NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duapuluh

Dan Akhirnya Aku tetap diantar pulang oleh manusia kulkas yang lupa dicolokin. Sekarang kulkasnya mulai meleleh, lelaki itu sudah banyak bicara bahkan lebih banyak dari pada Aku.

Apa dia sudah takluk? Padahal Aku tidak ngapa-ngapain dia lagi loh! Kenapa juga dia jadi takluk setelah Aku berhenti?

Aneh!

Tapi tidak mungkin juga takluk, karena yang keluar dari mulutnya lebih sering pedas dan pahit.

Mbuh lah!

Bagas... Bagaimana keadaan anak kecil itu. Dia dimasukkan dalam daftar tersangka kecelakaan lalu lintas, karena memang dialah penyebabnya. Bagas membawa kendaraan dalam keadaan mabuk, motor besarnya yang hancur jadi saksi.

Dan pukulan bertubi-tubi yang mas dokter layangkan padanya adalah bentuk hukuman dia yang melarikan diri. Karena ulahnya lah banyak korban kecelakaan, bahkan sampai ada yang meninggal di tempat.

Kini dia di rawat di rumah sakit dalam pengawasan polisi.

Drrt... Drrt...

Getaran dari ponselku membuyarkan lamunanku dari memikirkan nasib Bagas.

“Assalamu'alaikum, Bu.”

“*Wa'alaikumussalam Dinda, kamu di mana? Kenapa belum sampai rumah? Ini sudah malam banget. Berhenti aja bekerja kalau pulang larut begini. Mana sudah mulai gerimis, kamu juga sudah ibu bilang pergi kerjanya bareng mas Aydan aja. Kalau bareng dia ibu tenang, nggak*—”

“Pak beli tisu,” panggil manusia masker kepada penjual lampu merah. “Beli semuanya.”

Ibu pun langsung berhenti mengoceh mendengar suara lelaki itu.

“Jalanan macet, Bu. Sebagian jalan ditutup karena tadi ada kecelakaan.” Aku memberikan alasan.

“*Kamu sama mas Aydan ya? Ya udah nggak papa. Nanti kalau ibu nggak kebangun waktu kamu ngetuk pintu, kamu nginep di rumah Ummi Laila aja. Dah ya, Assalamu'alaikum*.”

“*Dinda sama Aydan Yah*—” Tut. Ibu baru mematikan panggilannya.

Aku menghela. Ibu kenapa suka seenaknya? Ibu pikir enak numpang di rumah orang?

Ting!

Pesan dari Aira, ada fotonya sedang di bandara.

\[Kim Dinda, gue udah di indo.\]

Aku membalas pesannya, \[Mana oleh-oleh buat gue?\]

Dia membalas emot merah bertanduk, Aku tertawa tanpa suara. Memang paling seru godain Aira.

\[Lo masih pacaran ‘kan sama Kim Taehyung kw?\]

Aku mengirimkan foto manusia masker dari belakang, entah sekarang apalagi yang dia beli dari pedagang lampu merah.

\[Ngapain lo malem-malem berduaan dengan dia? Habis ngapain kalian? Ngaku aja lo!\]

Kurang asem, dia pikir Aku cewek apaan.

\[Habis bikin ponakan buat lo. Puas?\] Balasku meladeni guyonannya.

Dia membalas dengan sticker J-Hope yang tertawa sampai terguling di lantai.

Ting.

Aira mengirimkan foto lagi.

Aku menutup mulut ketika membukanya. Aira berfoto bersama mas Agustd!

\[Aku iri, Aku bilang.\] Aku balas lagi, Aku sungguh-sungguh iri. Kapan Aku bisa foto sama Kim Taehyung. Hmm...

“Mau jajan?”

Ha?

Aku melihat ke luar jendela. Kami sudah berada di jalan yang menjual berbagai macam jajanan.

“Mau!” sahutku heboh.

Dia langsung mencari tempat parkir.

“Mau beli apa?” tanyanya saat kami sudah turun dari mobil.

“Mau beli martabak manis.” jawabku cepat, menunjuk gerobak martabak manis yang lagi viral.

“Makan manis di malam hari nggak disarankan karena dapat menyebabkan penambahan berat badan, meningkatkan risiko diabetes, mengganggu kualitas tidur karena tubuh bekerja mencerna, memicu asam lambung jika langsung berbaring, serta memengaruhi fungsi otak dan mood, terutama jika sudah biasa atau karena stres atau kurang tidur. Terlebih kamu semalam nggak tidur ‘kan?”

