NovelToon NovelToon
Cinta Si Bule

Cinta Si Bule

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elis Kurniasih

Sequel Menaklukkan Bos Killer

Jhon Louis , pria berdarah Australia yang lahir di Singapura dan memegang perusahaan di Jakarta, terlibat skandal dengan sekretarisnya. Tiga tahun mereka tinggal bersama layaknya suami istri.

Namun karena keadaan, mereka pun berpisah. Hingga satu waktu Jhon kembali mencari sang kekasih. Tapi sayang, sang kekasih sudah sangat berubah. Dia menjadi wanita yang tak pernah Jhon bayangkan sama sekali.

Hingga akhirnya, Jhon pun mulai mengikuti perubahan itu, demi memantaskan diri.

Mampu kah Jhon merebut kembali kepercayaan Tina dan mengambil hati kedua orang tuanya yang ternyata pemilik pesantren terbesar di kampung itu?

Mampukah ia memantaskan diri dan bersaing dengan santri kesayangan yang sang ayah jodohkan untuk putrinya?

Cekidot

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesungguhan dari si bule

Di kamar tiga kali empat meter, Jhon membolak balikkan tubuhnya. Entah mengapa ia tidak bisa terlelap. Bukan karena kamarnya yang sempit, tetapi memang karena banyak yang ia pikirkan dan khawatirkan. Tiba – tiba Jhon gelisah, ia takut jika syarat yang akan diajukan ayah Tina nanti adalah sesuatu yang tak dapat ia penuhi.

Sungguh inilah sifat manusia, dan setan akan dua hal, yaitu ketika manusia berbuat dosa dan ketika manusia terjebak dalam rasa gelisah.

Cukup lama, Jhon membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan kiri, kemuidna ia pun bangkit. Kakinya yang panjang dengan sigap menyentuh lantai. Jhon mengusap wajahnya kasar. Entah mengapa ia ingin ke masjid, temoat semalam ia sholat berjamaah dan mendengar tausyiah dari calon ayah mertuanya. Berada di dalam sana, memberikan ketenangan tersendiri untuknya.

Kebetulan, jarak dari rumah Utsman dan masjd memang tidak jauh. Masjid itu terbuka dua puluh empat jam. Masjid itu juga berada di tengah antara pondok pesantren dan rumah pemilik pondok itu.

“Mas, Mas. Itu tamunya Pak Yai mau ke mana?”

Jhon melewati rumah Aji dan Munah yang berada tepat di samping rumah Ustman. Ustman memang sengaja memberi rumah kecil untuk asistennya itu.

Aji mengucek mata an melihat jendela, seperti yang dilakukan istrinya saat tiba – tiba terbangun dan mendengar langkah kaki di luar.

“Oalah, itu si bule mau ke mana?” Aji malah balik bertanya sambil menggaruk lehernya.

“Ish, si Mas, orang aku nanya malah ditanya.”

“Mas juga nda tau, Dek,” sahut Aji. “Ya udah, ayo tidur lagi.”

“Mas, kalau si bule itu ke sasar gimana?” tanya Munah lagi.

“Orang sebesar gitu kok ke sasar.”

“Iyo yo, Mas. orang kok besar begitu. Aku kalau melihat bule itu sampe ndengak,” celetuk Munah. “Badannya aja besar, apalagi punya nya ya, Mas.”

“Hush!” Aji langsung menepuk paha istrinya. Ia tahu apa yang tengah dimaksud sang istri. “Haram membayangkan punya orang yang bukan milik suamimu.”

“Astaghfirullah. Aku kan cuma ngomong aja, Mas. Nda ngebayangin kok.” Munah langsung meluruskan ucapannya.

Kemudian, ia pun kembali tidur bersama sang suami.

Langkah Jhon sampai di Masjid. ia mengedarkan pandangan di sana. suasana begitu sepi, hanya ada satu orang di sini dan dia orang yang dipercayakan Utsman untuk menjaga dan membersihkan Masjid.

Jhon melihat jam di tangan kanannya. Waktu menunjukkan pukul dua lewat tiga puluh malam. Waktu hampir memasuki pertiga malam. Jhon melihat orang itu sedang sholat tepat di dekat mimbar.

Tring

Tiba – tiba ponsel Jhon berbunyi dan menampilkan sebuah pesan. Bibirnya menyungging senyum, karena pesan itu datang dengan nama wanita pujaan yang sedang ia perjuangkan sekarang.

