NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Usia

Pernikahan Beda Usia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Endang

Hanya cerita pasaran yang mengisahkan suatu pernikahan beda usia dikarenakan adanya sebuah perjodohan. Diperankan oleh Alvian Gilang Dirgantara seorang CEO muda dari sebuah perusahaan besar PT. Agung Dirgantara, usianya 24 tahun dengan gadis remaja yang baru berusia 17 tahun. Merupakan anak dari sopir pribadi keluarga Dirgantara yang meninggal dunia karena berusaha menyelamatkan ayah dari Gilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#PERNIKAHANBEDAUSIA_19 (Revisi)

🍁🍁🍁

Disinilah mereka duduk bersama sedang menikmati makan malam yang sederhana. Mutiara tersenyum mengamati suaminya sedang asyik melahap habis makanannya. Ia menyukai bagaimana cara suaminya saat meneguk habis kuah sok buntut buatannya. Ini sudah mangkok ketiga yang dihabiskan oleh Gilang.

"Akh...kenyangnya," ucap Gilang mengusap perutnya.

"Mas suka ya sama sop buntut?" tanya Mutiara.

"Hmmm... sop buntut itu termasuk makanan favoritku. Dulu aku sering memakannya saat nenek masih hidup," jawab Gilang.

Pikiran Gilang kini menerawang jauh pada kejadian masa lampau, dimana masih ada sang nenek di sisinya. Wanita tua itu tahu segalanya tentang dirinya, apa yang menjadi kesukaannya dan apa yang tidak disukainya. Gilang sangat menyanyangi neneknya, bahkan rasa sayang itu melebihi rasa sayangnya kepada kedua orang tuanya. Hanya kepada sang nenek lah Gilang juga senantiasa mengadukan keluh kesahnya. Tapi sekarang beliau sudah pergi... dan itu semua karena ulahnya. Gilang masih menyesali semua itu, andai waktu dapat diputar? Ia pasti tidak akan membuat hati neneknya merasa kecewa dengan sikapnya yang urakan.

'Lihat-lah nek, sekarang aku sudah hidup dengan baik! Aku akan berhenti melakukan semua kegilaan yang pernah aku perbuat dulu. Aku akan menyongsong hidup bahagia bersama istri kecilku,' bathin Gilang berkata, ia menatap istrinya yang masih asyik dengan makanannya.

"Terima kasih karena sudah hadir dalam kehidupanku," ucapnya lirih.

Meskipun dengan nada yang pelan, tapi Mutiara masih bisa mendengar ucapan suaminya. Jantungnya kembali berdegub kencang, baru kali ini suaminya mengucapkan kata terima kasih dengan lembut dan tulus kepada dirinya. Ia menatap Gilang tak percaya. Pandangan mereka saling beradu, menatap satu sama lainnya. Hening....

Tak ada pembicaraan setelah itu, mereka masih asyik dengan dunia masing-masing. Berbicara lewat pancaran mata.

Kau memang gadis kedua yang mampu merebut hatiku, tapi cintaku kali ini nyatanya lebih besar dari sebelumnya. Aku tak bisa membayangkan jika harus kehilangan dirimu. Mungkin saja aku tidak akan pernah bisa bangkit lagi seperti sekarang ini. Aku bersumpah akan selalu menjaga dan melindungimu, agar tidak ada satu orang pun datang untuk merebut atau mengambilmu. Seperti saat Kelvin hadir dan merebut Clarissa dari hidupku. ( Gilang )

Aku tahu kamu bukan lah orang yang buruk mas, aku bisa merasakan itu. Entah apa yang membuatmu menjadi seperti ini?? Tapi aku berjanji pada diriku sendiri, untuk selalu menyertai setiap langkahmu. Baik itu suka maupun duka. Aku sama sekali tidak perduli jika kamu tidak mencintaiku, tapi hati ini sudah terikat olehmu. Aku sadar siapa diriku?? tapi hatiku tidak bisa mengelak akan hadirnya cinta setelah pernikahan kita. ( Mutiara )

Mutiara memalingkan wajahnya ke sembarang arah, begitu pula dengan Gilang. Keduanya gugup seolah kepergok baru melakukan sesuatu yang salah.

"Aku sudah selesai makananku," ucap Gilang.

"Hmmm....kalau mas Gilang mau kembali ke kamar dulu, silahkan saja!! aku disini mau bantuin mbak Laras terlebih dahulu untuk membereskan ini semua," jawab Mutiara.

