Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Kedua adik Vera pun langsung mendongak mendengar suara sang teteh. mereka pun langsung berjalan memeluk Vera
"Terima kasih... Sabrina dan Esa bisa makan enak tiap hari" ucap lirih Sabrina
Deg
Hati Vera menghangat mendengar ucapan Sabrina, dia pun mengelus rambut Sabrina dengan lembut dan Mahesa pun tidak ingin ketinggalan dia pun langsung memeluk Vera juga dan Vera pun dengan senang membalas pelukan kedua adiknya itu
"Sekarang kita makan ya... kalian tidak usah berangkat sekolah karena Nanti kalian akan pindah sekolah ke kota Z, kita akan memulai hidup baru kita di kota itu dan kalian harus pintar dan bisa membanggakan teteh" ucap lembut Vera
Kedua adiknya pun mengangguk mengiyakan ucapan sang teteh, mereka akan belajar dengan baik. mereka bahagia mendapatkan perhatian dari Vera, mereka pikir kalau Vera akan membenci mereka juga seperti ibunya, ternyata mereka salah tetehnya begitu menyayangi mereka dan memanjakan mereka seperti ini
Kebahagiaan mereka tidak luntur sampai mereka belajar, Vera memanggil seseorang guru Les privat untuk mereka. Vera memberi apa pun untuk sang adik
"Miss Eca boleh tanya? apa bahasa atu cinta tatat?" tanya Esa
"I love my sister" jawab Miss nya
"I love my sistel?" gumam Mahesa. Miss nya tersenyum lembut saat mendengar ucapan itu
"Memang Esa mau bilang kata-kata itu untuk siapa?" tanya Miss nya
"Tentu untut teh Vela dong... tan teteh Eca teh Vela dan teh Ina, Eca mau bilang I love my sistel, bial nanti Eca di bilang Pintel" jawab Mahesa. Miss nya hanya tersenyum kecil mendengar ucapan murid nya itu
...----------------...
Sedangkan Vera dan rombongan mulai lancarkan aksinya untuk segera membawa rombongan kepala desa Harto tersebut, berita tentang kebakaran rumah salah satu staf tak membuat Vera peduli kepada mereka yang pasti dia hanya akan melakukan sesuatu yang membuat kehidupan kepala desa Harto dan rombongannya hancur
Sedangkan semua staf dan keluarga nya mulai menerka-nerka, siapa yang melakukan pembakaran tersebut. mereka yakin kalau kebakaran rumah salah satu staf desa itu bukan disebabkan dari konsleting listrik
Sedangkan di rumah kepala desa banyak para wanita yang mengepung rumah tersebut, bahkan ada yang Langsung melempar batu ke halaman ataupun kaca di rumah kepala desa Harto
"Keluar kau Jala*g... jangan bersembunyi di belakang tubuh bapakmu, bapakmu yang sering membuat para warganya menderita, kau dan keluargamu memang benar-benar biadab" teriak salah satu wanita yang suaminya ketahuan berselingkuh dengan Putri kepala desa Harto itu. banyak para wanita ataupun para anak dari keluarga tersebut pagar kediaman kepala desa Harto hancur
Sedangkan Vera tersenyum melihat kerusakan seperti itu bahkan para istri dan anak lelaki yang berselingkuh dengan Putri kepala desa Harto itu menghancurkan mobil dan karangan rumah mereka
"Ck ck ck ck..... benar-benar miris, mereka hanya bisa bersembunyi di dalam rumah seperti itu? kemarin koar-koar ingin membalas dendam kepada ku, sekarang menghadapi para ibu-ibu pun mereka Langsung ketar-ketir" gumam Vera. Mang Hasan yang mendengar ucapan para pun menahan tawanya bukan hanya Mang Hasan Tapi beberapa anak buah yang ikut pun menahan tawa mereka
"Queen....Apa Lily cantik?"
