarikan diri dari tempat itu.

"Mengapa tidak menghubungi ku jika kau mendapat kesulitan?" Tanya Xavier saat Bintang selesai menyampaikan alasan mengapa Narendra ada bersamanya.

"Bagaimana cara Bintang menghubunginya, Bintang kan tidak punya no ponselnya." Cicit Bintang pelan.

"Berikan ponsel mu," Ucap Xavier sambil menadahkan tangannya dihadapan Bintang.

"Haha..." Refleks Bintang terkejut.

"ponsel..." Ucap Xavier lagi sambil menggerakkan jari-jarinya.

"Oh..." Sahut Bintang sambil menyerahkan ponselnya dengan hati yang bingung.

"Mulai besok kau harus mengikuti klas bela diri dan yang lainnya, " Ucap Xavier sambil menyerahkan kembali ponsel pada Bintang.

" Itu no ku, ingat orang pertama yang kau mintai tolong saat kau dalam kesulitan harus aku. Apa kau mengerti?" Tanya Xavier.

Bintang yang mendengar ucapan Xavier kembali terkejut dan menjadi bengong. Mata bulat itu berkedip-kedip cepat dengan mulut yang terbuka.

Xavier yang melihat utu langsung membuang wajahnya kesamping, ekspresi terkejut Bintang itu sungguh sangat menggemaskan dimatanya.

"Sial...

1
Rossy Annabelle
next thor 💪
Vhiy08: siap... lagi proses pengetikan, sabar ya kak..👍❤️
total 1 replies
Vhiy08
siap👍
Vhiy08
❤️
Vhiy08
👍
Vhiy08
maaf ya kalo author telat balas... 🙏
Sulati Cus
diawal kukira mereka sepupu g taunya adik tiri 😅
Sulati Cus: kisah nyata ini thor😅
total 4 replies
Alissia
/Sob//Sob/
Sulati Cus
jgn galak2 awas tar suka sm sepupumu🤣
Sulati Cus
sesuai namanya udah pasti lah dia py cahaya dan sinar yg berbeda dg aurora😅
Sulati Cus
kunci sukses mereka kan bintang🤔 krn bintang out apa mereka msh akan sukses🤣
Vhiy08: Bener sayangnya mereka enggak pada sadar... selamat bergabung kak... dan terima kasih atas like dan support nya🙏❤️
total 1 replies
Viana
lanjut....
Vhiy08: siap.... 👍
total 1 replies
Sahira
Next...💪
Vhiy08: siap.... 👍
total 1 replies
Rossy Annabelle
lanjut iih🤯
Rossy Annabelle
next🤯
Vhiy08: siap... selamat bergabung kak, terima kasih ata like dan dukungannya, kuti terus ya kisah bintang dan Xavier. 👍❤️
total 1 replies
Viana
lanjut... 💪
Vhiy08
Siap...
Vhiy08
Terima kasih Doa nya kak... 🙏
Viana
lanjut
Sahira
yang sabar ya Thor... Dan tetap semangat💪/Heart/
Vhiy08
Belum kak... karena ada sebab lainnya jadi ini author nya baru bisa up lagi... 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!