WARNING!!
JANGAN LUPA FOLLOW DAN BERIKAN BANYAK DUKUNGANNYA UNTUK SETIAP CERITA AUTHOR 💚
hai-hai sebelum nya terima kasih karena telah menyempatkan untuk singgah di cerita aku :). sekedar info cerita ini pernah aku publish di wattpad dengan user @juwitaapr dan telah aku hapus. jadi cerita ini sekarang hanya ada di mangatoon.
Bagaimana perasaan kalian jika bertemu kembali dengan orang yang paling kaliann hindari.dia ariella harus bertemu kembali Dengan bryan Ceo nya di perusahaan marshwan.
Hidup ariella yang semulanya tenang menjadi kacau karena bryan.
WARNING !!!! typo bertebaran dimana-mana.:)
Salampelukbantal:)
JuwitaApr
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MWMB#19
Ariella membuka matanya, kepalanya terasa pusing tapi ia masih ingin bangun,ada tangan seseorang menggenggam tangannya sehingga ia urungkan niat nya untuk bangun dan lagi badannya susah sekali untuk diangkat jika diangkat pusing melandanya.ariella lalu menoleh kearah bryan yang sedang tertidur pulas.ia merabah kening nya.
'Kompres'
Sekali lagi ariella menoleh kearah bryan apa yang terjadi padanya malam tadi sehingga ia merasa kepalanya pusing hingga sekarang.
Ariella ingin sekali mandi sekarang karena badan nya terasa lengket oleh keringat tapi keadaan kurang memungkinkan nya untuk mandi.jangan kan untuk mandi bangun saja ia tidak bisa.
Ariella tersenyum sambil mengelus tulus kepala bryan.ia memegang dadanya yang tiba-tiba bergetar.
'Apa ini?'
Ariella segera mengeleng-gelengkan kepala.
'Terlalu dini.jadi tidak mungkin' ujar ariella kembali mengelengkan kepalanya.
"Kenapa ? apa masih terasa pusing?"tanya bryan yang sebenarnya sudah terbangun ketika ariella mengelus kepalanya tadi.
"Tidak.sudah agak enakan" jawab ariella sedikit gugup cepat-cepat ia mengangkat tangannya dari kepala bryan.
Bryan yang melihat itu hanya tersenyum.
"Ah.syukurlah" kata bryan berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju sofa ia duduk mendudukan dirinya disofa sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa keram karena tidur beralasan karpet berbulu yang lumayan tipis.
"Kau tidak bekerja sir" tanya ariella ketika melihat bryan hanya duduk santai disofa.
"Tidak.kalau aku bekerja hari ini lalu siapa yang akan menjaga wanita ceroboh seperti mu" jawab bryan santai.
Ariella ingin sekali protes akan kata-kata bryan barusan.namun segara ia menelan kembali kata-kata yang akan ia lontarkan mengingat kepalanya masih pusing.akan tambah pusing dia kalau misalnya protes pada orang menyebalkan seperti bryan
"Seterah kau saja sir" ujarnya lemah.
Drt ....drt...
Ponsel ariella berdering nyaring.
"Biar aku saja" ujar bryan cepat ketika melihat ariella berusaha bangun dari tidurnya.
Sarah is calling
"Siapa?" tanya ariella pada bryan
Bryan tidak menjawab pertanyaan ariella.ia menjawab panggilan dari sarah.
"Kau kemana saja?.sudah jam setengah sembilan dan kau belum juga datang,apa diapartemen mu tidak ada jam hah?."
Bryan menjaauhkan ponsel ariella dari telinganya.
"Ariel kau dengar aku tidak" teriak sarah dari sebrang.
"Ariel sedang demam,jadi hari ini dia libur" jawab bryan membuat sarah disebrang sana terdiam
"Apa!Demam?,maaf sir apa anda bisa menjaga ariel sementara."
Bryan dapat mendengar kepanikan dari sarah
"Tanpa kau suruh aku akan menjaganya"
"Terimah kasih sir"
Bryan tidak menjawab ia langsung memutuskan sambungan telpon.
"Sarah" ujar bryan pada ariella lalu berjalan keluar dari kamar.
"Mau kemana?" tanya ariella
"Membuatkan mu bubur" jawab bryan saat ia diambang pintu.
"Aku tidak suka bubur"
"Kau mau apa biar aku masakan" tanya bryan memcoba memberi pengertian
"Aku mau sup jangung.boleh?"
"Hem.kau ganti la pakaian mu setelah sup nya akan aku bawakan" jawab bryan lalu melanjutkan jalannnya menuju dapur.
Sepeninggalnya bryan ariella merasa ada yang ganjal dari baju tidur beruang yang ia kenakan saat ini.
Ariella menyingkap baju tidurnya.matanya membelak kaget.
"SIAPA YANG MENGGANTIKAN BAJU KU,BRYAN" teriak ariella mengelegar.
Ingin rasanya ariella menenggelamkan dirinya kelaut sekarang.ia dipakaikan baju tidur terusan tanpa bra dan celana dalam.ARIELLA ULANGI tanpa bra dan celana dalam.dan yang lebih parahnya lagi bryan yang menggatikan bajunya.
Sementara didapur bryan sedang terkekeh geli ketika mendengar teriakan ariella yang membuat telinga sakit.ia sudah menduga jika ada kejadian seperti ini.ia akan mendengar teriakan ariella karena ia menggantikan pakaian nya.
Bryan tersenyum bagaimana jika ariella tahu jika semalam ia tidur disebelahnya dan mencium ariella hingga juniornya susah untuk kembali tidur.menggantikan baju saja ariella sudah teriak kesal.
***
Setelah selesai membuat sup jangung selera ariella,bryan membawa sup buatannya kekamar.
"Jangan pasang wajah kesal mu itu,cepat habiskan" ujar bryan duduk dibibir ranjang.
"Aku tidak berselerah" jawab ariella memasang wajah kesal andalannya.
"Ya sudah kalau kau tidak mau" ujar bryan santai ia berdiri dari duduknya.ketika bryan akan beranjak dengan gerakan cepat ia menahan bryan
"Mau kau bawa kemana sup jangungku" tanyanya menahan baju bryan.
"Akan ku buang toh kau juga tidak akan memakannya"
"Aku mau.duduklah lagi" jawab ariella mempersilahlan bryan duduk kembali dibibir ranjangnya.
"Biar aku suapi" ujar bryan mencegah ariella ketika ingin mengambil alih sup jangung dari tangannya
Karena aroma sup jangung begitu harum dan nikmat dipandan membuat ariella langsung meng-iyakan bryan menyupinya.
Dengan telaten bryan menyuapi ariella hingga sup jangung habis tak bersisa.
"Trims" ujar ariella tulus.
"Hm" jawab bryan dengan deheman sambil mengeluarkan obat dari kemasannya.
"Minum obatnya"ujarnya menyuruh ariella meminun obat.
Ariella langsung mengambil alih obat yang ada ditangan bryan lalu meminumnya.
Bryan memberesi sisa-sisa makan ariella tanpa banyak bicara.ia membawa kembali mangkuk bekas sup jangung kedapur.ketika diambang pintu bryan menghentikan langkahnya.
"Jangan pasang wajah cemberut seperti itu,toh aku sudah dua kali melihat tubuh mu" ujarnya santai dan hal itu kembali memancing amarah ariella yang sempat surut
"KAU" teriak ariella kesal melempar bantal kearah bryan dan sayangnya bryan cepat menghindar sehingga lemparan ariella tidak mengenai bryan.
'Awas kau boss monyet'
****