“Aku tahu kamu tidak bisa tidur. Aku tahu kamu sedang gelisah. Sholatlah Jhon! Bersujud dan memohon di pertiga malam sangat menenangkan. Aku pun melakukan hal yang sama. Semoga kita selalu diberikan yang terbaik.”

Senyum Jhon kembali terbit. Sungguh, ini adalah perjalanan hidup yang tidak Jhon bayangkan sama sekali. Ia tidak pernah terbayang akan menjadi orang yang sedekat ini dengan agama, karena baik agama yang dahulu dan sekarang, Jhon memang tidak pernah mendalaminya dengan dalam. Jhon adalah pria metropolis yang sehari – harinya hanya disibukkan oleh pekerjaan dunia. Hanya saja kini, kematangan usia dan kemana hidupnya akan dituju, ia pun mulai berpikir. Karena tidak selamanya ia akan tetap muda. Siapa orang yang menemaninya ketika ia sakit dan tua nanti? Hal itu pun mulai menjejali kepalanya. Dan, selama dua tahun terakhir ini, Tina lah wanita yang membuatnya nyaman. Wanita itu yang selalu ada di saat ia gelisah karena tender yang belum ditangan, ketika kesepian, bahkan ketika ia sakit.

Oleh karena itu, Jhon akan memperjuangkan Tina hingga titik darah penghabisan.

Jhon mengetikkan pesan balasan untuk sang pujaan.

“Iya, Sayang. Mas juga lagi di Masjid sekarang. Mas akan berdoa untuk kita.”

Seketika, dahi Tina mengernyit saat membaca pesan balasan itu. “Mas?”

Entah mengapa, tiba – tiba Jhon menyebut dirinya dengan panggilan Mas pada Tina. Apa karena sang kekasih memanggil Al dengan sebutan itu?

Cukup menggelikan di telinga Tina. Wanita yang sedang duduk di pinggir ranjangnya itu pun tertawa. Ia lucu melihat tingkah polah pria yang dahulu begitu menyebalkan. Bahkan dengan ketidakpekaan Jhon, ia sering merasa terabaikan dan dinomorduakan. Tapi seharian ini, ia melihat sesuatu yang berbeda dari diri Jhon.

Tina pun beranjak dari ranjang itu dan keluar untuk mengambil air wudhu. Gerakan yang Tina lakukan pun dilakukan oleh Jhon dengan tempat berbeda. Tina berwudhu di kamar mandi rumah, sedangkan Jhon berwudhu di masjid. Tina menggelar sajadahnya dan memakai mukena, sementara Jhon bersiap melangkah ke shaf laki – laki dan berdiri di belakang mimbar.

“Allahu Akbar.” Jhon bertakbir dan melipat kedua tangannya di dada.

Tina pun melakukan hal yang sama. Tina dan Jhon hanya meminta kebaikan, setelah keburukan yang pernah mereka lakukan.

Dengan khusuk, Jhon melaksanakan sholat di hampir pertiga malam. Ia cukup memahami sholat yang dilakukan di waktu malam seperti ini. Sebenarnya banyak ilmu yang sudah ia pelajari dari Ustadz Abdullah, karena sejak mengucapkan syahadat, ia juga sering ikut kajian mingguan bersama Alex. Namun, kenikmatan dunia setelah bertemu Tina, membuatnya sedikit menjauh, hingga dosa mengajaknya untuk semakin menjauh. Dan kini, ia ingin kembali. Gerakan sholat dan bacaannya pun telah ia kuasai, walau Jhon masih setengah – setengah mengamali. Namun, kini ia ingin menjalani dengan sepenuh hati, demi untuk mendapat sang pujaan hati.

Walau saat ini, niat Jhon hanya untuk sang pujaan hati, tapi kelak ia akan merasakan ketenangan ini untuk dirinya sendiri, hanya saja Jhon belum menyadari.

Jhon menengadahkan kedua tangannya sejajar dengan bahu, usai melaksanakan sholat malam sebanyak tiga salam.

Cukup lama, Jhon menengadahkan tangan tanpa berkata apa pun. Ia bingung harus memulai dari mana untuk berdoa.

“Ya Allah, aku hanya ingin dia.”

