NovelToon NovelToon
Love And Scandal

Love And Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:174.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nicegirl

Mendapati suaminya bercinta dengan adik kembarnya hingga hamil seolah belum cukup membuat Rana menderita, hingga Mamanya meminta Rana untuk berbagi suami dengan adik kembarnya itu, Rania. Karena merasa dirinya ikut andil menjadi penyebab perselingkuhan itu, Rana pun harus mengikhlaskan suaminya menikahi Rania, meski hatinya luar biasa hancur dan kecewa. Belum lagi sikap Rangga yang semakin lama semakin mengabaikan keberadaan Rana, demi Rania yang sedang mengandung anaknya.



Hadirnya sosok Ananta yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya, membuat Rana sadar akan rumah tangganya yang mulai tidak sehat lagi. Rana pun menjadi bimbang, antara berpisah dengan Rangga dan kembali pada mantan kekasihnya itu, atau tetap mempertahankan rumah tangganya dan membuat Rania pergi dari kehidupan mereka?
Follow IG @si_nicegirl

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Rasa Selingkuhan

“Bagaimana dengan Rania dan Mama?”

“Itu urusan nanti. Yang jelas Mas tegaskan sekali lagi, setelah satu bulan masih belum ada kemajuan dari Rania juga, maka Mas akan mengakhirinya. Silahkan benci Mas kalau memang kamu mau, itu jauh lebih baik daripada kita hidup seperti ini!”

Setelah menimbang keputusan Rangga, akhirnya Rana pun menyetujuinya. Ya Rangga benar, ia juga berhak untuk bahagia.

Apakah ia egois? Entahlah.

Tapi yang pasti, ia ingin sekali-kali mementingkan dirinya sendiri, kebahagiaannya sendiri, seperti yang baru saja Rangga ucapkan. Pikiran seperti itu terus saja berkecamuk di dalam diri Rania, ia ingin membenarkan keputusan yang akan ia dan Rangga ambil dalam akhir bulan nanti.

Namun apakah keputusan yang akan Rana dan Rangga ambil itu benar dan tidak akan ada penyesalan di kemudian hari?

Ya, semoga saja.

“Kamu setuju kan?” tanya Rangga dengan lembut sambil menyusuri jemarinya di sepanjang bahu Rana, lalu turun ke lengannya.

“Ya, Mas. Aku setuju,” jawab Rana tanpa menyisakan ragu sedikitpun.

Senyuman lembut Rangga berubah menjadi senyuman ceria. Jelas terlihat binar bahagia di kedua matanya saat mendengar jawaban dari istrinya itu.

“Kamu tidak akan menyesalinya, Sayang!” janji Rangga sebelum menunduk dan ******* bibir Rana, lalu bergerak ke pipi, kening, kemanapun bibir lembut ini ingin bergerak dengan hembusan napasnya yang seolah menyapu wajah Rana.

Erangan pelan Rana keluar begitu saja dari mulutnya saat bibir Rangga bergerak turun semakin ke bawah, bersamaan dengan kedua tangannya yang dengan cepat telah menanggalkan tunik Rana hingga hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.

Mata mereka saling terkunci dengan tatapan penuh damba dan juga gairah. Penuh hasrat untuk saling memiliki dan saling memuaskan,

“Mas begitu memujamu, Sayang. Hanya kamu!” tegas Rangga sambil menurunkan salah satu bra Rana hingga memperlihatkan puncak bukit Rana yang menggoda. Untuk sesaat, Rangga memandanginya dengan penuh hasrat, sebelum mengulumnya dengan rakus.

“Mas … Aahh, bagaimana kalau ada yang melihat?” Rana mulai terdengar khawatir, karena mereka tengah bercumbu di ruang keluarga dengan gordyn yang terbuka lebar.

Rangga yang baru menyadari keberadaan mereka pun akhirnya menyudahi cumbuannya. Ia meraih tangan Rana dan menuntunnya masuk ke dalam kamar.

Sesaat setelah mengunci pintu kamarnya, Rangga segera menanggalkan semua pakaiannya, pun demikian dengan Rana yang juga menanggalkan pakaian yang tersisa di tubuhnya. Gairah tak tertahankan telah membakar mereka hingga tak tertahankan lagi.

Rangga mendorong pelan Rana ke atas kasur, dan Rana merasakan kasurnya sedikit melesak saat Rangga menaikinya, menjulang di atas Rana.

“Mas ingin terus seperti ini bersamamu. Hingga salah satu di antara kita terlalu tua untuk melakukannya.”

“Pastinya itu kamu,” kekeh Rana.

“Ya, bisa jadi itu Mas. Nah makanya sebelum hal menyedihkan itu terjadi, Mas akan memakanmu sepuasnya. Dan terlebih lagi saat masalah kita telah selesai nantinya.”

Rana menyusuri jemarinya ke dada bidang Rangga, lalu memutari puncak dadanya hingga puncak itu mengeras di bawah sentuhannya,

“Kita bisa mencuri waktu di saat jam kerja kita seperti sekarang ini, Mas. Tidak perlu jauh-jauh, di sekitaran kantor saja,” saran Rana.

Rangga menopang dirinya hanya dengan satu tangannya saja, sementara tangan yang lainnya mulai bergerilya di tubuh Rana,

“Tapi Mas tetap mau melakukannya di malam hari. Mas tetap akan menyelinap masuk ke dalam kamarmu. Jadi, jangan pernah berani menguncinya.”

“Aku tidak akan menguncinya, Mas. Namun Mas tetap harus memastikan Rania sudah sepenuhnya terlelap. Dan Mama … Well, pastikan juga Mama tidak mengetahuinya.”

