Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Aqilla Sekolah TK
Alhamdulillah, liburan telah tiba. Lumayan, libur kenaikan kelas kali ini, 2 minggu lamanya. Selama liburan, Desi fokus beres-beres rumah. Karena selama sekolah Desi tidak sempat merapikan rumah. Jika hari kerja, sesempatnya saja yang bisa dikerjakan.
Bagas, Rafi dan Aqilla ikut membantu Desi merapikan rumah. Mulai dari menata kembali barang-barang yang kira-kira kurang sesuai penempatannya. Sampai membersihkan jendela-jendela. Terakhir, menyapu dan mengepel.
"Anak-anak, untuk hari ini cukup. Alhamdulillah, rumah kita sudah bersih." , ujar Desi.
"Iya mama. Rumah kita sudah bersih dan kinclong." , jawab Bagas.
"Iya ma. Jendelanya sudah bersih. Tadi aku sama adek qilla yang bersihin." , jawab Rafi bangga.
"Hebat semua anak-anak mama. Mama acungin jempol." , jawab Desi sambil tangannya mengacungkan jempol.
Anak-anak Desi semua bertepuk tangan. Mereka semua gembira. Dalam hati Desi terharu, anak-anak nya tetap bisa tertawa ceria walaupun tanpa kehadiran ayah mereka. Desi tetap bersyukur walaupun keadaan nya seperti ini. Allah masih berkenan memberikan nikmat dan karunia nya kepada Desi dan anak-anak.
"Sekarang kita makan dulu ya anak-anak, tadi mama sudah masak makanan kesukaan kalian." , ucap Desi.
"Mama masak apa?" , tanya Rafi.
"Mama masak ayam semur kesukaan kalian." , jawab Desi.
"Asyik....aku mau makan ma pake ayam semur. Pahanya ya." , pinta Aqilla.
"Iya sayang. Sebentar ya mama ambilin." , ucap Desi.
Kemudian, Desi menyiapkan makan untuk anak-anak nya. Dia mengambilkan nasi juga lauknya. Anak-anak Desi makan dengan lahap.
Sehabis makan, Desi merapikan piring-piring habis makan. Lalu, Desi menyuruh anak-anaknya untuk istirahat. Mereka menurut. Karena lelah, Bagas , Rafi dan Aqilla cepat tertidur. Desi merasa lega dan dia pun ikut istirahat dengan anak-anaknya.
Tahun ajaran baru nanti, Aqilla sudah masuk sekolah TK. Rafi naik ke kelas 2 SD dan Bagas naik ke kelas 4 SD. Desi merasa bahagia, anak-anaknya tumbuh dengan sehat dan bisa mengikuti pelajaran di kelas dengan baik.
Sejauh ini, Ridwan suami Desi masih sesekali menelpon. Namun, untuk nafkah anak-anaknya Ridwan masih jarang mengirim, tidak setiap bulan hanya sesekali. Kalaupun kirim uang, masih jauh dari kata cukup untuk kebutuhan anak-anaknya. Namun, Desi tidak mau mempermasalahkan semua itu, Desi tidak ingin ribut dengan suaminya. Walaupun sebenarnya, dia sudah tau alasan yang sebenarnya, mengapa suaminya berubah. Namun, Ridwan sama sekali tidak pernah memberitahunya atau meminta ijin untuk menikah lagi. Namun, Desi tidak mau ambil pusing dengan semua ini. Desi merasa pernikahannya seperti digantung. Secara status, dia resmi memiliki suami, namun secara kenyataannya suaminya tidak ada di sisinya.
Hari ini, rencananya Desi ingin mengajak anak-anaknya berenang ke kolam renang. Anak-anak Desi begitu senang ketika diberitahu akan diajak berenang. Setelah sarapan pagi, mereka bersiap-siap untuk ke kolam renang. Desi menyiapkan pakaian ganti untuk anak-anaknya. Setelah semua siap, mereka pergi ke kolam renang naik taksi.
Sesampainya di kolam renang, mereka semua langsung berganti baju renang dan langsung nyebur ke kolam renang. Dari rumah, Desi sudah berpesan pada Bagas untuk menjaga Rafi, sedangkan Desi menjaga Aqilla. Supaya tidak repot di kolam renang.
"Mama....dingin airnya tapi aku suka." , ucap Aqilla.
"Iya sayang....nggak papa, seger kan?" , jawab Desi.
"Iya ma. Aku mau naik perosotan ya ma." , pinta Aqilla.
"Boleh, tapi jangan yang besar ya, naiknya perosotan yang kecil aja yang disana ya." , jawab Desi.
