NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Menggugurkan?

Bunyi klik pelan di balik lemari baju membuat Nezha tersentak.

Panel kayu bergeser, menampilkan sosok tinggi Carson yang menyelinap masuk dari kegelapan lubang beton. Dia masih mengenakan seragam teknisinya yang berwarna abu-abu steril, aroma sisa laboratorium tempatnya bekerja langsung menguar di kamar Nezha.

Biasanya, begitu Carson memasuki kamar, Nezha sudah berdiri di depan lemari. Menyambut Carson dengan senyum lebar, lalu menarik Carson ke dalam pelukan hangat yang harus mereka tahan sepanjang hari di luar sana. Namun malam ini, tak ada senyuman apalagi pelukan.

Nezha hanya duduk termenung di tepi kasur. Kedua lututnya ditekuk, merapat ke dada. Sementara dagunya bertumpu di atas lutut. Pandangannya kosong, terpaku pada sudut lantai yang sepi. Tubuh perempuan itu tampak begitu rapuh, seolah-olah jika disentuh sedikit saja, ia akan langsung pecah menjadi serpihan.

Carson mengerutkan dahi. Perasaan tidak enak langsung menyergap dadanya. Dia melangkah mendekat, lalu berlutut di lantai tepat di hadapan Nezha agar bisa menjajaki wajahnya.

"Nezha? Ada apa? Kamu sakit?"

Nezha tidak menjawab. Dia bahkan tidak mendongak saat Carson berlutut di depannya, mencoba mencari sepasang manik mata yang biasanya menyambutnya dengan binar lega.

"Nezha, bicaralah," Carson mencengkeram lembut kedua pergelangan kaki Nezha, mencoba menyalurkan kehangatan ke kulitnya yang sedingin es. "Jangan membuatku takut seperti ini."

Sebagai jawaban, Nezha perlahan menurunkan kakinya. Telapak tangan kanannya yang sejak tadi mengepal erat di atas seprai perlahan terbuka. Sebuah benda plastik pipih berwarna putih terjatuh begitu saja di dekat lutut Carson.

Carson memungutnya. Alisnya bertaut rapat saat mengamati bentuknya yang asing di bawah pendar temaram lampu kamar. Lalu, matanya terpaku pada dua garis merah vertikal yang tercetak jelas di sana.

Tegas.

Nyata.

Butuh waktu beberapa detik bagi otak Carson untuk memproses arti dari simbol kuno tersebut. Ketika kesadaran itu akhirnya menghantam kepalanya, Carson membeku. Seluruh otot tubuhnya menegang sempurna, seolah semua sirkuit di dalam kepalanya baru saja mengalami korsleting massal.

"Ini... tidak mungkin," suara Carson tercekat. Tatapannya beralih dari alat tes itu ke perut Nezha, lalu ke mata Nezha yang kini mulai berkaca-kaca. "Nezha, ini..."

"Aku positif, Carson."

Carson terdiam. Hatinya setengah tak percaya, tapi bukti nyata ada di hadapannya. Hanya saja otaknya tak bisa menerima fakta ini begitu saja. Bukan tanpa alasan. Sejak lahir, seluruh warga di negaranya telah menjalani sterilisasi sistem reproduksi. Semua ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang melanggar peraturan negara.

"Nezha, tapi... bagaimana mungkin?" Carson menggelengkan kepala, akal sehatnya menolak percaya.

"Tapi ini nyata!" bentak Nezha. "Ada yang salah dengan tubuhku, Carson! Tubuhku melakukan sesuatu yang ilegal. Sesuatu yang dianggap menjijikkan dan primitif oleh hukum negara!"

"Nezha, tenang dulu, tolong—"

"Gimana aku bisa tenang?!" potong Nezha. "Ada sesuatu yang sedang tumbuh di dalam perutku! Sesuatu yang hidup, Carson!"

Satu kalimat itu meruntuhkan sisa-sisa pertahanan Nezha. Air mata yang sejak siang ditahannya tumpah begitu saja. Dia terisak, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan. Bahunya terguncang hebat oleh ketakutan yang teramat sangat.

Bzzzt.

Sebuah getaran samar di pergelangan tangan kiri Nezha membuat mereka berdua membeku. Titik kecil di permukaan gelang peraknya mulai berkedip dengan ritme yang lebih cepat, berubah warna dari hijau menjadi kuning peringatan.

"Sial," umpat Carson, wajahnya seketika memucat seputih kertas.

"Nezha, napas. Tarik napas," Carson langsung mencengkeram kedua pundak Nezha. Suaranya panik namun berusaha menekan distorsi emosinya sendiri. "Jangan biarkan gelang itu mengirim sinyal anomali ke pusat. Nezha, lihat aku. Atur napasmu."

