Walau’pun tidak di setujui oleh sang ibu, Nathan tetap menikahi Alice. Hidup pasangan suami istri ini sangat bahagia, apalagi mereka di karuniai dua orang anak. Asher dan Zelda.
Tapi Naas di saat kedua anak itu berumur 10 tahun dan 7 tahun, Nathan dan Alice di bunuh oleh adik tirinya. Untuk menyelamatkan kedua anak ini, tuan Smith meminta pelayan setianya untuk membawa Asher dan Zelda ke Madrid tempat asal dari pelayan itu.
Awalnya kedua anak ini baik-baik saja di Madrid, sampai pada akhirnya terpisah karena serangan sekelompok orang bersenjata di stasiun kereta bawah tanah Barcelona saat mereka berlibur di kota itu yang mengakibatkan pelayan mereka meninggal dan Asher terkena tembak.
Sedangkan Zelda yang sudah berada di dalam kereta tidak bisa keluar lagi dan akhirnya dia dibawah oleh sepasang suami istri.
Bagaimanakah kisah mereka? Yuk di baca saja ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J.E.A strange, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dimana adik ku?
Sebulan di Spanyol, Celeste mendaftarkan Asher dan Zelda di sebuah sekolah yang terkenal di negara itu. Kedua anak itu sangat senang, apalagi Zelda dia mendapatkan banyak teman baru.
Asher begitu senang melihat sang adik apalagi Zelda sudah tidak pernah sedih lagi dan menanyakan kedua orang tua mereka. Sang kakak sangat memanjakan gadis kecil itu, Zelda selalu meminta Asher untuk tidur bersamanya.
Selama tinggal bersama Celeste, Asher begitu mandiri. Dia selalu menyiapkan sarapan untuk dia dan adiknya, walaupun Celeste melarangnya tapi anak itu selalu melakukannya.
Pagi hari Asher sudah bangun, dia mencium kening sang adik kemudian pergi ke dapur. Asher mengambil roti dan mengolesnya dengan coklat juga menuang susu di gelas kemudian membawa ke kamar.
Anak itu tersenyum melihat sang adik sudah bangun dan duduk di tempat tidur, kembali dia mencium pipi Zelda kemudian memberikan susu kepada gadis kecil itu.
Zelda tersenyum kemudian dia meminum susu dan memakan roti yang sudah di buatkan kakaknya. Asher meninggalkan Zelda kemudian mandi, anak itu ingin bersiap-siap ke sekolah.
Selesai sarapan Zelda pergi mandi, dia juga ingin bersiap-siap ke sekolah sementara Celeste menyiapkan bekal untuk dibawah kedua anak itu. Dia sangat senang kepada Asher dan Zelda karena mereka anak-anak yang dengar-dengaran.
Sang kakek selalu mengontrol keadaan kedua cucunya, setiap hari dia menelepon untuk menanyakan keadaan Asher dan Zelda. Pria itu merasa tenang mengetahui kedua anak itu baik-baik saja, dan sudah bersekolah kembali.
Sementara di Amerika Dany mendapatkan informasi kalau kedua anak itu berada di Spanyol, dia kembali membayar orang untuk mencari di mana mereka tinggal. Dia juga memerintahkan kalau menemukan Asher dan Zelda langsung di habisi.
Tanpa sepengetahuan Dany, sang ayah dan tuan Frank mengawasi setiap gerak-geriknya. Mereka bahkan mengetahui kalau pria itu mengirim orang ke Spanyol, untuk mencegahnya tuan Smith membayar lebih tinggi dari bayaran Dany.
Mengetahui rencananya gagal akhirnya Dany memutuskan untuk pergi sendiri ke Spanyol, dia mendapat informasi kalau kedua anak itu berada di Madrid. Bahkan dia mengetahui rumah tempat mereka tinggal.
Dany tiba Madrid, pria itu langsung menuju ke hotel yang sudah dia booking. Mengetahui Dany ke Spanyol, tuan Smith mengirim beberapa anak buah untuk melindungi kedua cucunya.