Vera yang tadi sedang berserius pun langsung mengalihkan tatapannya kepada sang sistem saat melihat Lily. Vera pun tersedak dengan kelakuan dan pakaian Lily hari ini, Vera hanya bisa mengelus dada saat melihat sistemnya itu selalu antusias saat memakai pakaian milik dia sendiri
"Astaga..... Lily, Apa kau tidak bisa memakai pakaian yang benar? aku sampai sakit kepala melihat kau berganti-ganti pakaian dengan yang luar biasa itu" ucap Vera dengan nada yang frustasi. Vera sudah tidak bisa berkata-kata dengan kelakuan Sang sistemnya itu
"Queen Ini Itu fashionnya Lily, Lily tuh paling suka dengan pakaian-pakaian seperti ini... jadi Queen tidak boleh melarang Lily, berpakaian sesuai keinginan Lily oke" ucap nya dengan gaya tengil
Vera hanya bisa meringis mendengar ucapan Lily. dia pun sudah tidak ingin menanggapi kelakuan sistemnya itu dan dia pun langsung mengalihkan tatapannya kepada kerumunan yang sedang menghancurkan halaman rumah milih kepala desa Harto
"Neng kita culik mereka lewat pintu belakang, kalau ada para wanita-wanita itu bertanya, kita langsung saja bilang kalau kita ingin membuang sampah pemilik rumah yang sudah ditinggal pergi dari semalam... agar mereka juga tidak menghambat pekerjaan kita" ucap mang Hasan
"Baiklah.... kita tidak ada waktu lagi jadi kita harus bergerak dengan cepat membawa mereka" ujar Vera. dia pun langsung memberikan kode kepada anak buahnya itu dan anak buahnya pun langsung berpencar melakukan tugas mereka
Vera pun meminta Lily untuk menyiapkan, kontainer besar, dan Lily pun langsung menyiapkan kontainer untuk membawa pertahanannya nanti
Dan benar saja beberapa dari anak buah Bang Hasan pun langsung membawa korban yang akan mereka bawa itu ke dalam mobil kontainer besar yang terparkir di lapangan dekat helikopter
Ya semua orang dibuat tidak sadarkan diri oleh Lily. agar semua pekerjaan Vera lancar tanpa hambatan, dan Vera pun tersenyum bahagia
"Tinggal buat mereka melupakan kehidupan mereka, Oya kita juga harus segera mengirim mereka langsung ke lokasi tambang emas yang di kota K" ucap Vera
"Tentu saja Queen..... Kita juga bisa langsung mengirim mereka ke sana, tanpa harus berputar putar lagi" jawab Lily
"Bagaimana cara nya? apa Kita juga harus membuat identitas palsu untuk mereka nanti?" tanya Vera
"Queen tenang saja, walaupun tambang itu memiliki izin operasi dari ke pemerintahan.... tapi tambang itu tersembunyi tidak bisa, dilihat oleh orang lain tanpa izin dari Queen ataupun Lily" ucap Lily dengan nada sombongnya itu
Vera hanya memutar mata malas mendengar jawaban sombong Dari Lily, iya sudah kebal dengan kelakuan sombong dari sistemnya itu
"Lakukan lah, asal mereka dibuat hilang ingatan dulu.... agar tidak membuat masalah nantinya" ucap Vera
"Urusan gampang itu Queen.... biar masalah ini menjadi urusan Lily, Queen tinggal menerima beresnya saja, urusan laporan tentang pengeluaran dan pemasukan dari tambang itu menjadi urusan asisten pribadi Queen yang di bagian pertambangan" jawab Lily
"Aku punya asisten pribadi untuk masalah pertambangan? kenapa kau tidak bilang dari tadi aku tidak akan pusing-pusing memikirkan bagaimana nanti mereka di sana" ucap kesal Vera
"Queen tidak bertanya! ya Lily tidak berbicara... Jadi bukan salah Lily dong" jawab Lily
Rasa sabar Vera pun tak setebal, author yang sering di bilang cerita nya ngebosenin. Vera memiliki rasa sabar setipis tisu meja makan
GREG
Pipi mulus dan lembut milik Lily pun mendapatkan gigitan keras
AARRGG
Teriak kan Lily membuat Vera puas. dari pagi sebenarnya Vera ingin menggigit Pipi gemoy milik Lily itu, tapi dia selalu menahannya agar tidak membuat sang sistem cemberut, tapi sayang kesabarannya telah diuji oleh sang system Jadi bukan salah Vera bila pipi Lily terkena gigitan gemas Vera
"Hiks... queen kejam, Lily ngambek nih?
TBC
Jangan lupa ya guys likenya..... author hanya minta dukungan lewat Like guys
...****************...
Selamat untuk kedua pemenang misi jawaban tercepat di cerita ini, silakan kirim nomor kalian lewat chat pribadi Author ya.... author tunggu sampai sore ini
Untuk yang belum beruntung tenang saja pasti sesekali Author akan membuat misi kedua ketiga dan keempat, silahkan tetap dukung cerita nya, kalau tidak suka dengan ceritanya tolong skip ataupun jangan melanjutkan baca cerita daripada kalian komen kalau cerita ini sangat membosankan dan tidak ada kemajuan dalam bercerita
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor