NovelToon NovelToon
Rhaella : Kuat Dalam Sakit

Rhaella : Kuat Dalam Sakit

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Rhaella Delyth adalah seorang gadis cantik dengan kepribadian dingin dan ekspresi wajah yang selalu datar. Meskipun berasal dari keluarga terpandang, kehidupan yang ia jalani jauh dari kata bahagia. Kehadirannya di dunia tidak pernah diharapkan, membuatnya tumbuh dengan hati yang keras dan kesulitan untuk mempercayai orang lain.

Sementara itu, Gabriel adalah seorang pemuda tampan dan berkarisma yang lahir di lingkungan keluarga kaya dan berpengaruh. Di balik pesonanya, ia memiliki sifat dingin, tak mudah didekati, serta sisi kejam yang tidak banyak diketahui orang.

Bagaimana kisah pertemuan mereka bermula? Ikuti perjalanan mereka dalam cerita ini, yang penuh dengan intrik dan adegan penuh ketegangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Mereka berdua pun sudah masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya, banyak dari Mereka yang sedang berbisik namun masih bisa di dengar oleh elsa dan Gabriel tapi tidak Mereka hiraukan. Beberapa menit kemudian guru pun masuk dan memulai proses belajar mengajar di jam terakhir pelajaran.

"Anak-anak ibu hari hanya masuk untuk memberikan kalian tugas, karena ibu dan para guru akan mengadakan rapat" ucap guru tersebut pada murid-muridnya.

"Kalian buka buku kalian halaman 332 di situ ada soal latihan sampai dengan halaman 337 kalian isi dengan teman sebangku kalian. Dan kalian kumpulan besok di ruangan ibu" ucap guru itu, murid-murid yang melihat soal yang begitu banyak sudah mendesah pasrah lagi-lagi ini adalah pelajaran ibu guru killer mereka.

Sebentar lagi bel pulang berbunyi, kalian bisa mengerjakan dulu sebagian soal latihannya di sini sampai menunggu bel berbunyi. "Kalau begitu ibu permisi dulu "kemudian setelah mengatakan itu guru pun keluar dan kelas langsung sedikit ricuh karena dalam mereka ada Gabriel dan Merrit dua datar yang tidak suka akan kebisingan.

Gabriel dan Rhaella yang duduk berdampingan hanya menatap datar soal-soal dalam buku paket itu.

"kalau lo berdua mau ngerjain dimana?" Tanya Calix pada Gabriel dan Rhaella yang sama-sama diam melihat buku tidak memulai obrolan atau mencoba berdiskusi. Rhaella yang mendengar pertanyaan itu pun langsung menoleh menatap Gabriel, Gabriel yang paham akan maksud tatapan Rhaella pun menjawab

"Pulang sekolah ke rumah gue" jawab Gabriel menatap Rhaella, dan Rhaella pun hanya mengangguk saja.

Berbeda dengan Calix Juna dan Rufus sudah menganga di tempat melihat Gabriel dan Rhaella yang sama-sama datar itu.

"Fiks mereka berdua emang cocok sih" celetuk Hans dengan pelan dan di angguki setuju oleh Calix dan Rufus.

Kriingg...

Kriingg...

Kriingg...

Suara bel pulang berbunyi murid-murid pun berdesakan untuk pulang keluar kelas, lain halnya dengan Rhaella dan inti Desmond mereka masih duduk anteng menunggu lenggang dan tidak berdesakan lagi.

Setelah di rasa sudah lenggang mereka pun bangun kemudian berjalan keluar kelas menuju parkiran motor. Saat Rhaella sampai di di motornya, para inti Desmond melihatnya dengan seksama.

"Ngga nyangka gue kalau Rhaella ternyata queen" celetuk Rufus tiba-tiba.

"Baru engeh gue sama motornya" Hans juga ikut berceloteh. Di angguki oleh Rufus dan Calix.

"Lo tau ta kalau Rhaella itu queen? "Tanya Hans pada Merrit.

"Hmm" jawab singkat Merrit dan membuat mereka menoleh kecuali Gabriel.

"Kapan?" Tanya Calix.

"Sehari setelah dia jatuh dari arena balap. Gue kenal sama motornya" jawab Merrit datar.

"Kok Lo ngga kasih tahu ke kita sih?" Tanya Rufus pada Merrit, Merrit pun mengangkat sebelah alisnya.

"Emang itu penting?" Tanya Merrit datar.

"Astaga temboookk kita kita ini kemarin syok denger Gabriel kasih tahu kalau Rhaella itu queen lebih kaget lagi ternyata Gabriel suka sama Rhaella" jawab Hans kesal pada wakil Desmond itu.

"Oh" jawaban singkat Merrit membuat mereka menganga, rahang mereka langsung jatuh melihat respon biasa Merrit percuma saja mereka menjelaskan jika hanya itu responnya.