Sementara di Spanyol, untuk menyenangkan hati kedua anak itu, Celeste mengajak mereka berlibur di Barcelona. Mereka menggunakan kereta ke kota itu, Asher dan Zelda terlihat begitu bahagia.
Mereka tiba di Barcelona sore hari, Celeste mengajak mereka ke hotel. Zelda meminta untuk sekamar dengan kakaknya, Celeste mengikuti permintaan gadis kecil itu karena di rumah’pun Asher dan Zelda selalu tidur bersama.
Sementara itu, Dany pergi ke tempat kedua anak itu tinggal. Dia melihat tempat itu sepi lalu pria itu masuk sambil mata melihat sana-sini. Dany mengintip dari jendela, dia mengkerutkan dahi saat melihat tidak ada siapa-siapa di dalam.
‘Jangan-jangan mereka salah memberikan alamat rumah tempat mereka tinggal,’ gumam pria itu kemudian dia kembali ke hotel.
****
Seminggu mereka berada di Barcelona akhirnya Celesta mengajak kedua anak itu kembali ke Madrid. Kembali ke kota itu mereka juga akan menggunakan kereta. Sedangkan Dany, dia masih mencari informasi keberadaan anak kakaknya. Pria itu masih mengawasi rumah yang di tempati oleh Celeste dan kedua anak itu.
Sementara di stasiun kereta, Celeste dan kedua anak itu sedang duduk menunggu kereta yang akan mereka tumpangi. Zelda berdiri dan bermain-main di dekat kakaknya juga Celeste.
Asher sibuk bermain game di ponsel lalu kereta yang akan mereka tumpangi tiba, Celeste memanggil Zelda dan Asher untuk bersiap-siap. Pintu kereta terbuka lalu penumpang turun, sedangkan Zelda berdiri di dekat pintu.
Gadis kecil itu terlihat sangat senang akan naik kereta lagi, begitu penumpang semua sudah turun dia langsung berlari naik. Celeste dan Asher membiarkan dia naik terlebih dahulu, saat mereka berdua akan menyusul tiba-tiba sekelompok pria melepaskan tembakan.
Celeste langsung menarik Asher untuk berlindung sedangkan Zelda sudah berada di dalam kereta, sepasang suami istri melihat gadis kecil ketakutan lalu mereka melindungi anak itu. Pintu kereta langsung tertutup sedangkan di luar orang-orang kocar-kacir berlari ke luar stasiun.
Asher terkejut melihat adiknya tidak ada bersama dia dan Celeste, anak itu menjadi khawatir. Ingin mencari Zelda tapi melihat Celeste berdarah kena tembak Asher berusaha mencari pertolongan, saat dia akan berdiri seorang pria menembaknya.
Asher tersungkur di dekat Celeste, seorang pria melihat Asher tertembak. Dia berlari menghampiri anak itu kemudian mengangkatnya dan membawa ke mobil.
Pria itu langsung melarikan Asher ke rumah sakit. Sementara Zelda terlihat ketakutan dan mencari sang kakak, perlahan kereta itu mulai berjalan meninggalkan stasiun. Sepasang suami istri menenangkan anak itu.
“Jangan menangis kamu sudah aman, di mana orang tuamu?” Zelda tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepala.
Suami istri itu menjadi kasihan melihat anak itu, akhirnya pria dan wanita itu berencana untuk membawa Zelda bersama mereka sampai kedua orang tua gadis kecil itu mencarinya.
Sementara itu, pria yang membawa Asher tiba di rumah sakit, dia menggendong anak itu dan berlari mencari pertolongan. Para petugas rumah sakit langsung membawa Asher ke ruang bedah, dokter langsung menanganinya.
Pria itu menunggu Asher di depan ruang bedah, dia berjalan monda-mandir lalu tidak lama kemudian dokter dan petugas keluar. Mereka berhasil mengeluarkan dua peluru di punggung anak itu.
