NovelToon NovelToon
Antara Gairah Dan Balas Dendam (Tobatnya Sang Mafia Season 2)

Antara Gairah Dan Balas Dendam (Tobatnya Sang Mafia Season 2)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Naura Gracesia wanita berusia 32 tahun nekat terjun ke dunia Mafia demi mencari pembunuh kedua orang tuanya. Dia bahkan membentuk perkumpulan Mafia sendiri demi menemukan orang yang dia cari.


Kehidupan yang dijalani oleh wanita dewasa itu diluar kata normal yang biasa di jalani kebanyakan wanita di luaran sana. Arogan, kejam, dan semena-mena menjadi ciri khas wanita berparas cantik itu.


Sampai akhirnya dia bertemu dengan pemuda yang usianya jauh lebih muda dari dirinya, pemuda alim dan juga tampan yang mampu menggetarkan hati dan menuntunnya ke jalan yang lurus.


Akan tetapi fakta mengejutkan pun terkuak, pemuda itu ternyata adalah putra dari orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, sekaligus orang yang pernah merawat dirinya sampai dirinya berumur tujuh tahun.


Bagiamana perasaan Naura saat mengetahui bahwa orang yang menghabisi nyawa kedua orang tuanya adalah ayah angkatnya sendiri? dan bagaimana nasib Naura berada di antara Gairah dan Balas Dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Sanggup Menerima

Naura akhirnya membuka kedua matanya secara sempurna menyudahi mimpi buruknya yang benar-benar menguras air mata. Ya ... Wajahnya benar-benar membanjir, dadanya pun terlihat naik turun dengan napas yang tersengal-sengal. Sungguh mimpi buruk yang baru saja dia dapatkan terasa benar-benar nyata.

Sementara itu, Ibra yang saat ini duduk di tepi ranjang masih menatap wajah Naura dengan tatapan tidak percaya. Dia masih mencoba mencerna apa yang baru saja dia dengar. Jelas sekali di telinganya ucapan Naura memanggil, ''papah'' di dalam mimpinya.

Apakah papah yang dimaksud oleh Naura adalah papa Gabriel? Atau, dia memang memiliki papa lainnya yang dia tidak ketahui? Ibra akan menanyakan hal itu sekarang juga.

"Naura, kamu bermimpi buruk?"

Naura yang masih dengan setengah mata terpejam menganggukkan kepalanya.

"Apa kamu memimpikan papa kita?"

Naura pun kembali menganggukkan kepalanya juga mencobanya mengatur napasnya.

"Bisa tolong ambilkan aku air putih? Tenggorokanku kering sekali," lirih Naura.

"Baiklah, saya akan mengambilkan air putih. Kamu tunggu sebentar," jawab ibra bangkit lalu berjalan keluar dari dalam kamar. Beberapa saat kemudian, dia pun kembali dengan membawa gelas berdiri air putih.

"Minumlah dulu, tenangkan dulu perasaan kamu, sayang." Ibra menyerahkan gelas itu kemudian. Naura pun bangkit lalu menerima gelas tersebut dan meminumnya.

Glegek! Glegek! Glegek!

Air yang melintasi tenggorokan Naura bahkan terdengar begitu nyaring, layaknya orang yang benar-benar sedang kehausan.

"Pelan-pelan, kamu bisa tersedak nanti," pinta Ibra.

Naura hanya tersenyum kecil lalu kembali menyerahkan gelas yang sudah kosong tersebut kepada Ibra. Dia menatap wajah Ibra dengan tatapan mata tajam. Melihat wajah pemuda itu benar-benar membuatnya mengingat wajah sang ayah.

"Aku minta kamu keluar dari sini sekarang juga," pinta Naura.

"Tidak saya gak akan ninggalin kamu," tegas Ibra penuh penekanan.

"Aku mohon."

"Salah saya apa, Naura? Kenapa sikap kamu jadi seperti ini? Kalau saya memang punya salah, katakan saja. Jangan seperti ini,'' tanya Ibra mulai menaikan suaranya.

"Karena kamu putra dari laki-laki bernama Gabriel."

"Apa?"

"Ya, kamu tahu siapa papa kita sebenarnya?"

"Apa maksud kamu, jangan membuat saya bingung, Naura. Sumpah demi apapun, saya gak ngerti dengan semua yang kamu katakan."

Naura menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Kedua matanya yang memang sudah memerah nampak kembali berair. Dada wanita itu terlihat naik turun benar-benar terlihat tertekan.

"Naura? Kenapa kamu seperti ini? Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu tiba-tiba membenci saya, juga papa kita?''

