Dijodohkan dengan seorang laki laki dari usia bayi tanpa diketahui, yang ternyata laki laki itu adalah musuh bebuyutannya di sekolah. Namun perjodohan sudah tidak bisa lagi untuk dihindari.
Bagaimana kisah kehidupan Arin dan Rafa selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Saking bahagianya, Rafa melupakan dimana mereka berada saat ini hingga semakin mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.
"Gue seneng banget Rin" batin Rafa masih mengembangkan senyum.
"Pengen banget Gue peluk Lo sekarang Fa" batin Arin masih dibelakang tubuh Rafa mencium aroma begitu menghanyutkan dari punggung lebar di hadapannya.
Adi dan Alex masih tetap dengan perasaan aneh juga heran melihat keduanya bergantian.
"Woy!" tegur Alex keras dan cepat keduanya melepaskan tangan masing masing.
"Thanks" singkat Arin tersadar dan berlari pergi.
Rafa menoleh ke arah istrinya yang berlari dan seakan ingin mengejar dan memeluk tubuhnya, mengucapkan banyak kata cinta padanya. Hatinya begitu berbunga bunga mengetahui fakta jika Arin lebih memilih melanjutkan pernikahan daripada hubungannya dengan Niko.
Adi dan Alex tak ingin menanyakan apapun yang jelas pasti bukan jawaban namun tatapan sinis yang akan mereka dapatkan nanti. Ketiganya memutuskan untuk ke kantin sebelum jam istirahat berakhir.
****
Sepulang sekolah Arin langsung kembali ke apartemen, karena sangat ingin bertemu dengan Rafa. Namun ternyata Rafa tak ada di manapun, membuatnya kecewa.
Tanpa henti Ia menunggu Rafa tanpa mengganti pakaiannya, hingga tanpa sadar mulai tertidur di sofa bed depan TV.
Ketika Ia terbangun, betapa terkejutnya karena sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
"Gila, lama banget Gue tidur" gumam Arin.
Teringat akan suaminya, Ia pun bergegas ke atas untuk mencari tahu keberadaan suaminya. Namun lagi lagi hanya kekecewaan yang didapat, karena Rafa tak ada di kamar atau di ruang manapun.
Ponsel tergeletak di sofa bed coba Ia raih dan menakan nomor suaminya.
"Halo Lo dimana sih engga ada kabar engga ada apa sampai jam segini?!" langsung Arin jengkel begitu sambungan telponnya terangkat.
"Ini siapa ya?" sahut seorang perempuan di ujung telpon, seketika melemahkan Arin yang kembali menatap layar ponsel memastikan jika itu benar benar nomor suaminya.
"Gue Arin, Lo?" lirih Arin ragu ragu dan takut mendengar jawabannya nanti.
"Gue ceweknya Rafa, sekarang Rafa lagi mandi. Ada pesan? biar Gue sampaikan nanti" ucap perempuan dari ujung telpon itu dan langsung melemaskan tubuh Arin terhempas ke sofa bed.
Sambungan telpon ditutupnya sepihak karena tak sanggup lagi mendengar suara perempuan mengangkat ponsel suaminya. Tanpa di sadari dirinya kini tengah cemburu, dan mungkin sudah memiliki rasa cinta pada Rafa.
Pikirannya begitu jauh melayang membayangkan hal yang begitu buruk. Terlebih saat Ia mendengar jika suaminya tengah mandi. Teringat kembali ucapan Rafa yang mengatakan jelas jika dirinya adalah laki laki normal, dan membuatnya hancur membayangkan suaminya melakukan hal itu dengan perempuan lain.
"Kenapa sakit banget sih? apa Gue udah jatuh cinta sama Dia?" lirih Arin bergumam dengan meringkuk di atas sofa bed, menitikan air mata.
"Tega banget sih Lo Fa" tambah kembali Arin masih dalam posisi sama.
Tak sanggup lagi membayangkan apa yang sudah terjadi antara Rafa dan perempuan yang terdengar dewasa tadi, Arin pun memutuskan untuk kembali terlelap lagi di kamarnya tanpa menunggu Rafa kembali.
Dalam kamar Ia tak henti merasakan kekecewaan juga sakit hati begitu besar akan apa yang telah dilakukan suaminya. Padahal Ia sudah menuruti untuk tak lagi berhubungan dengan Niko.
Tanpa tahu kebenarannya, Arin masih setia dengan pikiran nya sendiri. Mulai mencurigai suaminya akan kesetiaan hubungan pernikahan.
Soal’y wktu bru rilis saya ikutin smpe selesai
Eh pas pngen baca lgi ko di potong gini cerita’y
Jdi aneh deh
nganter ditimpuk ma rafa hahah