Gilang mengangguk, ia beranjak meninggalkan ruang makan menuju ruang kerjanya. Masih ada beberapa berkas yang perlu ia pelajari dan tanda tangani.

🍁🍁🍁

Mutiara kembali ke kamar, berharap suaminya masih menunggunya untuk beristirahat bersama. Tapi saat membuka pintu, ia tidak menemukan sosok Gilang ada di kamar. Mungkin ia sedang berada di ruang kerjanya saat ini. Mutiara membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Ia ingin sekali bisa menemani suaminya bekerja tapi tidak bisa. Ia harus bangun pagi-pagi karena besok ada ulangan di jam pertama pelajaran. Entahlah kenapa sekarang guru di sekolahnya sering memberikan ulangan secara tiba-tiba. Sebenarnya tanpa belajar pun, Mutiara pasti bisa mengerjakan semua ulangan dengan baik. Sebab ia merupakan murid terpintar di sekolahnya. Tapi Mutiara bukan tipe orang yang suka menggampangkan sesuatu, ia tidak ingin terlena dengan prestasi yang ia miliki. Justru sebaliknya, Mutiara selalu menjadikan prestasinya sebagai penyemangat dalam meraih cita-citanya.

Mutiara sedikit melakukan perenggangan otot, kemudian naik ke atas ranjang. Ia merebahkan tubuhnya disalah satu sisi ranjang. Ia tersenyum kecil mengingat bagaimana perlakuan suaminya saat hendak tidur. Memeluk tubuhnya dari belakang serta menenggelamkan wajah di curuk lehernya lalu pergi ke alam mimpi dengan damai.

"Selamat malam suamiku tersayang, maaf ya kalau aku harus tidur duluan," lirihnya tersenyum geli pada dirinya sendiri.

Mutiara menutup kedua matanya, untuk segera menyambut mimpinya.

Pukul 23. 30 WIB

Gilang melirik ke arah jam dinding

Ternyata sudah larut malam, pantas saja matanya terasa berat. Ia pun menutup laptopnya dan keluar dari ruang kerjanya.

*Ceklek...

Gilang membuka pintu kamar, tampak istri kecilnya sudah bergulung dengan selimut yang cukup tebal. Di luar sedang hujan deras, pantas saja istrinya kedinginan.

Gilang masuk dan mengecilkan suhu ruangan agar tidak terlalu dingin. Ia naik ke atas tempat tidur untuk bergabung dengan istrinya.

"Selamat tidur gadis kecilku, semoga kamu bermimpi indah di malam ini," Gilang mengecup puncak rambut istrinya.

Tak lupa ia selalu melingkarkan tangan ke perut sang istri dan mamasukan kepalanya ke dalam curuk leher istrinya. Gilang benar-benar menyukai aroma tubuh Mutiara, rasanya sangat menenangkan hati.

©©©

Mutiara terbangun karena merasa terganggu dengan bunyi alarm yang sengaja ia pasang sebelum tidur. Ia mengucek kedua matanya dan mulai merasakan adanya suatu benda berat yang melingkar pada perutnya. Mutiara tersenyum, ia tahu bahwa suaminya masih tertidur pulas di sampingnya. Dengan sangat hati-hati Mutiara berusaha melepaskan diri dari lingkaran tangan suaminya. Tapi tidak berhasil. Tangan itu semakin erat memelukanya.

"Diamlah, atau aku akan menjadikanmu sebagai santapan pagi!" cuit Gilang.

Kedua bola mata Mutiara membulat seketika, dengan spontan ia membalikan tubuhnya untuk menghadap suaminya.

"Mas Gilang sudah bangun? sejak kapan?" selidik Mutiara.

"Sejak alarm yang kau pasang berbunyi," jawab Gilang tanpa membuka mata.

Ia sedang menahan diri karena tiba-tiba ada yang terbangun di bawah sana.

Bibir Mutiara membulat membentuk huruf O.

"Mas, bisakah kau melepasku sekarang? Aku harus segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke Sekolah. Pagi ini akan ada ulangan Fisika di jam pertama," ucap Mutiara.

Gilang melepaskan pelukannya pada pada sang istri dan membiarkan gadis itu beranjak dari tempat tidur dengan mudah. Entah kenapa pagi ini tubuhnya tiba-tiba memanas, seakan ingin mencari kepuasan. Gilang tidak mau sampai dirinya kelepasan. Itu sebabnya membiarkan Mutiara berlalu darinya sesaat, setidaknya sampai hasratnya mereda.