Tiba – tiba Jhon menangis. Ia mengingat segala hal yang pernah dilalui bersama Tina. Terkadang romantis dan lebih sering tidak. Dahulu Jhon memang begitu cuek, mungkin sifat ini juga yang membuat Grace berpaling. Karena memang ia akui, Jhonny lebih supel, mudah bergaul, dan humoris. Sangat berbeda dengan dirinya yang tidak banyak bicara, tidak humoris, dan penggila kerja. Jhon pun mengakui jika dirinya lebih mencintai pekerjaan dibanding pasangan.

“Ya Allah, aku hanya ingin dia.” Jhon kembali memohon dengan permohonan yang sama dan sedikit pemaksa.

Wajah Tina tiba – tiba hadir di dalam bayangannya saat menangis dan memejamkan di tengah doa itu. Ia membayangkan wajah sabar Tina dan wajah yang tidak pernah bisa marah, walu dirinya menyebalkan.

“Ya Allah, permudahkan langkahku untuk bisa menggapainya. Aamiin.” Jhon menutup doanya dengan kalimat itu.

Aktifitas yang Jhon lakukan sama dengan aktifitas yang Tina lakukan. Tina pun menginginkan hal yang sama seperti Jhon, hanya saja doa Tina kali ini tidak memaksa. Ia hanya meminta diberikan yang terbaik.

Usai Sholat malam, Jhon pun baru merasa kantuk. Dan ia tertidur di dalam masjid.

“Ya ampun, ini bule tamunya Pak Yai.”

“Masya Allah ngguanteng temen.”

“Ciptaan Allah yang hakiki.”

Suara sumbang dari santri wanita yang melirik ke depan pun terdengar. Santri pria yang lain yang bertugas adzan subuh ini pun seger menghampiri Utsman. Kebetulan, Utsman memang selalu datang ke masjid lima belas menit sebelum adzan berkumandang.

“Pak Yai, bule tamunya Pak Yai tidur di masjid,” ucap salah satu santri pada Utsman saat pria paruh baya itu hendak melangkahkan kakinya menuju masjid untuk sholat subuh.

“Apa?”

“Iya, Pak Yai. Masya Allah.”

Utsman melangkah cepat. Ia pu ingin membuktikan kenyataan itu. Lagi – lagi, Jhon menjadi pusat perhatian.

Benar saja, Jhon tengah meringkuk di atas permadani berwarna hijau. Lalu, Utsman berjongkok dan melihat wajah itu. Ia melihat kesungguhan yang besar di sana.

“Baiklah, aku akan mempertimbangkanmu dengan satu syarat saja,” ujar Utsman dalam hati.

Dan satu syarat itu akan ia katakan setelah sarapan pagi.

1
LikCi Vinivici
nah lhoh
LikCi Vinivici
sialan ni klo begini si bira bira tina...
LikCi Vinivici
sayangnya si al & Randy tidak jujur juga ni. ikut andil meninggal nya kyai Ustman
Tira Aneri
suukaa
Daisy Wulansari
Luar biasa
Uthie
keep 👍
Adira: /Smile/
total 1 replies
jas
itu bukan cinta tapi lebih ke kagum aja
Zarniati Ani
Kecewa
endah setyowati
Luar biasa
Reni Otta
sumpah ngakak/Facepalm//Facepalm/
Savitri Eka Qodri
Luar biasa
Farda monukliafari
wahhh emang, kalau niat GK baik tuhan bakal mencegah lebih depan dr manusia itu.
dasar cwo suka janji2 tapi gk bisa setia.
Alhamdulillah Jhon dan Tina jadinya nikah.
aku mendoakan Rendy dan Al bakal dapet balesan setimpal dg niat GK baiknya aamiin
Wani Ihwani
kiyai madud
Wani Ihwani
cerita nya pas lah tidak berlebihan susah nya tidak juga berlebihan senang nya, aku dah dia x baca ini novel
Wani Ihwani
Luar biasa
Wani Ihwani
jodoh mu bukan Ning Bira Al, sabar ya Jhon kalau jodoh tak kan ke mana
Wani Ihwani
Jhon aku pada mu sarang burung Jhon💓💓
Wani Ihwani
memang saat ini kamu yng di sukai pak yai Al tapi nnti setelah Jhon lama di sana Jhon lah yng di pilih pak yai
candriani imerelda
i like
Yatiek Widhodho: kpn upnya lg yaa
total 1 replies
Lina Ningdyar
bagus bgt, lebih suka ini sih drpd cerita Bilqis...
mgkn krn John lebih badboy 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!