"Karena dia seorang pembunuh! ORANG YANG TELAH MEMBUNUH KEDUA ORANG TUA AKU ADALAH AYAH ANGKAT AKU SENDIRI!'' teriak Naura penuh emosi.

Tubuh Ibra pun seketika merasa lemas. Kedua matanya nampak memerah merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar tentu saja. Mana mungkin ayahnya sendiri adalah orang yang telah membunuh kedua orang tua Naura? Sungguh hal yang sangat sulit untuk di percaya.

"Kamu gila, Naura. Mana mungkin Papa--"

"Kamu tidak percaya 'kan? Awalnya aku pun begitu, aku sama sekali gak percaya dengan apa yang aku dengar, tapi semua bukti mengarah kepadanya.''

"Astaga, Naura. Ya Tuhan ..." Ibra mengusap wajahnya kasar.

"Aku akan pulang dan menanyakan hal ini kepada papa sekarang juga,'' Naura bangkit dan berdiri.

"Tunggu Naura, apa kamu tahu sekarang jam berapa? Ini tengah malam, masa mau pulang tengah malam begini?''

"AKU GAK PEDULI, AKU AKAN MENANYAKAN HAL INI LANGSUNG SAMA PAPA!" teriak Naura kembali histeris.

Grep!

Ibra tiba-tiba saja memeluk tubuh Naura erat. Naura tentu saja tidak tinggal diam, dia berontak bahkan berteriak berusaha untuk melepaskan diri.

"Lepaskan aku, Ibra. Lepaskaaaaan, aku akan balas dendam kepada orang yang telah membunuh kedua orang tuaku.'' Naura berteriak kencang juga berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan tangan Ibra.

"Tenang, sayang. Tenang, saya akan menemani kamu pulang. Kita tanyakan kebenarannya kepada papa, tapi saya mohon kamu tenangkan diri kamu dulu. Papa begitu menyayangi kamu, kamu juga tahu hal itu, papa bahkan tidak ingin berpisah dengan kamu.''

Tubuh Naura perlahan mulai melemah. Seketika bayangan-bayangan sang ayah pun menari-nari di dalam otaknya kini. Kasih sayang, perhatian, bahkan saat dia mengobrol santai bersama Gabriel terakhir kali pun tidak luput dari bayangannya kini.

Bruk!

Tubuh Naura ambruk begitu saja di dalam dekapan Ibra. Dia menangis sesenggukan hingga dadanya terasa sesak. Kenyataan pahit ini, Naura sama sekali tidak sanggup menerimanya.

"Apa yang harus aku lakukan, Ibra hiks hiks hiks!'' tangis Naura pecah di dalam dekapan laki-laki yang dia cintai.

BERSAMBUNG

...****************...

1
Pendi Dian Nada
lanjut cerita yh seru nih
Reni: Terima kasih, kak. Di tunggu ya.🥰
total 1 replies
𒈒⃟ʟʙᴄ 🍾⃝ͩʀᷞᴇͧɴᷠ»ͣᴿᵋᶮ
🤭🤭🤭dasarr nauraa moduss bngett
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻🍾⃝ͩʟᷞᴀᷴʟᷡᴀᷲɴιиɑ͜͡✦
ih genit dah jadi gemez 🐒💨
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻🍾⃝ͩʟᷞᴀᷴʟᷡᴀᷲɴιиɑ͜͡✦
huhuhu kan itu kata bapakmu 🐒💨
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻🍾⃝ͩʟᷞᴀᷴʟᷡᴀᷲɴιиɑ͜͡✦
kasian banget Naura nya kamu yang kuhuat yaw 🦭
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻🍾⃝ͩʟᷞᴀᷴʟᷡᴀᷲɴιиɑ͜͡✦
lah Naura kamu ternyata dah kolot
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻🍾⃝ͩʟᷞᴀᷴʟᷡᴀᷲɴιиɑ͜͡✦
songong yaw ceweknya 🤓
༄༅⃟𝐐Vee_hiatus☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
galak bener Naura cuman masalah gitu aja marah-marah
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
Semoga masa lalu terkuak y thor 🤗
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
kerinduan yg terpendam thor 🤗
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
akhirnya bertemu thor 🤗
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
gini baru bener 🤭
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
kerinduan
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
ada apa sebenarnya thor penasaran aku
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
gk bisa liat yg bening ihhh 🤭
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
terpaksa d pisahkan y thor
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
jangan jangan nee anak ayah angkatnya ya thor
🌈 єνιʝυℓιє ♓ℹ️🅰🌴
ketemu babang tamvan 🤭
to the point tanpa bertele2, awal cerita dsuguhi adegan panas, menarik 😄✌👍👍👍
"lalu memeluknya erat" 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!