"Jangan-jangan lo juga tahu Gabriel suka sama Rhaella?" Tanya Rufus lagi.

"Hmm" singkat Merrit. Mereka kembali menganga dengan jawaban Merrit.

"Ini anak benar-benar yah " jawab Hans dan di hadiahi tawa oleh Calix.

"Astagaa kayanya cuma kita bertiga deh yang bego di inti" ucap Calix menertawakan dirinya dan kedua sahabatnya sedangkan Rufus dan Hans sudah geleng-geleng kepala.

...

" RHAELLAAA..." suara seseorang yang memanggil namanya membuat Rhaella menoleh, bukan hanya Rhaella melainkan Gabriel dkk juga menoleh ke sumber suara yang memanggil nama Rhaella.

Kemudian orang itu pun menghampiri Rhaella dengan motor sportnya kemudian berhenti di depan Rhaella dan inti Desmond, lalu membuka helm full facenya. Hans dan Rufus sudah ternganga melihat itu ternyata itu adalah perempuan.

" Rhaella.. Lo masih inget gue kan?" Tanya seseorang itu. Tidak menghiraukan tatapan dari teman-teman Gabriel.

"Hmm"

"Siapa?" Tanya g pada elsa "Isabell, orang yang gue tolong semalem" Gabriel pun mengangguk. Lalu sibuk dengan handphonenya sambil menunggu Rhaella berbicara.

"Syukurlah kalau masih inget, Lo udah mau pulang?" tanya Isabell.

"Hmm"

"Gue mau ganti uang lo Rha yang semalam"

"Gue udah bilang ngga perlu"

"Tapi gue takut nanti gue pulang dari sini terus mati gimana? kan gue punya hutang, gue ngga mau mati gentayangan Rha" jawab frontal Isabell, inti Desmond yang mendengar itu mengulum bibirnya menahan tawa, sedangkan Merrit sudah tersenyum tipis mendengar penuturan gadis itu, berbeda dengan Gabriel yang tidak terpengaruh dengan ucapan seseorang yang tidak dikenalnya.

Rhaella menghela nafas lelahnya dan menggaruk alisnya yang tidak gatal.

"Astajiiim tuh cewe, ngga salah sih, tapi ngga bener juga" ucap Rufus dengan terkekeh kecil.

"Perawakannya mirip Rhaella tapi cewe itu lebih bisa berekspresi di bandingkan Rhaella yang datar dan dingin" celetuk Calix melihat Isabell.

"Iya kalau gua liat agak mirip-mirip gitu sama Rhaella" sambung Hans dan mereka pun mengangguk setuju, sedangkan Merrit malah menatap Isabell dengan pandangan yang berbeda.

"Nanti malem aja Lo ke apartemen gue, gue pergi ngerjain tugas dulu" jawab Rhaella pada keysa.

"oke deh kalau gitu pergi dulu" pamit Isabell pada elsa kemudian berjalan menuju motornya dan berlalu pergi.

Dari kejauhan Mira, Daena dan Adila melihat itu semua, mereka cukup kaget bagaimana bisa Isabell kenal dengan Rhaella. Yups mereka sudah sering bertemu dengan Isabell jika mereka sedang berkunjung ke kediaman Luna.

"Luna bukannya itu Isabell?" Tanya Daena pada Luna.

"Iya itu Isabell, kenapa dia bisa ke sekolah kita?" Tanyanya pada diri sendiri.

"Mana kaya Deket lagi sama Rhaella" celetuk Mira yang juga sedang menatap mereka dari kejauhan.

"Awas aja tuh anak kalau udah di rumah" ucapnya kesal pada Isabell.

"Udah yuk kita balik" ucap Daena mengajar teman-temannya untuk pulang.

...

"Udah?" Tanya datar Gabriel memasukkan handphonenya ke dalam saku jaketnya.

"Udah "

"Ayo"

Kemudian Gabriel menoleh ke arah teman-temannya memberi kode untuk pulang juga, mereka pun mengangguk patuh.

Beberapa menit Gabriel dan Rhaella berkendara, mereka telah sampai di sebuah mansion yang sangat megah dengan pagar yang sangat tinggi berwarna hitam dan gold. Saat sudah memasuki kediaman Gabriel, Rhaella tetap menampilkan wajah tanpa ekspresi meskipun dia takjub dengan apa yang dia lihat tapi tertutupi dengan wajah datarnya itu, jadi orang lain akan sulit menebak apa isi kepala Rhaella.

Rhaella pun memarkirkan motornya di samping motor Gabriel dan beberapa motor sportnya lainnya, dia pun berjalan mengikuti langkah kaki Gabriel yang membawanya untuk masuk ke mansionnya. Maid yang melihat tuan mudanya pulang pun menyapanya seperti biasanya.

"Udah pulang den?" Tanya maid tersebut.

"Hmm"

"Bunda sama ayah mana?" Tanya Gabriel yang menyimpan tasnya di sofa di ikuti oleh Rhaella yang berjalan di belakangnya.

