NovelToon NovelToon
Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Membalas Dendam Suami Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Selingkuh / Romansa / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: dava hanafisha

Seorang gadis dari keluarga kaya jatuh cinta pada pria biasa. Dia memalsukan identitas dan menikah dengan pria itu. Tidak hanya itu, karena dia secara diam-diam meminta bantuan keluarga untuk membantu karir suaminya.

Sayangnya, setelah sang suami sukses, wanita itu di selingkuhi dan bahkan di ceraikan.

Untuk membalas dendam, dia kembali ke keluarganya dan menjadi putri salah satu dari 10 keluarga terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dava hanafisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Pagi harinya...

"Bi.. Anak bibi ada berapa?." tanya Mama Fenny kepada bi Rizka. Sebab Mama Fenny tak percaya dengan ucapan Alisha, seperti ada yang ditutupi darinya.

"Ada dua nyah. Satu laki-laki dan satu perempuan."

"Kedua anak bibi bekerja dimana sekarang?."

"Lagi tidak bekerja nyah, kebetulan yang perempuan belum lama keluar dari tempat kerjanya." jawab Rizka.

"Ada apa ini, apa jangan-jangan Ibu Fenny sudah mengetahui siapa aku?." gumam Rizka dalam hati.

"Oh jadi sekarang anak bibi ada dirumah ya dua-duanya?."

"Iya nyah, maaf kalau boleh tau ada apa memang nya?."

"Benar saja dugaan ku, Alisha berbohong. Ada apa sebenarnya, kenapa dia menutupi anak bi Rizka? Apa sebelumnya Alisha mengenal bi Rizka? Alisha memang seperti terlihat sangat akrab dengan bi Rizka. Tapi mereka saling mengenal dimana sebelum nya?." tanya Fenny dalam hatinya. "Bi, apa kemarin Alisha sudah memberitahu bibi perihal pekerjaan untuk anak bibi?." tanya Fenny kembali pada Rizka.

"Aduh aku harus jawab apa ini, aku jadi takut salah jawab. Kenapa non Alisha tidak memberitahu aku sebelum nya."

"Be-belum nyah, non Alisha tidak bilang apa-apa dengan saya." jawabnya gugup.

"Ya sudah Bi, boleh lanjut bekerja. Makasih ya Bi." ucap lembut Fenny. "Ada apa ini sebenarnya, aku harus bicarakan masalah ini dengan Papa, dan menegur Alisha."

Bi Rizka segera kembali menuju dapur. "Aku jadi gak enak dengan non Alisha. Aku salah jawab atau engga ya ke nyonya?." gumam nya penuh khawatir.

"Ada apa? Kok sepertinya kamu kaya orang gelisah? Lagi ada masalah?." tanya bi Nina.

Sontak Bi Rizka terkejut dengan kehadiran Nina didapur. "Gak apa-apa Nin, aku cuma lagi mencemaskan anak-anak ku saja dirumah."

"Ada apa dengan anak-anak kamu? Kalau mau izin pulang bilang saja, majikan kita disini orang baik. Kalau masalah pekerjaan jangan khawatir, aku pasti akan bantu." pungkas Nina.

Rizka hanya terdiam dan tak menjawabnya lagi, ia langsung berjalan untuk kembali bekerja.

"Aneh sekali dengan dia, aku kasih masukkan malah diam saja." Nina menggelengkan kepalanya.

*****

Malam harinya...

"Pa.. Ada yang mama mau aku bicarakan tentang Alisha."

"Alisha? Ada apa Ma dengan Alisha?."

"Sepertinya ada yang dia tutupi dari kita Pa, perihal bi Rizka. Mama dari beberapa hari lalu memang agak curiga dengan nya. Akhirnya tadi mama mencoba tanya langsung dengan bi Rizka perihal anaknya. Dia memang punya anak laki-laki, tapi anaknya itu belum bekerja. Dan juga Alisha belum bilang ke Bibi tentang pekerjaan di proyek itu. Kita harus bicara Pa, dengan Alisha. Ada apa sebenarnya yang membuat dia jadi seperti ini."

"Ya sudah, selesai makan malam saja nanti kita bicarakan dengan Alisha."

Tak berselang lama ketiga nya sedang menikmati makan malam.

"Alisha.. Nanti selesai makan malam ada yang papa mau bicarakan dengan kamu!."

"Tentang apa Pa? Kelihatan nya serius sekali?." Ia tak kefikiran tentang masalah anaknya bi Rizka. Karena menurutnya semua sudah selesai, dan kedua orang tuanya gak akan mungkin bertanya langsung pada bi Rizka.

