Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper
Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Bekerja Ditemani Istri
Di ruang CEO yang luas, Alex menyaksikan semuanya. Matanya terpaku pada monitor besar yang menampilkan rekaman CCTV lobi. Ia memang sengaja mengaksesnya, ingin memastikan apakah Beatrice sudah tiba. Namun, yang ia saksikan justru pemandangan yang membuat amarahnya mendidih. Dua resepsionis perusahaannya, dengan sombongnya, merendahkan Beatrice.
Tanpa ragu, Alex meraih telepon di mejanya untuk menghubungi HRD. Nada suaranya dingin. "Pecat dua resepsionis yang berjaga di lobi sekarang juga. Dan pastikan mereka tidak akan pernah diterima di perusahaan mana pun di bawah Thorne Group." Keputusannya final, tanpa kompromi. Ia tidak akan mentolerir siapa pun yang berani merendahkan istrinya.
Tak lama setelah sambungan telepon terputus, terdengar ketukan pintu, diikuti suara Jody dari luar. "Presiden Thorne, Nona Brooks ada di sini."
Alex teringat percakapan mereka di lift tadi. Beatrice meminta Jody memanggilnya Nona Brooks atau Beatrice saja, bukan Nyonya Muda. Alasannya, mereka belum mengadakan resepsi pernikahan, sehingga orang luar belum tahu soal status mereka. Kedua keluarga pun belum bertemu. Jody mengiyakan, meskipun ia sedikit heran. Jarang ada wanita yang tidak ingin menyombongkan gelarnya sebagai istri Alexander Thorne, pewaris takhta Thorne Group.
"Masuk," suara Alex terdengar.
Jody membukakan pintu, memberi isyarat agar Beatrice masuk. Setelah Beatrice melangkah masuk, Jody membungkuk hormat dan undur diri.
Alex langsung berdiri, matanya terpaku pada Beatrice, dan berjalan cepat ke arahnya.
"Apa aku menganggumu?" tanya Beatrice, sedikit canggung. "Aku hanya ingin mengantarkan dokumen ini saja dan langsung pulang, tapi Jody memintaku menemuimu."
Alex sudah berdiri di depan Beatrice. Tanpa basa-basi, ia menarik Beatrice ke dalam pelukannya. Aroma tubuh Beatrice yang lembut langsung memenuhi indra penciumannya.
"Mana mungkin kau menggangguku, baby," bisik Alex di telinga Beatrice. "Antara pekerjaan dan istriku, tentu saja aku lebih memilih istriku. Aku selalu punya waktu untuk istriku."
Beatrice sedikit heran. Pria yang katanya alergi pada wanita itu kenapa bisa begitu betah menempel padanya. "Apa Nolan cuma bercanda soal alergi wanita?", batinnya.
Alex menarik tangan Beatrice menuju sofa mewah di sudut ruangan. Beatrice melirik meja kopi di depannya, ada makan siang yang belum tersentuh di sana.
"Apa kau belum makan siang?" tanya Beatrice.
Alex hanya bergumam, "Hm."
"Kenapa? Apa kau sangat sibuk?"
"Uhm... sedikit lapar membuatku lebih konsentrasi dalam bekerja," jawab Alex santai.
Beatrice mendengus. "Apa yang kamu katakan? Teori macam apa itu! Kau harus makan sedikit. Aku dengar dari Sam kalau tadi pagi kamu juga tidak sarapan. Bagaimana bisa kau mau melewatkan makan siang juga?"
Alex tersenyum tipis. "Bagaimana denganmu? Apa baby sudah makan siang?"
"Hm. Aku makan siang bersama teman-teman paruh waktu sebagai perpisahan," jawab Beatrice. "Makanlah dulu. Kalau kamu mau sambil terus bekerja, yah tidak masalah, aku bisa menyuapimu."
Beatrice tidak merasa ada yang aneh dengan ucapannya karena dia sudah terbiasa menyuapi Colton. Tapi Alex belum pernah mendapatkan perlakuan semacam ini sebelumnya. Alex merasa senang karena Beatrice proaktif dalam berperan sebagai istrinya. Menurut Alex, pernikahan ini mulai terasa sungguhan bukan sekedar transaksi. Tentu akan lebih baik jika cinta tumbuh di antara keduanya.
Alex tahu dirinya jatuh cinta pada Beatrice tapi Beatrice belum sampai ke tahap itu. Alex mengerti Beatrice baru saja gagal dalam hubungannya dan butuh waktu.
Alex menaikkan alisnya, sebuah seringai kecil terukir di bibirnya. "Hm?"
Tanpa berkata apa-apa, Alex mengambil laptopnya dari meja kerjanya dan kembali duduk di sofa, di sebelah Beatrice. Ia langsung kembali bekerja, tanpa mengatakan apapun.
Beatrice kebingungan. "Apa dia benar-benar ingin aku menyuapinya?" batinnya.
Ia mengambil piring makan siang Alex dan mulai menyendokkan makanan. Alex langsung membuka mulut, menerima suapan itu tanpa banyak protes. Beatrice juga membersihkan sudut bibir Alex dengan tisu dan membantunya minum setelahnya.
Alex benar-benar hanya memegang laptopnya, matanya terus terpaku pada layar.
Waktu menunjukkan pukul 1 siang. Alex sudah selesai makan dan harus segera menuju ruang rapat.
"Tunggulah aku di sini," pinta Alex pada Beatrice. "Aku akan membawamu makan malam bersama nanti setelah jam pulang. Kau bebas melakukan apa saja selama menungguku."
Karena Beatrice tidak punya kesibukan untuk saat ini, ia setuju saja. Alex juga menunjukkan kamar pribadinya yang berada di dalam kantor. "Kau bisa tidur di sana jika lelah," katanya.
Selagi Alex meeting, Beatrice menunggu di dalam ruangan kantornya. Ia tiduran di sofa empuk sambil bermain game di ponselnya. Sofa itu benar-benar nyaman, jauh lebih nyaman daripada sofa kesayangannya yang dulu ia tinggalkan di rumah Zane.
Alex mengakhiri meeting secepat mungkin. Ia tidak ingin berlama-lama meninggalkan Beatrice. Lagipula, ia jauh lebih suka melihat istrinya daripada melihat para pria paruh baya di ruang rapat.
Begitu masuk ke ruang kerjanya, Alex melihat Beatrice yang asyik bermain game di ponselnya, sampai Beatrice tidak sadar kalau Alex sudah berdiri di samping sofa, terus menatapnya dengan tatapan memuja.
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