"Nyonya ada di dapur den, lagi pengen masak kue katanya" jawab maid tersebut Gabriel pun mengangguk mengerti, kemudian menoleh ke arah Rhaella.

"Lo mau belajar di sini atau ke kamar gue" tanya Gabriel.

"Terserah lo aja" jawab datar Rhaella.

"Ya udah tunggu dulu sini, kita makan siang dulu, baru ke atas" ujar Gabriel.

"Ngga bisa sekarang aja ngerjainnya?" Tanya Rhaella.

"Kenapa?" Tanya Gabriel.

"Gue ada urusan" jawab datar Rhaella.

"Ya udah ke kamar gue" titah Gabriel kemudian berjalan lebih dulu di ikuti oleh Rhaella di belakang.

"Sayang kamu baru pulang atau dari tadi?" Gabriel dan elsa pun membalikkan badannya saat mereka mendengar suara lembut menyapa indra pendengaran.

DEG

Shaera tersentak melihat wajah Rhaella yang begitu mirip dengan mendiang sahabatnya.

" Idylla... Eh nama kamu siapa cantik" Shaera hampir menyebut nama sahabat jika tidak segera sadar dari lamunannya.

" Saya Rhaella Tante " jawab Rhaella kali ini dia tidak berucap tidak dengan suara datarnya.

"Kamu cantik banget mirip banget sama seseorang yang Tante kenal dulu" ucap Shaera pada Rhaella.

"Makasih Tante "

"Kamu tinggal dimana nak?" Tanya Shaera mengelus lembut punggung Rhaella.

"Saya tinggal di apartemen xxx Tante" jawab Rhaella meski tidak sepenuhnya bohong.

"Bunda El mau ngerjain tugas dulu di kamar" ujar Gabriel di tengah obrolan mereka.

"Ngga makan siang dulu sayang ajak teman kamu pasti dia juga sudah lapar, iya kan sayang?" Ucap Shaera pada Gabriel kemudian kepada Rhaella. Rhaella tersenyum haru mendengar ucapan sayang dari wanita paruh baya di depannya ini, kata halus dan lembut yang tidak pernah dia dengar dari siapapun.

"El sama Rhaella makan di kamar aja bunda, suruh aja bibi bawa makanan ke atas" ucap Gabriel pada bundanya.

"Ya udah kalian pergi gih kerjain tugasnya, nanti bunda suruh bibi bawa makan siang kalian ke atas" jawab Shaera menatap berganti Gabriel dan Rhaella. Rhaella hanya diam dan sesekali tersenyum pada Shaera yang menatapnya. Kemudian Shaera pun pergi dari sana dan Gabriel serta Rhaella pun kembali berjalan menuju lift untuk pergi ke kamar Gabriel.

Saat sudah masuk kamar, Gabriel mempersilahkan Rhaella untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar Gabriel.

"Gue ganti baju bentar" Rhaella yang mendengar itu mendongak dan mengangguk saja. Rhaella pun kemudian mengeluarkan buku paket tadi lalu mengerjakan soal yang menurutnya sulit, karena kalau soal yang mudah itu akan cepat dia selesaikan dalam waktu singkat.

Saat berjalan untuk menghampiri Rhaella, Gabriel melihat Rhaella sedang mengerjakan soal-soal latihan yang berikan oleh guru mereka tadi, kemudian Gabriel duduk di samping Rhaella dan melihat apa yang tulis Rhaella.

"Hampir benar tapi itu masih salah" jawab Gabriel, Rhaella pun menoleh lalu mengangkat sebelah alisnya.

"Bagian mana yang salah?" Tanya Rhaella.

"Bagian ini, lo cuma salah di bagian ini, tapi meskipun cuma di bagian ini, itu akan mempengaruhi hasil yang Lo hitung" jawab Gabriel kemudian Rhaella melihat ke arah tunjuk Gabriel.

"Thanks" ucap datar Rhaella dan dia angguki oleh Gabriel.

Tok

Tok

Tok

"Mungkin makanan, Lo tunggu di sini"

"Hmm"

Saat Gabriel pergi Rhaella mencoba melihat ponselnya, dia melihat keadaan rumah lebih tepatnya mengawasi pergerakan Alane, dia seperti mendengar Alane sedang berbicara

Cklek

"Den ini makan siangnya, bibi yang masukin atau bagaimana den?" Tanya maid itu pada Gabriel

"Biar El aja bi " kemudian Gabriel pun mengambil makanan yang di bawakan oleh maidnya.

"Kalau gitu bibi ke bawah dulu den"

"Iya" jawab Gabriel kemudian menutup pintunya dan kembali masuk.

Tok

Tok

Tok...

1
Nda_Zlnt
luar biasa
Nda_Zlnt
lanjut thor
Varia Irene Patola: Siap dehhhh aku lanjut yah ini...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!