Dinda damara kerap di panggil Dinda, Berparas cantik tak sedikit orang memanggil nya si cantik,dinda di cintai yang tak lain adalah bos nya.
Bagas saputra pria tampan berasal dari (kota) solo yang terlahir di jakarta.
Seorang CEO yang tampan nama nya terkenal di dunia bisnis..bertemu dengan Dinda seorang gadis berasal dari (kota)bandung berkerja sebagai biasa di perusahan nya.
Wajah Dinda yang cantik nan anggun membuat bagas menicintai
Dinda mampu meluluh kan hati seorang CEO playboy.
Yuk simak selanjut nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode.20
Usai melahirkan putra kembarnya Dinda terus mengikuti kemana pun Bagas pergi bahkan jabatan sekertaris pun dinda yang menempati. Bukan karena mampu menggaji.
Tapi dinda tak ingin ada wanita lain di samping suaminya.
"Dinda sudah berdiri di samping suaminya.
Dinda masuk mobil dan bagas mengendari nya sendiri tanpa supir.
Hari ini hari dinda mulai kerja di kantor suaminya.
Dinda terlihat sangat cantik memkai celana panjanga hitam dengan atasan kemeja garis biru dan blezer. Rambut kerli dinda sangat lah cantik.
"Petugas penjaga menggeser pintu mobil.
dinda Menuruni mobil Alphard warna hitam.
Wajah dinda penuh dengan senyuman sehingga setiap orang melihatnya pesona nya dinda sangat mengagum kan.
" Pagi pa, bu" Petugas keamanan menundukan palanya"
"Pagi " Bagas jawab dengan muka datar nya" Dinda senyum sambil berjalan beriringan dengan suaminya.
"Semua pegawai berdiri memberi hormat"
" Pagi pa, bu" Pagi dinda jawab dengan senyuman
Melihat suami dingin kaya es batu. dinda berusaha mecairkan nya dengan Senyuman kesemua pegawai." Bukan karena bagas dingin tapi bagas berusaha telihat tegas di depan pegawai nya.
Wajah sekertaris siska berubah pucet melihat Kedatangan dinda.
Sepertinya istri bos mulai bekerja aku pasti di gantikan olah nya" batin Siska.
" Pagi pa, bu " Siska memberi salam.
" Pagi Sis" Jawab dinda.
"Sis kamu ikut ke ruangan saya sekarang.
Kan apa ku bilang firasat ku tak pernah salah
Aku pasti di ganti kan oleh bu dinda." batin siska sambil berjalan memasuki ruangan bagas.
Sekertaris siska, mengetuk pintu.
"Tok..tok...tok."
Masuk terdengar suara dari dalam.
Sekertaris siska mendorong pintu.
"Duduk lah sis" kata bagas.
Siska tugas kamu sekarang hanya di kantor urusan miting biar kami yang akan hendel.
"Alhmdulillah pak" tadi saya fikir saya akan kehilangan pekerjaan saya pak.
Dinda tertawa, mengingat siska saat duduk dikursi ber hadapan dengan bagas, siska sangat nampak tegang.
"Tidak akan siska aku hanya membatu mas bagas saja," kata dinda.
"Iya bu, Terima kasih bu. aku tidak jadi kehilangan pekerjaan saya.
Bagas dan dinda tertawa serempak
Siska baru kali ini melihat bos nya tertawa lepas.
Bukan kali ini, tapi siska baru melihat bagas tertawa dengan orang lain.
Bukan karena sombong bagas selalu menjaga Wibawanya, di hadapan orang lain.
Siska bernafa lega setelah mendengar jawaban dari sang pemilik perusahan.
"Ya sudah siska kamu lanjut kan kerjaan mu.
" Baik pak "
"Antar bahan. yang sudah kamu susun buat Miting Nanti.
"Baik pak akan saya antar secepat nya.
Siska mengambil ber'berapa lemar kertas yang ada di mejanya lalu mengantar keruang kerja Rresdir.
" Sis kami akan berangkat Miting hubungi kami jika Ada yang serius.
" Baik pa "
"Sayang sudah semua?" tanya bagas.
" Sudah mas" ucap dinda.
Bagas menggandeng tangan Dinda memasuki lift kusus jabatan tertinggi" Dalam lift bagas menengok wajah sang istri terlihat cantik bagas mecium dinda, " Dinda membalas ciuman suami tercintanya.
"Sayang sudah" bagas merasa kesel,
" Sehabis minting kita bisa lanjutkan, lift di angka Nomer dua, bagas mengusap bibi dinda yang terlihat basah.
Mobil Alphard hitam sudah berada di lobby kantor Bagas membuka pintu untuk Dinda.
Dinda menyandar kan palanya ke bahu Bagas.
Tidak usah mengonda dulu sayang.kata bagas.
"Aku tidak menggoda kamu sayang, Apa kamu merasa tergoda.
"Nafas kamu saya buat aku tidak bisa konsentarasi.
"Sampai pada tempat tujauan"
Gedung bertingkat tinggi" Hotel berbintang Lima.
Bagas menggandeng tangan dinda memasuki ruang lestoran lantai 20 bagas dan dinda menaiki lift. Infestor rupanya sudah kumpul.
Salah satu infestor melihat dinda tidak kedip matanya.
"Pak bagas itu sekertaris baru?" tanya salah satu infestor.
Bagas tak menjawab nya, hanya senyum di wajah nya. hafal betul para pengusaha di setiap miting para sekrtaris menjadi incaran pria hidung belang.
Miting akan di mulai semua infestor sudah duduk di kursi memutari meja.
Dinda dengan serius mendengar kan petunjuk dari Kepala infestor" Miting di sudahi dinda menutup leptop nya.dan memasukan kedalam tas.
Bagas dan dinda bergegas bangkit dari tempat
duduk.
"Pak bagas tunggu"
"Saya pak" ada apa?.
"Iya bapak" Boleh saya ajak makan wanita yang bersama bapak?"
Tanpa bicara bagas menonjok pria paruh baya hidung belang"
"Buggg!! pukulan melayang ke muka pria tua paruh baya itu.
"Pria paruh baya itu memegangi pelipis bibirnya yang mengeluar kan sedikit darah "
Serentak semua kaget melihat salah satu infestor terguling di bah.
"Maafkan rekan saya pak mungkin kita mengira setiap wanita yang mendampingin salah satu infestor atau bisa di sebut sekertaris yang bisa di ajak makan"
Bagas mengepalkan tangannya.
Dinda mendingin kan suaminya sudah pih..,"
"Maafkan kami bu kami tidak tau jika ibu adalah istri dari bapak bagas bahakan jarang sekali infestor membawa istri sendiri"
Bagas dengan dingin mengajak istri pulang" tanpa pamit dengan yang lain nya," usai pulang dari miting dinda tak boleh lagi menjadi sekertaris bagas dengan alasan apa pun Bagas tak mengijinkanya.
"Dinda mengikuti semua perintah suaminya.
"langsung pulang pak" kata bagas,"
"Sampai di rumah bagas diam kan dinda.
Dinda masuk dalam kamar tanpa ada suara satu kata pun yang keluar dari mulut bagas.
"Pih bangun sudah sore dinda mengoyang-goyang kan tubuh bagas.
Bagas mengucek matanya, mulai bangun dari tiudur nyenyaknya.
"Aku tunggu di maja makan kata dinda.
...----------------...
"THANKS"
dheandra
lama ketunda dan ketimbun 😜