*Huppphh

"Kenapa tubuhmu selalu saja berhasil memancing gairahku sih?" rutuk Gilang.

Gilang menarik nafas dalam-dalam kemudian dikeluarkannya lagi dengan kasar. Ia mencoba untuk meredakan sendiri hasratnya.

🔹

🍁

🔹

Mutiara menatap heran pada salah satu sahabatnya, sangat aneh. Tidak ada angin ataupun hujan, tiba-tiba ia mendiamkan dirinya. Bahkan terkesan sedang menjauh. Mutiara berpikir keras apakah ia sudah melakukan sebuah kesalahan sehingga membuat Arif marah kepadanya.

"Mutiara, elo kenapa ngelihatin Arif sampai seperti itu? naksir ya?" goda Elvina.

"Hush... sembarangan! Aku udah punya suami, mana bisa jatuh hati pada pria lain?" tukas Mutiara.

"Bercanda my sister," ringis Elvina.

Mutiara menggelengkan kepala. Mana bisa ia jatuh cinta pada laki-laki lain sedangkan saat ini sudah ada seorang suami yang menetap di sudah menetap di hatinya, entah sejak kapan?

"Vin, kamu tahu nggak kenapa Arif jadi sinis seperti itu sama aku?" tanya Mutiara.

Elvina menggelengkan kepala, ia sendiri pun merasa jika sikap Arif memang berbeda dari biasanya. Ia lebih banyak diam, dan malas untuk berbicara dengan siapa pun.

"Mungkin dia sedang ada masalah. Sudahlah jangan terlalu dipikirkan!" cuit Elvina mengerti kegundahan sahabatnya.

"Oh...ya... ngomong-ngomong gimana kabar suami elo yang sinting itu?" Elvina balik nanya.

"Vina, tolong jangan sebut lagi suamiku pria sinting! Begitu-begitu dia juga kakakmu kan?" protes Mutiara tidak terima suaminya disebut sinting oleh adiknya sendiri.

"Iya...iya... maaf... Habisnya gue kesal sama kak Gilang, mentang-mentang udah nikah langsung nggak pernah pulang ke rumah orang tuanya," tukas Elvina merasa kesal.

Mutiara menyipitkan mata, ia mendongakan kepala dan menatap saudari iparnya.

"Mas Gilang nggak pernah pulang ke rumah?" selidik Mutiara.

"Boro-boro pulang ke rumah, kasih kabar saja nggak pernah. Apalagi semenjak ada kak Kelvin, dia senakin jauh. Kak Gilang selalu menolak kalau mami memintanya untuk pulang barang sekejab. Padahal mami itu sudah rindu berat sama kalian," celoteh Elvina.

Mutiara bingung, masak iya sih suaminya bersikap seperti itu? Tapi Elvina juga tidak mungkin berbohong padanya. Mutiara yakin jika semua yang terjadi pada suaminya saat ini pasti ada sebabnya.

Untuk sejenak Mutiara melupakan persoalan Arif, dia terus berpikir tentang suaminya. Ia yakin Gilang sebenarnya merupakan orang baik dan tulus seperti yang pernah mami mertuanya katakan. Namun ada sesuatu yang membuatnya berubah seperti ini, tapi apa? Mutiara benar-benar pusing dibuatnya. Untung bel masuk segera berbunyi, jadi ia pun bisa berhenti memikirkan permasalahan yang terjadi pada keluarga suaminya.

***Author udah up lagi ya

Untuk saat ini belum ada permasalahan yang muncul, masih datar-datar aja dulu ya😁😁