Hah? Semua ucapannya menyebalkan, tapi untuk kalimat yang terakhirnya membuatku tertegun. Tahu dari mana dia kalau Aku tidak tidur semalaman?

“Terlihat dari lingkaran hitam di matamu.” katanya seolah tahu isi pikiranku.

Hah?

Oke baiklah.

“Tapi klepon juga manis?” Aku menyindir.

“Tapi tidak semanis martabak yang toppingnya bermacam-macam dan semuanya mengandung gula.” dia menyela.

Kenapa dia selalu ada jawaban sih? Harusnya wanita selalu benar ‘kan?

Tapi?

“Ya udah martabak telur aja.” akhirnya Aku mengalah.

“Martabak telur cenderung tinggi kalori dan lemak, yang jika berlebihan bisa meningkatkan risiko berat badan naik dan penyakit jantung.” katanya.

Dan itu berhasil membuatku lagi-lagi terperangah.

“Kalau nggak boleh semua kenapa bertanya?” tanyaku menatapnya sinis.

Dia hanya mengendikkan bahunya.

Dasar!

“Jadi jajan apa yang boleh?” tanyaku ketus.

Manusia masker itu memperhatikan satu persatu gerobak-gerobak jualan. Dan matanya berhenti, Aku pun mengikuti arah pandangnya.

Ubi cilembu.

Dah lah.

Aku kesal, Aku masuk mobil dan meninggalkannya sendiri.

Dasar gen milenial, semua yang dia makan makanan tradisional.

Aku hampir mengantuk menunggunya dalam mobil, pasalnya sudah setengah jam Aku menunggunya hanya untuk membeli seonggok ubi cilembu.

Baru saja mau memejamkan mata, akhirnya dia datang.

Brak! Suara dia menutup pintu.

“Kenapa lama—” Aku tidak jadi melanjutkan protesanku kala manusia masker mengulurkan tiga plastik ke belakang di tempatku.

“Apa ini?” tanyaku yang tidak dijawabnya, dia langsung menjalankan mobil.

Seketika mataku berbinar setelah mengintip isi dalam dua plastik diantara tiga plastik, duo martabak! Martabak manis dan telur.

Untuk plastik satu lagi berisi ubi cilembu, ah itu untuk dia saja.

Refleks Aku memeluk lengan kekarnya, “Makasih ya mas Taehyung. Muah!”

Ah Aku senang sekali, martabak adalah makanan kesukaanku. Aku memang bisa membuatnya sendiri, tapi Aku lebih suka kalau beli.

“Boleh Aku makan?” Aku bertanya.

Dia berdehem sebelum menjawab, “Hm. Tapi tidak untuk satu bulan ke depan.”

Apa maksudnya?

Mungkin maksudnya dia tidak membelikanku lagi dalam waktu satu bulan ke depan ‘kan? Ya udah! Tapi tentu tidak berlaku kalau Aku beli sendiri.

“MasyaAllah... Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” ucapku dengan mulut penuh. “Demi Allah ini enak banget, ratingnya satu juta per sepuluh!”

“Mas dokter mau?”

“Boleh.” jawabnya.

Aku mengulurkan kotak martabak di sampingnya.

“Kedua tanganku sedang Aku pakai untuk menyetir.”

“Jadi nanti aja?”

“Suapkan!”

Apa?

“Tanganmu itu nganggur. Pake tangan itu aja untuk suapkan Aku makan.” katanya lagi.

Aku mengerjap, apa Aku nggak salah dengar?

“Kenapa lama sekali?”

“Eh i-iya, sebentar.” Aku mengambil potongan kecil martabak manis, dan mulai mendekatkan tanganku ke arah mulutnya.

Glek!

Aku menelan saliva saat dia menerima suapanku.

“Manis.” katanya.

Ucapannya menyadarkanku. “Ya iyalah, ‘kan emang martabak manis!”

Aneh.

“Mau martabak telur juga?” Aku menawarkan lagi.

“Boleh.”

Cih!

Dia sangat pandai membuatku mencibir, katanya tidak sehat, tapi kenapa dia mau semuanya?

Semua martabak tandas kami makan berdua bahkan sebelum sampai rumah. Hanya tinggal satu plastik lagi yang masih utuh.

Hoam... Aku mulai mengantuk. Kenapa tidak sampai-sampai sih? Batinku.

Aku merasa toserba yang baru saja dilewati, sudah tiga kali Aku melihatnya. Apa memang toko yang sama, atau memang cabangnya?

Mataku semakin mengantuk, terserah lah dengan perut kenyangku, pokoknya sekarang Aku mau tidur. Aku menurunkan kursi mobil untuk Aku berbaring dengan nyaman.

Aku membaca doa sebelum tidur, dan memejamkan mata.

\*

Tok... Tok... Tok...

“Kim Dinda! Bangun, sudah subuh!”

Aku menggeliat mendengar suara ibu, ah rasanya tidurku nyenyak sekali malam ini. Tubuhku pun terasa lebih ringan.

“Sudah bangun?” tanya ibu, setelah membuka pintu.

Tumben.

Aku mengangguk.

“Cepat shalat subuh, terus tolong kasih kambing makan sebelum berangkat kerja. Ayah dari semalam tiba-tiba pergi beli bibit kambing di luar kota, ada yang obral jual murah, mungkin nanti siang baru pulang. Untung semalam kamu nggak jadi nginep di rumah Ummi Laila, jadi ibu nggak sendirian di rumah.” kata ibuku.

“Siap kanjeng ratu.” jawabku serak.

Ibu langsung keluar setelah menyampaikan pidatonya.

Aku bangkit dari baringku, dan segera beranjak ke kamar mandi. Tapi ada sesuatu yang keras dan panjang berada di bawah selimutku. Aku meraba untuk mengambilnya.

Srettt!

Ikat pinggang!

Kantukku langsung hilang.

Ikat pinggang laki-laki!

“Punya siapa ini?”

\*\*\*

1
Sari Saputri
apapun masalahnya BTS solusinya 🤣
Sari Saputri
Aira hamil 😮 sensitifnya bumil, siap2 jadi musuh bumil kak jonie, yang biasa mengahadappi pasien hamil kali ini harus berhadapan dengan istri yang hamil dan dengan berpart part merajuknya 🤣 kim dinda gak boleh sedih dan cemburu karena keduluan Aira
Sari Saputri
holang kaya 🤭
Sari Saputri
suami suami yang kehilangan para istrinya 😄
Sari Saputri
apa itu libur kim dinda 🤣
Sari Saputri
pusing2 kepala baca nya kakanda /Chuckle/
Sari Saputri
sedikit banget thorr, double up dong thorr
Sari Saputri
kim dinda lihat Ayah Danu dan ibu El obrolan mereka udah bahas cucu aja, siap2 mandinya sebelum subuh trus karena kakandamu ada tim support nya /Facepalm/
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwkwkwkw habislah Dinda
total 1 replies
Sari Saputri
hei kim dinda jangan menolak ingat sudah ada kakanda 🤭 nanti kakandamu ngadu ke lakinya Aira
Sari Saputri
aaaiiihhhh..... pancing trosssss buk El 😄 lebih bagus lagi kalau di depan kim dinda /Grin/
Sari Saputri
ayah Danu mas Aydan ini dokter loh yah mosok mandiin embek suruh kim dinda ajalah yah lebih mumpuni 🤣
Sari Saputri
cepat sehat pak luruh sebelum istrimu bebas bisa2 mencak2 nanti istrimu jika tahu penyakitmu
Sari Saputri
dasar kakanda gombal gembel trossss
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwkwk gombal gembel🤣
total 1 replies
Sari Saputri
ampun dah kakanda suka kali minta imbalan
Sari Saputri
bukannya enak kim dinda menikah, makanan selalu tersedia 🤭
Sari Saputri
hahahhahhaa.... kum dinda mau ngibuli kakanda, keknya gak berhasil 😄 gagal maning gagal maning /Facepalm/ siap2 kim dinda habis sudah dirimu malam ini /Joyful/ apa gak ada plan 2 kim dinda 🤣
Sari Saputri: terima nasib ajalah kim dinda 😄
total 2 replies
Sari Saputri
seperti apa kim dinda tolong di perjelas jangan buat yang baca jadi pinisirin
Sari Saputri: okeh thor
total 2 replies
Sari Saputri
berarti yang boleh jadi ARMY hanya yang gadis2 ajeh nih kim dinda 🤭
Sari Saputri: hahahhahahaaa...../Smirk/
total 2 replies
Sari Saputri
comot aja ibu El mulutmya kim dinda kayak lagi buat tekwan, mumpung kakandanya lagi gak ada kalau ada kan ibu El-nya jadi gak enak hati 🤣
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwk🤣
total 1 replies
Blueberry Solenne
Rajin banget si Ayah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!