"Ya sudah nanti saja, sekarang kita makan dulu."

Tak ada sahutan kembali dari Alisha. "Ada apa ya? Tumben banget Papa seserius ini. Mama juga gak bicara apa-apa sama aku, biasanya suka spill dikit-dikit tapi ini diam saja. Apa tentang Reno?." gumam nya dalam hati.

"Pa.. Ma.. Aku ke kamar dulu ya." ucapnya setelah selesai makan.

"Iya.. Nanti Papa tunggu diruang keluarga ya!."

Alisha menganggukkan kepalanya, dan berjalan menuju kamarnya.

Beberapa menit kemudian, ia kembali turun menghampiri orang tuanya yang sudah menunggu diruang keluarga.

"Sha.. Mama mau tanya sama kamu, tapi Mama berharap kamu menjawab dengan jujur tidak membohongi Mama dan Papa. Apa kamu sudah sampaikan perihal pekerjaan untuk anaknya bi Rizka?."

Alisha terkejut mendengar pertanyaan Mama nya itu.

"Kemarin kan aku sudah bilang ke papa dan mama."

"Tapi belum kamu sampaikan kepada Bibi kan? Yang kamu sampaikan kepada Papa itu hanya karangan kamu saja, benarkan Alisha?."

Alisha langsung tertunduk, dan menahan buliran airmata nya supaya tak jatuh membasahi pipinya.

"Jawab Alisha, kenapa kamu diam saja? Memang ada apa sebenarnya! Kenapa kamu malah berbohong?. Maksud Papa itu baik, Nak. Supaya bisa membantu anaknya bibi yang mungkin belum bekerja. Apa kamu kenal dengan anaknya bibi?."

Alisha semakin takut mengangkat kepalanya, apalagi menatap kedua orangtuanya itu.

"Alisha.. Ayo jawab dulu, Nak. Pertanyaan Mama kamu, sebenarnya ada apa dengan kamu? Kenapa kamu membohongi kami! Maksud kamu apa berbuat seperti itu?." ucap Papa Darren lembut.

"Pa.. Ma.. Maafkan aku, aku tak bermaksud membohongi kalian. Cuma disini aku hanya ingin kalian tetap mempekerjakan bibi dirumah ini. Apa lagi setelah tau siapa bibi sebenarnya, dan kenapa aku tidak mau memberitahukan kepada bibi tentang masalah pekerjaan itu, karena anak laki-laki bibi itu adalah Elenoa Ma.. Pa.."

"Elenoa? Maksud kamu bibi itu orang tua nya Elenoa, mantan mertua kamu dulu yang sudah memperlakukan kamu dengan tidak baik itu?."

Sontak Rizka kaget mendengar ucapan majikan nya itu, ia yang sedari tadi mendengarkan obrolan tersebut tak menyangka bahwa akan membahas masalah keluarganya itu.

Alisha menjawab dengan anggukkan kepalanya.

"Jadi bi Rizka bisa bekerja disini juga karena kamu yang memberitahu?." Pak Darren semakin kesal dibuatnya.

"Bukan Pa, aku juga gak tau kalau bi Rizka bisa bekerja disini. Karena setelah aku pulang dari Apartemen, bi Rizka sudah ada disini. Aku juga kaget dan aku bukan nya mau membohongi kalian, cuma aku melihat kalau bibi itu sudah banyak berubah. Dia menjadi lebih baik tidak seperti dulu. Aku takut kalau kalian tau siapa bibi, malah kalian tidak mempekerjakan bibi lagi disini. Makanya aku menutupinya. Dan kalau masalah pekerjaan diproyek itu, kalau aku kasih tau bibi, papa juga akan tau siapa yang akan bekerja di proyek itu nanti selain Elenoa." jawab Alisha lirih.

"Tidak seharusnya kamu membohongi kami Nak, kamu bisa bicarakan ini dengan baik-baik kepada kami."

"Maafkan aku Pa.. Ma.. Aku tak bermaksud membohongi kalian." ucap Alisha diiringi tangisan nya.

"Bi.. Bi Rizka." panggil majikan nya itu.

Kini ia sedang kebingungan didapur, entah harus menjawab apa dan tak tau masih dipekerjakan dirumah ini lagi atau tidak.

"I-iya tuan, nyonya. Ada yang bisa saya bantu?."

"Silahkan duduk dulu bi."

Dengan ragu-ragu, ia langsung duduk diatas karpet.