Nezha mencengkeram kaus Carson, mati-matian menghirup udara dan menghembuskannya pelan. Dia memejamkan mata, memaksa dadanya bergerak teratur, menjinakkan detak jantungnya yang menggila. Perlahan, kedipan kuning di gelangnya meredup, kembali ke warna hijau yang aman.

Mereka berdua mengembuskan napas lega yang getir. Gelang itu adalah bom waktu.

"Kita harus menggugurkannya," bisik Nezha tiba-tiba. Suaranya datar, dingin, namun bergetar oleh keputusasaan.

Carson tertegun. "Apa?"

"Kita harus menyingkirkannya, Carson!" Nezha menatap Carson dengan mata merah yang basah. "Aku takut. Kamu tahu apa yang mereka lakukan pada orang-orang seperti kita? Hukuman kerja paksa di sektor luar, atau... atau dimasukkan ke fasilitas re-edukasi dan keluar dari sana sebagai orang asing yang amnesia! Aku takut, Carson."

Bagi Nezha yang tumbuh besar di bawah doktrin bahwa kehamilan adalah sebuah kelainan, penyakit dari masa lalu yang menjijikkan yang berhasil dihapus oleh sains negara, keberadaan makhluk hidup di dalam rahimnya terasa asing sekaligus mengerikan. Itu bukan sekadar bayi, itu adalah tiket menuju kematian mereka berdua.

Namun, Carson menggelengkan kepala. Cengkeramannya di pundak Nezha mengerat.

"Tidak. Kita tidak akan menggugurkannya," ujar Carson, suaranya terdengar begitu mutlak di dalam kamar yang sunyi itu.

"Carson, kamu gila?! Ini bunuh diri!"

"Aku akan melakukan segala cara, Nezha. Segala cara," Carson memotong, matanya memancarkan tekad yang belum pernah Nezha lihat sebelumnya. "Aku bekerja di divisi logistik data kesehatan. Aku tahu celah sistem pengawasan mereka. Aku bisa memanipulasi data kesehatan harianmu agar gelang sialan itu tidak bisa membaca fluktuasi hormon kehamilanmu."

"Itu hanya berlaku untuk beberapa bulan, Carson!" Suara Nezha bergetar menahan tekanan yang semakin menghimpit. "Bagaimana kalau perutku mulai membesar? Bagaimana saat... saat waktunya tiba nanti?"

Carson terdiam. Pertanyaan Nezha menghantam tepat di dadanya. Dia tahu bahwa rencana ini adalah kegilaan total tanpa jalan keluar yang jelas. Namun, ketika dia melihat ke dalam sepasang mata Nezha, Carson tahu dia tidak akan pernah bisa melangkah mundur lagi.

"Aku akan memikirkan caranya nanti. Setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, kita akan cari jalannya bersama," Carson menangkup wajah Nezha dengan kedua tangannya, memaksanya merasakan kesungguhan yang mutlak dari dirinya

Nezha menatap pria di depannya dengan pandangan tidak percaya. "Itu berisiko tinggi. Kalau kita ketahuan—"

"Kalau kita menyerah sekarang, kita kehilangan satu-satunya hal nyata yang kita miliki di dunia yang palsu ini," Carson menyentuh pipi Nezha yang basah oleh sisa air mata. "Ini anak kita, Nezha. Bukan milik negara. Biarkan aku berjuang untuk ini. Aku akan mempertahankan benih ini di perutmu, apa pun taruhannya."

Nezha tidak menjawab. Dia hanya diam, membiarkan keheningan kamar menyerap janji gila Carson, sementara ketakutan di dadanya masih mencengkeram erat, tak mau pergi.

1
Rudy satria
bylla berbahaya nggk sih,ko bikin deg,deg,degan😅😅
Rudy satria
semoga bylla bukan mata² pemerintah 😅
Rudy satria
saya pikir langsung curi buahnya satu ² ternyata bijinya saja,sabar ya dedek bayi kira² 3 bulan sampai tomatnya matang😅😅
ririma: wkwk,,
total 1 replies
Rudy satria
apakah bylla salah satu tim yang nantinya kabur bersama Carlos dan Nessa
Rudy satria
lebih nggk kebayang,kalo beneran ada negara yang memiliki peraturan sekonyol itu🤣
ririma: lah iya juga ya🤣
total 1 replies
Rudy satria
Kay nggk asing,negara Konoha seperti itu jga nggk ya semoga si nggk ya😅😅
ririma: hmm, ngga ikutan ya kak🤭
total 1 replies
Rudy satria
ceritanya bagus, meskipun masih blm paham kenapa ada peraturan anomali seperti itu😄
ririma: engga usah dipahami kak, emang anomali itu peraturannya😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!