Jangan lupa berikan Votenya🙏🙏🙏😍😍😍😘😘

1
mbak i
ya Allah sudah berapa purnama ini😄😄
Yeti Karniati
belum ada lanjutannya kah ?
Bunga Setyaningrum/endang: sudah dilanjut kk
total 1 replies
Yeti Karniati
lanjut
Eka Novariani
ceritanya seru, imbang antara percintaan dan konflik yg harus diselesaikan... membuat aku larut dlm ceritanya 😀
Sri Idayu
ceritanya bagus, aku suka 😊
Ernha Ciuss
masak sama adik nya jahat kasian..
Ernha Ciuss
kasihan hidup claisa di usia yg terlalu muda harus ngejalani hidup yg susah.
ceryimut
iya allah ikut ke bawa perasaan sampai ikutan nangis... 😭😭😭😭
Nurma sari Sari
loh kok bisa saudara kembar Clarisa dan mutiara sedangkan Clarisa sdh kuliah beberapa tahun yg lalu GK mungkinkan kalau sampai mutiara tinggal kelas sampai beberapa tahun tinggal kelas, coba dibikin jadi saudara kandung aja gk usah saudara kembar jadi gk nyambung karena GK sesuai sama mutiara yg masih SMA jauh kejadian hubungan Gilang dan Clarisa dengan mutiara yg masih SMA dibolak balik kearah manapun gk akan nyambung kalau Clarisa saudara kembar mutiara, kalau tetap menjadi saudara kabar berarti mutiara adalah anak yg bodoh karena sekolahnya yg naik kelas sampai beulang2 kali, sedangkan dlm cerita ini mutiara itu anak yg pintar. kan jadi GK nyambung kalau dijadikan saudara kembar. mf Thor terlalu janggal dan gk masuk di akal 🤔🙄🤦
Nurma sari Sari
mutiara lebatnya minta ampun, gk perlu sok akrab sama orang yg dulu pernah membuli kamu, untuk apa juga kamu berbisik sama Helena mengatakan kalau suami kamu galak jadi terlihat gimana gitu jadi norak, seharusnya kamu jaga jarak dengan Helena karena kamu pernah dibuli, nah itu baru sikap yg wajar, kenapa malah membisikii Helena mengatakan kalau suaminya galak, untuk apa ?????? baru kemudian sadar dan takut karena sdh mengatai Gilang, berulang kali kejadian seperti itu, jadi kesannya lebay, jadi terlihat kebaikan mutiara seperti dibuat2. gk usah terlalu berlebihan bersikap dibuat seperti natural dan sewajar2nya aja.
Nurma sari Sari
sepertinya intan itu saudara mutiara bukan kembaran mutiara, sedangkan Clarisa pacaran dengan Gilang selama 3 th kemudian bubar karena Clarisa selingkuh dengan saudara Gilang disaat Clarisa masuk kuliah, sedangkan Mutiara saat ini masih SMA., wajah dan postur tubuh yg serupa tapi bukan kembar. tapi herannya kenapa Gilang awalnya mengira mutiara adalah Clarisa, sedangkan Clarisa kan sdh kuliah dan mutiara masih sekolah. kok jadi eror si Gilang mati2an membenci mutiara tanpa alasan 🤦🙄
Nurma sari Sari
mutiara kan masih sekolah, kok selama menikah blm ada ceritanya masuk lagi ke sekolah, apa gurunya gk marah, sekalipun sekolah itu milik orang tua Gilang, tetap aja peraturan sekolah semua sama pada muridnya.
Nurma sari Sari
mf ya Thor sedikit komen, kata Lo gue itu kaya gimana gitu, soalnya Gilang itu seorang CEO jadi kurang wibawa kalau ngomong pakai kata Lo gue dengan siapapun, karena Gilang orang yg berpendidikan jadi gk pantas kalau pakai kata Lo gue, mf Thor hanya sekedar saran biar kita yg baca bisa lebih menikmati ceritanya dan enak untuk meresapinya, karena ceritanya bagus, sayang kalau sedikit gk enak karena pakai bahasa gaul Lo gue.
Ibn Muchsin
aku ada kritikan : maaf aku agak kurang suka dgn karakter Gilang yg posesif, bucin akut, dan pemarah... membuat tokoh ini terkesan tdk dewasa dan lemah khususnya tanpa Mutiara.

solusinya : mgkn aku bs kasih saran kalau buat karakter tokoh yg bucin silahkan, pemarah jg boleh... tp dgn syarat ada porsinya... jgn bucin akut atau over anger sampe' out of control kyk gt... Disini aku mlh lbh suka dgn karakter dr Kelvin... krn walaupun dia lbh muda dr Gilang tp akalnya lbh bijak dan sempurna... tdk implusif seperti Gilang yg bahkan dia adlh kakaknya yg seharusnya memberikan contoh yg baik bagi adik"nya
Arum
kliatan nya bagus baca scuelnya nanti deh qw baca
Linda Nitbanii
up dong
Ibn Muchsin
hello my home
Ibn Muchsin
kota Paris negara Perancis Thor😂😂😂
Jein Ntore
keren ceritanya
Mamat Anay
hemmm Gilang awas lo bucin ama mutiara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!