“Apakah Anda ayah dari anak itu.” Lelaki itu menggelengkan kepala dan tersenyum.
“Bukan, aku hanya menyelamatkan anak itu dari serangan beberapa anggota geng di stasiun kereta.” Dokter terkejut mendengar penjelasan pria itu.
“Oh ya? Apakah ini perang antar geng?” tanya dokter itu lagi dengan penasaran.
“Aku tidak tahu, kebetulan saja aku berada di sana sedang menunggu kereta juga dan melihat anak itu tertembak.” Dokter menganggukan kepala kemudian dia pamit kepada pria itu.
Akhirnya Asher di pindahkan ke ruang perawatan, sang pria terus menemani anak itu. Dia tersenyum melihat Asher sudah sadar kemudian menarik kursi dan duduk.
“Siapa namamu?” tanya pria itu seraya tersenyum kepada Asher.
“Asher.” Anak itu berusaha bangun tapi pria itu menahannya. “Aku harus mencari adikku.” ujar Asher seraya berusaha untuk duduk.
“Adikmu di mana?” tanya pria itu lagi seraya menenangkan Asher.
“Dia ada di dalam kereta itu.” Pria itu menatap Asher dengan heran.
“Adikmu di dalam kereta, tapi kereta itu sudah berangkat saat aku membawamu ke sini.” Asher terlihat sangat khawatir, dia memohon kepada pria itu untuk mencari adiknya.
Pintu terbuka lalu berdiri seorang wanita, sambil tersenyum dia berjalan menghampiri Asher dan pria itu.
“Sayang,” panggil wanita itu. Asher menatapnya dengan heran.
“Ah … istriku.” Pria itu berdiri dan memeluk wanita itu, dia mengenalkan Asher kepada istrinya.
“Ini Asher, dia terkena tembak saat berada di stasiun.” Wanita itu tersenyum dan membelai rambut anak itu.
“Bagaimana keadaanmu.” Asher berusaha tersenyum kepada wanita itu.
“Sudah mulai membaik, tapi aku harus mencari adikku.” Wanita itu duduk di sisi tempat tidur dan memegang tangan Asher.
“Nanti kalau sudah sembuh kita cari bersama, untuk sementara kamu tinggal bersama kami.” Asher hanya menganggukan kepala, di wajahnya masih terlihat khawatir.
Sementara kereta yang membawa Zelda tiba di Madrid, suami istri itu tetap bersama dengan adik Asher. Mereka tidak turun tapi melanjutkan perjalanan ke Bilboa tempat tinggal mereka, pria dan wanita itu tetap membawa Zelda.
Akhirnya mereka tiba di Bilboa suami istri itu membawa Zelda ke rumah mereka, gadis kecil itu terlihat murung. Dia memperhatikan rumah yang besar itu lalu wanita itu menghampirinya dan memberikan dia makan.
“Kamu pasti lapar, makan ini.” Zelda menggelengkan kepala kemudian dia menangis.
“Aku ingin mencari kakaku.” Wanita itu dengan lembut membelai rambut Zelda.
“Iya, nanti kami mencarinya. Tapi kamu harus makan.” Zelda mengambil makanan itu dan memakannya.
Wanita itu tersenyum kemudian pergi menemui suaminya di ruang kerja, dia masuk dan duduk di sofa sambil memperhatikan pria itu di depan komputer.
“Sayang, kalau kedua orang tua anak itu tidak mencarinya bagaimana kalau kita membesarkannya.” Pria itu tersenyum kemudian berdiri dan duduk di samping istrinya.
“Iya, kita tunggu saja dan menonton berita. Kalau mereka tidak mencarinya kita ambil dia sebagai anak.” Wanita itu sangat senang kemudian dia memeluk dan mencium bibir suaminya.
Sementara Zelda duduk di depan jendela dan memikirkan kakaknya, dia takut terjadi sesuatu kepada Asher. Kembali Zelda menangis lalu wanita itu membujuknya.
jd jgn salahkan Lo mabok
salahin az burung murahan looo