Mereka berenang sampai siang. Sebelum pulang, Desi mengajak anak-anaknya untuk makan disana. Dia ingin sesekali membahagiakan anak-anaknya.
Setelah makan, mereka pulang ke rumah. Bagas dan Rafi sangat senang. Hingga di rumah pun, mereka masih bercerita tentang kegiatan mereka di kolam renang tadi. Sampai di rumah, hari sudah hampir sore.
Tidak terasa, liburan sekolah sudah 1 minggu berlalu. Tinggal seminggu lagi masuk sekolah. Saat masuk nanti, Aqilla harus membeli seragam sekolah TK. Jadi, untuk saat ini, Desi belum bisa memperbaiki mesin cuci nya yang rusak. Dia memilih mencuci menggunakan tangan dulu agar nanti bisa membeli seragam sekolah TK Aqilla.
Tadi siang, Desi sengaja wa suaminya memberitahu bahwa Aqilla mau masuk sekolah TK dan harus membeli baju seragam. Katanya nanti suaminya akan kirim uang. Semoga saja benar suaminya kirim uang. Supaya Desi bisa memperbaiki mesin cucinya. Sebenarnya, Desi ingin suaminya pulang menengok anak-anak, kasihan anak-anaknya, tapi katanya belum bisa ambil cuti. Ya sudah, biar saja. Anak-anak juga nggak terlalu mempermasalahkan keberadaan ayah mereka. Baginya, yang penting kebahagiaan anak-anaknya.
Hari ini, sehabis mandi, Desi ingin mengajak Aqilla ke pasar membeli kebutuhan yang mereka perlukan. Bagas dan Rafi di rumah saja. Desi juga berpesan agar Bagas menjaga Rafi dan mereka bermain di dalam rumah saja, tidak boleh keluar rumah.
Aqilla senang sekali diajak jalan-jalan ke pasar. Di pasar, Aqilla minta dibelikan mainan dan Desi pun membelikannya.
"Mama, aku mau beli mainan boleh nggak?" , tanya Aqilla.
"Iya boleh sayang. Mau beli mainan yang mana?" , jawab Desi.
"Yang disana itu ma, mainan masak-masakan." , jawab Aqilla sambil nunjuk abang tukang mainan.
"O iya sayang. Ayok kita kesana." , jawab Desi.
"Iya ma." , jawab Aqilla.
Kemudian, Aqilla memilih mainan yang dia pingin. Dia memilih yang agak besar.
"Yang ini boleh ma?" , tanya Qilla.
"Boleh sayang." , jawab Desi.
Kemudian, Desi menanyakan harga mainan itu lalu membayarnya. Desi juga membelikan Rafi dan Bagas mainan mobil-mobilan. Setelah itu, mereka membeli barang-barang yang Desi perlukan. Pulangnya, mereka naik becak. Juga jaraknya tidak terlalu jauh.
Sampai di rumah, Aqilla langsung memainkan mainannya. Bagas dan Rafi pun s?ama. Mereka begitu senang, padahal hanyam,ainan murah.
"Bagas, Rafi ini mama belikan kalian mobil-mobilan. Suka nggak?" , tanya Desi.
"Suka banget ma, besar lagi. Makasih mama." , jawab Bagas.
"Iya sayang. Sama-sama." , jawab Desi.
Desi pun lanjut memasak untuk makan mereka nanti. Saat sedang asyik bermain, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan ayah mereka. Anak-anak langsung berlari mendekati ayah nya.
"Asyik, ayah datang. Mama ayah datang." , teriak Rafi.
Desi pun kaget mendengarnya. Kemudian dia berjalan ke teras dan ternyata benar suaminya datang. Kemudian, dia menyambut suaminya sambil salim. Begitupun dengan anak-anak, salim juga dengan ayahnya.
Setelah Ridwan masuk ke dalam rumah, langsung diberondong pertanyaan oleh ketiga anaknya. Mereka semua kangen sama ayahnya. Desi membuatkan kopi hitam kesukaan Ridwan.
Setelah puas ngobrol-ngobrol dengan anak-anaknya, Ridwan pun mandi. Kemudian, mereka semua makan siang bersama-sama. Selesai makan, anak-anak masih ingin bermain dengan ayahnya. Sambil melepas kangen, Ridwan menemani anak-anaknya bermain. Dia pun kangen dengan anak-anaknya. Apalagi si bungsu Aqilla.
Setelah puas bermain, mereka pun lelah lalu beristirahat dulu. Anak-anak disuruh tidur siang dulu.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.