Zhu Xin Tian, putri dari bangsawan Zhu, wanita yang berdarah dingin haus akan darah.
Suatu hari setelah menjalankan misinya sebagai pembunuh bayaran, Xin Tian mati keracunan, namun bukannya mati Xin Tian malah berpindah dimensi kezaman modern.
Bagaimana kehidupan Zhin Tian di zaman modern? Berhasilkah ia membalaskan dendam pemilik tubuh? siapa laki-laki yang berhasil meluluhkan hati Zhin Tian dan bagaimana kisah asmaranya setelah dendamnya terbalaskan?.
Saksikan Kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Adik Sepupu
"Awalnya mamamu memang anak semata wayang kami, namun saat dia pergi meninggalkan rumah ini, nenek kamu mengandung lagi dan melahirkan anak laki-laki" jelas Kakek Leon.
"Mama Jiangna kamu pasti bahagia mendengarkannya kan" batin Zhin Tian dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu tidak perlu sedih nak, kamu masih memiliki kami, oh ya papa kamu mana? Tanya nenek kepada Zhin Tian.
"Dia tidak pantas menjadi papa" lirih Zhin Tian mengepalkan kedua tangannya.
"Ceritakan semuanya kepada nenek dan kakek bagaimana bisa ibumu meninggal?"
"Mama meninggal karna serangan jantung nek, kek" cerita Zhin Tian menundukkan kepalanya, tak terasa air mata mereka bertiga menetes.
"Ke..napa bisa?" tanya sang nenek dengan terbata.
"Mama serangan jantung saat melihat papa selingkuh, hikkss hisskk, setelah mama meninggal papa membawa selingkuhan dan anak selingkuhannya kerumah" Zhin Tian menangis dengan terisak.
Mama dan Papa Jiangna yang mendengarnya menangis dengan menyesal, andaikan dulu mereka tidak membiarkan anak perempuannya pergi, mungkin dia masih hidup sampai saat ini.
"Maafkan nenek nak, andaikan dulu nenek sama kakek melarang mamamu pergi" nenek Zhin Tian memeluk Zhin Tian dengan penuh isak tangis.
"Ini bukan salah nenek, ini salah wanita ****** itu, dan salah papa" tekan Zhin Tian dengan penuh kebencian di sela tangisnya.
Kakek Leon mengepalkan tangannya menuntut atas kematian sang anak.
"Nek, malam sebelum aku kesini, aku mimpi bertemu mama, mama titip salam kenapa nenek dan kakek, mama sangat menyayangi kalian, dan mama juga ingin kita menuntut atas kematiannya"
"Kita pasti akan menuntut balas atas kematian ibumu nak"
"Tinggallah disini, pasti kamu kesepian" ajak sang nenek.
"Aku belum bisa tinggal disini nek, banyak hal yang harus aku urus, aku harus membalaskan kematian mama dan mengelola perusahaan aku sendiri" tekad Zhin Tian.
"Nenek tidak bisa melarangmu nak, sering-seringlah datang kesini"
"Iya nek aku bakal sering-sering kesini, aku juga tinggal disini selama seminggu"
"Syukurlah" senyum hangat merekah jelas terlihat diwajah mereka, anak yang telah lama hilang dan di kabarkan meninggal, hidup kembali dalam sosok gadis yang masih berumur 21 tahun.
"Nenek Kakek" Suara laki-laki menggelegar di mansion megah tersebut.
Namun yang di panggil tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.
"Mereka dimana sih" cemberut laki-laki tersebut.
"Nenek kakek" Teriaknya lagi membuat ketiga orang yang tersebut tersentak kaget.
"Astaga itu pasti adikmu, dia hanya berjarak 1 tahun denganmu" kata sang nenek yang mengerti dengam wajah binggung cucunya.
"Apa aku punya saudara?"
"Ya kau punya saudara laki-laki namanya Farel Putra Jiang" jawab sang nenek.
"Yeyeye aku punya saudara" histeris senang Zhin Tian.
"Nek apa aku bisa bermarga Jiang?" tanya Zhin Tian yang berniat memakai marga sang ibunya.
"Bisa nanti kakek akan mengurusnya"
"Terimakasih kakek"
"Sekarang kita temui dulu adikmu itu sebelum dia membuat heboh dirumah ini"
"Ayok" semangat Zhin Tian.
Setelah mereka sampai di lantai satu, tampak jelas laki-laki yang gagah berdiri berkacak pinggang.
"Apa nenek sama kakek melupakan cucu satu-satu kalian ini hah" katanya masih berkacak pinggang.
"Astaga kau sudah besar begini masih saja manja" sinis sang kakek.
Farel yang masih belum melihat Zhin Tian terus mengoceh, bagaimana tidak Zhin Tian yang berada di belakang kakek dan neneknya tidak bisa melihat adiknya tersebut.
"Aku tidak manja kek, kalian kenapa tidak menyambut mu seperti sebelum-belumnya" cerocos Farel.
"Sudah sudah kami punya kejutan untukmu" kata itu membuat mata Farel berbinar.
"Hallo Adik" kata Zhin Tian dan berdiri diantara kakek dan neneknya.
"Kamu" ucap Zhin Tian dan Farel serempak.
Liulin*