"Duduk di atas sofa saja, tidak apa-apa. Saya hanya mau mengajak ngobrol sebentar."

"Iya Tuan." jawab Rizka, ia segera menundukkan kepalanya.

"Bi.. Apa bibi mengenal anak saya sebelumnya?."

Bi Rizka masih terdiam dan tak langsung menjawabnya. "Ma-maaf tuan ia saya mengenal non Alisha."

"Kenal dimana dengan anak saya? Dan apa pernah kalian tinggal bersama?."

"Non Alisha ini dulunya me-menantu sa-saya tuan, iya kami pernah tinggal bersama."

"Apakah saat anak saya tinggal bersama dengan keluarga bibi, pernah merepotkan? Atau sangat menyusahkan keluarga kalian?."

"Ti-tidak Tuan, non Alisha sangat baik sekali kepada kami dirumah."

"Iya sangat baik ya karena melayani kalian dirumah tersebut. Bibi punya anak perempuankan dirumah? Bagaimana kalau anak perempuan bibi itu diperlakukan dengan sangat tidak baik oleh ibu mertuanya?."

"Ma-maafkan saya Tuan.. Nyonya.. Saya menyesali perbuatan saya dan kedua anak saya kala itu."

"Bibi tau tidak? Alisha pergi meninggalkan kedua orang tuanya, demi menikah dengan anak bibi. Dan yang perlu bibi ketahui, anak bibi bisa sesukses kemarin karena siapa? Karena saya, itu semua campur tangan saya! Alisha meminta agar anak bibi diberikan usaha, supaya anak bibi bisa menghidupi anak saya. Bukannya anak saya malah kalian perlakukan dengan sangat tidak baik. Bahkan anak saya dengan tulus mencintai anak bibi tapi buktinya apa? Anak bibi malah menduakan cinta nya dengan wanita lain! Pengorbanan anak saya sudah sangat luar biasa untuk keluarga kalian, tapi balasan kalian seperti ini. Bahkan anak saya masih mau menerima bibi bekerja dirumahnya sendiri, menutupi siapa jati diri bibi sebenarnya dari kami, supaya kami tetap bisa mempekerjakan bibi disini. Sungguh mulia sekali hati anak saya ini kepada bibi. Dan selama bibi bekerja disini pernah tidak anak saya memperlakukan bibi dengan tidak baik? Bahkan saya dan istri saya tidak pernah memperlakukan orang lain dengan sembarangan. Sakit sekali hati kami sebagai orang tua nya Alisha. Ketika anak kami pulang kembali kerumahnya, bukan kebahagiaan yang dia bawa melainkan penderitaan yang kami dengar dari mulutnya. Hingga trauma berkepanjangan yang dialami Alisha sampai saat ini. Akibat ulah bibi dan keluarga bibi."

"Sekali lagi maafkan saya Tuan dan Nyonya. Saya terima setelah ini mau diperlakukan apapun oleh kalian, saya sangat menyesal atas perbuatan saya dulu kepada non Alisha. Non Alisha memperlakukan saya dengan sangat baik Tuan.. Nyonya.. Tak pernah sedikit pun membalas dendam terhadap saya."

Alisha yang menangis terisak mendengar ucapan Papa nya tersebut, karena ia kembali teringat akan kejadian yang dialaminya saat itu. Mama Fenny hanya bisa memeluk dan mengusap punggung putrinya itu.

"Bisa pertemukan saya dengan Elenoa malam ini?."

"Bi-bisa Tuan."

Alisha langsung melepas pelukan mamanya itu, ketika Papa nya ingin bertemu dengan Elenoa. "Untuk apalagi Papa ingin bertemu dengan nya? Aku tak ingin terjadi keributan dirumah ini." gumam Alisha dalam hatinya.

1
dava hanafisha
👍
Anita Rahayu
Luar biasa
Akbar Razaq
kamu py orang tuakan kenapa kamu melakukan semaumu saja.tidak memikirkan kekhawatiran orang tua.
Akbar Razaq
Bukan salah suami dan keluarga jk kamu sendiri py kemampuan tp hanya diam menangis saja.
dava hanafisha
terimakasih kak 🥰 .. oke siappp
dava hanafisha
maaf typo kak 😁🙏
QueenRaa🌺
sakit semua ini sekeluarga😭
dava hanafisha: Gregetan ya 😫
total 1 replies
QueenRaa🌺
alurnya bagus, tpi ini typo ya thor? kata padamu seharusnya padaku kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!