NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aliansi yang Tak Terduga

Keheningan malam di taman Keluarga Mu terasa semakin menekan setelah penuturan Shen Qingxuan. Angin malam yang berembus membuat jubah putih sang penatua Paviliun Anggrek Langit berkibar pelan, sementara kubah energi elektromagnetik buatan Ethan masih mengurungnya dengan pendaran biru siber yang stabil.

Mu Rong menatap wanita berambut perak itu dengan keterkejutan yang jelas di wajah cantiknya. "Paviliun Anggrek Langit... Organisasi perdagangan dan intelijen terbesar di Langit Pertama? Mengapa seorang Penatua agung seperti Anda sudi datang ke kota perbatasan ini hanya untuk memberi kami peringatan?"

Shen Qingxuan tidak langsung menjawab. Sepasang mata hijau zamrudnya beralih dari Mu Rong, lalu menatap lurus ke arah visor biru Ethan yang tak berekspresi.

"Paviliun Anggrek Langit selalu berinvestasi pada masa depan," ucap Shen Qingxuan dengan nada suara yang tenang dan berwibawa. "Kami telah mengamati pertarunganmu di alun-alun dua hari lalu, Tuan Ethan. Senjata yang kau gunakan, caramu membalikkan formasi kota... itu adalah sesuatu yang belum pernah tercatat dalam sejarah Sembilan Langit. Seseorang yang memiliki kecerdasan taktis sepertimu tidak mungkin menjadi orang biasa."

"Kalian menginginkan teknologiku," potong Ethan, suaranya terdengar mekanis dan dingin melalui modulator helmnya. Logika taktisnya langsung membaca arah pergerakan politik ini. Di Bumi masa depan, korporat raksasa selalu mendekati tentara bayaran elit dengan kedok 'aliansi' sebelum akhirnya menusuk dari belakang demi cetak biru prototipe.

Shen Qingxuan terkekeh pelan, sebuah senyuman anggun terukir di wajah cantiknya. "Kau sangat pintar, dan tidak naif. Itu kualitas yang langka bagi pemuda seusiamu. Benar, kami tertarik dengan asal-usul kekuatanmu. Namun, kami juga tahu batas. Kami menawarkan kerja sama yang saling menguntungkan. Jika kau bersedia menjadi 'Penatua Tamu Tertinggi' di Paviliun Anggrek Langit kami di masa depan, aku bisa membantumu menahan salah satu dari tiga ahli Ranah Pondasi Spiritual besok pagi."

Ethan diam, membiarkan Sistem menganalisis fluktuasi energi dari wanita di depannya.

[ Target: Shen Qingxuan. ]

[ Basis Kultivasi: Ranah Pondasi Spiritual — Tahap Awal. ]

[ Deteksi Kebohongan: Tingkat kejujuran verbal 92%. Tidak ada tanda-tanda fluktuasi emosi yang berbahaya. ]

"Tuan Ethan..." Mu Rong berbisik pelan, tangannya menyentuh lengan armor Ethan dengan lembut. "Bantuan dari Paviliun Anggrek Langit bisa menjadi penentu hidup dan mati kita besok. Menghadapi tiga ahli Pondasi Spiritual sendirian adalah hal yang mustahil."

Ethan menatap Mu Rong, lalu kembali menatap Shen Qingxuan. Dengan basis kultivasi barunya di Ranah Pemurnian Qi Tingkat 2 dan peningkatan *Upgrade Bilah Plasma Termal*, peluang menangnya melawan satu ahli Pondasi Spiritual Tahap Awal adalah sekitar 65%. Namun jika harus melawan tiga orang sekaligus, kalkulasi Sistem menunjukkan angka kematian yang sangat tinggi.

Klek.

Ethan menekan tombol di pergelangan tangannya, mematikan kubah energi elektromagnetik yang mengurung Shen Qingxuan. Cahaya biru neon itu luruh ke tanah dan menghilang.

"Aku menerima tawaran peringatanmu, tapi tidak dengan bantuan tempurmu," ucap Ethan dingin, membuat kedua wanita di dekatnya terbelalak heran.

"Apa? Kau menolak bantuanku?" Shen Qingxuan mengernyitkan keningnya, merasa harga dirinya sedikit terusik. "Anak muda, kau mungkin jenius, tapi keangkuhan tanpa dasar akan membunuhmu. Dua ahli Pondasi Spiritual lainnya adalah Feng Wuhen dan temannya, Pemimpin Sekte Harimau Guntur. Mereka bukan kultivator lemah seperti Gu Jue!"

"Ini bukan keangkuhan, ini adalah kalkulasi," Ethan melangkah mundur, melipat topeng fraktal canggihnya hingga wajah tampannya yang sedingin es terekspos di bawah cahaya rembulan. Tatapan matanya yang kelam memancarkan aura predator yang sangat keren dan penuh percaya diri.