“Memang jauh lebih baik kita mencuri waktu saja seperti hari ini. Kita dapat melakukannya dengan tenang, tanpa harus merasa takut Mama atau Rania menangkap basah kita.”

“Jadi, Mas tidak akan menyelinap masuk lagi ke kamarku?” Ada nada kecewa di dalam suara Rana, juga kecemburuan saat membayangkan Rangga akan tidur dengan Rania.

“Tadi sudah Mas tegaskan kalau Mas akan tetap tidur di kamarmu. Hanya saja, mungkin kita tidak dapat berhubungan intim setiap malam, kita harus tetap waspada.”

“Ya, Mas.”

Ucapan pasrah Rana membuat Rangga terkekeh pelan, sontak saja hal itu membuatnya mendapatkan tatapan galak Rana,

“Kenapa tertawa?”

Rangga menyusuri pipi Rana dengan jemarinya saat menjawab,  “Mas Hanya merasa konyol saja dengan kondisi kita saat ini, Sayang. Kita pasangan suami istri yang sah, kamu istriku yang sah, tapi rasanya seperti selingkuhan Mas saja. Seperti aku telah mengkhianati Rania dan selingkuh denganmu.”

Rana pun tersenyum kecut karenanya,  “Mungkin ini akan menjadi kisah menarik untuk diceritakan ke anak cucu kita nantinya, Mas. Kisah unik yang pernah kita jalani.”

“Unik dan merepotkan. Mas sungguh-sungguh berharap semua ini akan cepat berlalu.”

Rana mengalungkan tangannya di leher Rangga, mata dan juga senyumannya jelas-jelas ditujukan untuk menggoda Rangga,

 “Kita terus saja berbincang, kapan bertarungnya?”

“Ah, Mas baru akan memulainya,” kekeh Rangga, ia pun mulai memposisikan kejantanannya di depan pintu masuk milik Rana,

“Siap?” tanyanya.

“Aku selalu siap untukmu, Mas,” jawab Rana dengan suara seraknya karena gairah yang mulai kembali menguasainya.

Hari itu, entah sudah berapa kali Rana dan Rangga melakukannya, seolah memuaskan diri mereka untuk sesuatu yang tidak akan terjadi lagi. Seolah hari ini adalah hari terakhir mereka hidup.

Sampai tibalah saatnya Rana dan Rangga harus mengakhiri bulan madu singkat mereka dan kembali ke rumah, dimana hubungan mereka hanyalah sebatas saudara ipar saja.

“Rasanya aku tidak ingin kembali ke rumah Mas,” lirih Rana.

“Kamu mau kita akhiri saja hari ini?” tanya Rangga dengan penuh semangat.

“Tidak, jangan Mas. Sesuai rencana kita saja, akhir bulan ini.”

“Tapi kamu jelas terlihat berat sekali kembali ke rumah kita, Sayang.”

Rana melonggarkan sedikit seatbeltnya untuk bergerak menghadap Rangga, “Aku Hanya harus bersabar sampai akhir bulan ini saja, Mas. Dan kalau boleh Aku mau meminta sesuatu darimu, Mas.”

“Apa, Sayang? Mintalah jangan ragu, kamu tahu sendiri kan aku tidak bisa menolak apapun permintaanmu.”

Termasuk juga menyetujui sandiwara gila yang tengah mereka mainkan.

“Saat aku ada di dekat kamu dan Nia, tolong jagalah jarak darinya Mas,” pinta Rana, ia sedikit dongkol saat Melihat seringaian lebar di wajah Rangga, jelas sekali suaminya itu dapat menebak maksud dari permintaan Rana barusan.

Dan sialnya malah memperjelasnya dengan bertanya,  “Kamu cemburu?”

“Istri mana yang tidak akan cemburu, Mas. Even itu kamu lakukan pada adik kembarku dan jelas-jelas Hanya sandiwara saja.”

“Mas suka kalau kamu sedang cemburu seperti ini. Akhirnya ada yang membuat kamu cemburu pada Mas, jadi bukan Hanya Mas saja yang cemburu karena kamu masih satu kantor dengan Mantan kamu itu.”

“Mas …”

“I love you!” ucap Rangga dengan cepat memotong apapun yang ingin Rana keluhkan.

***

Semoga lulus review hehe.

Yuk yang belum kasih nilai novel ini, tolong kasih rate bintang limanya yaa, terima kasih.

1
Nia Rahmi
upp lg thor🙏
Nuryanto Yanto
lanjut kak 💪
Nuryanto Yanto
lanjut up kak
Yusi Lestari
akhirnya ketahuan juga perbuatan bejat rangga dan rania.ngapain kamu mikirin emakmu lha wong emakmu udah tahu semua
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
uppppppp
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
rangga rania klian akan sengsara
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kasian kmu rana😭😭😭😭😭 smua pda nyakitin kmu termasuk mama mu
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
duhhhh ananta ago rebut lgi milikkk mu dri rangga
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kan kan kthuan kan😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
berharap rana balik lagi krmh nya dgn bgitu kthuan
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
gila kmu rangga aku sumpahin klian hancur se hancur nya nanti😭😭😭😭😭😭😭😭
raa
yey.. ketahuan...
Nia Rahmi
gak usah deh mikirin mama gila kamu itu,dialh biang semua kesengsaraanmu
Yusi Lestari
aku kok gak yakin kalau rangga dan rania bakal ketahuan kayaknya ini masih dibuat rahasia sama author
Nia Rahmi
benci banget dgn mereka bertiga ini...thor kasi karma yg setimpal ya sama rania rangga dan mama tian..mereka ini pengkhianat dan gak punya hati
raa
ketauan gk nih..
anggel
cerai ajah lki model gitu
Wasni
Hah sedih aq bacanya😭😭
falea sezi
males bertele. tele
Wasni
Kpn update lg kk??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!