"Jika kau ikut campur, rencana pertempuran yang sudah kususun akan menjadi kacau. Tetaplah berada di garis belakang bersama Keluarga Mu, Penatua Shen. Tonton saja bagaimana caraku meruntuhkan keangkuhan para dewa kultivasi kalian."

Shen Qingxuan tertegun menatap wajah tampan Ethan yang dipenuhi ketegasan mutlak tersebut. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seorang pemuda dari ranah bawah mampu membuatnya bungkam hanya dengan sebuah tatapan mata.

Keesokan paginya, Kota Angin Puyuh diselimuti oleh kabut tebal yang tidak wajar. Udara terasa sangat dingin, dan getaran konstan di atmosfer membuat air di dalam parit kota terus beriak. Warga kota mengunci diri di dalam rumah; mereka semua tahu bahwa hari ini adalah hari penghakiman.

Di atas dinding gerbang utama kota, Ethan berdiri tegak sendirian. Exo-Suit hitamnya telah sepenuhnya diselimuti oleh pola sirkuit elektromagnetik dari teknik Inti Magnetik Siber yang baru ia kuasai. Jubah hitam siber-nya melambai kasar ditiup angin fajar. Di tangannya, ia memegang sebilah pedang besi panjang milik Keluarga Mu yang telah dimodifikasi; mata bilahnya kini dialiri arus plasma biru berkecepatan tinggi yang mendengung halus.

Di belakangnya, di halaman dalam gerbang, Mu Tianbah, Mu Rong, dan Shen Qingxuan berdiri mengawasi bersama ratusan pasukan mati Keluarga Mu yang bersiaga dengan senjata terhunus.

BOOM! BOOM! BOOM!

Tiga dentuman keras mengguncang langit di luar kota. Kabut tebal mendadak terbelah menjadi tiga bagian. Dari balik kabut, tiga sosok pria paruh baya berjalan melayang di udara—sebuah kemampuan mutlak yang hanya dimiliki oleh para ahli yang telah membangun *Pondasi Spiritual*.

Di tengah, Feng Wuhen, Master Sekte Pedang Awan, berdiri dengan jubah putihnya yang megah. Wajahnya dipenuhi amarah yang membara saat menatap bendera Keluarga Mu.

Di sebelah kanannya adalah seorang pria bertubuh raksasa dengan zirah kulit harimau yang dikelilingi oleh percikan petir kuning—Lei Zhan, Pemimpin Sekte Harimau Guntur. Dan di sebelah kirinya adalah seorang pria tua bungkuk dengan tongkat kepala tengkorak, Tetua Wu dari Sekte Racun Hitam.

"Mu Tianbah! Keluar dan terima kematianmu!" Suara Feng Wuhen bagaikan petir di siang bolong, meretakkan beberapa bagian dinding batu gerbang kota. "Hari ini, tidak akan ada satu ekor ayam pun yang tersisa hidup di dalam Kota Angin Puyuh!"

Ethan melangkah maju ke ujung pembatas dinding gerbang. Ia mendongak, menatap ketiga monster tersebut melalui visor birunya yang kembali aktif. Di sudut pandangnya, Sistem langsung memunculkan indikator taktis.

[ Memulai Protokol Perang Total. ]

[ Menghubungkan ke Jaringan Ranjau Prosedural Siber yang Tertanam di Luar Gerbang... 100% Aktif. ]

[ Estimasi Waktu Pemicuan: Sesuai perintah pengguna. ]

"Kalian bertiga terlalu berisik di pagi hari," suara mekanis Ethan memotong teriakan Feng Wuhen, bergema berat melalui pengeras suara helmnya. "Jika kalian datang untuk mati demi membalas dendam murid-murid sampah kalian... silakan ambil satu langkah maju."

"Siapa bajingan kecil berbaju besi itu?!" Lei Zhan, sang Pemimpin Sekte Harimau Guntur, meraung berang. "Apakah dia yang membunuh Feng'er dan Gu Jue?! Beraninya seorang bocah ingusan di Ranah Pemurnian Qi berbicara seperti itu di hadapan kita!"

"Bunuh dia! Aku akan mencabik-cabik dagingnya!" Feng Wuhen tidak bisa lagi menahan amarahnya. Dengan lambaian tangannya, sebuah pedang terbang berukuran besar muncul di bawah kakinya, melesat membelah udara menuju Ethan dengan kecepatan yang memotong gelombang suara.

Ethan tidak menghindar. Ia justru tersenyum dingin di balik topengnya. Tangan kirinya terangkat, memperlihatkan sebuah pemantik digital kecil di sarung tangannya.

"Selamat datang di duniaku," bisik Ethan.

Klik.

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!